
***
Kediaman Mahesa.
Pak Mahesa sangat murka dengan tingkah Naura, rencana yang sudah disusunnya dengan matang digagalkan oleh Naura. Bukan main rasanya seandainya jika Naura bukan anak kesayangannya mungkin sudah mati dihajarnya.
Ibu Rika siap pasang badan melindungi putrinya. Raya merasa masih pusing memutuskan tidak ikut dalam pertengkaran keluarga itu. Dirinya naik ke atas menuju kamarnya. Nanti saja bertengkarnya, kepalaku rasanya berat sekali
" BERHENTI!!! " Teriak Pak Mahesa.
Raya terdiam di tengah tangga dan menengok arah suara.
" Mengapa kau meninggalkan Alend?" Tanya Papanya marah.
" Aku tidak enak badan" Jawab Raya singkat.
" Sudah tau tidak enak badan mengapa tidak membiarkan dia menemanimu istrahat? Kau tau berapa banyak uang dan tenaga yang kuhabiskan demi hari ini?" Seru Pak Mahesa.
Tentu Raya tahu, gadis itu sudah bisa berhitung dengan kepalanya. Belanjanya saja tadi siang hampir 2 Milyar, belum perawatan dan ***** bengek persiapan yang dilakukan papanya.
Wajah Raya mengeras menahan emosi, dia merasakan seperti ada ledakan baru dari dalam hatinya namun berusaha ditahannya.
" Demi hari ini...apa? " Tanyanya singkat.
" cepat atau lambat kau dan Alend akan menikah dan menjadi istrinya, apa salahnya aku mempercepatnya?"
Tatapan Raya menjadi dingin, papanya sudah sangat keterlaluan bahkan tidak menutupi perbuatannya.
" Jadi kau memasukkan obat pada minumanku? "
__ADS_1
" Iya! Tujuanku agar kau dan Alend lebih cepat menikah, bukankah selama ini kau mengharapkan hal itu kan? Kau sangat mencintai Alend sampai - sampai mengoleksi semua hal mengenainya"
Pak Mahesa mengakui semua perbuatannya tanpa ragu sama sekali.
" TIDAK ! SEKARANG TIDAK! KEDEPANNYA TIDAK! SELAMANYA JUGA TIDAK AKAN! Jangan menggunakan kata - kata yang indah yang menjijikkan ini lagi!! demi keuntunganmu kau rela melakukan apapun? " Tanya Raya langsung menohok papanya dengan perkataannya.
Raya turun tangga satu langkah mendekati papanya, Entah mengapa pak Mahesa malah turun mundur satu langkah, Aura Raya terasa sangat menekan. Tidak seperti Raya yang suka mengamuk
" Kau anggap anakmu apa?" Tanya Gadis itu berhasil membungkam sang papa beberapa detik.
" Kenapa kau bicara begitu padaku? kau adalah putriku! Sejak kecil aku sudah memberikan kehidupan mewah melimpah padamu! Sekarang sudah saatnya mengorbankan diri sendiri untuk membantu keluarga ini mendapatkan keuntungan!" Jawab Pak Mahesa merasa gugup dengan tatapan putrinya.
Diluar dugaan Raya malah tertawa sinis mendengarkan perkataan papanya.
" Putri ayah? hehehehe.... saat aku dipukuli Nara ( kakak lelaki Naura, saudara tiri Raya), ditindas oleh mereka, mengapa kau tidak pernah bertanya? mengapa kau sama sekali tidak merasa kasihan padaku? bahkan bertanya tentangku saja tidak pernah..." Raya menatap semua orang yang ada diruangan itu satu persatu dengan sinisnya.
Papa Raya terdiam, dirinya memang tahu jika Raya tidak akur dengan ibu dan saudara tirinya namun dia terlalu malas untuk membela Raya, Wajah putrinya itu terlalu mirip dengan istri pertama. Membuatnya selalu terkenang akan wanita yang meninggalkannya itu.
