
***
Sementara si Manager dengan penyesalannya, Abi tidak peduli dan pergi keluar. Ketika sudah tidak berada diruangan yang sama, wajah Cool Abi langsung berubah total menjadi manja seperti biasanya.
Pemuda itu menelpon Raya dan mengabarkan berita gembira.
" Terima kasih telah Datang... " Ujar Raya.
" Ahh... sejak kapan kau selalu sungkan begini padaku" Kata Abi tertawa renyah.
" Oh sudah selesai? Baik...Aku mengerti! Mereka tidak memiliki niat untuk minta maaf jadi kau terpaksa menyelesaikannya dengan cara Kita, tidak apa-apa, terima kasih Abi...kali ini sudah merepotkanmu! " Kata Raya.
Raya baru saja dari Mart untuk belanja sedkit keperluan dan sedang menuju rumah.
" RAYAAA!!! "
Secara mendadak ada yang memanggilnya dari kejauhan.
" Sepertinya ada yang mencariku! Aku matikan dulu ya" Raya memutuskan telepon dengan Abi.
Gadis itu menatap lawan bicaranya, ternyata mereka adalah segerombolan gadis remaja yang berusia 15- 17 tahun. Tatapan mereka terlihat marah dan benci.
" Ternyata Benar itu dia!! Kau masih ada muka untuk keluar rumah? " Tanya salah satu dari rombongan itu. Tampaknya dialah pimpinannya.
Raya masih menatap lawan bicaranya, baru kali ini dirinya dimarahi secara langsung didepan orang. apalagi secara beramai - ramai.
" Manusia sampah sepertimu menindas orang malah masih berani hidup bebas diluar sana, apakah urat malumu sudah putus? " Tunjuk si Gadis pimpinan gerombolan itu.
" Minggir..." Tegas Raya Singkat..
Dirinya tidak ingin berurusan dengan para remaja labil yang tidak tahu masalah apapun.
Bukannya menyingkir, para remaja itu malah semakin mendekati Raya dan mendorongnya,
" wow! Belagak sekali! Kau kira kamu seperti Clarissa yang bisa kau tindas seenaknya? Hei sini!! COBA LIHAT!! ADA ARTIS BESAR DISINI! RAYA MAHARANI YANG MEREBUT PERANNYA CLARISSA, AKU LIHAT DIA DENGAN SOK PENUH KUASA MENINDAS ORANG DI LOKASI SYUTING, MEMUKUL ORANG! ORANG SEPERTI INI SEHARUSNYA DIAPAKAN YA?? " Teriak gadis itu kuat - kuat memancing perhatian umum.
Seperti yang diharapkan, semua perhatian massa mulai tertuju pada Raya dan gerombolan itu.
__ADS_1
" kau terus mengandalkan uang untuk berbuat ulah..."
Raya masih diam menahan emosinya dari tadi, tanganya terkepal erat memegangi belanjaannya. Rasa marah mulai merayapi dirinya. Sejak beralih menjadi Raya, tidak pernah sedikitpun kenal lelah orang memarahinya, memakinya bahkan menjatuhkan nama baiknya. Selama ini Raya terus menahan diri, jika dirinya yang dulu ( sebagai Karenina) sudah pasti dirinya akan melibas siapapun yang menyinggungnya.
" Tidak ada seorangpun yang berhak memarahiku seperti ini! " desis hati kecil Raya
" Dasar tidak tahu malu!!!! " seru salah seorang melempar sebuah telur.
Raya bisa mengelak dengan mudah, telur itu pecah ketika jatuh di aspal. Tatapan Raya mulai mendingin, emosi semakin menguasai dirinya, Sifat asli Karenina mulai muncul. Sementara Makian semakin gencar, sama gencarnya dengan serangan sayur mayur dan sampah ke arah Raya.
" Dari awal kami sudah sangat membencimu, setiap hari hanya tau berbuat ulah memamerkan kekayaan! Masuk ke dunia Entertaiment juga langsung menghancurkan orang! Siapa yang mau melihatmu!!! "
" Kau mengira ada uang maka kau bisa semena-mena? Kami tidak akan pernah mendukungmu tahu!!! "
" Lalu menempel pada Alend dengan tidak tahu dirinya!! Apa kau pantas?? "
Berbagai serangan terus saja membangun kesadaran Karenina dalam diri Raya.
" Setiap orang terus saja memarahiku dan mengusirku! Seolah aku adalah orang yang jahat! Jelas - jelas aku tidak melakukan kesalahan apapun!! "
" Aku tidak salah! Kenapa aku malah dihukum?? Aku tidak terima!! " Marah Karenina Kecil.
