
***
Trending topik:
Raya calon istri Alend Bagaskara masuk ke dunia entertaiment, mengandalkan kekayaan merebut peran utama Clarissa.
" Berita ini sudah trending dimana - mana, para Haters sibuk menyerangmu! Apa yang harus kita lakukan? Kita tahu hal ini tidak benar..." Kata Abi.
Raya masih membaca menganalisa, matanya membaca satu persatu komentar yang tertulis.
Raya sangat keterlaluan, mentang - mentang kaya! Menggunakan cara menjijikan! Padahal aku dulu memujinya cantik! Sekarang aku mau muntah melihatnya..."
(Komentar ini muncul dua menit yang lalu dan mendapatkan jumlah like 996kali dalam kurun waktu tersebut"
" Siaran langsung waktu demi meningkatkan kepopulerannya masuk ke dunia entertaiment, kenapa dia jadi banyak tingkah seperti ini?? Aku sebagai penonton tidak akan menonton film yang dimainkannya."
" Keluar dari Entertaiment! Jangan mencemari mata kami!! kami pasti akan menolakmu!! Jika sekarang Raya dilabeli Sampah adakah yang setuju?? "
"Clarissa memang tidak terlalu terkenal tapi dia juga memiliki penggemar. Aku sudah menyukai dia beberapa tahun ini. Dia sangat rendah hati dan tidak banyak tingkah, tidak sangka malah ditindas oleh Raya! Kami tidak akan membiarkanmu sewenang - wenang Raya!!"
" Bagiku Raya sudah mati! "
Banyak komentar yang berseliweran diinternet. Raya sudah terbiasa dengan komentar jahat seperti itu. Banyak haters yang masih saja suka mengomentari dirinya.
" Aku sudah membantu menjelaskan bahwa kamu bukan merebut peran melainkan menjadi stuntman saja, bahkan aku sengaja membayar agar komentar itu naik paling atas biar netizen sok tahu itu membacanya, hasilnya aku dimarahi dan mereka tetap tidak percaya lalu memakiku sebagai akun bayaranmu" Cerita Abi.
Dengan semangatnya Abi menceritakan jika dirinya dimarahi dan dikatai tidak mempunyai otak, mendapat makian dari banyak orang semakin membuat Abi naik tensi.
" Kau tahu ada yang bahkan meng-uplod foto tentang peristiwa tadi pagi, semakin memanaskan situasi... Entah siapa yang mengambil gambar itu aku bersumpah akan kubuat dia menyesal sudah ikut menyebar fitnah keji seperti itu!!! Dia bahkan menuliskan jika kau tidak hanya merebut peran Clarissa tapi juga menindasnya dilokasi syuting ini!! UUHGGG Aku gemees banget... Lihat foto ini!! " Kata Abi memperlihatkan foto tentang Clarissa dan Raya yang sedang menahan tamparan Clarissa.
Dari sudut pandang foto tidak terlihat jika Raya sedang menahan tangan Clarissa tapi seperti hendak menampar wajah wanita tersebut.
" Semenjak tadi, dimedia sosial semuanya membahas tentang hal ini!! Seolah ini sudah sebuah konspirasi untuk membesar-besarkan masalah, mereka menge-tag nama Clarissa! Jelas - jelas ini sebuah fitnah yang direncanakan!! AAHHKKKK....!!!! Menyebalkan!!!! " Teriak Abi frustasi.
Raya lagi - lagi diam belum menanggapi " Dari posisi kameraini, seharusnya yang mengambil gambar ini adalah...."
Gadis itu sudah menduga sesuatu rencana dibalik berita ini dan belum mau membaginya dengan Abi, melihat temannya ini sedang emosi tidak bisa diajak berpikir.
__ADS_1
" Tenang saja Abi, Jika sudah tau ini adalah fitnah terencana, maka siapa yang akan mendapatkan keuntungan besar?" Tanya Raya memijat bahu Abi.
" Memang siapa lagi yang bisa melakukannya! Kau dimarahi, bahkan sutradara dan kru juga dimarahi hanya ada satu orang yang mendapatkan simpati netizen dalam hal ini...Si Ular Clarissa itu..." Jawab Abi tidak mengerti.
" Nah itu dia.. " Jawab Raya tersenyum. Pikiran Abi mulai kembali tenang.
TOK! TOK! TOK!
Bunyi pintu diketuk dari luar. Raya menempelkan telujuk dimulutnya sebagai isyarat Abi untuk tidak membuka suara.
Pintu terbuka, muncul wajah Clarissa dengan wajah bahagia yang tidak bisa disembunyikannya. Benar kata managernya, Clarissa memang tidak pintar untuk akting.
" Raya kau disini? " Tanya nya dengan nada riang.
Abi dan Raya saling lirik menilai jika Clarissa sama sekali tidak tulus.
