Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 25 - Tawaran Klub Wushu


__ADS_3

***


Semua terkejut melihat arah suara, siapa yang menyangka pemuda itu akan langsung datang ke kelas mendatangi Raya.


" Raya, apa kau berniat bergabung dengan klub Wushu?" Tanya Michel dengan senyumnya.


Raya menatap kedatangan Michel Sanjaya menarik perhatian semua orang. Githa sama sekali tidak menyangka jika Michel membela Raya.


Michel sangat jarang ke sekolah, berwajah tampan juga (walaupun tidak setampan Alend menurut Raya). Siapa sangka dirinya malah mengundang Raya bergabung Klub Wushu. Apalagi klub itu merupakan klub andalan kampus dan menjadi klub nomor satu pilihan mahasiswa. Banyak peminat namun hanya sedikit yang diterima saking ketatnya seleksi. Orang yang tidak punya bakat jangan harap bisa masuk disana.


" Mengapa Kak Michel mengajak Raya untuk bergabung dengan klu Wushu? memang Raya bisa apa? mengapa bisa sampai harus sampai kak Michel langsung yang mengundang " Tanya yang lain terheran - heran.


siapa yang tidak heran dengan tingkah Michel, pasalnya pemuda ini adalah ketua klub seni bela diri dengan spesifikasi Wushu. Dibawah kepemimpinannya, dirinya berhasil membawa klub Wushu itu juara selama 3 kali berturut - turut. Dengan keahliannya dirinya telah menempati juara 50 teratas tingkat profesional sedunia.


" Mengapa bisa dia mengundang Raya?"


Bisik - bisik orang bertanya disekitar Michel namun pemuda itu menulikan sepenuhnya kedua telinganya. Masa bodoh dengan orang lain. Raya adalah bakat yang tidak bisa dilewatkannya.


" Mungkin Michel sama seperti Pria yang sedang memuja Raya disosial media, Apalagi sekarang Raya semakin populer, apalagi para penggemar prianya sampai menjuluki wajahnya sebagai wajah cinta pertama! Menjijikan! Buta ya? masa tidak tahu jika Raya operasi plastik?"


Michel melewati begitu saja orang yang menggosipkannya, Hal ini semakin meyakinkan orang dalam ruangan itu jika Michel juga adalah tipe orang yang hanya melihat orang dari penampilan luar.


Raya terkenal karena statusnya sebagai calon istri Alend dan Alend tidak pernah membantahnya (tidak mengakui juga). Sekarang Raya didekati Michel yang dijuluki pangeran kampus dan langsung diajak secara pribadi untuk masuk klub nomor satu di kampus, kebanyakan orang dengan sinis mengatakan kelak Raya pasti akan merasa sangat besar kepala dengan sensasinya itu.


" Dek Raya, apa kau tidak ingin bergabung dengan klub Wushu kami? Kami selalu menjadi nomor satu setiap tahun setingkat universitas belum ada tandingannya..yang pastinya isinya adalah orang hebat bukan klub sampah! " Kata Michel.


Perkataan Michel ini sukses membuat Githa tertohok, mau membantah tidak berani ( takut kena kepret sebentar!)


Raya menatap tajam lurus ke depan tepat ke arah Michel yang berada didepannya. Gittah tidak tinggal diam, dia merasa harus segera menyadarkan Michel.


" Kak Michel, Raya pernah kurang ajar padamu! Mengapa kau masih merekrutnya? Apa kakak tidak salah orang?" Tanya Githa dengan percaya dirinya.


" Kau siapa ya?" Tanya Michel melirik tajam orang yang mengajarinya.


" Huuftt... Kak Michel suka bercanda, dua hari yang lalu kita bertemu direstoran Jepang.. Bukan itu masalah utamanya, Raya ini tidak punya bakat apapun selain menggoda pria, Klub Wushu adalah klu nomor satu dikampus ini, mengajak Raya berarti sama dengan mempermalukan klub" Kata Githa panjang lebar.


Michel malah marah mendengar perkataan Githa, semua orang boleh tidak mengetahui kemampuan Raya, nampaknya gadis ini berhasil menyembunyikan bakat bela dirinya dengan gosip miring dirinya begitu yang ada dipikiran Michel.

__ADS_1


" Bukan urusanmu! Orang luar klub tidak perlu berkomentar! " Suruhnya tegas.


" Baiklah, mari kita sambut anggota baru klub Wushu" Seru Michel pada anggota Wushu yang hadir bersama ketuanya.


PLok! Plok! Plok!


