Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 68 - Kegalauan Alend


__ADS_3

***


Di ruang rapat perusahaan.


Baru saja terjadi rapat internal dalam perusahaan tersebut. Semuanya membubarkan diri kecuali Tantri dan Bima yang mendampingi Alend.


" Sebaiknya kau berpikir kembali mengenai tawaran Produser Devh, sudah tiga kali dia datang menawarimu tanpa putus asa... " Kata Tantri


Alend diam tidak menjawab. Banyak hal yang mengganggu pikirannya belakangan ini. Salah satunya adalah Raya. Gadis itu tidak pernah lagi muncul didepannya. Entah mengapa hal itu malah membuatnya terganggu dan senewen sendiri, apalagi trenyata Raya malah sibuk dengan kegiatannya.


Ada apa dengan gadis itu? Apa sudah tidak marah lagi padanya?


Pria itu malah menginginkan Raya memarahinya atu bahkan merajuk seperti yang dilakukannya dulu. Raya tidak lagi melakukan hal itu, tidak ada lagi keonaran yang dibuat gadis itu.


DAN ALEND RINDU HAL ITU!!


" Alend? Kau mendengarkanku kan? " Tanya Tantri.


Bima memberi kode dengan lambaian tangan pada Tantri seolah memberi tahu jika boss mereka sekarang sedang tidak mood untuk melakukan sesuatu.


Tantri melihat lambaian tangan itu hanya bisa menghembuskan napas.


" Sebenarnya aku ingin merekomendasikan Raya sebagai pemeran utama wanita" Kata Tantri menerawang.


Tangan Alend sedikit bergetar mendengar nama Raya disebut.


" Film striping ini sudah memakan banyak waktu dalam persiapannya, jika dihitung sudah dua tahun! Sutradara sedang mencari pemeran utama wanita yang masih fresh tidak mau memakai artis yang sudah terkenal...sambil mencari bibit baru yang akan dibuat terkenal" Jelas Tantri panjang lebar.


Tantri juga menambahkan jika Produser Devh sekaligus bertindak sebagai sutradara sangat ketat dalam penyeleksian artis, Raya yang masih pemula entah bisa masuk kualifikasi produser itu tau tidak, Tantri masih agak meragukan kemampuan Raya.


" Aku hanya ingin mencoba mengajukan Raya untuk casting dulu..." Lanjut Tantri.


Tantri telah melihat usaha Raya selama pelatihan dan bertanya pada guru - guru pengajar. Rata - rata respon yang diberikan adalah Raya sudah mengalami kemajuan pesat.


" Ya.." Kata Alend singkat.


" Aku juga melihatnya! Dek Raya setiap hari latihan bahkan sampai larut malam kalau tidak ada kuliah...diruangan pelatihan hanya seorang diri latihan" Bima tiba - tiba menimpali pembicaraan mereka.

__ADS_1


Alend dan Tantry langsung beralih pada Bima.


" Dikelas pelatihan juga dialah yang paling menonjol bakatnya dan memiliki fokus yang tinggi, aku sangat percaya jika dia pasti akan berhasil..." Tukas Bima dengan tatapan optimis.


Kening Tantri terangkat satu, " Tampaknya kau tidak ada kerjaan ya sampai bisa ke tempat pelatihan setiap hari.."


Bima tergagap melihat tatapan Tantry dan Alend tertuju padanya.


" Belakangan ini, Alend tidak bekerja jadi aku sangat santai..." Jelas Bima dengan gugupnya


" Oh ya? kalau begitu ikut aku...aku kebetulan punya banyak pekerjaan yang belum selesai, kamu mengira perusahaan akan membiarkanmu makan gaji buta?" Kata Tantri menyeret Bima keluar ruang rapat.


Bima mengelak " Sudah lewat jam 10 malam kak... jam kerjaku sudah berakhir.." Elak Bima


" Tidak, kau akan pulang jika aku sudah pulang kerja..." Tolak Tantri.


Bima tidak berdaya melawan, hanya bisa memberi kode pada Alend untuk pamit.


" Istrahatlah Alend.." Kata Tantri.


Pria itu hanya mengangguk saja. Tadi kalau tidak salah dengar Raya suka berlatih hingga malam hari. Alend bangkit untuk memastikan apa hari ini Gadis itu berlatih atau tidak.


Pria itu bangkit menuju ruang pelatihan. Sudah jam 10 malam, ruangan demi ruangan terlihat sunyi. Jadwal latihan sudah selesai.


