
***
Raya masih dengan posisi duduknya, dirinya sudha dapat membaca niat perusahaan - perusahan untuk mendekatinya. Apalagi kalau bukan untuk memanfaatkan situasi.
" Mereka (Perusahaan) tidak cocok denganku! Artis yang bernaung dibawah mereka selalu membuat skandal saja, lalu aku harus terus berada dalam variety show, aku khawatir ini akan mempengaruhi image kak Alend" Kata Raya.
Gadis itu tidak mendengar sahutan dari Abi, pemuda itu menatapnya dengan penuh epkresi, seperti orang yang tengah menahan tangis.
" Malam ini aku ada janji dengan Kak Tantri, membahas pekerjaanku kedepannya nanti... aku pasti ( terhenti karena melihat ekpresi Abi) Kenapa ekspresimu seperti itu??" Tanya Raya bingung.
" Kamu tidak akan mengerti perasaan seorang ayah yang akan menikahkan anak gadisnya dengan lelaki lain...semua perasaan bercampur aduk" Kata Abi nyaris serak.
Raya hanya terperangah saja mendengarnya. Ada - ada saja Abi, sahabat Raya yang paling sentimentil.
****
Pukul 19.30 WIB
Raya sudah berada di Galaxy Entertaiment. Tantri telah menunggu untuk membahas sesuatu yang dikatakannya lewat telepon.
" Oh Kau sudah sampai? " Tanya Tantri.
Wanita itu terlihat agak gugup hari ini, tampak rasa bersalah tergambar diwajahnya.
" Duduklah..."
Raya patuh saja dan duduk disofa yang tersedia tidak berapa jauh dari meja Tantri.
Tantri juga ikut duduk didekat Raya, mereka kini duduk berhadapan.
" Ini mengenai masalah yang penting, aku ingin menyampaikannya langsung padamu...jujur saja..aku menentang rencana pernikahanmu dengan Alend tapi ini bukan karena kau... jangan salah sangka dulu..." Tantri agak ragu bicara apalagi melihat mata Raya membuatnya tidak tega menyakiti hati gadis itu.
" Ada seseorang yang sudah disukai Alend sejak dulu... bertahun - tahun yang lalu..." Akhirnya kata - kata itu lepas begitu saja dari mulut Tantri.
DEG! DEG! Tangan Raya mengepal pelan, Tidak dipungkiri dirinya sangat terkejut dengan perkataan Tantri tadi.
" Kenapa hati ini sakit sekali...ini bukan reaksiku... tapi reaksi hati Raya yang asli... ternyata sesakit ini..."
Raya masih saja diam, pukulan itu telak mengenai ulu hatinya. " Hati ini sakit sekali"
" Sebelumnya aku memang tidak terlalu mengenal dirimu tapi belakangan ini setelah melihat perubahanmu, aku tahu kau pasti sudah berusaha sangat keras agar bisa tampil sesempurna ini...Aku sangat mengagumimu dan mulai menaruh rasa hormat padamu" Kata Tantri merasa tidak enak memandang wajah Raya secara langsung.
__ADS_1
Raya tertunduk berusaha menenangkan hatinya. Tantri tidak begitu memperhatikan perubahan ekspresi Raya karena dirinya sendiri tidak enak pada Raya.
" Hatiku sakit sekali " Desis Raya dalam hatinya berulang kali.
" Aku kira seorang wanita itu tidak harus menikah dengan seseorang untuk membuktikan bahwa dirinya hebat! Wanita itu harus menunjukkan kemampuannya , asalkan diri punya kualitas dan kelebihan barulah bisa menilai diri sendiri" Kata Tantri lagi.
" Iya" Jawab Raya singkat namun pelan. " Hatiku terasa seperti sedang teriris benda tajam..sakit sekali"
Tantri masih saja terus bicara untuk mencairkan suasana, Wanita itu tahu seberapa cinta Raya pada Alend, ini pasti menjadi pukulan yang berat untuk gadis dihadapannya itu. Seseorang yang dicintai begitu lama ternyata mencintai orang lain.
" Menurutku kau memiliki bakat terpendam, kau bisa mengembangkan dirimu bahkan lebih daripada Alend, kau juga tidak perlu merasa terikat dengannya, jika tujuan hidupny satu - satunya adalah menikah dengan Alend maka kau hanya akan menderita... Alend tidak bisa membalas perasaanmu"
" Iya"
Lagi - lagi Raya hanya bisa menjawab singkat saja.
" Hati ini benar - benar sakit...tapi ... Tapi inilah kenyataan " Desis Raya Dalam hati.
Tangannya terkepal erat-erat dan berusaha menetralkan perasaannya. Dirinya sudah berjanji akan melindungi Raya (yang asli) dan tidak akan membiarkan Raya tertindas dalam dalam kehidupan ini.