Semua anggota bertepuk tangan, " Mohon arahan ke depannya! " Sahut mereka ramai - ramai.


" Tunggu" Seru Raya perlahan.


Tepuk tangan berhenti, semua mata terarah pada Raya.


" Maaf aku tidak tertarik bergabung dengan kalian" Jawab Raya dengan tegas.


" Raya, kau harusnya bersyukur diajak bergabung langsung oleh ketua kami, jangan sok jual mahal! " Tegur salah satu anggota Klub Wushu yang kebetulan saat itu berada dengan Michel saat direstoran.


Raya menatap sinis, tangannya dikatupkan dan terdengar bunyi - bunyi Kratak - kratak dengan jelas.


" Aku memiliki temperamen yang buruk, kalian sendiri juga tahu kan? Bagaimana jika kita hitung - hitungan dulu contohnya hutang ketika kau menindas Abigail temanku" Tatapan mata Raya sangat menusuk melihat teman Michel itu.


" Sudahlah, ke depannya kita adalah teman satu tim klub! Jangan beginilah... " Kata Michel mendekati Raya


Pemuda itu membungkukkan badannya hendak membisikkan sesuatu ditelinga Raya, sedikit berharap jika Raya akan terpengaruh dengan gayanya seperti itu.


" Aku juga punya temperamen yang sangat buruk...nona kecil , bagaimana jika akamu bergabung dengan klub wushu dan kita akan menjadi jahat bersama - sama" Bisik Michel dengan nada kecil.


Raya menatap dingin tanpa ekspresi.


" Kau tahu, perkataanmu sekarang termasuk dalam kategori pelecehan" Jawba Raya dengan nada kecil pula.


" Iyakah? Apa jawabanmu kalau begitu?" Tanya Michel dengan nada kecil.


Keduanya terlihat berbisik - bisik tidak ada yang bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


" APA??? KAK MICHEL!! KAU SUKA PRIA??" Pekik Raya seolah terkejut.


Semua terperangah termasuk Michel sendiri.

__ADS_1


" Hah? "


" Karena klub Wushu kebanyakan pria kau takut tidak dapat menahan dirimu, maka mencari beberapa anggota wanita... oh ternyata demikian..." Kata Raya dengan wajah sepolos mungkin. Aktingnya terlihat sangat alami.


" Astaga Pantas saja! Dia anak orang kaya, populer, tampan tapi tidak punya pacar, begitu banyak wanita yang mengejarnya tapi tidak ada satupun yang diliriknya..." Githa menatap dengan wajah syok.


Rekan satu tim Michel menatap michel dengan wajah ketakutan dan memerah.


" Ternyata..ternyata dia...." dalam pikiran mereka berkecamuk berbagai macam hal yang mencari pembenaran tentang sikap ketua mereka.


" Meskipun aku kasihan denganmu tapi aku tidka tertarik dengan klub Wushu, coba tanya yang lain saja" Kata Raya menolak dengan nada prihatin.


" Apa yang kau katakan? Kenapa malah ..." Michel tidak dapat menyembunyikan gurat merah diwajahnya, secara otomatis dirinya menoleh ke arah rekannya. Secara otomatis rekan satu Tim Michel pucat dan memegangi salah satu bagian tubuhnya (Pantatnya).


" Kalian menutupi apa? Kenapa menjauh? cepat kembali..." Seru Michel marah.


Rekan Michel mundur perlahan mulai ketakutan, ada yang sebagian yang mulai percaya dengan perkataan Raya.


" Ups! Maaf aku tidak hati - hati mengucapkannya...." Kata Raya seolah sadar telah membuka rahasia.


Michel berusaha meredam emosinya, semakin dirinya menyangkal maka semua akan menyangka yang dikatakan Raya itu adalah kebenaran.


" Kak Michel, aku bukannya sengaja, kau tidak marah kan? Tidak apa - apa zaman sekarang semuanya sudah terbuka kok" Lanjut Raya semakin memprovokasi orang disekitarnya agar percaya.


" Baik! Baik! Raya, kau sangat berani...aku pasti akan membuatmu bergabung dengan klub wushu...ayo kita pergi! " Ajak Michel pada rekannya.


Semuanya beranjak pergi meninggalkan ruang kelas, Raya menjulurkan lidah sambil melihat kepergian Michel. Dirinya tidak ingin dipaksa untuk bergabung. Sekarang fokusnya bukan untuk itu, masih ada hal yang harus dilakukannya dan sementara telah dipersiapkan oleh Abigail.


 


***


BERSAMBUNG.


 


 

__ADS_1


__ADS_2