
***
Ibu Tiri Raya tidak berkutik menghadapi Raya,
" Ini semua karena kau terlalu memanjakan anakmu! Bicara saja masih salah, untuk apa sekolah tingi - tinggi! " Marah Pak Mahesa masih juga terus marah - marah.
Dirinya menghempaskan dirinya dikursi sekedar menenangkan emosinya, " Jangan harap kuliah di luar negeri! Mimpi saja sana!! " Desahnya gusar.
" Karena Alend sedang marah, lebih baik kita jangan sembarang bertindak, bahasan mengenai pernikahan harus kita tunda dulu....gosip sialan! " Marah Pak Mahesa masih saja Gelisah.
Pria paruh baya tersebut terdiam agak lama dan menarik napas perlahan. Dalam kepalanya terpikir satu solusi yang dapat mengatasi masalah keuangan Keluarga Mahesa sekarang.
" Jika demikian apa boleh buat... Perkembangan perusahaan Antareka dua tahun belakangan ini sangat baik, sebelumnya nyonya Paramita pernah berkata ingin menjodohkan putranya dengan Naura, Besok buat janji dengannya dan bawa Naura kesana, kau harus membuat Nyonya Paramita menyukaimu dan menetapkan pernikahan kalian segera.
Naura nyaris jatuh lagi gara - gara mendengar perkataan papanya. Apa papanya tidak memikirkan dirinya saat mengusulkan hal tersebut?. Ibu Rika terlihat tidak berdaya.
" Jangan Papa! Aku tidak mau menikah dengan pria tua itu!" Bantah Naura seperti hendak menangis.
Papanya terlihat tidak peduli, dalam kepalanya itu bisa menjadi solusi terbaik sementara waktu.
" Kau tidak berhak memilih! Siapa suruh kau tidak punya kakek yang memiliki latar belakang yang kuat! Jika kau punya mungkin kau akan bisa mempunyai calon yang lebih baik bahkan lebih baik daripada kakakmu! " Tegas Pak Mahesa berdiri, emosinya naik kembali saat melihat Naura membantahnya.
" Jangan pa! Aku mohon! Jangan Bawa aku ke sana" Pinta Naura akhirnya menangis memegangi tangan papanya.
" Kenzo anak Nyonya Paramita itu sudah berusia 30 tahunan, dia jelek dan playboy, aku tidak mau pacaran apalagi sampai menikah dengannya" Rengek Naura.
Pak Mahesa menarik tangan dari anaknya tidak peduli dengan rengekan sang putri.
" Papa!" Jerit Naura.
" Aku peringatkan, perusahaan Antareka akan mengadakan tender proyek besar yang sangat penting dan akan bekerja sama dengan kita, jika kau sampai merusak kerja sama kali ini, ke depannya jangan berharap bisa mendapatkan uang sepeserpun dariku! " Ancam Pak Mahesa.
BLAM! Pintu dibanting didepan Naura. Gadis itu terdiam, airmatanya mengalir nampak bekas tamparan papanya masih memerah disebelah kiri. gadis itu berbalik dengan wajah marah.
" RAYA!!! Kak Alend sama sekali tidak menyukaimu! Mana mungkin dia peduli apakah kau operasi plastik atau tidak!! Kau menjebakku didepan papa" Tunjuka Naura murka.
Raya tertawa kecil seolah tidak merasa bersalah, tidak nampak jika Raya takut dengan kemarahan Naura.
" hehehe, kau bisa menggosip sesukamu, aku juga bisa melakukan hal yang sama, lihat! Siapa yang lebih hebat! Kusarankan jangan buang - buang waktu untuk mengurusiku, kita bukan dari ibu yang sama, aku tidak akan mungkin baik padamu" Kata Raya berbalik badan.
Gadis itu merasa tidak seru lagi untuk berkelahi dengan saudara tirinya. Dari kejauhan Naura semakin murka.
__ADS_1
" Raya!! Jangan sombong! Alend Bagaskara tidaka mungkin akan menikah denganmu!! Kupatikan kau tidak akan memperoleh apapun setelah perjanjian pernikahan kalian hangus! Kau tidak akan punya posisi dirumah ini selamanya!! " Teriaknya.
Raya hanya menganggapnya sebagai angin lalu, menatap sebentar memberi ejekan lewat ekspresi dan masuk ke kamarnya.
Naura kesal tidak tau harus berbuat apa untuk melampiaskan kemarahannya, ibu Rika mendekati anaknya.
" Kita telah meremehkannya selama ini..." Desis ibunya.
" Dia bukan apa - apa! Dia tidak punya kemampuan apa - apa !! Atas dasar apa dia terus berdebat dengan kita?? " Bantah Naura.
" Naura sayang, sudah kukatakan berulang kali jika kau lebih pandai dari Raya, tidak perlu emosi karena hal kecil, kedepannya kau masih harus membantu kakakmu mengurus perusahaan, Keluarga ini milik kalian! Memangnya kenapa jika tidak memiliki kakekk yang berlatar belakang kuat? Mamamu ini sekarang adalah nyonya besar disini, Tenang saja putriku, mama Pasti akan membuat kau dan kakakmu menjadi manusia kasta teratas! " Kata Ibu Rika dengan tatapan tajamnya.
" Ma..mama... " Kata Naura tertegun.
Pipinya masih berdenyut sakit akibat tamparan tadi.
