
Untuk pembaca sekalian mungkin merasa adegan syutingnya terlalu lama dan berbelit - belit.. hehehe mohon dimaklumi Naya hanya mengikuti sesuai dengan episode dikomiknya. ga boleh loncat ataupun mengubah alur. kita sama-sama ikuti alurnya saja ya...
Happy Reading semua.
***
Suasana tegang sedang melanda lokasi syuting malam itu. Tidak ada satupun yang bisa mengalihkan pandangan dari pertarungan Raya dan pak Han.
" Hah? Dia masih ingin lanjut??" Pak Han terkejut.
Kaki Raya yang terselip diantara pedang dengan lincah mengangkat benda itu ke udara dan gadis itu dengan tangkasnya menangkap pedang tersebut.
" Cut..." Asisten sutradara nyaris saja berteriak namun dihentikan oleh sang sutradara.
Pria itu penasaran dengan adegan selanjutnya. firasatnya berkata bahwa ini akan menjadi adegan yang sangat hebat.
Pedang yang diangkat Raya dengan kaki kini telah digenggaman Raya. Semua kagum dengan cara Raya tersebut, biasanya seorang aktor akan menggunakan efek kamera untuk membuat adegan tersebut namun Raya melakukannya dengan mudah.
GREP! SYUH.... Diayunkan Pedang ke arah Pak Han. Pria itu semakin terkejut dengan kekuatan Raya. Akhirnya pedang terlepas dari tangan Pak Han untuk kedua kalinya.
Pedang Raya kini menempel tepat di leher PAk Han.
"BAGUS! " Sang Sutradara bertepuk tangan. Wajahnya terlihat cerah. Semua kekesalannya langsung lenyap seketika.
PLOK! PLOK! PLOK! Suara tepuk tangan memenuhi lokasi syuting.
" MANTAP SEKALI!!! SEMPURNA!!! BESOK SYUTING SEPERTI INI! Raya oh Raya sungguh kau membuatku sangat terkejut! " Kata sutradara menjabat tangan Raya sambil tertawa.
Bima mendekati Raya dan menyodorkan minuman. " Dek Raya kau pasti haus..." Katanya dengan penuh perhatian.
Raya hanya tersenyum saat mendengarkan pujian. Dirinya berpaling ke arah Pak Han.
" Oh iya tangan anda..." Tanya Raya.
" Ah ini hal kecil,,, Luka ini sudah biasa...Bekas luka dan Kapalan (Tangan) ini adalah kebanggaanku. Terima kasih atas bimbingannya! Lalu maafkan sikapku yang tidak sopan tadi.." Kata Pak Han dengan sopan.
__ADS_1
Raya melihatnya pak Han dengan muram, tersirat jika gadis itu merasa bersalah pada pak Han.
" Tidak, aku sebelumnya tidak pernah menjadi stuntman bela diri, masih kurang pengalaman, mmhh...begitulah! Bekerja di bidang ini memang tidak gampang! Ke depannya juga mohon bimbingannya" Ujar Raya tersenyum.
Mendengar perkataan sopan dari gadis didepannya, Pak Han merasa malu telah sempat merasa tinggi hati. Dihadapannya ada "langit" yang lebih tinggi darinya.
" WOW! Kau tahu? Ini pertama kalinya Aku melihat Pak Han merendahkan diri pada orang lain! Hahahahaha" Tawa sutradara. Pak Han hanya bisa tersenyum masam mendengarnya.
" Jangan lupa besok datang lebih awal! Kita akan syuting sesuai dengan gerakan hari ini, penampilanmu ini dengan adegan seni bela diri begini! Aku menjamin setelah drama ini ditayangkan kamu pasti akan dikenal orang" Ujar Sutradara gembira.
" Tapi pak sutradara ... aku hanya seorang stuntman..." Raya langsung membuat sutradara terkejut.
Pria itu nampaknya lupa jika Raya hanya pemeran pengganti saja dalam film itu.
