
nenek itu membawa ku kedepan sebuah cermin besar dan aku melihat orang yang aku kenal .
aku melihat park sun sedang melahirkan anak pertamanya dan ditemani suami nya .
aku melihat anak perempuan lahir di antara mereka dan memberikan nam Park Shin jin .
aku melihat dari kaca besar itu waktu nya sangat cepat dan aku melihat park Shin jin menikah .
aku sungguh senang melihat putri ku AE Cha bahagia bersama keluarga barunya dan mempunyai orang tua yang sungguh baik .
semenjak aku melihat anakku rasa khawatirku sedikit menghilang . aku tersenyum melihat anakku yang tumbuh dewasa dan menikahi pria pilihan nya .
" semoga kamu bahagia putriku AE Cha " ujar ku sambil menanggis
" berhenti lah mengkhawatirkan apa yang harus kamu lepaskan dan fokuslah pada apa yang kamu dapatkan "kata nenek tua .
" sebab perjalan mu masih panjang dan rintangan kehidupan mu semakin sulit . aku akan membantu mu kelak saat di sana " ujarnya lagi Nenek
nenek itu berjalan ku, memegang kepalaku dan membacakan mantra sihir.
rasa khawatirku , barsalah ku dan frustasi ku seperti menghilang begitu saja.
ini kenapa aku melihat kearah cermin aku hanya merasa bahagia dan kelegaan .
apa yang sebenarnya nenek tua itu lakukan padaku . aku melihat nya sambil mengerutkan keningku
" Aku membantu untuk kehidupan selanjutnya jangan menjadi Kim ereum yang lemah jadi lah kuat dan semoga kamu bahagia Kim Areum " ujar nenek tua itu dan dia perlahan-lahan menghilang di hadapan ku beserta rumah itu.
aku terdiam di ruang kosong , hening dan aku mulai takut .
aku rasa ingin mengnanggis tapi sepertinya air mata tidak mau jatuh .
sekarang aku tak tau berapa lama aku di ruang kosong ini , aku terus berjalan dan pada akhirnya aku melihat sebuah terowongan.
aku terus berlari menuju terowongan itu saat aku sampai di depan terowongan.
aku melihat sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata .
secara perlahan aku mulai mehilang dan merasakan hal yang aneh di tubuh ku.
******
"ada apa ini?"
"semuanya menjadi gelap"
"tapi"
"disini lebih nyaman dan hangat"
aku ingin seperti ini selamanya"
__ADS_1
aku membuka mataku aku melihat cahaya putih yang seakan menarikku ke arah cahaya .
" Hoek. . . Hoek. . . . " aku kaget mendengar suara tangisan anak bayi .
anak bayi siapa yang menangis kenapa orang menggendongku .
aku mengangkat tangan ku , aku melihat jari-jari mungil .
apa aku terlahir kembali ini di dunia mana dan negara apa .
aku di bersihkan oleh seorang pelayan dan menggendong ku ke arah ibu ku .
aku melihat wanita itu menanggis menatapku penuh sayang. aku pun tersenyum manis ke padanya .
tapi aku melihat dia tambah menanggis
'' kenapa . . . ada yang tidak beres ini" kata ku dalam hati
'' KRIET. . . '' terdengar suara pintu terbuka dan aku melihat seorang pelayan berlari kearah ibu ku .
'' nyonya , nabi sudah menemukan jasad anak bayi dari rakyat jelata "
'' APA INI " ujar ku dalam hati . kenapa mereka mencari mayat bayi. ''apa jangan-jangan aku mau di tukar dengan anak yang telah meninggal itu'' ujar ku panik , masa iya baru lahir di dunia ini langsung di buang.
'' emang aku sampah apa '' ujar ku sambil marah tapi yang terdengar hanya suara tangisan bayi sungguh membuat ku muak .
pelayan itu memberikan ku kepada ibu yang melahirkan ku dan dia mencium seluruh wajah ku . sungguh aku melihat dia sangat tidak rela melepaskan ku .