" Ah ternyata benar...sedang latihan disini.." Kata Alend lega mendapati gadis yang dicarinya tengah fokus berlatih akting.


[ apa salahmu? jelas - jelas kau tidak menyukaiku tapi mengapa masih terus mendekatiku? kamu seharusnya tidak membantuku!! Mendengar curhatan hatiku, mengapa terus saja membantuku!!! bahkan tidak seharusnya kau tersenyum padaku! ]


Kata-kata itu meluncur dari mulut Raya yang tengah berakting. Wajahnya terlihat sangat serius. Alend menatapnya dari balik kaca luar yang hanya bisa melihat dari satu arah saja. Raya tidak tahu jika ada yang tengah memperhatikannya dari balik kaca.


" KYAAAAHHHH.... " Teriak Raya Frustasi duduk dengan kesal.


Gadis itu duduk memikirkan latihannya.


" Hmm mengapa aku merasa ada yang kurang...harus memdalami perasaan dari tokoh ini tapi selain merasa sedih dan marah...aku merasa ada yang kurang..hhmmmm... tapi apa ya?? "


Raya terus mengambil naskah dan menelitinya membacanya sebentar lalu diletakkan kembali dengan kesalnya.

__ADS_1


Raya berbaring begitu saja dilantai. untungnya lantainya dilapisi karpet sehingga Raya tidak merasakan dinginnya ubin lantai.


" AAHHH SUSAH SEKALIII!!!!! " Teriak Raya.


Gadis itu menutup matanya sejenak untuk beristrahat.


Alend hanya memperhatikannya tanpa berniat masuk untuk membantu. Seulas senyum muncul diwajahnya.


" selamat berusaha... " Ujar Alend meninggalkan ruang pelatihan itu diam - diam.


" Anak SD baru akan berakting ternyata seperti ini...hmm..."


Alend tadinya ingin sekedar muncul didepan Raya untuk melihat respon gadis itu tapi diurungkannya karena Raya sedang berusaha keras memecahkan masalah Aktingnya.


Tampaknya gadis itu sudah tidak mempedulikan lagi kejadian dirumah Alend tempo hari. Pria itu lega melihatnya.


Raya mengalami masalah dalam penjiwaan karakter yang tengah dipelajarinya. Masalah terbesarnya adalah tidak pernah merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Raya tidak pernah merasa jatuh cinta pada lawan jenis.


Raya pernah menyukai lawan jenis tetapi sebatas mengidolakan saja, Raya (Karenina) punya idola sendiri tapi Bukan Alend pastinya, Gadis itu hanya berpura-pura untuk menyukai Alend karena Raya yang dulu menyukai Alend.


Raya tidak bisa mengekpresikan perasaan yang tidak pernah dirasakannya. Tidak ada temannya latihan, pernah hendak akan bertanya pada guru aktingnya tapi malah mendapatkan tatapan yang aneh dari teman-teman satu kelasnya.


" Bukankah kau bisa membayangkannya? Punya tunangan sekelas Alend masih bertanya bagaimana perasaan yang orang yang bertepuk sebelah tangan, kau mau menyindir kami dengan memamerkan kemesraanmu dengan Alend? " 


Masih terngiang jelas perkataan teman-teman satu pelatihan dengannya. Raya bertanya pada Abi juga tidak mendapat jawaban yang jelas,


" Bayangkan saja perasaanmu pada Alend itu!! Bukankah itu cinta bertepuk sebelah tangan.... " Jawab Abi.


Akhirnya gadis itu memutuskan untuk mencari jawabannya sendiri. Belajar sendiri lewat buku ataupun film yang diberikan gurunya.


" Tidak semudah belajar bela diri, ya ampun Guru... Aku tiba - tiba rindu padamu, Maafkan aku! Apakah guru merasa sedih dengan kematianku? "


Raya mengemas Naskahnya dan memasukkannya dalam tas ransel. Dirinya memakai jaket dan topi lalu menuju Parkiran. Mobilnya terparkir tidak jauh dari pintu keluar.


Mobil itu keluar dari parkiran. Tidak lama berselang mobil berwarna putih yang dikenali sebagai milik Pribadi Alend melaju keluar dari parkiran. Apa pria itu sengaja menunggu Raya pulang? . Mungkin saja.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


Akhirnya Up lagi,


__ADS_2