Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 76 - Bukan itu


__ADS_3

***


" Dan Kakek ada berita gembira lain lagi ... Raya sudah setuju untuk membatalkan kontrak pernikahan dengan Alend "


" APA YANG KAMU KATAKAN??? " Kakek terkejut luar biasa.


Tantri bingung Tidak paham.


Ada apa dengan kakek?


Tubuh renta itu kaku, Ada amarah terpancar dari dalam membuat Tantri merasa terintimidasi. Bukannya kakek juga tidak menyukai Raya? Lalu mengapa respon Kakek langsung begitu terkejut saat mendengar pernyataannya. Tantri sungguh tidak mengerti.


" Sebelum menandatangi kontrak dengan Galaxy, aku dan Raya telah berbicara dari hati ke hati. Dia sudah bersedia membatalkan kontrak pernikahan itu dan melepas Alend. Tidak akan lagi mengganggu Aktivitas Alend, pokoknya Raya bersedia untuk tidak lagi menjadi bagian dari Alend lagi. " Jelas Tantri ketar ketir.


Kakek Syok luar biasa. Jantungnya bergemuruh cepat. Siapa sangka ternyata Tantri sudah bergerak cepat untuk memisahkan Raya dan Alend. Harapannya melayang sudah.


Kakek Kejang sejenak membuat Paijo dan Tantri panik.


" Kakek? " Panggil mereka berulang kali.


Paijo sigap meminumkan obat jantung untuk majikannya dan menepuk - nepuk sang tuan agar menenangkan dirinya.


Ditengah kekalutan Tantri dan Paijo, Raya muncul dari luar. Gadis itu masuk lewat jendela. Dirinya masuk Jendela (harusnya jendela sebelah namun gadis itu melihat jendela yang ditunjuk Alend tidak bisa dimasukinya).


" Haizz... Taman bunga bagian sana kenapa begitu banyak pengawal! Aku tidak bisa masuk lawat sana, hanya bisa berkeliling.... " Katanya menapakkkan kaki dengan kuat ditiang jendela.


Terdengar dari dalam suara teriakan panik memanggil seseorang.


KAKEEEKKKK!!!


" Eh??? " Raya langsung terhenti.


Sejenak semua dalam ruangan itu menengok melihat kedatangan Raya yang tidak tepat waktu.


" Ah Halo Kak Tantri... " Sapa Raya canggung.


Tantri malah kaget luar biasa, Raya muncul dari jendela, sejak tadi memang Raya menghilang, Tantri mengira Raya tersesat dalam kediaman Utama.


" RAYAAA!!! Cepat Turun!!! " Seru Wanita itu panik.


Raya tertawa kecil namun sejenak terdiam langsung mengenali sosok kakek yang baru lepas dari kejang.

__ADS_1


" Kakek yang tadi siang! yang hampir saja tertipu puluhan juta untuk berguru pada Guru pedang palsu itu!! " Tebak Raya ceria.


Gadis itu tidak paham dengan apa yang sedang terjadi di ruangan itu. Kakek langsung terbatuk - batuk malu karena ketahuan. Tantri menatap kakek tidka percaya.


" Kakek..lagi - lagi anda..." Kata Tantri dengan tatapan menuduh.


Paijo nyaris tidak dapat menahan tawanya akibat tingkah kakek.


" HAHAHAHAHA! Kau memang anak yang sangat pemberani dna ramah..kakek sangat puas denganmu! " Kata Kakek menepuk dada menyamarkan rasa malunya.


" Kakek mengujiku? " Tanya Raya masih tidak paham. Untuk apa?


Gadis itu turun dari jendela.


Kakek menyambutnya gembira langsung melupakan jika dirinya tadi baru saja kejang.


" Sini..sini ayo duduk..duduk disamping kakek" Ajak Kakek sangat ramah.


Raya mengangguk tidak menolak tapi masih tidak paham.


Kakek serta merta menggenggam tangan Raya sambil menatap Raya dengan tatapan memuja


" Intinya, ini adalah ujian untuk calon cucu menantu keluarga Bagaskara..." Ujar Kakek.


Tapi beberapa hari lalu aku mendapat perintah langsung dari Aryasatya untuk mengatakan harus membatalkan kontrak pernikahan ini ... apakah kakek sudah mulai pikun atau ?? 


Tantri merasa hal ini tidak bisa dibiarkan " Tapi Kakek..."


" Jangan dengarkan apapun perkataan dia, dikeluarga ini akulah penentu semua keputusan " Potong Kakek dengan cepat.


