Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 31 - Di Jebak Part 1


__ADS_3

 


 


***


Alend diam - diam tersenyum dari jauh memperhatikan Raya. Sebenarnya dirinya merasa heran, Raya yang biasanya akan langsung menggandeng tangannya dengan tidak tahu malu didepan semua orang namun gadis itu terlihat berbeda sejak pertengkaran mereka terakhir kali di sebuah klub malam. Alend penasaran apa yang mengubah gadis itu sehingga berniat untuk membatalkan pertunangan mereka. Kelihatan sekali jika Raya terpaksa didekatnya karena papanya.


Raya mendekati pelayan untuk mengambil minuman, sejak tadi dirinya menjadi pusat perhatian ( dan dirinya tidak suka).


" Terima kasih" Kata Raya pada pelayan.


" Dek Raya..." Sapa seseorang dari belakang.


Raya menoleh ke arah suara,


"Gendutnya..."  Raya menggumam dalam hati saat melihat orang mendekatinya.


Sepintas melihat, Raya mengira sedang didatangi oleh seorang pesumo.


" Kau siapa?"


" Ah ...aku Kenzo putra dari nyonya Paramitha, pewaris Antareka Grup " Jawab Pria yang bernama Kenzo itu memperkenalkan dirinya secara lengkap. Biasanya para gadis tidak akan lagi melihat bentuknya tapi kekayaannya.


" Jadi segendut ini calon Naura...Aku tidak menyukainya...matanya jelalatan lagi, ugh gaun pilihan papa ini..." 


Raya mencari cara untuk menghindari Kenzo, lelaki itu tampak sangat tertarik dengan kecantikannya. Matanya meneliti dari atas hingga ke bawah dengan cara yang tidak enak dilihat dan pria itu tidak menyembunyikannya.


" Hai" Balas Raya menyapa sekedar bentuk kesopanan saja.


" Hemmm Wajah yang cantik, badannya sexy..seperti bidadari turun dari langit, kecantikan seperti ini meskipun tidak dimiliki tapi bolehlah menyentuhnya..." 


Kenzo, si pria gendut hampir saja ngiler didepan Raya saking tergodanya. Dirinya tidak percaya jika tidak bisa mendapatkan Raya. Pasti ada jalan untuk memiliki gadis itu. Mana ada gadis yang tidak bisa ditaklukannya dengan uang. Semuanya menyukai barang mewah.


" Dek Raya cantik sekali...Aku..."


" Dengar - dengar kau akan menikah dengan adikku, berarti aku akan jadi kakak iparmu..." Potong Raya dengan cepat mundur disaat Kenzo mulai mendekatinya.


Dengan ekor matanya Raya melihat keberadaan Naura yang tengah menatapnya.

__ADS_1


" Coba lihat disana! Naura sedang memperhatikan kita dengan marah, jangan sampai dia salah paham..cepat bujuk dia sana" Kata Raya menunjuk Naura.


Naura sama sekali tidak menyembunyikan emosi didepan Raya. Kenzo melirik Naura, Dirinya menganggap Naura cemburu karena merayu saudarinya,  Dulu pria itu menyukai Naura karena kecantikannya namun setelah melihat Raya, rasanya Naura sudah tidak ada apa - apanya lagi jauh sekali dengan Raya. malah Kenzo menyesal setuju permintaan ibunya untuk menikah Naura.


" Hmmpt hanya cantik biasa saja, bosan melihatnya..." Kata Kenzo komat kamit sendiri.


Pria itu tidak ingin meninggalkan Naura karena kecantikan Raya jauh lebih memikat.


" Nanti saja membujuk Naura, toh tinggal dibelikan saja benda mahal saja... Tapi aku merasa berjodoh bisa bertemu dengan Dek Raya, marikita bersalaman, kedepannya kita bisa jadi teman" Kata Kenzo dengan nada merayu.


Spontan Raya langsung menyembunyikan tangannya, " Awas! Jika kau berani mendekat aku akan menghajarmu!"


" EH! ITU ALEND BAGASKARA!! " Seru beberapa orang langsung memecahkan fokus Kenzo pada Raya.


Raya langsung berbalik membelakangi Kenzo untuk melihat Alend, Kenzo menjadi kesal dengan seruan orang yang mengganggunya.


