Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 53 - Hati - hati!


__ADS_3

***


" Ayolah ceritakan padaku apa yang terjadi  di lokasi? Mengapa kau sampai seperti ini?" Tanya Asisten Revan.


Revan menghela Napasnya, Dirinya bercerita pengalamannya syuting dengan Raya. Tadinya Revan mengira bisa menunjukkan kehebatnnya dihadapan Raya, siapa sangka hasilnya malah sebaliknya.


" Mybaby dari yang imut - imut berubah menjadi pendekar kuat, setiap gerakannya dikendalikannya dengan santai"


" Hah?? benarkah? Raya pandai beladiri? Kenapa aku tidak pernah medengar hal ini sebelumnya ya? Padahal aku sudah menyelidikinya karena akan menjadi lawan mainmu" Kata Asisten Revan bengong.


" Pagi hari aku masi dengan Pedenya bilang akan melindunginya... alhasil dia ternyata master dan aku hanyalah pemula..." Kata Revan menunduk.


Kemarin dirinya buru-buru pamit dari Raya karena tidak dapat menahan rasa malunya.


" Ya Sudahlah...Tapi masih ada kesempatan lain..lihat ini! Kalau mau masih mau menunjukkan sisi jantanmu padanya....ada kesempatan didepan mata" Kata sang asisten.


Seketika semangat Revan langsung mengalami peningkatan.  Apa yang bisa membuatnya terlihat hebat didepan Raya sekarang ini adalah hal yang terpenting. Mata menatap layar ponsel, bingung dengan perintah sang asisten setelah membaca rasa amarah perlahan langsung merayapinya.


" BAJINGAN!!!! KENAPA MAREKA (NETIZEN) SEMBARANGAN MEMAKI MYBABY! SIAPA YANG MEMUTARBALIKKAN FAKTA BEGINI!! " Revan langsung mencak - mencak.


Pemuda itu langsung bangkit hendak keluar dari rumah, Asisten Revan kerepotan menghalanginya. Bagaimanapun Revan masih berusia 17 tahunan, emosinya masih labil belum dapat mengontrol diri.


" Jangan menahanku! Aku akan kesana menyumpal mulut mereka! Aku akan berkelahi dengan siapapun yang memaki mybaby! Biarkan mereka merasakan kehebatanku!! "


" Tunggu Sebentar!! Aku memperlihatkan ini padamu bukan untuk menyuruhmu bertengkar dengan orang lain, maksudku sekarang ini Raya pasti menderita dan tertekan sekarang, kau bisa menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan rasa simpatimu padanya" Kata Asisten.


" Oh iya! masuk akal..aku akan segera DM dia ..." Kata Revan buru-buru mengambil ponselnya sementara asistennya bernapas lega.


Revan asyik mengetik chat untuk Raya sambil bersiul Riang.


[Room Chat]


Revan: Apa ada yang bisa kubantu? Aku sudah mendengar beritanya? jangan sungkan mengontakku


Tidak lama terlihat Raya sedang mengetik balasan. Revan senang dengan respon tersebut berharap mendapatkan balasan yang diinginkannya


Raya: Tidak Perlu.


Satu kalimat singkat membuat Revan syok.


" Hah?" Revan tidak dapat berkata apapun lagi. Raya menolak bantuannya.

__ADS_1


***


Di dalam mobil Raya sedang duduk baru saja menulis balasan untuk Revan. Raya tidak ingin Revan terlibat dengannya. Apalagi karir Revan baru saja menanjak.


" Tidak usah terus membaca komentar haters..semakin dilihat semakin sedih jadinya" Tegur Abi.


Abi sedang mengendarai mobil sedari tadi dirinya melihat Raya terus fokus pada ponselnya.


" Iya aku tidak lihat..." Kata Raya menaruh ponsel disampingnya.


Baru saja diam, ponselnya berdering kembali, Raya menengok nama Tantri muncul dilayar.


[on dialing]


Tantri:  Aku sudah mengetahui masalah hari ini.. aku akan bantu untuk menyelesaikannya


Raya:  Apa kakak berencana akan menyelesaikannya dengan uang?


Tantri: Iya! Hanya bisa demikian. Sekarang yang paling penting kau jangan sampai terganggu dengan pemberitaan ini, fokus saja pada aktingmu..


Raya: Tidak! Jangan lakukan hal itu!! Aku tidak suka.


Raya : Aku memang tidak bersalah. Jangan membantuku dengan cara itu! Aku akan menyelesaikan dengan caraku sendiri


[End Dial]


Raya memutuskan sambungan telepon, memotong perkataan Tantri. Wanita itu tidak dapat menyembunyikan kecemasannya akan berita yang menimpa Raya.