Raya tidak boleh merasa salah paham apalagi berpikiran jika kakek menolaknya.


" Aku tidak mau cucu menantuku ini direbut sama kakek - kakek tua disana...mereka sedang menanti untuk mengejekku" 


Kakek terbayang wajah teman - temannya yang akan mengejeknya jika dirinya kehilangan Raya.


Tantri ternganga " Tidak percaya aku... " 


Raya dituntun duduk disamping pria tua itu. Gadis muda itu menurut saja.


" Kau tahu Kontrak ini dibuat olehku dan kakekmu, bagaimanapun tidak akan ada perubahan... aku paham anak zaman sekarang tidak menyukai yang namanya perjodohan... merasa sudah bukan zaman siti nurbaya ( Bahkan anak zaman sekarang mungkin sudah tidak mengenal siapa siti nurbaya itu ) tapi aku percaya yang namanya perasaan pelan - pelan pasti akan muncul seiring kebersamaan " Kata Kakek.

__ADS_1


Tantri semakin gelisah mendengarnya, lainhalnya dengan Raya yang masih saja sibuk mencerna perkataan lelaki tua dihadapannya.


" Jadi aku merencanakan akan membuat film yang pemeran utamanya kau dan Alend, bukan cuma satu film tapi beberapa film bersama untuk mempererat hubungan kalian, bagaimana menurutmu Raya cucuku sayang? "


Kakek menatap penuh harapan ke arah Raya.


" Oh tidak ! Kalau begini bukannya aku malah akan jadi penghalang cinta Kak Alend dengan orang yang disukainya? Aku harus menolaknya... Kasihan Kak Alend" 


Tantri sebelumnya telah memberitahu Raya tentang orang yang disukai Alend walaupun tidak pernah menyebutkan siapa dan identitas tetapi Raya sudah cukup tahu diri untuk tidak mengganggu kehidupan pribadi Alend apalagi Alend selalu membantunya selama ini.


" Hah? Jangan! Jangan! Pekerjaanku sudah diatur oleh Kak Tantri..jadi... " raya berusaha menolak


" Hemm Galaxy Entertaiment belakangan ini sedang mempersiapkan drama. Setiap darama semuanya pasti akan mendapatkan respon yang baik dari penontom, aku akan membacakan laporan perencanaan, Anda boleh baca sekilas... " Tantri bersiap membuka laporannya.


Kakek menatap tidak suka, Tantri sudah terlalu ikut campur. Ia bisa kehilangan cucu menantunya.


" Tidak usah! Aku mau membuat drama yang disukai oleh remaja, dengan topik cinta... yah..ada cinta juga ada sedkit adegan... " Kakek tertawa kesenangan.


Raya menatap kakek tidak percaya, " Aku mencurigai isi otak kakek ini semuanya pasti kotor! " 


Kakek duduk memberikan kode pada Paijo. Pengawal yang satu ini seolah punya telepati dengan tuannya, apapun yang diperlukan oleh tuannya bisa ditebaknya dengan sempurna.


" Kami juga mempersiapkan drama tentang cinta, drama dengan topik pendekar ini... tidak usah! Aku sudah ada naskah yang lebih cocok! Paijo! " Panggil Kakek menjentikkan jarinya.


Tidak lama Paijo menyodorkan sebuah naskah dan diberikan pada Raya.


Raya menerima dan langsung melihat cover buku yang berjudul "Perjuangan Wanita malam"


" Dari nama dan sampul sepertinya sangat polos seharusnya isi ceritanya adalah cinta sejati atau cerita cinta yang bertepuk sebelah tangan... " 


Raya membuka perlahan Naskah itu, baru beberapa halamannya saja Raya langsung menutupnya. Gadis itu tidak sanggup membaca lagi..wajahnya sangat merah akibat isi buku yang bercerita terlalu vulgar.


" Apa - apaan isi buku ini!!! " Raya tidak mau lagi melihat isi bukunya.


Ini tidak benar! Masa Kakek mau aku dan kak Alend melakukan adegan beginian... aku tidak akan bisa! Baru melihatnya saja aku sudah harus menahan godaannya apalagi kalau sampai beradegan begituan, bagaimana cara aku mempertahankan diriku? Bukan cuma aku yang rugi! Kak Alend juga bisa salah paham dengan orang yang dicintainya..aku tidak ingin merusak hubungan mereka...


Tantri mengambil naskah tersebut. Dirinya juga tidak membaca semuanya. Naskah dipakai untuk menutupi sebagian wajahnya yang memerah.


" Kakek serius? " Tanya Tantri.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2