Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 62 - Casting


__ADS_3

***



Raya tidak terlalu peduli lagi dengan pemberitaan yang ada mengenai dirinya. Sejak menjadi Raya, gadis itu sudah belajar terbiasa dengan hinaan dan Fitnahan yang tidak jelas.


" Aku tidak mau dengar.. terserah merekalah...mereka yang paling benar...tidak ada urusannya denganku lagi..." Kata Raya berbaring sambil melahap lolipopnya.


" Kau kenapa?" Tanya Abi


" Aku lelah sekali... " Ujar Raya.


Gadis itu tidak menceritakan perihal  pembahasan yang dikatakan Tantri. Hari ini dirinya harus memulai kembali menata hatinya, walaupun Raya (asli) yang mengalami patah hati toh tetap saja hal itu dirasakan olehnya juga. Karenina harus "merawat" Hati Raya lagi.


***


Keesokan harinya.


Karena sudah menandatangi kontrak kerja dengan Galaxy Entertaiment, Raya diharuskan untuk melakukan pelatihan agar dirinya tidak hanya mengandalkan sensasi untuk popularitas. Kemampuannya dalam seni bela diri adalah bekal awal selanjutnya dirinya harus mengasah diri dibidang yang lain. Artis itu tidak hanya harus cantik tapi juga punya kualitas, begitulah Galaxy Entertaiment dalam perekrutan artisnya.


Saat sampai dikantor, Raya diminta untuk masuk dalam ruangan interview dimana dirinya akan dinilai oleh 3 orang dibidang nya.


" Kami akan mulai melakukan penilaian tahap awal arah perkembanganmu...yang pertama adalah penampilan" Kata salah satu juri disitu.


Raya merasa tidak nyaman berhadapan dengan orang dihadapannya. Lebih dari 10 menit mereka terdiam menatapnya dari atas hingga ke bawah, dirinya diminta untuk berdiri dan berputar beberapa kali.


" Aku bersumpah, dikehidupan sebelumnya (Saat menjadi Karenina) kalau ada yang terus melototiku, aku akan menghajarnya sampai babak belur..." Kata Raya tidak nyaman.


Setelah dinilai penampilan, juri membuka lembaran penilaian berikutnya.


" Berikutnya adalah kualitas suara..."


" Tidak perlu! Kita tidak perlu mengembangkannya ke arah penyanyi.." Potong salah satu juri dengan cepat sambil menatap Raya dengan agak tajam


" Orang yang tidak mengerti nada musik tidak mungkin akan menjadi penyanyi, ke depannya jika butuh menyanyi langsung saja cari ahli penata musik saja..." Lanjut Tantri yang berada disitu. Dirinya mendampingi para juri untuk melihat hasil penilaian Raya.


" Astaga tidak perlu sejujur itu juga kak... bukannya aku juga harus menjaga imageku" Desis Raya dalam hati.


Penilaian beralih ke masalah akting, Tantri lagi - lagi membantahnya dengan mengatakan jika dirinya pernah mendengar Alend mengatakan kalau Akting Raya tidak lebih baik dari anak Sekolah Dasar.


" Aku tidak tau harus menaruh wajahku dimana...didepan mereka sepertinya aku tidak punya harga diri lagi..." Keluh Raya.


Tantri terdiam sambil membaca berkas Raya, Wanita itu tahu jika Raya sudah punya reputasi sekarang malah sudah ada fans klubnya, sehingga Raya tidak perlu lagi promosi atau iklan yang berlebihan mengenai dirinya. Raya hanya butuh sebuah karya dimana dirinya bisa diingat orang.


" Aku punya rencana lain  untuk pemeran utama film "Defloration" (Film Clarissa kemarin), ada beberapa calon, setelah ini nanti baru kita pilih." Ujarnya

__ADS_1


" Baik.."


Casting selanjutnya Raya dinilai dari segi kepribadian baru akan melakukan casting para juri langsung membatalkan.


Bukannya semua orang mengetahui kepribadiannya?


" Uhuk-uhuk! Sudah diputuskan Kalau Raya lebih bagus diarahkan pada Film action, polos begini juga tidak apa - apa, tidak perlu akting yang susah, jika artis baru membutuhkan pencitraan maka Raya sudah tidak usah lagi karena sudah terkenal oleh orang" Kata Tantri


Raya hanya mengangguk saja dengan perkataan para juri yang menganjurkan dirinya untuk tidak lagi berdandan menor, tidak usah memamerkan kekayaan, tidak bisa asal bicara ataupun selalu membawa nama Alend disetiap langkah karirnya.


Akhirnya Tantri memilih seorang artis muda berbakat untuk menggantikan Clarissa. Artis wanita yang dianggap profesional dan mampu mengimbangi akting aktor yang lain. Sudah diputuskan jika Mikha (nama artis tersebut) akan menjadi pemeran wanita pertama.


Raya tersenyum, pemilihan Mikha juga ini diambil dari pertimbangannya, Tantri jadi tertarik pada Mikha setelah Raya mengatakan kesannya terhadap Mikha sehingga merekomendasikan artis muda tersebut.