" ckckc Sangat keras kepala, lugu..polos itu barulah kau Raya! iya memang...kau tidak bersalah, juga tidak perlu membuktikan tapi dunia entertaiment memang seperti ini" Keluh Tantri memegang kepalanya.


Didalam dunia entertaiment jika ada isu miring sedikit saja pasti akan menodai reputasi seseorang, jika tidak segera membuktikan atau memjelaskan maka semua tidak akan mau tahu. Siapa yang memliki latar belakang kuat maka dialah yang akan berkuasa.


" Hmm mengapada didunia ini ada orang sepolos dirimu...baru selesai satu masalah, ada lagi masalah yang lain..." Keluh Tantri.


***


Keesokan harinya.


Headline berita muncul dengan kabar terbaru yang tidak kalah memanaskan situasi.


~CLARISSA MENANGIS TENGAH MALAM KAREN PERANNYA DIREBUT~

__ADS_1


#Clarissa dikabarkan menangis tengah malam karena sedih perannya direbut# kemarin malam ditemui disebuah restoran Clarissa sedang bersama temannya, wanita cantik ini kehilangan nafsu makan, terus menangis, tidak terdengar jelas apa yang dikatakannya dalam keadaaan itu, bisa dipastikan ini dikarenakan perannya yang telah direbut olah Raya, kasihan sekali dirinya tampak kurus, belakangan ini hidupnya pasti sangat menderita.


(Menurut kalian kalau membaca headline seperti ini tanpa tahu situasi sebenarnya apa yang akan kalian lakukan? Pasti secara otomatis akan memaki Raya tentu saja).


Seketika berita tersebut langsung menarik simpati dari Netizen dan menambah haters Raya. Banyak komentar jahat yang diterimanya tidak tanggung-tanggung hingga menyulitkan Tantri untuk menutup aksesnya. Tantri dan Abi geram luar biasa namun Raya masih tetap diam tanpa merespon apapun, seolah pemberitaan tersebut tidak berarti baginya.


Banyak suara - suara yang menyuruh Raya keluar dari dunia entertaiment dan mengancam akan memblokir Raya dimanapun.


Sementara itu dilokasi syuting, Clarissa menjelaskan pada orang yang bertanya padanya mengenai arti tangisannya karena kru dilokasi syuting tahu persis jik aberita diluar itu tidak benar, Raya tidak pernah merebut peran siapapun.


Revan juga tidak mau hal itu berlarut bermaksud untuk mengklarifikasi hal itu pada Clarissa.


" Kemarin malam temanku sakit, aku mendengar ceritanya menjadi sedih sampai meneteskan air mata, ini sama sekali bukan karena peranku direbut...aku bukannya sengaja" Kata Clarissa dengan sok sedih.


" Lalu mengapa kau tidak menjelaskan semua kenyataan ini?" Tembak Revan langsung to the point.


Clarissa agak gugup jadinya " Perusahaan sedang menyiapkan konferensi pers besok" Jawabnya.


" Lho bukannya kau bilang hari ini? kemarin kau bilang begitu kan? " Tanya Abi sinis. Kebetulan Abi memang hendak bertemu dengan Clarissa untuk mengkonfirmasi sesuatu.


" Ini semua keputusan perusahaan, aku tidak berdaya, tolong sampaikan pada Raya untuk tidak bersedih dengan berita ini" Lanjut Clarissa bersimpati.


" Raya tidak sedih seperti yang kau katakan...sekarang malah sedang syuiting adegan" Bantah Abigail.


" Hah? Aku kira dia istrahat..." Tanya Revan heran.


tadi pemuda itu mencari Raya dilokasi syuting namun tidak menemukan Raya. Abigail datang ke Lokasi untuk memastikan perkataan Clarissa kemarin, apakah memang perusahaan akan melakukan konferensi pers?


Raya sedang syuting adegan berkuda dan pertarungan massal, adegan itu merupakan adegan yang paling intens dan membutuhkan lokasi syuting yang lebih luas sehingga Raya harus syuting keluar kota.


" Aku akan pergi melihatnya! Bean, ambil makanan ringan yang sudah kusiapkan!! " Suruh Revan berbalik.


Pemuda itu bersama asisten Naik Mobil untuk menyusul Raya dilokasi syuting hari ini.


Abi melirik Clarissa, ada tampak senyuman aneh tersungging begitu saja dibibir wanita itu.


" Bisa kita bicara? " Tanya Abi.


***


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2