
***
Abi masih saja berpikir jika Raya tengah ditipu oleh Tantri dengan sengaja memberikan pekerjaan Stuntman padanya, Abi merasa langsung harus memperingatkan sahabatnya itu segera sebelum harus mengalami kejadian yang serius.
" Apakah Alend juga mengetahui pekerjaan yang akan dilakukan Raya?" Hati Abi bertanya.
Sementara itu Tantri sedang merinding sendiri, mengingat tadi Raya memeluknya begitu erat sambil berterima kasih.
" Terima kasih! Terima kasih banyak kak Tantri! Masalah yang tadi maafkan aku ya!! Aku sangat mencintaimu...." Kata Raya bahagia.
" Jangan cepat bahagia! Masih ada uji coba yang harus dilalui!! " Jawab Tantri sewot sayangnya Raya tidak terlalu mempedulikannya saking bahagianya.
***
Raya masih saja terus membanggakan pekerjaan barunya. Sambil sesekali mempraktekan beberapa gerakan bela dirinya, gadis itu menutup rapat telinganya dari protes Abi.
" Hmmm Awalnya kukira Kak Tantri orang yang sangat susah untuk kompromi ternyata begitu mudah untuk setuju, aku begitu hebat dalam membujuknya hahahaha... apakah ini termasuk perasaan sombong kah? " Raya masih saja membanggakan dirinya.
" Astaga...apa kau tidak sadar jika sedang dikerjai? Dari sudut pandang manapun aku melihatnya, aku tetap yakin jika kau memang sengaja dipersulit...Dasar Raya bodoh" Keluh Abi menyerah untuk memberitahukan Raya
" Kau yakin? " Tanya Abi.
" Aku sangat yakin, pekerjaan ini aku dapatkan dengan usahaku sendiri...oh ya ada berkas dimeja itu kau bisa membacanya... Itu adalah scriptnya" Tunjuk Raya dengan kakinya.
Abi mengambil Map dimeja dan membacanya dengan teliti. Banyak orang menganggap jika Abi itu sangat ceroboh namun sedikit orang tahu jika Abi adalah pemuda yang sangat teliti dan detail, langsung saja pemuda itu membaca secara seksama map yang ada ditangannya.
" Entah aku harus menyelamatimu atau tidak... ini naskah film Defloration, Diubah dari novel romantis seni bela diri...wah ini film gabungan yang melibatkan beberapa negara... ceritanya mulai dari china zaman dulu ada dua orang pendekar kuat seni bela diri, di saat memberantas kejahatan saling berjumpa..awalnya tidak saling suka sampai akhirnya bekerja sama melindungi benda pusaka...banyak sekali adegan pertarungannya diawal cerita...yang menjadi pemeran utama wanitanya adalah Clarissa Andrean... Aku dengar banyak gosip tidak enak mengenainya..." Kata Abi.
Raya berhenti sejenak sambil menatap Abi, Muncul seulas senyum diwajahnya.
" Kau ini...mana ada artis wanita dengan reputasi baik? jarang ada...Lihat saja aku..." Jawab Raya.
" Kau bukan artis tahu! beneran ini aku dengar dia sangat susah untuk ditangani...aku harap kau tidak akan kesulitan saat menjadi stuntmannya dia..."
Abi membaca script lebih teliti lagi.
" Wajarlah jika dia berulah..artis utama gitu loh! Apalagi karena dia kesayangan produser, kudengar film ini dibuat khusus untuknya... namun dia tidak paham mengenai bela diri, hanya saja Clarisa tidak ingin menggunakan stuntman pria, mmaka adegannya terus saja ditunda hingga akhirnya produser harus buru-buru mencari stuntman wanita.." Kata Raya masih saja melemparkan tinjunya diudara. rasa bahagia memiliki pekerjaan diatas segalanya.
__ADS_1
Kening Abi terangkat sebelah, "bukankah sudah jelas Clarisa itu ..."
" Sudahlah tidak usah koment..kalau bukan karena dia maka aku tidak akan mendapatkan pekerjaan, tidak ada yang harus dikeluhkan..." Ujar Raya.
" Tapi..."
" Tidak usah pake kata tapi, ini adalah pekerjaan pertamaku, aku akan memanfaatkan sebaik mungkin...jarang ada yang seberuntung aku loh... langsung jadi stuntman dan syuting film skala internasional... siapa yang seberuntung aku..." Kata Raya.
Abi tercenung mendengar perkataan sahabatnya, andaikan dirinya bisa membantu Raya mungkin sahabatnya itu tidak harus bekerja dengan resiko seperti itu.
