Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 24 - Keluar dari Klub Tari


__ADS_3

***


Keesokan harinya....


Suasana parkiran begitu ramai dengan mobil namun tidak terlihat satupun manusia berkeliaran disekitarnya.


Raya sudah tiba ditempat janjiannya dengan Abi, gadis itu menengok sana sini tidak menemukan Mobil Abi dimanapun.


" Bukannya ingin berjumpa di Tempat parkir? Dimana dia? " Raya clingak clinguk mencari.


" Raya..." Terdengar sapaan dari belakang.


Raya menengok dan langsung memasang wajah kagum bercampur senang.


" Abi?"


" Maaf ya aku terlambat, aku baru saja menyelesaikan persiapan... Semua barang sudah kusiapkan" Kata Abi muncul dari arah belakang.


Pantas saja kakeknya sampai memberinya hadiah mobil termahal karena penampilan, Abi terlihat sangat berbeda ketika tidak lagi memakai celana berpopoknya. Penampilannya berubah seratus persen mengikuti perubahan Raya juga.


" Astaga...siapa si tampan ini? Seharusnya kau yang harus dikatai melakukan operasi plastik! " Komentar Raya dengan nada kagum.


" Hehehehe.... " Abi tertawa bangga dipuji sahabatnya.


Abi menunjukkan tas bawaannya yang terlihat berat namun tidak membiarkan Raya untuk membantu membawakannya.


" Aku sudah menyiapkan semua alat - alat perekaman, juga sudah mengintal beberapa aplikasi penunjang, Setelah selesai kuliah, kita ke rumahku dan melakukan live streming Youtube" Ajak Abi.


" Aku? Live Streaming?"  Raya masih tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya.


Apa ide dalam kepala Abi sekarang ini?



Abi menatap Raya dengan wajah penuh optimis.


" Oh iya aku sudah mengirim pesan ke beberapa grup popular di Fakebook, Insto dan sosmed lain, aku sudah mengumumkan jika kau akan siaran langsung menghapus make up, coba kau lihat ini (memperlihatkan ponselnya) Sekarang akun youtube mu bahkan sudah mempunyai 100.000 Subscriber sejak 2 jam akunmu ku buat! Hebatkan? banyak antrian nih..." Kata Abi membaca pesan - pesan yang ada diponselnya.


Raya diperlihatkan mengenai jumlah subscribernya malah menatap dengan datar.


" Oh.." Jawabnya dengan ekspresi datar.


" Aku tahu kau pasti berpikir jika dalam subscribermu ada penggemar Alend Bagaskara yang membencimu kan?" Tebak Abi.


" Iya" Jawab Raya langsung membenarkan.


" Sebenarnya kalau kulihat dari sistem databasenya sebagian besar penontonnya kemungkinan besar adalah pria... di dunia ini selain Alend, masih banyak pria lain yang memujamu, mulai dari sekarang kau harus lebih memperhatikan dirimu sendiri" Nasehat Abigail.


" Oh ya Aku lupa memberitahumu, kemarin aku bertemu langsung dengan Kak Alend, ternyata dia lebih tampan daripada di televisi, Kyaaa.... Tampannya hingga aku selalu mengingatnya dalam kepalaku" Kata Raya dengan nada centil.

__ADS_1


Gadis itu jadi teringat Alend begitu Abi menyebut nama tunangannya itu. Raya (Karenina didalam dirinya) baru kali itu secara langsung melihat artis tampan.


" Aku kira kau sudah sembuh ternyata aku yang masih terlalu polos...obsesimu terhadap Alend memang luar biasa gila , baiklah, aku ada kelas (Kuliah), ingat bantu sebar link siaran langsung disosial mediamu biar Haters mu juga ikut menonton" Suruh Abi berbalik hendak ke kelas.


Hari ini kebetulan Abi dan Raya berbeda kelasnya.


" Iya..sampai jumpa! " Jawab Raya melambaikan tangan pada sahabatnya.


Sampai sahabatnya hilang dibalik tikungan Raya baru menyadari sesuatu jika Kunci mobil Abi terbawa olehnya.


" eh? Kunci mobil...sudahlah, selesai kuliah baru cari Abi, sekarang kirim-kirim ke sosial media dulu, siapa sangka aku akan memerlukan haters kali ini" Kata Raya.


***


Raya melangkahkan kaki menuju tempat tidurnya, sepanjang jalan semua orang saling berbisik. Raya dapat mendengar dengan jelas suara dari teman kampusnya.


" Pasti operasi plastik! ini bukan gosip"


"  Apakah ini yang dinamakan dengan mengganti kepala? Beneran deh!! bagian mana yang tersisa yang mirip dengan Raya yang dulu"


" Monster operasi plastik! CIH!! "


Tit tit tit tit


Suara yang berasal dari ponsel Raya terus saja berbunyi menandakan ada notifikasi masuk


Suara sumbang terdengar seperti memang sengaja diperdengarkan pada Raya, namun orang disindir tidak merasa sehingga terus masuk ke dalam kelas dengan ekpresi biasa saja.


