Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 56 - Ke Rumah Alend


__ADS_3

***


Sebelumnya.


Di episode yang lalu, Alend datang disaat yang tepat untuk menyelamatkan Raya dari keroyokan para Haters, dengan gagahnya Alend menjadikan dirinya sebagi tameng penghalang.


Semua orang terhenti akibat terkejut dengan kemunculannya.


" Ah.. Astaga!! " Mereka terkejut sendiri.


Raya menganga sejenak melupakan amarahnya, tidak disangka kemunculan Alend mengalihkan pikirannya. Dirinya melihat Alend basah dengan tumpahan minuman milkshake.


Kejadian itu bertepatan dengan iringan lagu " Youre Mine" Milik Alend yang tengah populer. Semuanya heboh dengan kemunculan Alend yang langsung melindungi Raya dan membawanya pergi dari gerombolan tersebut. Tidak ada yang menyangka Jika Alend akan datang melindungi tunangannya langsung.


Alend Langsung memakaikan jaket pada Tubuh Raya, sekilas bentuk tubuh Raya tercetak jelas akibat tumpahan air. Wajah Raya memerah malu akibat diperlakukan lembut oleh Alend.


Dia bagaikan Pelangi. Bagaikan Cahaya Bintang, bagaikan dewa pelindung


(Potongan Lagu Alend)


" Di saat emosiku sudah mau meledak, dia muncul melindungiku..."


Raya mengikuti saja kemana Alend membawanya. Keduanya langsung menjauh dari kerumunan orang dan kemungkinan berita ini akan muncul kembali di media gosip.


" Ayo Pergi.." Ajak Alend singkat.


" Kak Alend? Itu Kak Alend kan? "


" Astaga aku tidak salah lihat kan?? "


" Mengapa Kak Alend bisa muncul disini??"


Para Gadis yang mengeroyok Raya ketar ketir telah menyiramkan minuman ke idola mereka.


" My God! Aku tidak salah lihat itu? Aku malah melemparinya dengan milktea..." Kata salah seorang gadis nyaris menangis karena telah melukai idolanya sendiri.


" Mampusslah..."


Air muka para gadis itu sangat sedih melihat sang idola membela wanita yang mereka benci. Dengan genangan air mata mereka membiarkan Raya pergi seolah mengejek mereka (Padahal pada kenyataannya Raya tidak menengok sama sekali).


Setelah jauh dari mereka, Alend menengok Raya yang masih saja terdiam.


" Kuantar kemana? Rumah?" Tanya Alend lembut.


" Ah Tidak...." Raya masih terlihat muram.


" Kalau begitu ke rumahku, kau tukar pakaian dulu.." Kata Alend.

__ADS_1


" Baik..terima kasih Kak.." Ujar Raya termenung.


Salah satu kelembutan dia adalah tidak pernah menanyakan masalah internal keluarga Raya, Mungkin ini adalah jawabannya mengapa Raya (yang dulu) begitu menyukai Alend.


***



Raya masaih saja melamun ketika sudah sampai dirumah Alend. Ini kali pertama gadis itu kerumah tunangannya. Sepanjang perjalanan Alend diam seribu bahasa.


Oleh pelayan rumah, Raya diarahkan masuk lewat belakang rumah. Pelayan rumah tersenyum hangat menyambut. Tuan muda mereka membawa seorang gadis ke rumah, tidak pernah ada wanita luar yang pernah dibawa ke kediaman pribadi tersebut selain anggota keluarga yang mau berkunjung.


Raya langsung mandi ketika sampai di kamar.


" Ketika waktu itu kalau Kak Alend tidak muncul, aku mungkin sudah lepas kendali..." Raya masih merenungi tindakannya.


" Sudahlah...jangan terus memikirkan hal yang menjengkelkan ini! " Raya segera keluar dari Bathup dan mengeringkan tubuhnya.


Tidak ada pakaian yang bisa dipakai Raya, gadis itu tidak ingin hanya mengenakan bath towel saja. Rasanya tidak nyaman jika akan bertemu dengan Alend dengan bath towel saja.


Mata Raya tertuju pada lemari namun tidak menemukan sama sekali hal yang diinginkannya.


" Pakai ini saja ah..." Kata Raya muram.


Raya langsung memakai bath towel dan keluar dari kamar. Gadis itu celingak celinguk melihat suasana rumah itu. Nuasa putih sesuai dengan warna favorit pemilik rumah.


" Halo Nona Raya, Tuan muda menyuruh saya untuk memberikan baju ganti, rumah ini hanya ditinggali oleh tuan muda jadi saya hanya bisa memberikan baju tuan muda saja" Kata Pelayan itu dengan hormat.


" Anda boleh mengganti pakaian dikamar tamu saja, pakaian kotornya serahkan pada saya untuk di cuci " Kata Pelayan.


