
***
Rumah Abigail (Gambar rumah ini diambil dari internet dan kebetulan mirip dengan penggambaran rumah Abigail dikomiknya, Author memang sengaja tidak mengedit gambar ini sebagai bentuk terima kasih kepada pemilik gambar, siapa tahu ada yang mau berminat pada rumah seperti ini bisa hubungi nomor ini yak...hehehe)
Setelah selesai kuliah, Raya dijemput Abigail menuju rumah Abi. Rumahnya merupakan sebuah kost yang dibeli Mamanya Abi dan disulap menjadi rumah Abi (mana ada emak - emak yang mau anak semata wayangnya kesusahan di kost) . Rumah itu hanya berjarak 2KM dari kampus dan merupakan kompleks mewah tempat anak - anak orang kaya tinggal.
Raya masuk ke dalam rumahnya, tampak ligthting Kamera telah siap pada posisinya.
Abi telah mempersiapkan semuanya tadi sendiriam. Raya datang langsung diminta berdandan dikamar sebelah sebelum siaran livenya dimulai.
Abi tampak emosi membaca komentar - komentar pembaca selama menunggu Raya. Banyak hal berkembang diponsel beberapa menit terakhir sebelum siaran dimulai.
" RAYA CEPAT KELUAR!! MARI TEKAN DAN LIHAT KATA - KATA MUTIARA RAYA DAN JUGA LIHAT RAYA AKAN MENGAKUI DIRINYA OPERASI PLASTIK..."
" Semuanya, mohon jangan mengaitkan nama Alend Bagaskara di kolom komentar, jangan di Tag ataupun dibagikan ke halaman Fanpagenya!, Jangan biarkan Raya terus saja berhubungan dengan Alend Bagaskara!"
(Tampaknya ini komentar dari penggemar Alend)
" Siapa juga yang ingin berhubungan dengan Alend! Kami mendukung Raya untuk menolaknya"
Komentar - komentar jelek pada Raya semakin banyak dan bertambah, bahkan tidak segan memaki Raya secara tidak langsung. Abigail menjadi gerah sendiri membacanya.
" Sudah selesai belum? komentar netizen sangat tidak enak, menyakitkan mataku, tanganku gatal ingin membalas makian mereka satu persatu " Kata Abi sibuk mengomel.
Raya masih tampak sibuk memoles wajahnya dengan make up yang disediakan Abigail. Tidak tanggung - tanggung make up dan skin care yang dibeli Abi harganya hampir 100juta, dirinya ingin sang sahabat tampil dengan sempurna.
" Eh? Kau tidak ganti baju?" Tanya Abi heran Raya tidak mengganti bajunya.
" Ganti? kau tidak memberitahuku mengenai rencana ini jadi aku tidak membawa bajuku. Apakah aku pernah ketinggalan baju dirumahmu? " Tanya Raya dari dalam kamar.
Diluar dugaan wajah Abi malah menjadi merah tomat, pikirannya sudah kemana - mana berkat pertanyaan Raya tadi.
" Tidak...tidak.. kau jangan bercanda disaat seperti ini..." Tegas Abi mencoba mengatur ekspresinya sebelum terlihat oleh Raya.
Raya tidak memperhatikan perubahan air muka Abigail karena masih sibuk memoles wajahnya.
" Maaf, kemarin tidak mengingatkanmu tentang hal ini" Kata Abi
" Tidak apa - apa, pakai ini juga bagus. Kebetulan tadi pagi juga ada keributan, mungkin karena keributan ini, pandangan mereka lebih mendalam padaku" Kata Raya.
" Ha? Keributan apa?" Tanya Abi.
" Bukan keributan besar, sebentar akan kuceritakan padamu" Jawab Raya.
__ADS_1
Gadis itu sudah hampir siap, tinggal memakai rambut palsu saja dan SELESAI!!
Raya berdiri berbalik menuju Abi, Pemuda itu terpana melihat Raya dengan dandanan menornya.
" Bagaimana dengan penampilanku?" Tanya Raya
" Hmmm...mantap! Ini Baru Raya" Kata Abi mengacungi dua jempol.
" Gara - gara terbiasa melihatnya tanpa dandanan dipenampilannya sebelumnya, aku merasa benar - benar.... astaga ternyata estetika tentang kecantikan kami dulu sangat rendah...." Guman Abi dalam hati.
" Baiklah...ayo kita mulai..." Kata Raya sambil tersenyum.
Abi mengarahkan Raya untuk masuk ke sebuah kamar yang disettingnya sebagai tempat siarang langsungnya.
" YOOO... MARI KITA MEMBUAT SEMUA ORANG TERDIAM! " Sahut Raya dengan nada riangnya menatap kaca.
***
Di Kantor Agensi Alend.
Bima sang Asisten manajer sedang bernyanyi - nyanyi kecil, pria itu sedang menunggu Siaran Live yang akan diadakan oleh Raya. Banyak yang menyebarkan linknya diinternet. Bima yang sudah mulai mengidolakan Raya sangat tidak sabar melihat siaran itu.
" Ayo cepat mulai, Adik Raya yang imut dan manis..." Kata Bima dengan nada manja, disekelilingnya seperti ada love - love yang berterbangan.
Alangkah bahagianya dia saat melihat siaran live Raya sudah dimulai.
" Ahh...sudah dimulai...!! " Serunya gembira.