Karenina kecil dulu pernah berkelahi melawan semua orang yang mengomelinya, gadis kecil itu merasa tidak pernah melakukan apapun yang membuat orang disekitarnya tidak suka padanya tapi masih saja ada yang cari gara-gara dengannya.
" Mereka yang lemah tapi mulut mereka sangat pedas! Jelas - jelas aku tidak melakukan kesalahan apapun tapi mereka malah bicara tanpa terus mengucapkan kata - kata yang menusuk hati dan tidak pernah puas, sebelum kupukul aku sudah memperingatkan mereka agar mereka berhenti tapi dengan rasa tidak bersalah malah bilang mereka hanya mengataiku tidak memukulku! aku berlatih seni bela diri untuk membela diri dan tidak ditindas orang, demi menjadi orang palinh kuat di dunia! mengapa aku harus bersabar?" Protes karenina kecil.
Gurunya hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala muridnya,
" Tuhan memberi kau kekuatan ini adalah sebuah berkah, juga merupakan sebuah belenggu. Nerkah ini membuatmu berdiri diposisi atas namun bisa juga menyeretmu ke neraka" Nasehat sang guru terngiang di kepala Karenina.
Namun sekarang Tidak ada lagi Karenina, Dirinya kina hidup sebagai Raya.
" Jika berdiri diarena pertarungan, semua orang yang menyerangku pasti akan kuserang balik! aku tidak akan menggunakan belas kasihan tapi ini...mereka manusia biasa... "
Hati Raya mencelos, Kegeramannya tidak juga berhenti karena serangan semakin gencar dari para gadis remaja itu.
" Memangnya kenapa kalau manusia biasa? Apakah mereka diperbolehkan menyakiti orang secara sembarangan, dari luar mereka kelihatan lemah! Tapi sesungguhnya mereka adalah pembully nomor satu"
__ADS_1
Sekujur tubuh Raya terasa panas. Darahnya semakin mendidih! tidak ada lagi pertimbangan rasional dikepalanya.
" AKU TIDAK INGIN BERSABAR LAGI!!! " Tekad Raya.
" Zaman sekarang orang mudah menyerang orang lain dengan perkataannya, serangan kata - kata ini lebih meyakitkan daripada serangan fisik, tapi mereka seolah tidak peduli dan tidak mau tahu dengan hasil perbuatan mereka, Jika demikian kalianlah seharusnya yang disebut sampah masyarakat! aku sudah tidak peduli lagi! Aku...aku..akan membalas mereka"
Emosi Raya meledak!
Sebuah lemparan akan disambut Raya dengan tangan terkepal, tekadnya sudah bulat! Hari ini dirinya harus membalas semua penyerangnya tanpa ampun tidak peduli hari ini siapa yang akan mengalami kemalangan akibat dirinya. Toh semua orang sudah menyalahkannya tanpa berbuat salah jadi mengapa tidak berbuat salah sekalian agar tidak ada beban dihati.
***
Dari Kejauhan Sebuah mobil tengah melintas tidak jauh dari tempat itu. Suasana semakin ramai dengan tontonan orang tengah diserang.
" mengapa aku merasa mengenal ..." Kata pria itu menurunkan kaca matanya.
" eh! Raya dikeroyok Hatersnya! Lihat yuukk..syukur2 bisa Uplod..lumayan biar dapat konten..ayukk!! " Kata orang yang tengah buru - buru lewat disamping mobil.
RAYA?
Pria itu langsung keluar dari mobilnya dan menutupnya buru - buru. Dengan sedikit mempercepat langkah lelaki itu mendekati lokasi yang dimaksud. Alangkah kagetnya, ternyata memang Raya yang dikenalnya yang tengah dikeroyok!.
Lebih terkejut lagi nampak kilat kemarahan yang aneh dimata Raya, Orang lain mungkin menganggap Jika Raya tengah tidak berdaya menghadapi serangan sampah dari berbagai sudut tapi dari mata pria itu Raya tengah menahan emosinya.
Tangan Raya sudah terkepal erat memerah saking tidak bisa menahan emosinya. Pria itu merasa harus segera menolong Raya sebelum Raya lepas kendali. Tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya jika Raya betul betul mengamuk.
" Dari Video yang kulihat kemarin, Raya mampu mematahkan besi dengan tangan kosong tanpa efek kamera...astaga berbahaya! " Desis pria itu.
Sebuah gelas yang berisi Milkshake melayang ke arah Raya, Pria itu maju langsung melindungi Raya dengan lengannya.
" Kak Alend? "
Raya terpana
***
BERSAMBUNG
__ADS_1