" Ah tidak perlu, pakaian kotornya akan kubawa pulang dan cuci sendiri saja"  Kata Raya menolak dengan sopan.


" Tidak perlu sungkan nona, Serahkan saja padaku.." Kata Pelayan.


" Baiklah terima kasih, maaf sudah merepotkan" Kata Raya agak sungkan.


Raya pamit mencari Alend.


Sang pelayan menatap Raya dari kejauhan.


"Gadis ini cantik sekali, tutur katanya juga begitu sopan, cocok dengan tuan muda, memang pasangan yang serasi" 


Raya segera mengganti bajunya, Ukuran pakaian yang diberikan pada Raya terlihat kecil, Raya menduga jika ini adalah pakaian Alend saat masih remaja.


" Ternyata pakaiannya masih longgar untukku...ternyata kak Alend tinggal sendirian di rumah ini...aku tidak pernah menemukan dalam ingatan Raya mungkin Raya tidak pernah ke sini..." Ujar Raya dalam hati.


Gadis itu menuruni tangga, (masuknya tadi lewat belakang jadi tahu bagian depan rumah Alend seperti apa)

__ADS_1


" AASTAGAAA...BESAR SEKALI!! LEBIH BESAR DARIPADA KEDIAMAN MAHESA..KEHIDUPAN ORANG KAYA!!! " Seru Raya tidak dapat menahan dirinya.



Raya masih dibuat menganga dengan tampilan rumah itu, sambil menghitung berapa lama dirinya akan mempunyai rumah semewah ini jika bekerja keras dari sekarang.


" Wah ada biskuit dan susu, aku jadi lapar..."


Raya melihat kertas yang tertulis MAKAN di dekat susu, menandakan jika susu dan cemilan itu tersedia untuknya.


" Makan..memang seperti orangnya! Singkat! Padat dan jelas! mmmhhh...manis juga...ini pasti sengaja  disiapkan untukku" Ujar Raya tersenyum.


saking menikmati sampai lupa sedang berdiri saat makan. Raya mengambil segelas susu. entah mengapa pikirannya melayang pada masa dirinya sebagai Karenina dulu. Entah mengapa hari ini dirinya selalu terbayang dirinya yang dulu.


Sejak dulu Karenina sangat tidak menyukai keramaian, banyak reporter yang hendak melakukan wawancara mengenai kemenangannya selalu ditolak dengan dinginnya. Tidak peduli orang menganggapnyaa sombong dengan sikapnya, Karenina jalan terus dengan pendiriannya."


"Kau adalah sang juara! Setiap tahun sang juara pasti menjadi menjadi berita terkini di seluruh dunia, semua orang ingin melihatmu!!"


Pernah ada temannya yang berkata seperti itu namun Karenina sama sekali tidak peduli. Tiba - tiba lamunan Raya buyar setelah  menyadari kedatangan seseorang dalam ruangan itu.


" Kak Alend?"


Alend seperti tersadar kembali, pria itu rupanya sejak tadi menperhatikan tingkah Raya


" Iya .." Jawabnya singkat.


Raya langsung mengitari Alend, tingkah konyolnya muncul. Alend merasa Raya mirip anak anjing yang tengah bermanja pada majikannya.


" Kak Alend, kali ini aku harus berterima kasih banyak padamu! Lalu susu dan biskuit di rumahmu enak sekali, lalu...lalu...rumahmu besar sekali!! Kau tinggal sendirian disini apa tidak takut hantu?" Tanya Raya dengan polosnya.


Alend duduk karena pusing dengan tingkah Raya, " Pergi sana dan duduk dengan tenang" ujarnya menutup wajahnya.


Raya menengok tempat yang ditunjuk Alend, Gadis ini mengangguk senang langsung duduk di dekat Alend. Tanpa diduganya ujung kakinya menekan remote TV yang tergeletak begitu saja disofa.


Perhatian keduanya langsung teralih pada TV  yang secara otomatis menyala. Berita didepan mereka tengah membahas mengenai kemenangan Karenina mengalahkan lawannya, Raya dan Alend tampak serius melihat pertarungan demi pertarungan Karenina hingga lawannya menyerah kalah.


" Wah tidak disangka diriku waktu itu keren juga ya..." Raya tersipu malu sendiri.


" Berikan remotenya padaku..." Pinta Alend.


" Kenapa? Jangan matikan..Lihat Dulu! " Tolak Raya menggenggam erat remotenya agar tidak diambil.


***


BERSAMBUNG


Lanjutannya akan diketik secara cepat ditengah malam. menunggu anak2 tidur semua..

__ADS_1


salam hangat.


Semoga selalu dalam lindungan Tuhan yang mahaaa esa.


__ADS_2