Tiba-tiba Abi teringat sesuatu, wajahnya langsung gembira kembali.
" oh ya? Kapan kau sampai dirumah? Sudah ke kamarmu belum? " Tanya Abi.
" Ha? Aku kembali langsung latihan tinju, kenapa? "
Raya tidak mengerti arah perkataan Abi, pemuda itu langsung menarik tangan sahabatnya itu ke kamar.
" Ikut aku" Ajaknya.
Keduanya menaiki tangga ke atas menuju kamar Raya tidur, ternyata kamarnya sudah berbeda dibandingkan tadi pagi sejak ditinggalkannya.
Raya terpana, sebuah kamar dengan dekorasi warna serba biru, warna kesukaannya.
" Kamar ini kubuat agakk mirip dengan kamarmu, hanya saja kau tidak akan menemukan poster Alend disini (Aku sengaja tidak memasukkan dalam daftar belanjaku).. aku khawatir kau merasa asing sebisa mungkin aku meniru dekorasi kamarmu, masih terbiasakan? " Tanya Abi.
Raya hanya mengangguk terpana melihat suasana kamarnya, Abi memang sangat memperhatikan kenyamanan sahabatnya. " Silau sekali...Sampai aku sendiri mengira aku sudah terbiasa dengan dekorasi seperti ini... tapi persahabatan dimasa susah jauh lebih berharga..."
Gadis itu tersenyum simpul " terima kasih Abi, aku sudah banyak merepotkanmu..."
" Tidak perlu terima kasih sesama kita tidak perlu mengucapkan hal itu..." Sahut Abi.
Untuk mendekorasi kamar itu, Abi harus menerima banyak pertanyaan dari pelayan rumahnya. Saking buru-burunya Sang pelayan mengira jika kamar disediakan untuk pacar Abi. Pelayan itu tampak sangat bahagia mengira seperti itu.
Raya menatap optimis akan kehidupan barunya ke depannya.
__ADS_1
" Kehidupan Raya akan dimulai dari sini" Raya menegakkan dadanya.
****
Keesokan harinya pukul 06.50 WIB
" APA!!!! "
Raya dan Bima telah tiba dilokasi syuting. Kedatangan mereka langsung disambut dengan kemarahan orang di lokasi Syuting. Galaxy Entertaiment dianggap tidak profesional dengan mengirimkan Raya sebagai stuntman.
" AKU MENCARI STUNTMAN BELADIRI!!! MENGAPA KAU MALAH...(Melirik Raya dengan tajam) AKU AKAN MENELPON DIREKTUR TANTRI!!! " Marah sang produser melihat kemunculan Raya dihadapannya.
Pria paruh baya itu telah tahu rekam jejak Raya yang tidak bagus diinternet.
" BU TANTRI!! AKU SUDAH CUKUP STREES KARENA MASALAH STUNTMAN WANITA!! MENGAPA KAU MENGIRIMKAN ORANG YANG LEBIH BERMASALAH DARIKU KE SINI!! " Marah produser pada Tantri.
Entah pembicaraan apa yang dilakukan oleh ke duanya, Bima dan Raya memilih untuk melihat lokasi syuting sekaligus kabur dari hadapan produser.
" Ayo kita pergi dari sini..." bisik Bima.
Lokasi syuting mereka pertama kali akan diadakan disebuah kota tua yang didesain semirip mungkin dengan naskah cerita.
Raya melihat ke kiri dan ke kanan sekedar mengenali lokasi syutingnya. Tampak tidak jauh darinya seorang pemuda tengah dilatih koreografinya, sebelum adegan syuting biasanya aktor dan aktris akan dilatih terlebih dahulu koreografinya agar dapat tampak indah dikamera.
" Posisi kuda- kuda ini harus lebih kuat..." Ujar sang pelatih pada pemuda yang tengah berlatih.
" Gerakan orang ini tidak begitu baik, tapi memiliki dasar yang lumayan, hanya saja satu jurus satu gerakan, paling gerakan itu hanya untuk tontonan saja, enak dilihat tapi dipakai berkelahi tidak akan menang sama sekali"
Raya menatap gerakan orang yang sedang asyik berlatih dilokasi Syuting tanpa berniat untuk menyapa siapapun disitu.
***
BERSAMBUNG
Hai semua, salam kangen ya...maaf belum bisa membalas satu - satu. Awal tahun sudah dekat padahal belum terbiasa menulis angka 2021 sekarang harus membiasakan diri menulis angka 2022. Semoga kita selalu sehat dan lindungan-Nya. Amin
__ADS_1