
***
Suasana Rumah Abi tampak sunyi tidak ada tanda aktifitas apapun, Alend Melirik Raya menunggu gadis itu mengatakan sesuatu namun gadis itu langsung turun.
" Terima kasih ka Alend..aku masuk sampai jumpa... " Katanya.
" Ternyata memang tidak akan mengatakannya ya..." Ujar hati Alend.
lagi - lagi Alend tidak buka suara mengenai hal ini, hatinya masih bimbang untuk bertanya kondisi gadis itu. Gadis itu sedang membuka pagar rumah Abi,
" Raya! Jika kau ada masalah, boleh mencariku..aku akan membantumu! " Kata Alend sadar Raya tidak akan bicara jika Alend tidak mengambil inisiatif duluan. Hal ini baru pertama kali untuk Alend, tidak ada yang mampu membuatnya penasaran minimal membuatnya tertarik. Melihat Raya tanpa disadarinya malah membuat pria itu mengajukan bantuan.
Raya berbalik menatap "tunangannya" dengan wajah sedikit bersemu. Dirinya mendekati pintu samping mobil, membungkukkan badan dan bertopang dagu dikaca jendela mobil Alend.
" Kakak Alend baik deh...jangan - jangan sudah jatuh cinta padaku ya..." Goda Raya sambil mendekatkan dirinya lagi pada Alend.
Dada Alend sebenarnya bergemuruh, banyak wanita yang merayunya dengan gaya lebih nakal dari Raya sekarang hanya saja ketika Raya merayunya malah membuatnya gugup.
" Dadaku kenapa ya? kenapa bisa gelisah begini didekatnya...kalau kukecup bibir mungilnya apakah dia akan menolak? Akh... Alend sadar! Ini bukan dirimu! Jangan berpikir yang bukan - bukan..."
Alend mendorong lewat jari telunjuknya yang mengarah ke hidung Raya,
" Ahh...hidungnya halus tapi dingin..." Gumam Alend dalam hati
Raya memegangi hidungnya namun tampaknya biasa dengan perlakuan Alend.
" Banyak belajar, Kurangi bermimpi! " Kata Alend sebelum menekan pedal gas mobilnya.
Mobil meninggalkan kediaman Abi, Raya hanya berdiri menatap mobil itu hilang dari pandangannya.
" Meskipun tidak puas dengan Raya tunangannya ini tapi melihat Raya dalam kesusahan juga langsung membantunya, Alend Bagaskara ini lumayan baik hati " Kata Raya sambil tersenyum tipis.
Raya putar haluan masuk ke dalam rumah Abi. Entah apa yang sedang dilakukan pemuda itu, berulang kali Bel ditekan tetap saja tidak ada sahutan dari dalam. ( Aduh si eneng lupa ini sudah tengah malam, mana ada tengah malam orang buka pintu dengan cepat!)
TING ! TONG!
(Tidak ada tanggapan!)
TING! TONG!
(Masih tidak ada jawaban)
" Apa sudah tidur ya? Ah mana mungkin Abi tidur secepat ini? "
Raya terus saja menekan bel pintu. Di dalam rumah, Abi hanya tinggal sendirian, pembantu rumah tangganya akan datang hanya untuk bersih - bersih lalu pulang. Mama Abi tidak menginginkan ada pembantu dirumah itu sebelum Abi menikah sekedar menjaga putra semata wayangnya itu digoda pembantu.
Didalam kamar, ternyata Abigail sedang bermain Game, Headset terpasang ditelinganya. Ditengah kesibukannya main game, suara Ting Tong samar samar masuk ke telinganya.
__ADS_1
" Cepat Serang dia! AKH...!! " Seru Abi.
Suara TING TONG tidak juga berhenti padahal sudah 10 Menit dibiarkan. Akhirnya Abi memutuskan untuk turun ke Lantai 1 melihat siapa tamu yang datang tengah malam.
" IYA! IYA! " Sahut Abi kesal bel rumahnya masih terus berkumandang.
" Begini nih tidak ada pelayan dalam rumah! Ada tamu saja aku harus mengecek sendiri...aku lupa esok akan kupasang CCTV saja biar mudah..."
Gaya pakaian Abi agak unik, karena pemuda ini punya kebiasaan suka tidur dengan suhu dingin, Raya kadang memanggilnya pinguin. Suhu kamar Abi tidak main - main mirip dengan kulkas. Mamanya sampai membuatkan pakaian tidur khusus agar putranya tidak kena penyakit akibat kebiasaan tidur dengan suhu ruangan rendah.
Gaya pakaian tidur Abi sangat lucu, Anak ini suka mengenakan piama karakter dengan bentuk yang tidak biasa.
(Ini salah satu contoh Piama Abi)
" Siapa ya malam - malam begini..." Abi menengok pada sebuah layar kecil yang terpasang disamping pintu untuk mengetahui siapa tamu yang datang.
(yang begini ya...seperti yang terpasang pada rumah dan apartemen mewah lainnya)
" ASTAGA!! RAYA?" Mata abi terbelalak melihat sosok yang didalam kameranya. Dengan cepat, Abi membuka kunci pintu dan mengajak Raya masuk ke dalam.
