Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 78 - Meminta Maaf


__ADS_3

***


Dalam mobil


Raya memegang tengkuknya mulai merinding sendiri. Raya melirik Alend, pria itu terlihat jelas sedang menahan sesuatu seperti kemarahan tapi kemarahan untuk apa gadis itu tidak bisa menebaknya dengan benar.


" Apa yang membuatnya tidak senang? Apa kesalahan yang aku perbuat ya?... apakah karena aku melompat dari jendela dan tidak langsung membukakannya pintu? Hadduhhh...aku baru tahu jika Kak Alend ini pendendam sekali... "


Suasana langsung membeku kembali. Raya sama sekali tidak merasa salah dengan kalimatnya barusan.


" Memangnya apa yang salah? "


" Kak Alend jangan marah ya... setelah pulang aku akan langsung menulis surat permohonan maaf, Seratus kata! EH Tidak ! Seribu kata!! DUA RIBU KATA!! Tulis tangan!! " Pinta Raya menangkupkan kedua tangannya didadanya tanda serius memohon.


Gadis itu merasa Alend memang sedang marah. Dugaan Raya kemarahan Alend diakibatkan oleh Raya terlalu lama membiarkan Pemuda itu terkunci lama dalam kamar.


' Kau tau mengapa aku marah?" Tanya balik Alend.


" Tahu! Tahu! Karena aku keluar tapi tidak langsung membukakan pintu. Sehingga Kak Alend lama terkurung dalam kamar...Maaf banget! " Jawab Raya cepat.


Padahal seharusnya Raya bertanya pada Alend mengapa Alend bisa keluar dari kamar tanpa dibukakan pintu olehnya. Setelah Raya keluar tadi, Alend baru menyadari jika dirinya bisa menelpon pelayan rumah dari sambungan telepon dalam kamar.


Raya yang polos tidak terpikir sampai ke situ malah merasa bersalah telah mengurung Alend lama dalam kamar. Alend sendiri sudah menyadari seberapa tidak peka gadis ini pada perasaannya.


Pemuda itu tidak jadi marah saat melihat wajah memelas gadis disampingnya.


" Baik! tulis dengan baik surat permohonan maaf" Jawab pemuda itu.


" Ya... dan seharusnya Kak Alend tidak marah lagi kan? " Tanya Raya.


***


Disebuah ruangan VVIP nuansa oriental.


Diadakan pertemuan antara lansia yang tempo hari nyaris ditipu Guru bela diri palsu tempo hari. Mereka sedang mengalami kegalauan yang sama mengenai kejelasan cita - cita mereka menjadi seorang ahli bela diri. Di usia muda mereka terpaksa mengubur dalam - dalam cita - cita mereka demi bekerja keras membangun kerajaan bisnis keluarga masing - masing.


Kini mereka telah sukses dan hidup dalam kekayaan yang tidak terhitung. Usaha mereka telah dilanjutkan oleh anak cucu mereka kini giliran mereka untuk meraih impian mereka yang tertunda. Gerombolan itu dipimpin oleh Kakek Bagaskara.

__ADS_1


" Bagaimana ini Pak Tua?  cucu menantumu tidka mau menerima kita sebagai muridnya, sekarang kita harus bagaimana? " Tanya salah satu teman Kakek Bagaskara.


Semuanya menghela napas, Guru potensial sudah didepan mata namun masih saja ada halangan.


" Hemm anak zaman sekarang berbeda dengan kita... Jadi aku berpikir kita juga harus mengikuti perkembangan zaman... Kita gunakan tindakan langsung untuk mendukung Raya secara penuh..." Kata Kakek Bagaskara meminum tehnya perlahan sambil menunggu ke tiga temannya menaruh perhatian penuh pada ucapannya.


Senyum mengembang lebar diwajah kakek Bagaskara membayangkan idenya berhasil,


" Saat ini Raya tengah menjalani karir keartisannya, kita dukung dia menjadi artis dengan kemampuan bela dirinya, kita sokong dia hingga dipuncak karirnya maka secara tidak langsung kita akan menjadi murid nya" Kata Kakek Bagaskara melanjutkan perkataannya.


