Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 7 – Membalik Keadaan


__ADS_3

***


Raya melangkah masuk ke dalam diiringi tatapan tidak suka oleh kepala pelayan.Gadis itu merasa tidak harus mempedulikan tatapan itu, toh ini rumahnya dan kepala pelayan hanya orang yang bekerja disitu. Mungkin suatu saat Raya akan mencari waktu untuk mengusir anjing - anjing ibu tirinya dirumah itu.


Raya mendengar suara keributan dari dalam. Suara saudari tiri Raya tengah bicara. Sudah tengah malam tapi rupanya keluarga itu belum tidur untuk menunggunya.


“ Di internet semua tentang Raya, semuanya mengatai dirinya.. betapa tidak tahu malunya dia…” Saudari tiri Raya terus saja bicara seperti sedang memprovokasi seseorang.


“ Setiap hari selalu bergaul di luar dengan sekelompok laki – laki dan perempuan yang berkelakuan tidak pantas! “ Suara Ibu Tiri Raya juga ikut terdengar.


Semakin lama semakin jelas suara dari orang – orang dalam ruangan itu.


“ Lihat Papa! Fans Alend pun mendirikan komite anti Raya, fansnya mengatakan kalau Raya tidak memutuskan hubungan pernikahannya dengan Alend maka mereka akan memboikot untuk membeli produk buatan Keluarga Mahesa! “ Kata Saudari tiri sambil membaca ponsel.


Keluarga Mahesa mempunyai bisnis dibidang kosmetik, pakaian dan peralatan rumah tangga. Pemboikotan pembelian produk Mahesa akan sangat merugikan ditambah memang bisnis keluarga sedang terancam sekarang.


Terlihat sekali jika saudari tiri Raya ini sangat gembira dengan berita buruk yang menimpa Raya.


“ Ayolah papa…dia adalah malapetaka! Papa harus memberikan dia pelajaran” Suruhnya dengan nada manja.


BRAK ! Papa Raya menggebrak meja dengan marah.


“ Tidak kusangka anak itu melakukan hal yang memalukan sekali! Tidak tahu apa yang akan dipikirkan keluarga Bagaskara  jika mendengar gossip ini” Kata Papa Raya.


Sungguh ironi, bukannya mengkhawatirkan reputasi putri kandungnya, papa Raya malah sibuk memikirkan keluarga Bagaskara. Sudah jelas kecemasan diwajahnya tidak menyiratkan kepedulian pada putrinya.


“ Perusahaan kita sedang dalam keadaan genting, sekarang hanya mengandalkan hubungan pernikahan dengan keluarga Bagaskara agar bisa membantu kita! Tapi Anak ini malah berbuat onar di luar “ Dengan marahnya papa Raya mengambil tongkat Panjang yang terbuat dari besi, siapapun yang kena tongkat besi itu setidaknya akan mendapatkan memar dan lebam ditubuhnya.


Raya menatap datar saja kejadian itu, rasa jijik menjalar begitu saja tanpa diundang. Raya menarik napas Panjang dan mencoba membuat suaranya terdengar seceria mungkin.


“ Aku pulang…” Katanya seolah – olah baru Kembali setelah bersenang – senang.


Semua mata langsung tertuju padanya, Raya tidak peduli.


“ Dasar gadis sialan! Masih punya muka kau untuk pulang? Kau… “ Seru papanya hendak menghunus tongkat besinya.

__ADS_1


“ papa…” Raya segera memotong pembicaraan.


“ saya tau papa sangat marah, pukul saja saya sampai mati… dengan begitu saya tidak perlu lagi menikah dengan Alend lagi” Kata Raya sambil berpura – pura menangis


Punya Tunangan seorang artis membuat Raya tertantang untuk berakting baik didepan papanya. Aktingnya memancing papanya,


“ Apa yang kau bicarakan? Kontrak pernikahan kalian disepakati oleh kakekmu dan kakek Bagaskara, bagaimana bisa diputuskan begitu saja?” Kata Papa Raya langsung membuang tongkat besinya dan beralih membujuk Raya.


Raya tidak kalah cerdik semakin memperdalam aktingnya, tangisannya semakin keras.


“ Pokoknya saya tidak mau menikah dengan Alend! Lebih baik pukul saja saya sampai mati, saya tidak mau di bully para fans lagi, saya tidak mau di bius dan dikurung seharian lagi “ Tangis Raya.


Mendengar perkataan sang putri, sang papa sontak terkejut dan mendekati anaknya itu.


“ Dibius? Dikurung” tanyanya tidak percaya dengan pendengarannya.