***
"KETERLALUAN!! MENGAPA DIA MEMPERLAKUKANMU SEPERTI INI?? KENAPA DI DUNIA INI MASIH ADA PAPA SEPERTI DIA" Pekik Abi emosi sambil membanting boneka bebeknya.
Boneka itu dibanting sana sini diputar diudara guna pelampiasan emosi Abi.
" AKU INGIN MENGHAJARNYA! EMOSI SEKALI AKUUUU...!!!! "
Lagi - lagi Abi membanting boneka bebeknya ke kiri dan ke kanan. Dan setiap kali kena lantai boneka bebek itu mengeluarkan suara nyoot! dan nyooot!!
" Sudah...sudah, tidak apa - apa! Sekarang aku sudah memutuskan untuk keluar dari rumah dan bukan tidak mungkin aku akan dicoret dari kartu keluarga, sekarang aku hanya harus fokus pada hidupku! Langkah ke depannya...." Bujuk Raya menonton tingkah Abi sambil mengemut permen lolipop yang selalu tersedia di rumah Abi.
" Tidak perlu khawatir, ada Aku! Kalau papamu tidak menjagamu maka aku lah yang akan menjagamu! " Sahut Abi.
Entah mengapa melihat wajah serius sang sahabat, Raya malah terpana. Tidak pernah ada yang setulus ini selama hidupnya saat berteman dengannya.
" Kau tunggu sebentar, aku akan pergi sekarang membelikanmu ponsel dan baju! Kamu tinggal disini saja kedepannya..." Kata Abi.
(Mallnya tutup sayang! Aduh si Abi mah suka - sukanya dia...Mall nya punya dia..mau belanja jam berapapun bebas! Hehehehe..Horang kaya..."
" Kalau begitu kau? " Tanya Raya.
" Aku akan kembali ke rumah sementara ini, mungkin aku akan menyuruh mamaku untuk membeli satu rumah yang berada disebelahmu agar kita tetanggaan..." Sahut Abi.
__ADS_1
Abi cukup paham agama, dirinya tahu jika wanita dan pria tidak boleh satu atap jika tidak ada ikatan pernikahan, sesayang bagaimanapun Abi pada Raya, Pemuda itu tetap menjaga martabat sang sahabat dengan tidak membuat berita buruk tentangnya lagi.
Abi bangkit duduk kembali didepan Laptopnya, dirinya berniat untuk memesan kebutuhannya menggunakan layanan ekpress, Agar Raya tidak menunggu hingga esok pagi untuk memiliki kebutuhannya.
Ketika memasang Headsetnya, Abi langsung mendapat makian. Rupanya tadi Abi lupa jika dia sedang main bareng mobail lejend (Sengaja ditulis seperti itu yak! ) dalam game Online.
" KAU MENGHILANG KEMANA SAJA?? KETIKA KAU HILANG TADI KAMI SEMUA LANGSUNG MATI!! LAWAN KITA SUPERKUAT, SATU JURUS SAJA MEMBUAT DARAHKU SEKARAT!! " Marah Teman Mabar Abi.
" Astaga...aku keluar dulu, masih ada yang harus kuurus " Kata Abi.
" Hah? Apa? Hei jangan tinggalkan kami!! " Seru teman Mabar Abi namun pemuda itu tidak peduli langsung offline saja.
" Abi.. Uang untuk membeli barang anggap saja aku pinjam, rumah ini juga anggap aku menyewanya, jika aku sudah mendapatkan uang, aku pasti akan membayar lunas padamu"
" Memangnya bagaimana kau mendapatkan uang? Kau saja masih kuliah..." Tanya Abi.
" Kuliah juga bisa mendapatkan uang, kau ada rekomendasi temopat kerja tidak?"
Raya menatap Abi dengan semangat 45, Gadis itu optimis bisa bekerja dan menghidupi dirinya sendiri.
" Hmmm...bagaimana jika bekerja diperusahaan mamaku?" Tanya Abi.
Perusahaan Mamanya Abi semua barang yang dijualnya merupakan merk terkenal di seentero Negeri bahkan sampai ke pasar Asia dan Eropa. Ada pakaian, kosmetik, dan lain - lain. Terlebih lagi hampir semua pegawai yang direkrut mama Abi berjenis kelamin wanita.
" Bagaimana?" Tanya Abi meminta pendapat.
" Tidak jadilah... Aku tidak ingin pergi ke tempat yang semuanya wanita..." Raya Menggeleng tidak mau. Bulu ditengkuknya berdiri membayangkan bagaimana dirinya bekerja di perusahaan mama Abi.
" Eh kenapa?"
" Aku hanya akan menjadi sasaran semua orang, kau tidak lihat wajahku? Apa tidak ada yang akan mengenaliku sebagai tunangannya Alend?"
Abi menepuk wajahnya. Yah! Raya merupakan calon istri dari pacar idaman semua wanita. ALEND BAGASKARA.
" Aih...betul juga..."
Pemuda itu lemas seketika. Dia dan Raya saling bertatapan berharap mendapatkan petunjuk.
***
BERSAMBUNG
AKHIRNYA....
Bisa Up lagi...
Episode selanjutnya esok sore ya ... Naya harus bangun lebih pagi untuk ngampus. Selamat malam semuanya. Jangan sering begadang ya semua.tidak baik untuk Imun. Hehehe
__ADS_1
Salam hangat Nayaka