Tit tit tit tit


" Aku heran, operasi plastik atau tidak, memang ada hubungan apa dengan mereka semua? Aku tidak meminta biayanya dari mereka...Kenapa malah mereka yang sibuk? kelompok orang yang tidak punya kerjaan..." Kata Raya dalam hatinya.


Langkahnya kakinya terarah ke tempat duduknya, setelah duduk, Raya malah melanjutkan lamunannya.


" Apakah mereka tidak memiliki hal yang lebih penting untuk diurusi...Haduh mengapa hari ini ponselku terus saja berbunyi...apa kau (ponsel) juga sedang mengurusiku?" Gumam Raya


Raya hampir melompat dari kursinya saking terkejut saat melihat ponselnya. Tadinya dirinya hanya berniat mengganti setelan ponselnya ke mode silent karena sejak tadi tidak berhenti berdering.


Bagaimana dirinya tidak kaget saat melihat kolom komentarnya hingga 461 komentar dengan jumlah like hingga 6.000-an dan itu masih terus bertambah setiap detiknya.


" Dek Raya, Jauhi si brengsek Alend itu! Dunia sangat luas, kami dapat menghidupimu! "


(Komentar ini mendapatkan like 1.666 dari penggemar)


" Jauhi Alend Bagaskara, Pria gagah di Dunia sangat banyak, semuanya lebih hebat dari Alend Bagaskara itu! Jangan sampai kamu ditindas olehnya Dek! " 


(Komentar ini juga mendapatkan like hingga 1034 orang)


" Dek! Aku adalah pendukungmu! Alend Bagaskara itu seperti bencong, cari aku saja, aku lebih kekar darinya"

__ADS_1


(Komentar ini juga tidak kalah dukungannya hingga 1001 orang)


" Adek ingin pacaran? Pria polos tidak munafik, aku akan melindungimu bagaikan sekuntum bunga. Ini aku! dua foto yang kuunggah adalah foto tanpa efek filter. Klik Untuk periksa foto"


(Komentar sudah mencapai 998 orang)


" Kenapa aku mulai merasa ada yang aneh? mengapa wanita ini bisa viral? Padahal pacarku jauh lebih cantik darinya.


(Komentar ini berasal adari haters juga mendapatkan like 975 orang)


Berbagai macam komentar dari penggemar membuat Raya sampai tidak nyaman membacanya. Saking serius dirinya tidak sadar jika sedang didekati oleh seseorang.


Kini di Meja Raya disodori surat pengunduran diri dari Klub Tari, Raya mengangkat kepalanya melihat kini Githa sang ketua klub tengah berdiri didepannya.


" Tanda tangani surat ini, kau dan Abigai dikeluarkan dari klub, jika kau masih ingin tetap berada didalam klub kau harus membuat surat penyesalan dan uang makan sebelumnya..." Katanya sambil tersenyum penuh kemenangan.


Raya tidak mendengarkan apa yang sedang dibicarakan Githa langsung saja menandatangani surat itu tanpa berpikir panjang.


" Ini...aku dan Abigail ...aku sudah mewakilinya untuk tanda tangan juga" Jawab Raya tidak peduli.


Raya masih sibuk membaca komentar - komentar diponselnya, langsung memberikan surat itu dengan tidak pedulinya.


Githa langsung naik darah mendengarnya, padahal tadinya dirinya ingin Raya akan memohon untuk tidak dikeluarkan. Reaksi Raya sungguh diluar dugaannya. Kalau Raya dan Abi keluar dari Klub maka itu kerugian besar dari klub karena klub itu tidak akan bisa bersenang - senang lagi menggunakan uang Raya dan Abi. Surat itu hanya bentuk ancaman saja.


" Tidak ada yang mau kau katakan? " Tanya Githa dengan emosi.


" Hmmm..oh ya ! Setelah makan kemarin, apakah klub kalian masih ada yang uang kas? biaya klub habis, klub ini pasti akan ditutup dekan! Aku dan Abi selamat! " Tanya Raya.


" RAYA!!! " Seru Githa.


" Ini Terakhir kali aku memanggilmu ketua, tolong sadar diri ya! klub ini, setiap pertandingan tari, final saja kalian tidak pernah masuk.. Bukan aku dan Abi yang tidak berbakat tetapi kalian semua yang tidak berguna, satu kampus sudah tau kenyataan ini, dengan nilai seperti ini kau masih saja berlagak didepanku? Aku sangat salut padamu! aku dan Abi sudah ingin keluar sejak awal, begini lebih baik." Kata Raya sinis.


" Kau...Dikeluarkan juga masih berani sombong! Jika bukan aku yag baik hati menerima kamu masuk ke dalam klub, siapa yang akan menerimamu?" Teriak Githa dengan sengaja agar semua orang mendengarkan pembicaraan mereka.


" Aku..." Jawab seorang pemuda yang muncul didepan pintu.


Githa terkejut melihat arah suara, siapa yang menyangka pemuda itu akan langsung datang ke kelas mendatangi Raya.


" Raya, apa kau berniat bergabung dengan klub Wushu?" Tanya Michel dengan senyumnya.


 


***


BERSAMBUNG.


Terima kasih semua...Naya akan selalu berusaha untuk UPDATE.


 

__ADS_1


 


__ADS_2