Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 20 – Raya yang kubenci


__ADS_3

***


Gadis menatap dengan kekaguman dan penuh syukur telah mendapatkan pertolongan disaat yang tepat. Sekilas pakaiannya telah sobek pada bagian bahunya. Kakinya terlalu lemas untuk berdiri. Peristiwa itu begitu mengejutkan dirinya. Tentu saja dimatanya ada trauma namun juga menimbulkan rasa penasaran dihatinya. Siapakah Pahlawan yang menolongnya?.


Alangkah terkejutnya yang muncul di depannya adalah seorang gadis. Gadis yang bisa menghajar beberapa pria kekar hingga babak belur, sementara korban masih syok melihat preman – preman yang terkapar dijalanan. Tidak ada tanda – tanda kehidupan diantara mereka, semuanya terkapar bahkan ada yang tangannya dipatahkan.


Merasa sudah aman, Raya mendekati gadis yang nyaris menjadi korban tersebut, membuka jaketnya dan memakaikannya pada gadis itu untuk menutup tubuhnya. Gadis itu kaget dan sadar jika pakaiannya telah sobek. Rasa takutnya perlahan merayap hilang. Hari sudah malam tentu saja semakin dingin, tidak bagi Raya karena kepanasan akibat berkelahi. Tubuhnya penuh keringat sekarang.


“ Pinggang yang ramping tapi malah bisa membuat orang merasa aman…” Perasaan gadis itu tidak bisa digambarkan saat melihat Raya dari arah belakang. Ada rasa bersyukur karena tuhan telah mengirimkan seseorang yang menyelamatkan dirinya.


Dirinya belum menyadari jika penolongnya adalah Raya yang habis – habisan disumpahinya sejak tadi bahkan disaat sedang diganggu preman ini, Raya yang disalahkan.


“ Pakai jaket ini lalu lapor kantor polisi” Suruh Raya masih memeriksa preman- preman yang pingsan.


“ Tunggu!! Kamu ,,,siapa kamu?? “ Tanya gadis yang ditolong Raya itu.


“ Hmm? “ Raya menengok melihat korban itu.


Alangkah terkejutnya Gadis itu saat melihat wajah Raya dengan jelas. Berbagai macam perasaan timbul bercampur aduk jadi satu. Benarkan yang dilihatnya?


Benarkah itu Raya? Raya yang tadi dimakinya, disumpahinya! Astaga mengapa ini terjadi? Ini nyata kan? Aku tidak berhalusinasikan?


Banyak pertanyaan bermunculan dalam kepala gadis muda itu. Siapa sangka malah ditolong oleh orang yang dibencinya setengah mati dan anehnya penyebab rasa benci Sekarang terlihat sebagai alasan yang tidak masuk akal.


Flashback On


Sebelum berada ditempat itu sebenarnya gadis itu sedang berkumpul dimarkas pembenci Raya.


“ Si Wanita ****** Raya Kembali membuat onar! Operasi Plastik? Kak Alend juga tidak akan mungkin menyukainya!! “ Marah gadis yang menjadi korban itu.


“ Tidak tahu malu” Timpal yang lain turut mendukung pernyataan gadis tersebut.


Foto Raya yang bercepol dengan make up natural saat ke kampus tadi pagi menghebohkan para fans Alend. Mereka tidak terima jika ada sejumlah penggemar pria memberikan julukan pada Raya  sebagai “wajah cinta pertama”. Mereka menganggap julukan untuk Raya sangat berlebihan.


Gadis itu adalah haters Raya dan memimpin teman – temannya untuk membuli semua penggemar Raya. Tidak ada satupun yang dilewatkannya. Mereka terlalu asyik membuli sehingga tidak menyadari waktu telah berjalan.


“ Orang seperti Raya tidak pantas kalian dukung! Kalian menyukainya? Benar – benar buta!! Dia hanya mengandalkan Kak Alend untuk terkenal…” Tulis para haters disosial media.

__ADS_1


“ Kita ini adalah perkumpulan pembenci Raya! Jangan biarkan pria – pria itu menyukai Raya lagi! Libas semuanya!!” Kata Gadis itu tertawa puas setelah membuli sejumlah penggemar Raya.


“ Apa yang kita lakukan ini semuanya demi kak Alend, harus sekuat tenaga! Cari cara agar siluman ini jauh dari kak Alend” kata yang lain ikut membakar semangat para haters yang lain.