" maaf kan ibu sayang !!! aku akan menitipkan kamu ke kakek mu sayang . di saat di umur 12 tahun aku akan menjemputmu "
" nyonya , mohon maaf seperti nya tuan sudah datang ? kita harus cepat sebelum orang tahu akan nona muda " ujar salah satu pelayan
di dalam kamar itu terdapat 2 pelayan dan 1 orang tabu tabib. pelayan satunya menggendong bayi yang telah meninggal .
ibu ku cepat" memberikan aku ke pelayan tua dan mendorong sebuah lukisan .
ternyata dibalik lukisan itu terdapat sebuah pintu. pelayan tua memasuki pintu itu dan bersembunyi.
tempat sembunyi kamu ini cukup sempit . dan Tak ada penerangan sama sekali .
sungguh aku kira ruang rahasia akan seperti di tv-tv yang sering aku tonton tapi apa ini !!!!
ini sungguh sempit dan gelap.
saat aku sibuk dengan pikiran ku . aku mendengar suara seorang laki-laki sedang berbicara dengan ibuku .
" kenapa kamu mengnanggis ''
" bayi kita sudah meninggal dunia " ujar nya menangis histeris.
" bayi kita meninggal dunia ??? bayi kita perempuan atau laki-laki"
__ADS_1
" anak kita perempuan sangat cantik tapi dia telah meninggal kan kita"
" oh!!!. . . seorang wanita !! bagus lah dia telah meninggal " ujar nya dingin
ujar nya berlalu pergi dari kamar ibuku...
karena terlalu capek dan melelahkan untuk berfikir membuat aku tertidur .
aku tertidur cukup lama dan aku merasa kan lapar membuat ku bangun dari tidur.
aku sepat terheran-heran melihat aku dan pelayan tua itu berada di dalam gelang itu akan berubah warna menjadi merah bila suami mu nanti selingkuh dari mu"
" akan menjadi hitam bila suami mu berhubungan intim dengan wanita lain selain diri mu "
" misal itu terjadi buatkan suami mu pilihan siapa yang akan di pilih oleh nya kamu atau dia"
" misal dia memilih wanita lain dari pada kamu gelang itu akan berubah menjadi warna putih yang artinya kamu akan menghilang dari dunia ini .
pelayan tua itu memberikan ku susu dan aku melihat dia menanggis sambil menyuapi dengan susu.
berhari-hari berlalu akhirnya kereta yang dinaiki oleh ku berhenti .
aku melihat sebuah rumah yang begitu besar .
'' apa ini kakek yang dimaksud oleh ibu''
pelayan tua terus berjalan memasuki rumah besar .
sesampainya di sebuah ruangan aku melihat seorang pria sekitar umur 40 berjalan kearah ku.
" jenderal , nabi adalah pelayan nona menyampaikan pesan agar tuan merawat nona muda"
" apa yang terjadi kepada putriku "
" jenderal , nyonya Lea ?Ming Mei mengalami kesulitan dikediaman Lea " ujar pelayan tua
" kesulitan apa yang kamu maksud"
" jenderal , semenjak tuan Lea mengambil
selir . selir itu sering memberikan racun kepada nyonya Lea Ming Mei maka dari itu nyonya sering keguguran"
" APA ??? putriku satu-satunya hidup menderita karena seorang selir"
" iya jenderal , Tuan lea juga sangat memanjakan selirnya dari pada nyonya"
" karena selir memiliki anak yang membuat tuan Lea bangga"
" apa lea tidak tau akan perilaku selirnya itu"
" nabi tidak tau jenderal "
__ADS_1
jenderal tidak mengetahui bahwa kehidupan putri satu-satunya di perilakukan tidak adil di kediaman keluarga Lea .
" maaf Ayah Ming'er ''