" Eiit...Ckkk, Sudahlah! " Desisnya marah


Kenzo cukup rasional tidak boleh merayu tunangan orang lain didepan orang banyak, lagipula tujuannya datang ke Gala amal adalah menjalin koneksi sebanyak - banyaknya. Alend bukan hanya selebriti tetapi seorang tuan muda yang kemampuan bisnisnya cukup diperhitungkan, membuat koneksi dengannya tidak mudah tapi sekali punya koneksi dengannya maka perusahan dibawah Bagaskara Grup akan menjadi rekan bisnis yang sangat menjanjikan.



Alend nampak sangat tampan dengan pakaian jas putihnya. Seolah telah janjian, pakaian Raya juga senada dengan pakaian Alend. Semua orang tengah mengerubungi Alend, termasuk Kenzo juga. Pria itu meladeni seadanya orang yang bertanya padanya. Ditengah kerumunan, Pria itu melirik Raya tepat disaat Raya juga tengah menatapnya.


" Eits... Jangan - jangan...dia tadi membantuku?"   


"Raya..." Panggil Pak Mahesa membuyarkan lamunan Raya.


" Papa? Wartawan diluar sudah diselesaikan semua?" Tanya Raya pura - pura tersenyum menyambut.


" Iya sudah selesai! Papa senang, ternyata banyak yang peduli dengan pernikahanmu dan Alend hahahaha" Jawab Pak Mahesa gembira.


" Ckckc Tidak ada yang bisa menahan pria tua ini..." 


Raya menggerutu dalam hati, Pak Mahesa mengulurkan sebuah jus dan mengambil Minuman yang ada ditangan putrinya.


" Kau masih kecil, tidak boleh minum alkohol, minum jus buah saja! Ini papa bawakan"


" Baik.." Raya patuh saja.

__ADS_1


" Coba rasakan jusnya enak tidak? " Suruh Pak Mahesa.


Gelagat pria itu terlihat mencurigakan dimata Raya, Gadis itu mencicipi Jus sedkit namun sang papa memaksa untuk terus meminumnya.


" Ukh Rasa wortel terlalu kental ... "


Raya memberikan gelas itu kembali pada papanya.


"Papa tahu kau tidak menyukai wortel, tapi nutrisi wortel sangat tinggi, kau harus banyak minum untuk kesehatan "


" Tapi aku tidak suka wortel" Tolak Raya.


Gadis itu berbalik hendak meninggalkan papanya, namun tangannya ditahan pak Mahesa. Pria tua itu mendekati Raya dan mengancamnya.


" Jika kau tidak minum, semua barang yang kau beli hari ini akan papa sita dan kau akan papa antar segera ke rumah" Ancam Pria tua itu.


Raya sebenarnya tidak keberatan untuk pulang sekarang juga, dirinya juga tidak betah berlama - lama dalam acara itu.


" Awalnya kukira putriku sudah dewasa, ternyata kau masih ingin mengecewakan aku lagi, kalau kau berbakti pada papa maka habiskan minuman ini" Suruh Papa Raya melihat gelagat Raya hendak melawannya.


Pak Mahesa memasang akting wajah sedih, punya calon menantu artis tentu saja dirinya harus pintar juga berakting.


Pria paruh baya itu tidak bisa membiarkan Raya kembali, Rencananya malam ini harus berhasil.


" HEH! beberapa tahun ini memang kemana saja kau? sejak kemarin pura - pura menjadi papa yang baik tapi dalam hatimu merencanakan sesuatu yang licik untuk putrimu sendiri"


Raya menatap jus itu lama banyak hal yang dipertimbangkannya, pasti ada yang aneh dalam jus itu.


" Mau tidak mau aku harus meminumnya, jika tidak terminumpun pasti sudah ada rencana licik lainnya untuk menjual anaknya" 


Akhirnya Raya meminum jus itu dalam sekali tenggak, " daripada membiarkan dia melakukan rencana liciknya yang lain, lebih baik aku menerima saja " 


Raya meminum jus wortel tersebut. Pak Mahesa tidak dapat menyembunyikan wajah gembiranya. Memang pria tua itu telah merencanakan sesuatu.


Tadinya pria itu sempat ketakutan karena putrinya menolak untuk meminumnya, sadar telah salah mengancam pria itu memilih mengancam dengan cara lain. Betapa leganya hatinya melihat putrinya akhirnya menurut.


" Rencanaku akan berhasil maka tidak akan ada lagi yang bisa menghalangi Raya dan Alend"


Raya terlihat tidak suka dengan rasa minumannya, toh tetap dihabiskan juga. Setelah gelas itu dikembalikan lagi pada papanya.

__ADS_1


***


BERSAMBUNG.


__ADS_2