" Aku melupakan hal sepenting itu!! Jika dibandingkan antara Raya dan Clarissa sungguh langit dan bumi, Raya memiliki penampilan yang cantik, keterampilan bela diri juga sikap yang baik, beda sekali dengan Clarisa.. dari penampilan, keterampilan hingga sikap semuanya minus!! mengapa harus begini!! Raya sangat profesional harus dibandingkan dengan Clarisa yang hanya mengandalkan kecantikannya yang tidak seberapa!! Mengapa aku melupakan Clarisa!! Dia sangat tidak pantas menjadi pemeran utama wanita ini!! "
Sutradara strees sendiri jadinya. kasihan pria tua itu ingin sekali mengganti Clarisa sayangnya hanya produser yang bisa melakukannya.
khawatir jika Raya akan menjadi sasaran emosi sang sutradara, Bima langsung mengamankan Raya sebelum semuanya terjadi. Bima hendak membawa Raya pergi
" Maaf pak sutradara aku tidak membawa ponsel dan aku juga belum menghapal nomor baruku" Raya langsung menjawab.
Bima merasa tawaran sutradara adalah harapan untuk Raya hingga langsung memberikan nomor hapenya.
***
Di ruang kerjanya , Tantri bengong mendengarkan kabar dari sutradara. Tadinya dirinya sudah siap menerima makian dari pria paruh baya tersebut karena mengirimkan Raya ke lokasi Syuting, siapa sangka malah sang sutradara sangat puas dan memuji Raya setinggi langit.
" Pak sutradara bisa anda mengulangi perkataan anda? terus terang aku mengira pendengaranku bermasalah " Kata Tantri.
" Aku bilang Raya kalian itu sangat hebat! DIa bahkan berhasil membungkam mulut cerewatnya pak Han! hahahahaha" Tawa Sutradara. Tidak jauh darinya pak Han menatap kesal " Heh kenapa dia selalu membahasnya setiap bercerita pada siapapun! " Sungut pria tua itu kesal
Tantri memegang kepalanya, Pendengarannya tidak salah. Dirinya masih berharap ini mimpi. Raya berhasil mendapatkan pujiannya sebagai Stuntman? Adakah yang percaya gadis manja seperti itu mampu bela diri?
" Direktur kau memiliki orang sehebat itu! Mengapa harus disembunyikan? Aku hampir saja melewatkan superstars masa depan hari ini...tujuanku menelponmu adalah untuk memintamu untuk mengosongkan jadwal Raya, HARUS!! Karena aku akan mengundangnya sebagai pemeran utama dalam film ku berikutnya!! " Pinta Sutradara setengah memaksa.
__ADS_1
" Astaga ini bukan mimpi ternyata..." Tantri mendesah dalam hati.
" Baiklah aku hanya menyampaikan hal itu..." Kata sutradara.
" Hmm yang penting anda puas saja...baiklah sampai disini dulu, sampai jumpa pak sutradara...." Ujar Tantri menutup telepon.
***
Balik ke Lokasi Syuting.
" Penilaianmu terhadap gadis itu tinggi sekali rupanya..." Tegur Pak Han yang berdiri disamping sutradara.
" Loh? Memangnya bagaimana menurutmu? bukankah kita selalu punya intuisi yang sama??" Sela sutradara.
" Zaman sekarang hanya mengandalkan penampilan saja dan jaringan media sosial, para artis yang muncul kebanyakan hanya karbitan...tidak bisa apapun hanya mengandalkan wajah saja! Mereka tidak suka belajar dan mendalami seni peran...selain membuat isu dimedia sosial, sisanya tidak ada yang bisa mereka tekuni... Jika bisa mereka hanya mengandalkan editan dan efek kamera saja... karya seni bela diri yang nyata semakin lama semakin sedikit..jika dia (Raya) bisa...." Pak Han menatap Raya dan Bima yang sedang berbicara dari jauh.
" Dia ( Raya ) Akan terkenal, bukannya hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia..aku bahkan yakin dia akan bisa menyaingi popularitas tunangannya suatu saat Nanti....aku sangat menantikan hari itu..." Jawab Sutradara dengan mata menyala.
Raya dan Bima telah bersiap dan pulang ke kantor. Tantri terdiam cukup lama. yang dirasakannya sekarang lega sekaligus bingung. Apakah Raya akan melanjutkan pekerjaan sebagai stuntman wanita??
" Aduuhh... " Tantri mengeluh sendiri.
" Ada apa? " Tanya Alend.
Orang yang paling ingin dihindari Tantri saat ini. Wanita itu belum menyiapkan penjelasan untuk Alend. APalagi sekarang Alend berdiri dihadapannya dengan tatapan elang. Bagaimana harus menjelaskannya?
***
BERSAMBUNG.
__ADS_1