Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 47 - Kejutan dari Raya


__ADS_3

***


Insiden tadi langsung menarik perhatian sang sutradara.  Raya melanjutkan tugasnya berhadapan dengan pelatih koreo karate. Tugasnya adalah mengarahkan gaya dan penampilan Raya agar sesuai dengan skenario.


" Aku akan menjelaskan adegan ini, kau harus berhati - hati! Sekali kau lengah maka kau akan kena pukulan. Adegan ini terbagi atas dua adegan, bagian pertama adalah pemeran utama bertarung dengan pembunuh lalu pembunuh akan menggunakan pedang  menunjuk ke arah leher lalu bagian ke dua..." Kata pengarah gaya bicara panjang lebar.


Raya pusing mendengar penjelasan panjang lebar, baginya ini seperti mendengarkan radio rusak yang tidka habisnya.  Sesuai Skenario pada bagian pertama Raya akan bertarung dengan pembunuh lalu pembunuh akan menggunakan pedang  menunjuk ke arah leher lalu bagian ke dua Raya diminta mengambil pedang di lantai melakukan serangan balik, karena tingkat kesulitannya tinggi, Raya akan menggunakan teknik kamera, Gadis itu hanya diminta untuk membuat gerakan menendang saja.


Bima memperhatikan briefing Pengarah Gaya dengan Raya sambil menatap khawatir. Adegan yang akan dilakukan Raya sangatlah sulit. Apalagi Raya tidak memiliki pengalaman apapun dibidang itu.


" Apakah Dek Raya Bisa? "


Bima mendekati si asisten untuk bertanya.


" Dek Raya itu gadis lemah, mohon gerakan pak Han dibuat lemah lembut" Pinta Bima.


Wajah Asisten terlihat ragu.


" Kalau hari lain mungkin saja..tapi hari ini semuanya sedang bad mood...aku ragu mengatakannya padamu tetapi bisa saja Raya akan menjadi salah satu sasaran pelampiasan kemarahan"


" eit? Kenapa begitu? " Tanya Bima terkejut.


" Ini semua karena Clarisa berbuat ulah, Adegan pertarungan ini sudah diulang hingga 30 kali, sehingga pak Han kesal.. Clarissa sengaja mengerjainya sambil mengejeknya sudah tua..." Jelas asisten.


Bima semakin khawatir " Tidak boleh dibiarkan! Aku tidak akan membiarkan Raya mengalami penindasan disini"


Terbayang jelas kata - kata Tantri yang mengaku tidak mempersulit Raya, Raya memang harus melalui hal seperti ini jika ingin sukses.


" Mungkin apa yang dikatakan Kak Tantri benar, tapi aku tetap tidak rela melihatnya... Sekarang Raya sedang bersiap-siap jika ada sesuatu yang aneh maka aku akan segera menolongnya "


Bima siaga satu mengawasi Raya dari jauh.


Semua telah bersiap, adegan pertama syuting akan dimulai.

__ADS_1


" Baik, adegan kedua, syuting pertama ...siaaappp....ACTION!! " Teriak sutradara.


Kini didepan semua Orang, Raya dan pak Han berhadapan. Raya memegang pedang dengan satu tangan dan mengarahkannya pada pak Han ( Karena ini masih latihan maka Raya dan pak Han tidak mengganti bajunya).


Pak Han menatap Raya dengan tatapan meremehkan. " awal hari sudah cukup menjengkelkan sekarang karena Clarisa sekarang malah harus menghadapi satu lagi... Huh! Kudengar gadis itu tidak kalah jelek reputasinya diinternet! Huh! Kalau begitu jangan salahkan aku... " Gerutu pak Han dalam hati.


"Hah? Aura apa ini?" Pak Han terkejut melihat Raya, tatapan elang gadis itu sukses memukaunya belum lagi saat gadis itu menyerangnya terasa seperti hendak membunuhnya sungguhan.


Sekali serang pedang ditangan pak Han terjatuh, pria berusia nyaris separuh abad itu terpaku.


KLANG! Pedang jatuh ke lantai.


Suasana hening, Raya kembali pada posisinya dan berjalan mendekati pedang yang terjatuh.


" Maat tadi aku lupa untuk mengendalikan tenagaku..." Kata Raya tenang.


Pak Han terpana tidak menyangka jika Raya akan sekuat itu.


