Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 15 – Usaha Raya Part 1


__ADS_3


Hidup itu simple...kita saja yang membuat kisah hidup kita jadi complicated


By Nayaka


 


***


Malam Tiba, waktu jalan – jalan selesai, Abi dan Raya berpisah. Raya menolak diantar pulang oleh Abi. Hari ini ada yang harus dilakukan oleh Raya. Gadis itu diminta papanya untuk bertemu dengan tunangannya. Raya tidak mau mengejutkan Abi dengan apa yang akan dilakukannya.


“ Yakin tidak mau diantar pulang? “ Tanya Abi, kepalanya keluar setengah dari kaca mobilnya.


Raya tersenyum menggeleng. Raya tidak ingin melibatkan Abi, Setidaknya untuk sekarang ini. Abi akan tahu semuanya tapi nanti. Apalagi tadi saat makan Abi mencoba memastikan hati Raya pada Alend.


“ Tidak usah, aku ada janji dengan Bima Asisten Alend. Dia yang akan menjemputku nanti” Kata Raya menolak.


Abi tidak bisa berbuat apa – apa, Raya terlihat misterius dengan sejumlah kata yang ambigu sejak di meja makan


tadi. Abi memilih untuk tidak bertanya. Inilah yang membuat Raya yang dulu dan yang sekarang (Karenina) nyaman berteman dengan pemuda polos itu. Pemuda itu tahu kapan harus bertanya dan diam.


“ Baiklah sampai jumpa!” Kata Abi dengan gembira.


Mobil yang membawa Abi pergi menghilang dibalik jalan. Raya berusaha memperlihatkan senyuman termanisnya untuk sang sahabat. Setelah sahabatnya menghilang, wajahnya Kembali dingin.


Malam ini Raya mempunyai janji bertemu dengan Alend, pertemuan itu diatur oleh Papanya. Raya akan bertemu dengan Alend pada pukul 20.00 tepat disebuah restoran mewah. Gadis itu tahu tujuan papanya mengatur pertemuan itu. Papanya tidak ingin hubungannya dengan Alend putus. Pertunangan itu adalah kunci utama untuk menyelamatkan bisnis keluarga Mahesa.


Raya bergegas pulang ke kostnya lalu berdandan. Ketika tengah berdandan, papa menelponnya


“ Halo…” Jawab Raya sambil memasang bulu mata palsu pada mata indahnya.


“ Raya, Samin sudah on the way sana untuk menjemputmu, kamu baik- baik berdandan. Harus lebih cantik dari pagi hari ini…” Suruh Papa Raya.


“ hmm…” Jawab Raya sambil memoles pemerah bibir.

__ADS_1


“ Aku juga sudah menyuruh Samin untuk membawa sebuah gaun, gaun ini aku suruh Naura bantu memilihkannya untukmu” Sahut papanya lagi.


“ Jangan! Dia begitu membenciku, manamungkin akan memilih gaun cantik untukku, aku tidak mau” Jawab Raya melupakan Bahasa informalnya pada papanya.


Raya lebih nyaman menggunakannya daripada harus berbahasa formal seperti yang biasa dilakukan Raya sebelumnya pada sang papa. Nampaknya papanya tidak begitu memperhatikannya mungkin akibat intensitas pertemuan mereka dulu yang sangat jarang, sehingga papanya tidak mengetahui gaya Bahasa putrinya itu.


“ Kau juga tidak perlu mengutus Samin menjemputku, aku dan temanku juga sedang berada di pusat perbelanjaan, bisa beli pakaian sendiri” Sahut Raya dengan nada tenang. Kaos kaki Panjang sudah terpasang.


Dirinya sedang merencanakan sesuatu, Papanya bisa mengganggu rencananya kali ini jika membiarkan dirinya dikawal Samin. Raya juga tahu jika Samin juga salah satu dari mata – mata Rika untuknya.Bukan tidak mungkin sesuatu akan terjadi padanya jika dirinya mengiyakan perkataan Sang papa.


“ Tapi kau…” Kata Papa agak cemas


“ Sudah papa! Tenang saja… aku sudah tahu kok apa yang harus dilakukan” Jawab Raya sambil tersenyum.


Dandanannya kini sudah Kembali pada Raya yang sebelumnya, Kembali menor dan berlebihan. Seperti dandanan karnaval saja, setiap orang yang melihatnya akan melihat Raya seperti perempuan nakal. Belum pakaian yang dikenakan Raya begitu terbuka dan mengundang, siapapun yang melihat tidak akan percaya jika Raya adalah gadis baik – baik.