Ke tiga temannya menyambut gembira,


" Apa yang kau katakan itu benar, kita dirikan perkumpulan pendukung Raya lalu kita buat perkumpulan itu populer. Ke depannya perkumpulan kita akan menjadi terkenal sebagai pendukung Raya." Kata Kakek Aji


" Aku merasa Raya ini sangat berpotensi bahkan dia bisa mengalahkan master Chen ( Seorang guru bela diri yang menjalani profesi stuntman kemarin) Master Chen bukan master palsu..kita tidak salah mengikuti Raya" Ujar Kakek Purnomo


(Hadeh,,Naya sulit untuk menentukan Nama untuk para Kakek ini)


Mereka mengangguk gembira, harapan mereka terbuka lebar. Paijo hanya bisa menggelengkan kepala melihat antusiasme para lansia didepannya.


Terdengar sampai ke pintu suara para lansia itu mendukung Raya bahkan akan menjadikan Raya sebagai pimpinan perkumpulan yang mereka buat itu. Sepakat mufakat terlah tercapai satu suara.


" Lalu bagaimana cara kita mendukungnya? Apa kita langsung menghubungi produser atau kita cari pembuat skenario terbaik untuk Raya pimpinan kita?" Tanya Kakek Aji.


(Sementara itu Raya bersin beberapa kali ditempat lain akibat namanya sering disebut kali ini)


" Sudah aku katakan! Kita harus menyesuaikan zaman! Raya itu termasuk anak muda zaman now tidak akan mau kita jadikan pimpinan begitu saja...mulai dari sekarang panggil dia Idol! Paijo Jelaskan pada mereka" Suruh Kakek Bagaskara.


Paijo berdehem sejenak dan memperbaiki letak kacamata hitam yang selalu bertengger dihidungnya. Tidak pernah dilepaskan kecuali tidur.


" Begini Tuan besar sekalian.. Setiap Idola pasti akan memiliki Fans klub masing - masing yang membantu memberi support, like dan komentar untuk menaikkan rating dan lain - lain. Intinya kemampuan klub penggemar semakin kuat maka idola akan semakin viral dan terkenal...ehem! " Paijo batuk sejenak.


Tangan Pria itu mengambil tabletnya, dengan sigap tablet itu diletakkan dimeja makan. Semua perhatian mengarah ke arah tablet tersebut.


" Jadi Inti dari pembicaraan ini adalah tuan besar ingin membentuk sebuah fans klub untuk mendukung Nona Raya dengan nama MAHARAYA..ini sebagai langkah awal kita untuk membantu meningkatkan popularitas Nona Raya dalam skala internasional. Video ini dibuat olah Tuan besar sendiri... " Kata Paijo.


Sejenak semua terpaku pada sebuah video yang diputar oleh Paijo. Tampak dalam video yang telah mengalami editing ratusan kali Raya tampak seperti peri terbang dan jingle iklan yang terlihat Agak Norak (sesuai dengan selera Kakek Bagaskara)

__ADS_1


Dan Para Kakek yang tampaknya satu selera dengan Kakek Bagaskara terpukau dan bertepuk tangan.


" Wah Mantap! Videonya mantap! " Kata Kakek Aji mengacungi jempolnya.


" Mantap Paijo! Hari ini langsung disebarluaskan ... " Kata Kakek Bagaskara puas.


" Tidak tuan! Ini semua ide dan berkat bimbingan anda baru ada video sebagus ini..." Kata Paijo menolak dipuji.


Aku tidak akan mengaku membuat video ini!


" Kalau demikian para kakek harus membuat akun terlebih dahulu untuk dapat bergabung..." Paijo menjelaskan hal yang harus dilakukan para kakek kaya itu.


Dalam Fans klub MAHARAYA yang akan didirikan oleh ke empat kakek itu akan menyebarkan video dan membuat konten yang akan mendukung Raya semakin terkenal.


Yakinkah?


Sepertinya ini akan menghebohkan.


Aku tidak akan bisa membayangkan saat video ini tersebar. 


Paijo lagi- lagi membetulkan letak kacamata hitamnya.


***


BERSAMBUNG


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang tengah menjalaninya. Semoga diberi kelancaran rejeki dan kesehatan.


Naya juga tengah berharap bisa mudik tahun ini setelah tertunda selama 2 tahun. Alamat kangen berat kampung halaman. puasa kali ini terasa berbeda terutama didaerah Naya sekarang. Bahkan tidak ada lagi "masker" diantara kami. tidak ada lagi yang merasa harus menjauh satu sama lain. hehehehe.


Tidak ada lagi lebaran seperti kura - kura ninja. Mudah-mudahan keinginan Naya untuk berkumpul bareng keluarga dapat terkabul. Kalian pun demikian bukan?


Salam kangen untuk kalian para pembaca sekalian.


Ammin.


Salam hangat Nayaka

__ADS_1


__ADS_2