
Mohon dukungannya biar semakin semangat UP, terima kasih untuk yang sudi menekan tombol likenya hehehe
***
“ Heh ini tidak ada urusannya denganmu! Memangnya kau siapa? “ Tanya Raya berkacak Pinggang.
Alangkah kagetnya Ibu Tiri Raya mendengar bentakan dari anak tirinya.
Airmata mengalir dari wajah sang ibu tiri, Raya tahu jika ibu tirinya kini sedang berakting memperlihatkan seolah terluka dengan perkataannya barusan.
“ Walaupun aku bukan mama kandungmu tapi aku selalu menyayangimu dan memperlakukanmu sebagai anak kandungku! Kalau kau tidak mendengarkan teguranku tidak apa – apa, tapi kau masih memperlakukanku sebagai itu….akhh… “ Sang ibu tiri mulai menangis
“ kurang ajar sekali kau, padahal mamaku sudah sesayang itu padamu! kau yang melakukan kesalahan masih saja melimpahkan kekesalanmu pada orang lain! Kau selalu membuat papa dan mama marah ” Tegur saudari tiri Raya dengan marah ikut memanaskan situasi.
Haa…benar – benar satu keluarga…
Raya menatap dengan ekpresi jijik, di kepalanya muncul kenangan – kenangan mengenai perlakukan ibu tiri dan saudara tirinya, Jika dulu Raya hanya bisa beremosi dan kalah berargumen kali ini gadis itu tidak mau kalah acting dari para Wanita perebut kebahagiannya.
Raya melangkah hendak pergi tetapi dirinya ingin memberikan perlawanan terlebih dahulu,
“ Kau memang bukan mama kandungku! Kau mengusir mamaku, aku sungguh membencimu! Aku akan ke Amerika untuk mencari mamaku! “ Kata Raya menuju pintu.
Kita lihat acting siapa yang bisa mempengaruhi papa?
Papa Raya ketar ketir melihat Raya serius hendak membatalkan pertunangannya dengan Alend, Tidak ada harapan lagi untuk bisnis keluarganya jika Raya masih tidak berubah pikiran.
“ Raya…Raya Tunggu Papa! “ Seru Papa Raya.
Seolah tidak mendengarkan panggilan papanya, Raya terus melangkah keluar rumah. Dengan mantap gadis itu membuka pintu lalu keluar.
“ kau dibesarkan oleh papamu! Mama kandungmu sama sekali tidak peduli denganmu, untuk apa mencarinya? “ Teriak Ibu Tiri Raya.
Diluar Raya dihalangi oleh kepala pelayan. Nampaknya kepala pelayan itu mengetahui apa yang terjadi didalam, dengan segera menghalangi jalan Raya.
“ Nona? “ Katanya mencoba menghalangi jalan.
__ADS_1
Kenangan Raya akan mamanya muncul Kembali, kali ini Raya melihat seorang gadis kecil tengah menangis sendirian karena ditinggal mamanya. Dalam hati gadis kecil itu terluka dan terus bertanya mengapa mamanya meninggalkannya.
Raya termenung sejenak, kenangan itu membuat emosinya naik Kembali.
“ Apa kau tahu (mulai melupakan Bahasa formalnya) bagaimana Wanita itu menindasku? Setiap kali aku pulang ke rumah, Wanita pelakor ini sengaja menyuruh Bibi minah ( Nama pelayan dirumah itu) untuk tidak memasak ! Wanita itu dengan tidak tahu malu sembarangan mengambil barang yang ada dikamarku! Masih berani bicara anak kandung? APA INI PERLAKUAN TERHADAP ANAK KANDUNG!!! “ Marah Raya.
Ibu Tiri Raya terdiam, dirinya terkejut karena anak tirinya ini tidak pernah melawan, alih – alih melawannya, Raya lebih suka melawan papanya dengan berbuat ulah.
“ Bagaimana kau menjadi seorang ibu!! Kau yang mengatur pelayan, mengapa bisa ada pelayan seperti itu?? “ Marah Papa Raya tetapi nampak tidak terkejut dengan perkataan Raya. Kemungkinan besar lelaki paruh baya itu tahu perlakuan sang istri.
Ibu Tirinya hendak mengelak namun tidak bisa membantah,
“ Raya adalah putriku! Kalau Bi Minah tidak bisa menghormati Putriku, suruh dia keluar dari rumahku!!! “ Bentak Papa Raya.
“ Baik” Jawab Sang ibu tiri dengan suara seperti tercekik.
Raya diam menatap sekelilingnya. Diam – diam kepala pelayan memberi kode pada penjaga keamanan. Dengan kedipan mata langsung dimengerti oleh penjaga tersebut dengang anggukan kepala.