***
Dalam kamarnya, Raya sibuk berolah raga. Mulai dari sekarang, Gadis itu memulai kebiasaan untuk berolah raga demi kebugaran tubuhnya.
Sambil berolah raga, Raya berdiskusi dengan Abi mengenai peristiwa penjahat tadi.
" Kau sudah keluar dari kantor polisi? Apa saja yang ditanyakan polisi? Penjahatnya bagaimana? masih melawan? " Tanya Raya tidak sabar.
Raya sibuk mendengarkan sambil berolah raga. Kakinya tengah diangkat ke atas menekan dinding kamarnya. Telinganya menangkap setiap perkataan Abi.
" Kau tahu tidak? Polisi sangat berterima kasih karena aku telah membawakan penjahat itu untuk mereka! Aku dianggap menyelesaikan masalah besar mereka, bagus kan? " Kata Abi dengan semangat. Pemuda itu senang sekali mendapat pujian dari polisi tadi.
" Terima kasih telah membantuku Abi! " Jawab Raya dengan wajah senang.
" Ini jelas perbuatanmu...aku jadi malu mengakuinya atas namaku! Selain itu di antara kita tidak perlu berterima kasih " Sahut Abi dengan wajah malu akibat dipuji.
Ada hal yang membuat pemuda itu penasaran, Sejak tadi Raya hanya kedengaran suaranya. Abi tidak melihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh sang sahabat.
" By the way...kok kau tidak melihat wajahmu? Kau lagi apa? " Tanya Abi.
" Oh Tunggu sebentar" Jawab Raya. Gambar ponsel bergoyang tidak jelas fokusnya kemana.
Alangkah terkejutnya Abi saat melihat pose Raya yang tengah bertumpu dengan kepalanya. Kepalanya dibawah dan kakinya diataas.
" Aku sedang berolah raga, sekedar merenggankan otot sebelum tidur " Jawab Raya. Kini Ponsel terletak tepat didepannya.
Abi terkejut, sang sahabat tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya selama ini.
__ADS_1
" Kau berolahraga? Sejak kapan seperti ini? Ngomong - ngomong gimana Naura? Apa dia menyusahkanmu saat kembali tadi?" Tanya Abi.
" Tidak, aku memberitahu papa tentang apa yang dilakukannya, papa menamparnya dengan keras!" Jawab Raya.
" Hebat! Wanita jahat itu pasti tidak akan sembarangan lagi membuka mulutnya " Sahut Abi sangat gembira.
" Lalu apa rencanamu menghadapi komentar - komentar para netijen? Apa sudah ada rencana untuk menyelesaikannya?" Tanya Abi bertambah semangatnya.
" Aku juga tidak tahu" Jawab Raya menjungkirbalikkan dirinya kembali seperti semula dan meraih ponsel ditangannya.
" Sebenarnya aku ada cara!" Kata Abi.
Raya menatap bingung, apa yang sedang dipikirkan sahabatnya dengan otak kapasitas seadanya itu.
" Mereka terus - terusan menggunakan gosip operasi plastik untuk merusak reputasimu, kalau begitu kita buktikan jika kau tidak pernah melakukannya, dengan begitu masalah akan langsung selesai" Kata Abi dengan nada misterius.
" Bagaimana membuktikannya? Apa aku harus ke rumah sakit?" Tanya Raya.
" Aku akan mempersiapkannya terlebih dahulu, detailnya esok baru ku kasih tahu dikampus...hihihi" Jawab Abi dengan tawanya yang tidak biasa.
Raya menatap dengan ekpresi bingung. Apa yang akan dilakukan sahabatnya kali ini.
***
BERSAMBUNG
Halo pembaca sekalian, ada yang mau Naya jelasin ya..
Novel ini adalah karya kepenulisan dari NT (kalian tahu singkatannya kan?), Singkat cerita, Naya diberi kepercayaan untuk mengadaptasi sebuah cerita komik menjadi sebuah Novel dengan syarat dibuat sesuai dengan keadaan yang ada di Indonesia, Beberapa cerita dan tempat berbeda walaupun plot ceritanya sama (Naya tidak bisa lari dari cerita karena ini adalah adaptasi tidak boleh terlalu melenceng dari cerita aslinya).
Naya harap pembaca sekalian memahami dan tetap bisa menikmati cerita ini walaupun sudah pernah membacanya dalam bentuk komik. Naya juga tidak pernah mengaku - aku jika ini adalah karya Naya dan sesuai dengan Saran editor maka Diawal cerita Sinopsis nya sengaja ditulis dengan huruf besar semua jika ini adalah Misi karya kepenulisan yang diberikan editor NT. Naya mengadaptasi cerita ini dengan izin resmi dan memenuhi misi yang diberikan oleh NT.
Wah ga sadar Naya sudah panjang lebar, ceritanya dilanjut depan yak! Maaf masih sibuk dengan kegiatan emak-emak anak 3 dan aktifitas baru (kuliah) . hahaha biarpun emak-emak tetap terus belajar . Bantu Yak!
Mohon dukungannya untuk Novel Naya Yang lain. Baik yang akan rilis maupun yang telah tamat.
Kalian bisa melihatnya pada gambar dibawah ini..kalau ini karya Original Naya semua hehehe...
Makasih semua..
Ini Daftar Novel Naya yang membutuhkan dukungan kalian semua...
__ADS_1