Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 12 – Jangan remehkan aku!


__ADS_3

\Ketua Klub memanggil pelayan untuk meminta Billnya. Pelayan datang membawa total Bill ketua Klub tari.


“ Ini Billnya, Total Rp.19.750.000” Kata Pelayan dengan sopan menyerahkan Bill.


Sambil tersenyum, Ketua klub memberikan bill itu pada Raya, Kening Raya berkerut. Apa jangan – jangan dulu Raya dijadikan mesin ATM oleh klub ini. Semuanya menatap Raya dan Abi sambil tersenyum puas.


“ Kelompok mahasiswa ini, sekali makan saja hampir 20juta”Kata Raya menatap Bill itu.


Ketua Klub menatap dengan tenang yakin jika sebentar lagi Raya akan membayarnya seperti biasanya. Itulah mengapa Raya dan Abi diterima dalam klub tari, Mereka dimanfaatkan untuk membayar apapun yang diperlukan oleh Klub.


“ Ayo bayar Raya” Suruh ketua dengan santai seolah – olah memang sudah seharusnya begitu.


“Siapa yang memberikan keberanian ini pada kalian? Kalian yang makan lalu dengan seenaknya menyuruh orang lain yang membayar tagihan kalian? Mulai hari ini Aku dan Abi tidak akan bisa kalian manfaatkan lagi.” Kata Raya dalam hatinya.


Matanya menatap lurus seolah ketua klub itu sedang bercanda menyuruhnya membayar semua tagihan makan mereka.


Abi merasakan aura merah terpancar dari sekujur tubuh Raya melihat adanya tanda – tanda bahaya.


“ Astaga, kenapa Raya jadi terlihat menakutkan sekali…”Kata Abi semakin gemetaran.


Dirinya tidak ingin Raya mendapatkan masalah dari teman – teman satu klubnya.


“ Kali ini biar aku yang membayarnya” Kata Abi sambil mengeluarkan kartu debitnya.


Dari kartu itu kelihatan sekali jika Abi memang memiliki uang dalam jumlah yang banyak,kartu itu bukan Gold melainkan sebuah Black card. Konon hanya Miliarder saja yang memiliki kartu itu. Abi memiliki kartu itu dari mamanya. Sebagai anak satu -satunya abi sangat dimanjakan dengan sejumlah fasilitas mewah.


Ketua Klub tersenyum dengan rapi menyembunyikan perasaannya saat melihat sebuah Black Card. Suatu saat mungkin dirinya harus membuat Abi mengeluarkan uang lebih banyak untuk dirinya. Dalam otak kecilnya menimbang apakah dirinya harus pacaran dengan Abi untuk menguras uang pemuda itu.


Raya langsung menahan kartu itu. Gadis itu tidak mengizinkan Abi membayar tagihan makan anggota Klub.


“ Bukannya ini keterlaluan? Ketua, aku dan Abi bahkan tidak makan sesuappun, seharusnya tidak pantas jika kami yang harus membayar” Kata Raya memegang kartu itu.


“ Ha? Satu Kali ini saja…jangan pelit seperti itu! Kau anggota klub tari kan? “ Tanya Ketua klub mulai tidak suka dengan cara Raya bicara.


Ada rasa semacam terintimidasi setiap mendengar perkataan Raya.


“ Kita semua adalah anggota klub tari tapi perlu digarisbawahi mengapa sebelumnya selalu kami berdua yang membayar tagihan kalian?” Raya membalikkan pertanyaan itu pada ketua Klub.

__ADS_1


“ Lagipula kami sudah bergabung selama dua tahun tapi setiap pertunjukkan tarian ketua tidak pernah mengajak kami bahkan jika ada pelatihan apapun juga tidak pernah mengajak kami, entah mengapa kalian selalu mengajak kami jika ada tagihan yang harus dibayar…apa maksudnya itu ketua?” Kata Raya berdiri.


Ketua tersenyum sinis mendengar perkataan Raya.


“ Itu karena kalian kurang berbakat! Lagipula untuk apa dibahas sekarang? “ Tanya sang ketua masih merasa jika Raya dan Abi harus menbayar tagihan itu sebagai kompensasi bergabung dengan klub tari.


“ Aku juga merasa tidak ada gunanya membahas ini, lebih baik kita bagi rata lalu bayar masing – masing…siapa yang makan dia yang bayar, aku dan Abi tidak akan mengeluarkan sepeserpun untuk kalian kecuali jika kami juga ikut makan” Usul Raya.