Penjaga tersebut membuka gembok kunci kurungan yang mengunci seekor anjing jenis Rottwiller. Jenis anjing tersebut sering dijadikan sebagai anjing penjaga karena merupakan jenis anjing berotot yang gahar. Perlu seseorang yang ahli untuk melatih anjing jenis ini, Jika tidak dilatih dan diberi perhatian, mereka dapat menjadi agresif, yang mengarah ke perilaku yang berpotensi berbahaya, Anjing ini sama seperti anjing umumnya akan menjadi sangat setia pada majikannya.
Anjing tersebut menggeram langsung mencari mangsanya setelah dilepaskan dari kurungannya. Dalam pandangan mata anjing tersebut terdapat beberapa orang potensial yang menjadi mangsanya. Secara naluriah Anjing tersebut langsung menyerang kea rah Raya.
Kepala pelayan mengetahui hal tersebut, menahan Raya sebisa mungkin agar anjing Rottwiller dapat menggigit Raya.
GUK …Grrr….grr…
“ upss…aku sudah tidak bisa menahannya “ Kata seseorang.
Raya waspada mengetahui adanya bahaya yang mengintainya. Saat dirinya berbalik menengok seekor anjing dengan ganas tengah menuju ke arahnya secara cepat.
Raya langsung berbalik menjadikan kepala pelayan sebagai tamengnya. Dengan sedikit dorongan sikunya, Raya membuat Kepala pelayan terjungkal tidak siap. Akibatnya Sudha bisa dipastikan, anjing tersebut langsung menggigit kaki kepala pelayan.
“ Pak Guntur!!! “
__ADS_1
Semuanya berteriak kaget, penjaga keamanan cepat – cepat langsung menangkap anjing itu agar tidak melukai yang lain.
“ Apa yang kalian lakukan sebagai penjaga keamanan??? Mengapa bisa ada anjing masuk ke rumah ini!!! “ Teriak Papa Raya Marah.
Bukan Raya Namanya jika tidak memanfaatkan situasi untuk menegaskan dirinya di depan keluarganya.
“ Papa, sudah sejak dulu saya ( menggunakan bahasa formal Kembali ) bilang jika Niko (nama anjing) adalah anjing ganas dan susah dilatih! Cepat atau lambat akan menyerang tuannya, Sebaiknya anjing ini dibuang saja daripada kita akan dicelakainya ! “ Kata Raya dengan wajah dibuat sekhawatir mungkin padahal dalam hatinya berkata lain.
“ Buang Anjing ini!! Kedepannya di rumah ini tidak diizinkan untuk memelihara anjing!! “ Kata Papa Raya masih dengan nada marah.
“ Papa! Itu adalah anjing kesayangan kakak! “ Kata Saudari tiri Raya hendak membantah keputusan papanya.
“ Naura… “ Terdengar teguran perlahan dari mamanya memotong perkataan putrinya. Wanita itu tidak ingin jika Naura putrinya akan mendapatkan kesan buruk dari papanya.
“ Tidak usah bicara lagi, dengarkan saja kata papamu “ Ujar sang mama pelan.
Saudari tiri Raya yang Bernama Naura menggigit jari saking marahnya,
Sial…mengapa tidak menggigit Raya! Nicholas ( Anjing ) sudah dilatih kakak dengan baik…sebelumnya selalu mengejar dan menggigit Raya, kenapa hari ini bisa salah gigit sich!
Bukan main kesalnya Naura melihatnya, apalagi dirinya jelas melihat Raya memang sengaja menghindar dari serangan anjing tadi dengan menjadikan Pak Guntur sebagai tamengnya. Raya hari ini sungguh terlihat berbeda. Lebih menjengkelkan lagi, mamanya tidak menunjukkan pembelaan diri, Naura tidak tega melihat mamanya ditindas Raya lewat papanya. Biasanya papanya selalu mengiyakan perkataan mamanya. Semuanya berbalik melawannya dan mamanya, bukannya tadi saat didalam rumah tadi dirinya dan mamanya sedang memprovokasi papanya untuk menghukum Raya. Sekarang mengapa malah berbalik seperti ini??
Sungguh mengesalkan!
“INI SEMUA GARA – GARA DIA!!!” Desis Naura menatap Tajam Raya.
Naura Tidak berdaya jika mamanya menahannya untuk bertindak, terpaksa Adik tiri Raya itu menunggu waktu untuk membalaskan rasa sakit hati.
***
BERSAMBUNG
Jangan luap koment atau like ya ...
bantu author agar lebih semangat
__ADS_1