" Apa..apa yang terjadi tadi? Tanganku kesemutan..lukaku pun robek kembali..Siapa sebenarnya gadis ini??" 


Pertarunganpun dilanjutkan, semua mata terpana melihat adegan perkelahian seperti sungguhan tersebut.


" Ini Luar biasa sekali..." Koment para Kru.


Sutradara nampak memperhatikan adegan demi adegan dilayar monitor didepannya. Sementara Bima menatap Raya keheranan.


KLANG! KLANG! KLANG


Bunyi pedang saling beradu. pertanda pertarungan masih terus dilanjutkan.


Setiap gerakan Raya sangat lincah, Dirinya membuktikan jika dia bukan seperti dirinya dalam berita diinternet, Raya lebih mirip dengan seorang petarung bela diri handal. Pak Han kewalahan bahkan merasakan jika Raya seperti tengah menahan tenaganya.


" Tunggu! Mengapa gadis sekurus ini bisa memiliki tenaga sekuat ini?? " 

__ADS_1


Pak Han semakin berusaha mengeluarkan kemampuannya dengan maksimal. Sudah lama dirinya tidak merasakan pertarungan seru seperti ini.


Setiap langkah Raya sangat tenang dan tepat, pak han mengira Raya tengah mengikutinya. Lama ke lamaan Pria setengah abad itu menyadari tepat disaat pedang Raya itu sengaja dijatuhkan oleh sang pemilik.


" Bukan dia yang mengikutiku tapi dia sedang membawaku untuk menampilakn efek yang diperlukan dalam adegan ini!! Astaga!!! Mana ada orang seperti dia ini!!! Siapa sebenarnya gadis ini!!! "


Pak Han bertanya - tanya dalam hatinya. Raya tengah diam menanti. Adegan pertama yang dibahas oleh penata gaya itu telah selesai dengan sempurna.


Saking sempurnanya semua orang ditempat itu tidak sempat memberikan komentar apapun. Sutradara tidak juga memberikan tanda adegan telah selesai. Raya berjalan dengan dinginnya ke arah pedangnya yang jatuh.


Pak Han langsung sadar jika Raya tengah menggiringnya menuju Adegan ke dua latihan syuting tersebut sehingga pria itu langsung mempersiapkan dirinya.


Kaki Raya seperti hendak menginjak pedang yang ada dilantai, diadegan berikutnya Raya seharusnya hanya menendang saja pedang itu untuk menampilkan efek kamera yang dimaksud sang koreo tetapi hanya pak Han yang melihat jika gadis itu menyelipkan kakinya ditengah pedang tersebut.


" Hah Dia masih ingin lanjut?" 


Pak Han bersiap menanti adegan berikutnya. Sutradara menunggu, intuisinya melarangnya untuk berhenti, dalam hatinya merasa akan mendapatkan sebuah adegan luar biasa jika membiarkan pertarungan didepannya berlanjut.


 


 


***


BERSAMBUNG


Tahun 2021 telah berganti, berat rasanya meninggalkan tahun 2021 ini dimana ada kenangan salah satu anak kembar Naya meninggal. Rasa sesak masih terus terasa. Bayi kecil mama telah bahagia disana, doakan disini mama, papa dan kakak2 serta adik kembar bisa lebih tabah. Kamu sudah didekapan tuhan Nak. Kami selalu mencintaimu meski wujudmu tidak lagi dalam pelukan kami. Maafkan mamamu ini masih merasa berat...Adakalanya ditengah kesibukan yang ada, kesedihan akibat kehilangan itu tetap saja menghantui. Airmata masih saja suka menetes tanpa sadar mengingat kamu sudah tidak lagi dalam dekapan mama. Kini mama hanya bisa melihatmu melalui kembaranmu saja. Mama akan kuat nak tapi maaf mamamu ini cengeng sekali.


Tidak ada yang abadi, semua pasti pernah merasa kehilangan, baik Naya maupun para pembaca sekalian. Mohon maaf menulis curhat disini. Boleh di SKIP saja ..


 


Selamat tahun baru 2022 semua pembaca sekalian. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan. dan Tahun 2022 awal tahun kesuksesan kita semua.

__ADS_1


Jangan lupa Naya juga punya novel yang lain, sambil menunggu yang ini up, kalau sempat mampir membaca ya..makasih semuanya.



__ADS_2