" Aku sudah melihat isu yang beredar di media sosial, kau jangan marah, bukan aku yang menyebarkannya! tapi aku sudah menyuruh managerku untuk memeriksanya. Tenang saja esok pagi pasti akan ketahuan siapa yang sedang mencelakai kita" Kata Clarissa.
" Kita? Apa maksudmu hah?" Abi komat kamit sendiri. Clarissa memilih untuk tidak mendengarkan gumaman kecil itu.
" Jika bukan kalian? Mengapa kalian tidak keluar untuk menjelaskannya? " Tanya Abi.
" Aku juga tidak bisa, aku sudah menanda tangani kontrak dengan perusahaan, semua perilakuku sudah diatur oleh perusahaan" Jawab Clarissa mencari alasan. " Aku ingin berdiri keluar menjelaskan tapi harus sepersetujuan perusahaan, sekarang aku sangat ingin membantu tapi tidak bisa..." Ujarnya pura - pura murung.
Abi melotot tajam, mana ada yang seperti itu kecuali memang sengaja dilakukan.
" Akupun ingin berdiri membela Raya menjelaskan apa yang terjadi tapi harus disetujui oleh manajemenku dulu, tenang saja aku sedang mendesak manajemenku. Besok pasti sudah ada kabar baik.." Kata Clarissa lagi.
Wanita itu tadinya masih ingin menggunakan kata - kata manisnya namun urung karena melihat tatapan Raya tidak bisa diartikannya, ada rasa gentar melihat sorot jernih mata itu.
" Baik tunggu sampai esok saja.." Kata Raya
" Tapi Raya.." Abi hendak membantah namun ditahan oleh gadis itu.
" Hmmp ternyata sama bodohnya seperti isu yang beredar! Mampus sana! Tinggal menunngu besok, perusahaan akan melakukan konferensi pers mengatakan jika ada orang yang sengaja melakukan fitnah, aku akan berpura-pura kasihan padanya...Topik Viral ini membuat penggemar dan ratingku meningkat tajam... "
Clarissa tertawa dalam hati mengira semua dibawah kendalinya, ide sang manager memang brilian, tidak perlu membayar orang untuk terkenal, cukup membuat Raya menjadi topik maka dirinya akan lebih terkenal.
__ADS_1
" Tenang saja ya..." Kata Clarissa mendekat Raya sambil memegang tangan. Dirinya tidak peduli Raya sedag bersedih, asal dengan kesempatan ini dirinya harus memanfaatkan untuk mendapatkan banyak penggemar.
" Oh iya, kau sangat bagus dalam adegan hari ini, luar biasa!! Aku sangat mengagumimu! Bolehkah aku meminta pertemanan? ( Setelah ini dengan Raya menjadi Stuntmanku maka orang akan lebih mengenalku)"
Raya sudah dapat membaca ekspresi dari wajah Clarissa menarik napas perlahan,
" Kau tahu bagaimana binatang lemah bertahan hidup?" Tanya Raya.
" Hah? apa? " Tanya Clarissa bingung.
Raya menarik tangannya jauh dari genggaman Clarissa. Berbalik berjalan menuju pintu.
" Di hutan, jika ingin hidup biasanya binatang yang lemah akan menggunakan kamuflase dirinya sebagai perlindungan diri, poinnya disini adalah...Mereka tidak akan memprovokasi Harimau yang ganas untuk mencari mati ..." Kata Raya tersenyum misterius lalu menghilang dibalik pintu.
Abi mengikuti dari belakang tanpa banyak bicara, sedikit banyak dirinya sudah menangkap jika Raya sudah menduga gosip yang sedang berkembang adalah perbuatan Clarissa.
" Ini...jangan- jangan..aku ketahuan...ah mana mungkin! Raya kan bodoh! " Kata Clarissa.
***
Di kamar tidur Revan sedang merenung sedih, dirinya cukup terpukul dengan penampilan Raya tadi.
" Akh..ya ampun! Aku malu sekali..." Gumamnya murung.
" Revan aku sudah selesai mandi! Aku akan ke lokasi untuk mengambil naskah besok pagi untukmu, kau baca lagi...Eh?? ada apa dengan dirimu? Semenjak menjemputmu tadi kau tidak bersemangat hari ini.."
Revan hanya menghembuskan napas berat. Sampai-sampai Asistennya membayangkan telah tumbuh jamur dimana-mana ditubuh Revan saking lamanya Artisnya itu berdiam diri.
" Cepat berdiri! Sudah tumbuh jamur dibadanmu!" Tegur Asisten Revan.
" Aku hari ini malu sekali... aku mengira dirinya cupu..aku tidak tahu jika Raya itu Suhu!! dialah Master! " Kata Revan nyaris menangis saking malunya.
Sang asisten hanya menganga entah mau tertawa atau harus menyemangati artisnya
***
BERSAMBUNG.
__ADS_1