Lelaki paruh baya itu langsung memegangi lengan putrinya,


“ Siapa yang melakukannya? Apa yang mereka lakukan padamu?  Apa mereka telah melakukan hal yang tidak pantas padamu? “


Pertanyaan demi pertanyaan akibat panik terus saja keluar dari mulut papanya. Raya menunggu papanya untuk tidak bertanya lagi.


“ Suamiku, Raya sudah terluka, jangan memarahinya lagi…dia belum dewasa wajar jika bisa melakukan kesalahan “ Ujar Sang ibu Tiri sok bijaksana


Raya dapat menilai sejauh mana kepalsuan dalam sikap sang  ibu tirinya.


“ Tolong Ambilkan kotak obat untuk mengobati luka nona “ Suruhnya pada pelayan rumah tangganya.


Pelayan rumah membungkuk kemudian pergi mengambil apa yang diperintahkan nyonya rumah.


Raya tersenyum kecut dalam hatinya “ hanya beberapa kata saja bisa membuatku terlihat salah lagi, memang hebat sekali pelakor ini “


“ Papa, Tante Rika (Nama ibu Tiri Raya) juga bilang saya yang bersalah, kalau begitu saya mengaku salah! Saya sekarang akan menelepon memberitahukan pada wartawan! Besok saya akan buka siaran pers untuk mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri hubungan pernikahan saya dengan Alend! “ Kata Raya memainkan aktingnya.


Gadis itu memperlihatkan kesibukannya mencari ponsel dalam tas sekedar menandakan keseriusannya bicara. Kenyataannya Ponsel sebenarnya tinggal diambil saja dari tas tetapi Raya berpura – pura tengah mencarinya.

__ADS_1


Gadis itu merasa tidak boleh kalah cerdik, sedikit saja lengah kemungkinan Ibu Tirinya akan lebih menekannya.


“ Aku… “ Ibu Tiri Raya atau Tante Rika mencoba membela dirinya.


Namun papa Raya terlanjur termakan perkataan anaknya,


“ Diam saja, tutup mulutmu dan jangan berisik! “ Marahnya memaki istrinya.


Sang istri hanya terkejut dengan perlakuan suaminya tidak menyangka jika hari ini Sang suami akan memarahinya terlebih lagi didepan anak tiri yang dibencinya.


“ Raya ! Jika kau berani menelpon, aku tidak akan memaafkanmu! “ Ancam papa Raya


“ Tapi semuanya telah terjadi, Alend tidak akan menikahi saya papa” Kata Raya.


Dengan tatapan memelas dan berkaca – kaca Gadis itu menatap sang ayah.


“ saya juga melakukan ini demi kebaikan papa dan Keluarga Mahesa! Kalau saya yang mengajukan mengakhiri hubungan pertunangan, setidaknya keluarga kita masih punya sedikit muka, daripada seperti ini…” Kata Raya tidak kalah keras kepalanya.


“ Kau…Kau…kalau demi kebaikan keluarga kita sebaiknya kau diam saja! Hubungan pernikahan kalian mempengaruhi apakah bisnis keluarga kita bisa bangkit Kembali! Papa sendiri susah payah membesarkanmu, apakah ini caramu untuk membalas budi? " Tanya papa Raya dengan nada panik khawatir putri benar – benar


keras kepala hendak membatalkan pertunangannya.


Ibu tiri Raya menepuk Pundak sang suami sekedar menenangkan sang suami.


“ Tenanglah suamiku, sudahlah ingat darah tinggimu bisa kambuh” Tegur sang ibu tiri dengan lembut.


“ Raya, papa tidak menyalahkanmu, kau akan berumur 20 tahun, ada beberapa hal yang sepantasnya tidak kau lakukan” Kata Tante Rika menegur Raya.


Papa Raya menutupi kedua matanya saking stresnya. Raya melihat Ibu Tirinya masih suka mencari muka,


“Aku harus membuatnya tahu siapa aku dan menegaskan siapa dia ! “ Kata Raya dalam hati.


Raya membuang muka tampak tidak suka dengan perkataan ibu Tirinya, sepintas perkataan itu terdengar bijaksana tetapi jika dipahami dengan baik maka akan ketahuan jika Ibu tiri Raya sedang memojokkan Raya secara halus.


“ Heh ini tidak ada urusannya denganmu! Memangnya kau siapa? “ Tanya Raya berkacak Pinggang.

__ADS_1


Alangkah kagetnya Ibu Tiri Raya mendengar bentakan dari anak tirinya.


***


__ADS_2