Dalam layar tampak Raya dengan dandanan menornya, menyapa semua penontonnya dengan lambaian tangan dan senyum manisnya.
Beragam macam komentar dari netizen bermunculan pada kolom live chat. ada yang memaki, ada pula yang mendukungnya. Penggemar dan haters Raya mulai berperang komentar sejak live dimulai.
" Wah Adik Raya ku tersayang sudah mulai siaran langsung " Pekik Bima dengan gembiranya.
" Entah sejak kapan aku mulai bahagia melihat Raya berdandan seperti ini..." Gumam Bima dalam hatinya " Bodo Amat!! Raya bidadariku...aku padamu..."
Bima langsung memberikan dukungan untuk Raya lewat live chat. Tampak jumlah penonton Raya terus merangkak Naik secara tajam, tadi yang menunggu siaran live saja sudah 9000-an orang, sejak Raya Live penonton terus bertambah dua kali lipat dan terus meningkat.
" YUHUUUU... RAYA!! WOW...WOW...." Teriak Bima memberik dukungan padahal Raya bahkan tidak tahu hal itu.
Tantri masuk ke ruangan mendengar suara Bima dari luar.
" Ckckck Raya Lagi..." Desahnya marah.
" Apa lagi yang dilakukan Raya?? " Tanya Tantri.
" Raya sedang siaran langsung membersihkan Make up.." Jawab Bima antusias.
" Sudah dicaci maki, dihina sedemikian rupa , masih berani pula mengadakan siaran langsung? Benar - benar tidak punya urat malu" Kata Tantri memangku dadanya.
Bima berdiri langsung membela Raya, " Jangan begitu, kali ini kau bisa membuka matamu, lihat jumlah penggemarnya? dan kulihat semuanya pria, mereka sedang bertarung membela Raya sekarang melawan Fansnya Alend" Bima memperlihatkan live chat yang sekarang sedang seru - serunya saling membalas.
__ADS_1
Tantri melirik sekilas lalu merebut ponsel Bima.
" Coba lihat bagaimana pengaruh Raya? Perusahaan kita setiap tahun mengeluarkan uang begitu banyak untuk melakukan promosi artis kita, semuanya demi rating artis kita, coba lihat Raya! Baru beberapa menit siaran, sudah ada puluhan ribu orang yang menontonnya (termasuk aku), benar - benar sangat viral") Sahut Bima.
" Menggunakan efek filter kamera, efek cahaya begitu, diganti dengan seekor hewanpun juga akan terlihat cantik oleh siapapun! mereka yang memuji itu kurasa punya masalah dengan penglihatan mereka" Balas Tantri mendengus kesal.
Wanita itu turut menulis beberapa kalimat di live chat dan langsung memancing reaksi dari netizen yang lain. Dilain tempat, gantian Abi yang naik tensi gara - gara komentar yang dibuat oleh Tantri tersebut, tentunya Abi tidka tahu jika itu komentar yang dibuat Tantri karena namanya menggunakan nama pria.
" Efek cahaya terlalu terang"
" Tidak ada niat untuk terlihat apa adanya"
" Kau kira netizen buta? "
" Tutup filter kamera, baru bersihkan make up"
" kenapa masih begitu banyak idiot yang membelamu? Mereka yang membelamu buta semua"
" Masih berani tidak mengaku operasi plastik?"
" Kalau berani tutup efek filter kamera dan efek cahaya"
Banyak komentar yang bermunculan membuat Abi semakin tidak bisa menahan emosinya.
" Para Netizen ini...aku ingin menyumpal mulut mereka satu persatu" Komentar Abi.
" Abi tolong pindahkan lampu ini, semuanya dipindahkan" Suruh Raya.
" Tapi..."
" Pindahkan saja" Suruh Raya.
Abi dengan emosi melakukan yang diperintahkan oleh sahabatnya, sementara Raya mematikan efek filter kameranya,
"sekarang sudah oke?" tanyanya pada netizen.
***
BERSAMBUNG
Hehehe Naya membaca komentar satu persatu dari pembaca sekalian, mohon maaf jika tidak sempat dibalas satu persatu, oh ya ada yang sudah tau jika novel ini adalah adaptasi dari komik dan maklum dan ada juga yang berkomentar dengan nada mirip komik sebelah, hehehehe. Memang mirip lah ini adaptasi komiknya...
Para Pembaca tersayang, novel ini memang adaptasi dari komik, Naya mengadaptasi cerita ini dengan izin resmi dari pihak NT dan ini adalah misi kepenulisan yang Naya peroleh dari editor NT yang baik hati. Naya tidak pernah mengaku jika ini murni karya Naya. Sejak awal sudah Naya tulis disinopsisnya. Tugas Naya hanya menulis cerita ini dalam bentuk Novel tanpa merubah alur cerita hanya diminta mengganti nama dan tempat saja. Dengan mengerjakan karya Ini Naya dapat reward misi kepenulisan. Makasih untuk semua komentarnya.
Makasih banget, Cerita ini akan berlanjut sampai Komiknya selesai. Mohon maaf mau crazy Up tapi badan masih terasa patah patah habis UTS. Maafin yak! Semoga bisa ada waktu luang satu hari untuk mengetik. AMMIN.
Salam Hangat untuk pembaca sekalian.
NAYAKA
__ADS_1
Oh Ya dukung karya Naya yang lainnya ( kali ini original karya Naya Hehehe)