Para Haters itu pulang dengan kenderaannya masing-masing kecuali gadis tadi harus mencari taxi. Karena tidak ada taxi yang lewat, gadis itu terpaksa melewati jalan pintas untuk cepat sampai dijalan besar. Siapa sangka malah dihadang preman.


Flashback Off


Tangis gadis itu tidak terbendung lagi.


“Hiks…hiks…hiks” Tangisnya.


Dirinya tidak menyangka akan diselamatkan oleh orang yang dibencinya.


“ Aku benci wajah ini….RAYA!! “Gumamnya dalam hati.


Kejadian ini tidak terduga sama sekali. Gadis itu terpukau saat Raya berbalik dan tersenyum lembut. Membuat


korban menjadi tenang.


***


Perlahan dirinya membuka matanya dan terbelalak


“ Apa? Semuanya dihajar sampai babak belur?” katanya dalam hati.


Boss preman itu mendengar dari kejauhan jika Raya menyuruh korban untuk melapor pada polisi.


Preman itu bangkit dan berusaha melarikan dirinya. Dia tidak mau tertangkap polisi.


“ Lelucon macam apa ini?” Desah preman itu langsung lari.


Raya melihat usaha preman itu langsung bertindak cepat.


“ Sampah masyarakat! Masih mau kabur?”Tanyanya.


Raya mengambil sebuah batang besi yang tidak jauh darinya lalu mengejar preman yang terseok – seok.

__ADS_1


“ gadis ini gila!! Dia bukan manusia biasa!! “ teriak preman dalam hatinya.


Raya memukul preman itu tanpa ampun dengan batang besi tepat pada punggung hingga preman itu tersungkur Kembali.


“ Uhuk! “ Darah segar keluar dari mulut preman itu.


Tidak puas, Raya melayangkan Kembali sebuah tendangan hingga preman itu terpental ke dinding pembatas trotoar.


“ Ugh…” Keluh preman itu namun lumayan kuat karena tidak pingsan saat kena pukul.


Raya mendekatinya tanpa kenal ampun gadis itu melayangkan pukulan dari batang besi . Preman itu tidak bisa lari lagi hanya menggunakan tangan untuk melindungi dirinya.


BUHGHHH… Bunyi besi beradu namun bukan dengan tangan penjahat itu melainkan dengan tiang listrik didekatnya.


“ Ahh… “ Preman itu tidak mampu berkata apapun lagi. Entah apa jadinya kepalanya jika kena pukulan barusan.


Sebuah pukulan yang membuat Besi bengkok dan tiang listrik penyok. Sadarlah preman jika hari ini dirinya mendapat lawan super kuat. Wanita mana yang sanggup membuat penyok tiang listrik dalam satu pukulan. Dia saja sebagai pria beberapa pukulan baru bisa itupun tidak akan sepenyok yang dibuat Raya.


Seluruh tubuhnya bergetar, nyawanya terasa diujung tanduk. Dirinya berhadapan dengan monster bukan Wanita muda.


“ Yang tadi itu meleset!  Kali ini tidak lagi…” Ujar Raya mendekati sang preman.


Preman itu rasanya ingin meleleh saja saat ditatap Raya.


“ Kau bisa memilih kepalamu atau pergi ke polisi..pilihlah salah satu sekarang! “ Kata Raya dengan tatapan sadisnya.


“ A..ampuni aku! Mohon ampun! Aku tidak akan melakukannya lagi,…” Pinta sang penjahat malah menangis.


Tatapan Raya malah semakin menakutkan, semakin bengis dirinya terhadap lawan. Raya tidak terpengaruh dengan melemahnya lawan. Prinsipnya libas sampai akar tanpa bisa bangkit lagi.


“ Jangan minta ampun padaku!..tidak ada gunanya lagi meminta maaf, aku tidak segan akan melibasmu…pilihan ada ditanganmu” Tatap Raya melotot.


Dari jauh sang korban melihat sang preman ketakutan dan terkencing kencing dicelana entah mengapa merasa lega dan puas. Anggap saja sebagai balasan atas perbuatan preman padanya.


“ Raya menakutkan sekali, benar  benar tidak ada ampunan..tapi entah mengapa aku merasa sangat puas melihatnya” Ujar gadis itu.


Sang Gadis melihat Preman dari kejauhan terus-terusan meminta ampunan.

__ADS_1


****


BERSAMBUNG.


__ADS_2