" Aku... " Papa Raya mulai terpengaruh
" Mengapa kau berkata demikian? jelas - jelas kau yang tidak mau pulang, aku sudah menyuruh Naura untuk mencarimu beberapa kali, kau yang tidak mau pulang..." potong Ibu Rika merasa tidak boleh membiarkan Raya bicara semua perlakuannya selama ini pada suaminya.
Kenyataan yang diketahui Pak Mahesa tidak utuh, dirinya tidak tahu seberapa menderita Raya dirumah ini selama dirinya sibuk bekerja. Raya mengalami banyak penyiksaan selama berada dirumah.
" Oh ya? Perlukan kita hitung baik - baik masalah ini? " Tatap Raya membuat Ibu Rika gentar.
Anak yang didepannya ini sudah bukan anak tiri yang bisa diperlakukan semena - mena. Raya bisa membalas kapanpun dia mau (hanya menunggu waktu) Apalagi Raya sudah membuktikan jika dirinya juga bisa mencelakai Naura. Tidak ada yang bisa menebak isi kepala Raya sekarang ini.
" EHMM Menbahas masa lalu juga sudah tidak ada gunanya...sekarang kita harus memikirkan keluarga ini" Kata Ibu Rika panik.
__ADS_1
" Kalian saja...aku tidak mau..." desis hati Raya
Raya hanya menatap mata ibunya lalu berbalik menatap sang papa.
" Jika kalian benar - benar berpikir tentang kondisi keluarga ini, hari ini seharusnya tidak membiarkan aku menggoda Alend, kalian yang sok pintar sebenarnya sedang menggali lubang kuburan kalian sendiri" Ujar Raya memegangi kepalanya rasanya masih pening.
Papanya tidak bisa membantah Raya hanya bisa diam.
" Pernikahan ini sudah ditetapkan tapi kapan dijalankan adalah keputusan dari keluarga Alend, memangnya kapan kau yang menentukan? hari ini jika siasatmu berhasil lalu tersebar di sosial media untuk memaksa Alend untuk mempercepat pernikahan ini, apa kalian tidak takut jika keluarganya tidak akan tahu?"
Raya menuruni tangga semakin mendekati papanya dengan sengaja untuk memberikan penekanan pada papanya. Tepat keduanya berhadapan, Papa menatap ke atas dan Raya melihat papanya.
" Perbuatanmu ini sama dengan mempermalukan keluarga Alend! Siasat licik yang kau lakukan ini apa mereka akan diam saja? mungkin saja mereka tidak akan mempersulitku karena aku wanita tapi bagaimana dengan perusahaan keluarga Mahesa? jangan lupa, dia punya seorang kakak yang sangat melindunginya, Kak Angkasa bisa membuatmu mati ratusan kali.... dimana otakmu? mengapa kau berani mencelakai adiknya?
Pak Mahesa kehabisan kata untuk membantah, tatapan Raya seperti orang lain sama sekali tidak sperti putrinya selama ini.
" Tapi jika Alend menyukaimu ini tidak akan termasuk mencelakainya, sekarang coba kau telepon Alend ajak bertemu, sebagai sesama pria aku bisa melihat jika malam ini dia cukup tertarik padamu..." Ujar Pak Mahesa.
Raya menepuk dahinya, Ya Ampun pak Tua! Kau tidak kapok juga menjodohkanku dengan Alend? Haahhh.... Capek - capek kujelaskan....
Raya menghela napas. Ibu Rika mengawasi dari bawah sambil memeriksa seberapa fatal luka Naura. Kenzo tadi benar - benar menghajarnya. Nyonya Paramitha (Ibu Kenzo) Marah besar dan mengiriman makian lewat pesan dan tidak ingin Naura jadi menantunya lagi.
***
BERSAMBUNG.
Happy hari minggu semua...Hari ini bisa menulis cepat hehehe seperti mimpi saja, Beberapa hari ke depan belum tentu bisa. Naya harus fokus persiapan UAS Anak-anak dan UAS naya sendiri di kampus. Maaf yak jika nantinya akan selang seling Up nya.
__ADS_1
Selamat membaca. Semoga para pembaca tetap memberikan komenter dan like pada cerita ini. Ammin...