" terima kasih kak Tantri, bagiku sekarang, Kak Alend adalah orang yang super baik, dia sudah banyak membantuku dan tidak mempermasalahkan masa laluku seperti apa... aku tidak akan membuat reputasinya rusak dengan keberadaanku" Ujar Raya setegar mungkin.
Tantri merasa sedikit kasihan, wanita itu menganggap Raya sedang berjuang melawan rasa patah hati.
Raya tidak mau Tantri mengasihaninya lebih lama lagi.
" Jadi kau bersedia membatalkan perjanjian nikah ini? Serius?? " Tantri merasa semakin tidak enak.
" Iya... Kak Alend berhak menyukai orang lain, aku juga harus menjadi orang yang lebih baik" Raya mengambil kontrak yang diletakkan Tantri dimeja sejak awal.
Raya memberitahu Tantri jika sebenarnya dirinya tidak masalah dengan pembatalan perjanjian nikah dengan Alend.
" Sebenarnya yang tidak setuju dengan pembatalan ini adalah ayahku, jika Kak Alend yang membatalkannya terlebih dahulu maka ini akan sangat menolongku" Kata Raya langsung menandatangani surat kontrak yang ada dihadapannya tanpa membacanya lagi.
" Kau sudah lebih dewasa rupanya... Nah selamat datang dan bergabung dengan Galaxy Entertaiment...aku berharap bisa mengorbitkanmu menjadi superstar nomor satu didunia! "
Tantri dan Raya kemudian berjabat tangan. Raya sempat terpana dengan perkataan Tantri mengenai superstar nomor satu didunia, hehehe mungkinkah??
" Terima kasih kak... " Jawab Raya tersenyum.
Dirinya sudah lebih meminimalisir efek sakit hati yang dirasakannya barusan. Entah mengapa secara tiba - tiba muncul pertanyaan dalam hatinya.
__ADS_1
"sebenarnya aku punya satu pertanyaan..." Tanya Raya terlihat ragu
" Apa itu? "
" Orang yang disukai Kak Alend itu pria atau wanita ya? "
Pertanyaan polos keluar dari mulut Raya, tantri menganga tidak meyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung naik pitam.
" Nampaknya aku sudah terlalu baik denganmu ya? " Tantri mendelik tajam
Raya melihat tanda - tanda Tantri akan meledak, segera menghidar sebisa mungkin " Gawat! "
Raya segera kabur dari ruangan itu secepat mungkin,
" Hal yang pertama yang harus ingat oleh pekerja dalam perusahaan ini adalah DILARANG MEMBAHAS KEHIDUPAN PRIBADI BOSS! " Seru Tantri entah terdengar oleh Raya atau tidak.
Gadis itu lari terbirit - birit keluar dari ruangan.
" Huft...beneran tidak boleh terlalu lunak padanya...dasar Raya..." Wajah Tantri tidak lagi marah melainkan tersenyum simpul.
Raya sudah berada jauh dari ruangan Tantri dengan semangat dalam dadanya, ada rasa bangga sekarang dirinya telah mempunyai penghasilan tetap. Sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi dan tidak lagi tergantung pada Abi.
***
Tantri menuliskan sesuatu dalam postingannya malam ini dirinya harus mengumumkan pada semua mengenai kerjasama barunya dengan Raya.
" Kurasa ini sudah cukup " Katanya sambil tersenyum.
Bisa diduga keesokan harinya Raya kembali menjadi tranding topik kembali, para Haters sibuk mencerca dan kebanyakan mengkritisi kebijakan Galaxy entertaiment dalam merekrut Raya.
Ketua Haters di wilayah Jakarta selatan juga ikut dicerca netizen karena baru - baru ini mengeluarkan statement untuk menenangkan para haters dan terkesan membela Raya. (Masih ingat gadis yang ditolong Raya dalam episode yang lalu, dia adalah ketua Haters Raya)
Bahkan saking kejamnya banyak fitnahan mulai bermunculan tanpa ampun untuk menjatuhkan mental Raya.
" Wow, sekarang ada yang menuduhmu jual diri untuk menolong papamu dari kebangkrutan...akhirnya aku bisa masuk ke Instakilo-mu...setelah kemarin akun Rayaofficial dibanned, aku akhirnya bisa masuk kembali...setelah diurus sama pak Sultan (pengacara) akun ini akhirnya bisa diakses kembali...ugh,,netizen ini..kalau sudah ingin melakukan sesuatu suka tidak dipikir dulu baik dan benarnya... " Keluh Abi.
Raya tidak terlalu memperhatikan perkataan Abi, dirinya merasa sangat lelah jiwa dan raga...gadis itu hanya ingin beristrhat sekarang.
***
__ADS_1
BERSAMBUNG