
***
Keesokan paginya.
Didepan sebuah gedung pencakar langit, berdiri dibawahnya soerang gadis dengan harapan baru dalam dadanya. Harapan seorang gadis yang ingin mandiri dan berjuang untuk hidupnya.
Dihadapannya kini sebuah perusahaan besar yang bergerak dalam dunia entertaiment, GALAXY SKYLIGHT! Sesuai dengan namanya, GALAXY SKYLIGHT terkenal dengan popularitas internasional. Perusahaan itu didirikan untuk menaungi Alend. Nama Besar disandangnya membuatnya tidak bisa sembarangan dan disamakan dengan artis baru masuk (walaupun baru masuk saat itu). Alend bisa dengan bebas mengepakkan sayapnya didunia entertaiment berkat perusahaan tersebut tanpa harus berdesakan dengan artis lain.
Raya telah bersiap menuju tempat yang dijanjikan. Alend telah memberitahu jika Tantri menunggunya tepat pukul 08.00 WIB. Tantri sengaja menyuruh Raya datang pagi karena wanita ini tahu jika Raya tidak pernah bisa bangun pagi. Hingga ketika Raya terlambat setidaknya akan ada alasan untuk memarahinya. (Bener-bener dendam kenapa ya si tantri ini yaa?)
Hari ini Raya datang masih dengan pakaian olahraganya ditambah cepol rambut membuatnya terlihat semakin muda (secara hitungan Raya baru berusia 19 tahun). Saat memasuki loby perusahaan, para reseptionis menatapnya tidak percaya. Mereka adalah fans Alend yang artinya mereka adalah haters Raya.
" Lihat! Itu kan Raya!! " Seru salah satu resepsionist pada salah satu temannya.
" Iya sepertinya memang dia..." Sahut teman disebelahnya.
Raya melewati mereka dengan langkah santai, tidak peduli seberapa seram tatapan para resesionis itu menatapnya. Bima (Asisten Alend) Yang menjemput Raya menjadi tidak enak karenanya.
" Adik Raya tidak perlu heran, Aku diminta Alend untuk menjemputmu" Kata Bima.
Raya mengangguk saja tanpa suara.
" Kantor utama kita ada dilantai 25, tapi Alend sedang ada jadwal diluar. Jadi hari ini kau akan menemui kak Tantri untuk membahas pekerjaanmu" Kata Bima sambil menekan tombol angka 25 pada lift.
" Kak Alend tidak ada? ada pekerjaan lain?" Tanya Raya.
" Tidak, dia sedang menghadiri pemakaman..." Jawab Bima.
" Oh Ada orang yang dia kenal meninggal dunia..." Bisik Raya dalam hatinya menarik napas dan membentuk senyum dibibirnya. Ada rasa sedikit kecewa dalam hatinya, Alend tidak akan menemuinya.
" Baiklah...maaf akan merepotkan Kak Bima" Ujar Raya tersenyum.
__ADS_1
" Ahhh....bidadariku mulai simpati padaku..." Bima merasa sangat bersyukur mendengar perkataan Raya.
Tidak lama Lift telah berhenti naik, tepat menunjuk angka 25 lift otomatis terbuka.
" Kak Bima..." sapa salah seorang karyawan melihat Bima datang.
" Hemm.." Bima hanya menjawab dengan deheman. Sok Cool.
" Ujung drai lorong ini adalah ruangan Kak Tantri, oh iya... Kak Tantri itu sepertinya masih punya anggapan buruk tentangmu, nanti saat berjumpa harus sopan sedikit... yah.. kau tau kak Tantri lebih suka berteriak dibanding bicara..." Kata Bima menjelaskan takut Raya terkejut dengan Tantri.
Diluar dugaan Raya tetap tenang tidak terlihat bimbang sama sekali.
" Iya ...aku mengerti.." Kata Raya.
Raya memegang gagang pintu, mau tidak mau dirinya agak tegang. Bima melihatnya
" Semangat Dek Raya! Aku yakin kamu pasti bisa... Semangat.." Sorak Bima.
Raya tersenyum, Bima hanya mengantar sampai didepan pintu. Raya menarik napas sekedar mengusir ketegangan lalu membuka pintu masuk kedalamnya.
Tok! Tok! Tok!
Pintu diketuk dari luar.
" Masuk! " Terdengar suara sahutan.
Raya masuk dan langsung menyapa Tantri. wanita itu melihat Raya sambil melirik Jam, Raya datang tepat tepat waktu lagipula gadis itu datang dengan tampilan standar.