“ Tenang saja papa, aku pasti tidak akan mengecewakan Alend” Jawab Raya sambil memperhatikan penampilannya di cermin besar.


Dress pendek bermotif macam dipadu dengan jaket kulit hitam, sangat kontras dipandang mata. Bagi Orang awam dandanan seperti sangat menyakitkan mata.


Setelah dirasa dandannya sudah cukup menor, Raya berdiri mengenakan sepatu. Dirinya menatap wajahnya pada cermin.


***


Sebuah mobil melaju perlahan, Mobilnya dengan riben yang sangat gelap sehingga tidak ada yang bisa menebak siapa yang sedang berada didalamnya. Dalam mobil terdapat tiga orang yang sedang menunggu Raya.


Mereka adalah Tantri, Bima (Nama asisten Alend) dan Alend Bagaskara. Ketiganya sedang menuju tempat Alend dan Raya bertemu.


“ Raya Kembali masuk berita terkini…Kali ini karena operasi plastik” Kata Bima yang sedang membaca Tabletnya. Pria itu kelihatannya tertarik dengan wajah Raya yang sekarang.


“ Tapi setelah operasi plastik, Dia jadi lebih cantik “ Lanjut Bima sambil terus memperhatikan tabletnya.


“ HUH! Kapan dia bisa membuatku tenang sich! Ingat, jangan sampai ada media sosial! Berita tentang Raya ini akan berpengaruh pada Alend, Jika yang mau kau laporkan maka langsung saja sama pihak yang bersangkutan…aku tidak terima jika harus terkait dengan Alend” Marah Tantri memegangi leher belakangnya.


“ Aku rasa operasinya berhasil, coba dari awal Raya melakukannya mungkin bisa mengurangi reputasi jeleknya…sayang sekali…” Kata Bima masih tidak peduli dengan hinaan Tantri. Karena mulai dari sekarang, Bima menetapkan hati secara diam – diam akan jadi Fansnya Raya. Jika dirinya terang – terangan tantri akan memarahinya dan benar saja....

__ADS_1


“ Raya sudah memberimu uang berapa banyak HaH!!! Beritahu bagian mananya yang cantik? Dia kepikiran operasi plastik…mengapa tidak otaknya sekalian dioperasi” Marah Tantri langsung mencekik Bima yang duduk di depannya. Bima mengaduh kesakitan langsung menyerah. Tantri mengamuk suka tidak pilih tempat.


“ Dia tidak operasi plastik” Kata


Alend secara tiba – tiba memotong pertengkaran keduanya.


Perhatian Bima dan Tantri teralih pada perkataan Alend. Pertengkaran terhenti begitu saja. Alend membuka pintu mobil. Dirinya lengkap dengan jas besar dan kaca mata hitam untuk sedikit menyamarkan wajahnya.


“ Aku pergi dulu” Kata Alend Pamit.


“ Iya,..hati – hati “ Jawab Tantri secara otomatis.


Alend meninggalkan keduanya dalam mobil. Ketika akan masuk restoran salah seorang pelayan menyambutnya. Pelayan itu mengetahui jika Alend adalah tamu VVIP yang membutuhkan ruang privasi demi ketenangannya. Pelayan itu juga tahu jika Alend adalah seorang artis terkenal.


“ Silahkan tuan…” Kata pelayan itu dengan sopan membukakan pintu.


Alend hanya memberikan tangan sebagai respon jawabannya. Sambil berjalan, Alend terbayang Kembali wajah Raya dalam foto ponsel sang asisten. Raya yang begitu lembut dan alami.


Untuk menuju ruangannya Alend masih harus masuk dan mencari ruangan. Alend sudah diberitahu nomor ruangannya.


Setelah mendapatkan mengetahui ruangannya. Alend membuka gagang pintu.


“ Cukup Cantik juga” Kata Alend sambil tersenyum.


Alend tahu betul bagaimana tampilanRaya jauh sebelum gadis itu suka berdandan menor seperti sekarang.


“ KAKAK ALENDD” Sambut Raya dengan centil.


Mau tidak mau Alend terkejut melihat dandanan menor Raya. Tadi sempat dikiranya Raya akan datang dengan penampilan terbarunya. Siapa sangka Alend malah dibuat terkejut dengan dandanan menor sang tunangan.


“ Aku sangat merindukanmu! Apa kau tidak merindukanku? “ Tanya Raya tersenyum sangat lebar.



Alend berdiri kaku akibat terlalu terkejut.

__ADS_1


***


BERSAMBUNG


__ADS_2