Semua orangpun memiliki kesan yang baik terhadap masalah ini dan semua berakhir dengan baik. Raya bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai stuntman wanita dengan tenang.


Mikha sangat profesional, Sutradara dan kru sangat menyukainya. Syuting berjalan dengan lancar. Mikha paham sedkit mengenai teknik bela diri dan berusaha melakukan gerakan silat dengan seprofesional mungkin dan menyerahkan pada Raya jika ada adegan sulit untuk ukuran pemula sepertinya.


Raya menjadi artis pertama yang menyelesaikan adegannya, sehingga sutradara mentraktirnya dan semua kru untuk merayakan perpisahan dengan Raya. Saat adegan sudah selesai maka Raya sudah tidak perlu lagi datang ke lokasi Syuting.


" Pekerjaan pertamaku, walaupun awalnya bermasalah tapi endinganya sangat manis.." Kata Raya mengangkat minumannya untuk bersulang dengan yang lainnya.


Ditengah kegembiraan itu, Revan malah merasa sedih.


" Baby (panggilan Sayang Revan pada Raya), kau jangan pergi terlalu jauh..jangan lupakan aku" Kata Revan seperti akan menangis.


" janji ya! Jangan lupakan aku..." Tangisnya.


Tidak jauh dari tempat itu, Asisten Revan menepuk wajahnya.. Image Revan yang cool serasa jatuh ke tanah. Yang ada sekarang Revan seperti anak kecil yang akan dipisahkan dari ibunya.


***



Raya kini sudah berada di Bandara Cengkareng, hari ini dirinya akan terbang ke Sidney, dengan masker dan topi untuk melindungi dirinya dari penggemar yang mengenalinya.


" Seharusnya tidak akan ada yang mengenaliku..aduh panas sekali.." Keluh Raya.


Pesawat berangkat menuju tujuan, Raya sengaja tidak mengajak siapapun dan tidak memberitahu tujuan perjalannya kali ini. Pada Abi Raya hanya pamit liburan untuk melepaskan rasa Frustasinya.


Setelah menyelesaikan pekerjaan pertamanya, Tantri tidak buru - buru untuk mencarikan Raya pekerjaan baru. Dalam hatinya memahami Jika Raya sebenarnya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri pasalnya patah hati dengan Alend yang ternyata telah memiliki pujaan hati.


Baiknya Tantri, setelah mengetahui jika Raya kabur drai rumah, wanita itu memberikan Gaji Raya diawal sehingga Raya memiliki cukup uang untuk terbang ke Sydney mengambil barangnya di "rumahnya".


Yap! Hari ini Raya akan kembali ke rumah Karenina.

__ADS_1



Saat sudah sampai diapartemennya, Raya merasakan seperti telah kembali.


Apartemen Karenina bisa dikatakan mewah dengan nuansa sederhana dan minimalis.


" Tidak ada perubahan apapun..." Katanya sambil mengelus furniture apartemennya.


Raya membuka jaket dan penutup wajahnya. Dirinya langsung beranjak menuju kamarnya. DIsisi kamar ada tempat rahasia yang menyembunyikan brangkasnya. Raya hapal betul password brangkas tersebut.


Ditekannya angka yang menjadi pin brangkas.


dan


Ceklek!


Brankaspun terbuka


Raya menatap isi brangkasnya terdapat setumpuk dolar, Mata gadis itu tampak mencari sesuatu yang penting, dalam brankas tersebut terdapat sebuah fotonya bersama orangtuanya, matanya langsung menemukan sebuah kalung Giok.


Dengan segera Raya meraihnya lalu menyimpannya dalam sakunya. Foto seorang pria dan wanita bersama anak perempuan. Wajah pria itu samar tapi mirip dengan Alend. Raya mengambil foto dan kalung giok itu dan meninggalkan yang lain dalam brankas.


" hmmm... ada dua benda ini sudah cukup"


Kata Raya dalam hati.


Melihat segala hal disini memang terasa seperti berada dalam dunia yang berbeda... tidak adda aura kehidupan sama sekali, tidak ada kehangatan sama seperti masa lalu tidak ada perubahan.


Setelah mengambil satu - satunya benda yang paling berharga, aku merasa disini seperti sudah tidak ada yang dirindukan, hanya sebuah tempat persinggahan saja... Tidak ada kerabat...aku tidak tahu apakah ini masih bisa disebut rumah...


Raya membuka jendela untuk mengganti udara didalam, rasa sesak dalam dadanya muncul tidak bisa ditahannya.


Srak!


Gadis itu menyibak gorden dan membuka pintu dan jendela menuju balkon rumahnya


" Hummm... sampai jumpa..." Ujarnya bicara sendiri sambil menatap pemandangan kota.


mungkin dirinya akan kembali tapi akan memakan waktu yang sangat lama.


" Raya? "


Terdengar suara sapaan dari sebelah, rasanya tidak asing lagi ditelinga Raya.


Alangkah kagetnya Raya saat melihat, Alend tengah menatapnya dari balkon sebelah.

__ADS_1


***


BERSAMBUNG


__ADS_2