" Selamat Pagi Kak Tantri! Hari ini kau sangat cantik... " Puji Raya tulus.
Tantri terlihat elegan dengan pakaian kerjanya, Wanita ini sudah berusia matang dan memilih untuk menunda menikah. Bukan karena tidak ada yang menyukai, hanya saja masih ada ambisi yang belum selesai dikerjakannya. Banyak pria yang mengantri diluar sana namun Tantri dengan trauma hubungannya dimasa lalu membuatnya sangat selektif memilih pasangan hidupnya.
Dalam dunia entertaiment tidak ada yang tulus (Hanya ada fulus hehehehe, becanda!) Tantri tidak ingin mendapatkan pasangan yang berasal dari dunia itu.
__ADS_1
" Lumayan, tidak berdandan saja sudah terlihat cantik, lebih alami...kulitnya saja terlihat sangat baik, mata yang polos dan bercahaya, tidak ada kesan berlebihan, postur tubuh sempurna bahkan kukunya saja dibersihkan dengan baik... orang yang tidak mengetahui reputasinya pasti akan langsung menyenanginya...ditambah dengan senyumannya...Kecantikan yang sungguh alami terpancar dari dalam....memang dirinya punya tadkir menjadi artis ternama... Hanya saja... mengapa dia harus Raya?? "
Tantri sedari diam mengawasi Raya dibalik kacamatanya. Wanita itu menarik napas dengan berat.
" Tidak perlu memujiku, aku ini sangat suka membantu orang lain! Tapi untukmu, Aku sama sekali tidak ingin membantu..." Ujar Tantri Blak - blakkan.
Tantri mengambil file yang ada didepannya, Raya terdiam. Dirinya memang sudah mulai terbiasa dibenci orang sejak kembali dari kematian. Dikehidupan yang ke dua ini, gadis itu harus tahan dengan berbagai macam kebencian orang disekitarnya padahal belum tentu Raya telah melakukan kesalahan.
" Aku membencimu karena alasan pribadi, secara jujur aku harus bilang jika beberapa tahun ini aku sangat kerepotan dengan tingkahmu, mungkin kau sendiri sudah jelas dengan apa yang kau lakukan...aku telah mengeluarkan banyak uang dan tenaga untuk menyelesaikan masalah yang bukan masalahku dan entah mengapa aku jadi harus menyelesaikannya...Satu hal yang kuketahui jika kau adalah orang yang tidak pandai dalam hal apapun... Kau sangat tidak berguna!" Ujar Tantri mengeluarkan Uneg - unegnya.
Raya tidak menjawab, hatinya bergemuruh sebagai seorang Karenina hal ini tidka bisa ditolerirnya namun dalam hatinya juga terselip kesedihan, Dunia luar hanya melihat penampilannya dari luar tidak ada yang tahu jika ada beberapa orang yang selalu ingin merusak reputasi Raya didepan orang. Sayangnya tidak ada yang mengetahui hal itu.
" Menggunakan kata orang yang tidak berguna untuk mendeskripsikan dirimu sudah termasuk sangat sopan, kau harus tahu diri" Kata Tantri terkejut.
Raya tidak bereaksi sama sekali, malah tatapan mata polos itu membuat Tantri merasa bersalah dan ingin meralat kata-katanya. Didepannya ada seorang gadis yang penampilannya kini sangat berbeda dengan dirinya yang dulu. Sempat muncul rasa kasihan dan tidak enak melihat gadis didepannya kini tidak melawan sama sekali.
" Iya aku tahu... Jika kau memberikan aku satu kesempatan, aku akan membuktikan padamu jika aku ini bukan orang yang tidak berguna" Ujar Raya Mantap.
Tantri Menatap dibalik kacamatanya semakin terkejut dengan sikap Raya.
***
BERSAMBUNG
Kalau ada yang penasaran tentang visual Kak Tantri, Nih ada tapi sesuai dengan imajinasi Naya ya pembaca.
(Ini dia Tantri, Orang dipercaya kakek Alend untuk mengorbitkan Alend menjadi Artis)
Selamat siang pembaca tersayang. Maaf beberapa hari ini absen. Naya dan si Kakak sedang ujian akhir semester walau ditempat yang berbeda namun rempongnya jadi dua kali. Makasih ya semua yang masih menunggu. Makasih atas dukungan yang diberikan...
__ADS_1
Salam hangat Nayaka