Semua anggota terlihat khawatir, mereka tidak mampu untuk membayar tagihan tersebut. Tadi Sang ketua mengusulkan untuk menjebak Raya dan Abi untuk membayar tagihan seperti biasanya. Sang ketua kecele, Dirinya tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membayar tagihan, dirinya hanya memanfaatkan Raya dan Abi untuk membayar semuanya.


Lagipula hari ini mereka makan direstoran Jepang yang mewah dan memesan menu VIP tidak mungkin mereka akan mampu membayarnya.


Disamping Raya, Abi mulai terlihat cemas “ Raya sudahlah…” Bujuknya untuk mengalah saja.


BRUK!


Ketua klub menggebrak meja, Abi berjengit satu meter ke belakang saking kagetnya.


“ RAYA! CEPAT BAYAR! SISANYA KITA BAHAS NANTI! “ Bentak sang ketua. Sebenarnya dirinya mulai khawatir dengan perlawanan Raya sekarang.


Raya berdiri menghadap Ketua tari itu sambil berpangku dada.


Ekpresi Raya menjadi dingin dan menakutkan, sukses membuat sang ketua ketakutan.


“ Bagaimana ini? Tidak disangka dia akan membantah perkataanku, Dia harus membayar jika tidak maka kami akan dalam bahaya, aku juga bisa malu“Teriak Hati ketua kebat kebit.


Seketika tubuhnya dipenuhi keringat dingin, secara kebetulan lewat pintu yang terbuka Ketua klub tari melihat ketua klub Bela diri lewat dengan anggotanya. Kebetulan mereka juga sedang makan ditempat itu.


“ Kak Michel! “ Teriaknya dengan gembira.


Orang dipanggil menengok,


“ Oh kau Githa, kalian makan – makan juga disini ya” katanya ramah.


“ Iya tapi ada yang kurang menyenangkan…” Lapor Ketua Klub (akhirnya dinamai Githa juga)


Githa menggayut tangan Michel dan menempel seolah sedang menggoda.

__ADS_1


“ Beberapa anggota kurang sensitive, bolehkan aku meminta tolong kak Michel untuk mendidik mereka? “ Tanya Githa dengan kerlingan mata.


“ Oh ..siapa? “ tanya Michel dengan nada ringan.


“DIA! Raya yang terlalu lebay…“ Tunjuk ketua klub tari dengan marahnya pada Raya.


Raya menatap biasa saja tanpa ada rasa takut sama sekali.


Michel terpana, jantungnya berdebar kencang melihat Raya yang dimaksud.


“ Dia Raya? “ Tanyanya memastikan.


 “ Iya kak!” Jawab Githa dengan manjanya.


Wajah Michel memerah, Raya adalah tipe gadis yang disukai Michel, sederhana namun cantik.


Bodoh! Siapa yang bilang dia jelek dan bodoh? Padahal jelas – jelas secantik ini.


Michel tidak dapat mengontrol debaran jantungnya, Tusuk gigi yang dengan terselip dimulutnya malah menusuk giginya. Sementara Abi semakin ketakutan memaksa Raya untuk membayar saja agar masalah selesai. Dirinya tidak ingin ada masalah yang menimpa Raya.


“ Ayo bayar saja Raya, hanya 20 juta saja…” Bujuknya frustasi.” Kita akan dihajar sampai mati…Michel itu ketua klub Wushu dan pernah menjadi juara Wushu! Kau ingat Karenina kan? Seandainya dia tidak mati muda maka Michel akan menantangnya bertarung” Kata Abi frustasi tidak mengerti dengan perubahan sang sahabat.


Raya tersenyum, “jadi begitu? Baiklah jika kau sangat ingin bertarung denganku..dengan senang hati “


“ Oh Jadi begitu” Katanya dengan senyum manis.


Michel sedang menolak ketua klub tari dengan mengatakan jika dirinya tidak akan memukul perempuan. Sebagai seorang pria gentle tidak mungkin dirinya akan menganiaya orang yang lemah terlebih seorang perempuan. Raya melihat keduanya terlibat pembicaraan yang serius. Entah cerita apa yang dikarang oleh ketua klub tari tersebut untuk meyakinkan Michel.


“ hei yang disana! “ Panggil Raya dengan jari telunjuknya.


Semuanya menengok suara Raya.


“ Aku dengar kau ingin menantang Karenina?, Sini tantang aku dulu “ Ujar Raya dengan senyum percaya dirinya.


Abi semakin ketakutan, dia sedari tadi memanjatkan doa yang ditahunya agar tidak terjadi suatu yang mengerikan pada sahabatnya.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan lupa tombol like ya ...


__ADS_2