
Di atas langit masih ada langit
“Ketika kita merasa hebat atau pandai, jangan lupa bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat atau lebih pandai dari kita”
“Hal itu mengajarkan pada kita untuk dapat berendah hati dan tidak menyombongkan diri”
- Anomin from WIKI-
***
Guru Kai tidak bisa menggerakkan pedangnya yang terjepit dua jari Raya. Gadis itu tampak tenang membuat lawan berpikir dua kali, posisinya mulai terdesak.
Raya membalas dengan ranting kecil ditangannya langsung mengarah ke arah Dada Guru Kai. langsung menjadi serangan mematikan untuk guru Kai.
Lelaki itu tidak bisa menghindari serangan dari Raya.
" Jika ditanganku pedang asli maka kau sudah mati ! " Kata Raya tenang.
Ranting ditangannya dibuang begitu saja. Lain halnya dengan Guru Kai, kekalahan tidak terduga itu malah semakin membuatnya berang. Tidak bisa dibiarkan begitu saja atau dirinya akan kehilangan pelanggan kaya.
Dengan beringas, lelaki itu menyerang Raya tanpa peduli lagi jika gadis itu akan terluka dengan pedang asli. Raya mengambil kembali ranting yang tadi dan menyerang dengan lincahnya. Raya dalam posisi paripurna tidak memerlukan pemanasan lagi untuk melakukan gerakan pedang tai chi yang diketahuinya sangat lembut dan mengalir bebas.
Guru Kai tidak mendapatkan kesempatan untuk menyerang balik gadis itu, malah terus - terusan menghindari tebasan ranting yang berdatangan. Pria tua itu lupa jika Raya hanya menyerang dengan Ranting bukan pedang asli saking takut terkena sabetan ranting.
Perlahan tapi pasti, Guru Kai diarahkan hanya bertahan saja.
Raya mengangkat pelan - pelan ranting kayunya persis seperti gerakan Pedang Taici yang sempat dipelajarinya dari seniornya.
" Ayo lanjut.." Katanya tersenyum manis.
Pertarungan keduanya memukau rombongan kakek kaya, mereka tidak menduga Raya mampu mengimbangi (dalam pandangan mereka seperti itu) permainan pedang Guru Kai.
" Apa... Serangan - serangan ini, jangankan menang...aku bahkan tidak punya kesempatan menyerang!...setiap serangan jelas - jelas...aku tidak salah! Ini teknik pedang taici yang sesungguhnya... tidak hanya itu, setiap serangannya, pasti sudah memikirkan serangan berikutnya, ini seperti... "
Guru Kai kewalahan menahan serangan yang datang. Gerakan Raya sangat halus dan perlahan terlihat sangat menguasai teknik yang dipakainya bersama ranting kayu.
Raya serius menyerang tidak mau memberi kesempatan Guru Kai membanggakan teknik pedang palsunya itu. Raya sudah mengetahui dengan jelas dan memastikan sendiri jika teknik pedang yang dipakai Guru Kai bukan teknik pedang Taici yang dipelajarinya.
" Orang ini hanya kebetulan mengetahui dasar pedang Taici tapi tidak mengetahui Teknik pedang itu secara keseluruhan...aku tidak bisa membiarkan orang ini menipu lagi,.." Kata Raya dalam hati.
__ADS_1
Satu gerakan langsung menusuk lawan dibuatnya, Guru Kai dengan segera menundukkan badannya dan berusaha menyerang kaki Raya
" Siall! Siapa Sebenarnya gadis ini!!! " Gerutu Guru Kai.
Raya mengangkat kaki kanannya menghindar sekaligus mengarahkan tepat ke dagu Guru Kai. Bisa ditebak akhirnya...pria itu terpental beberapa meter ke belakang.
" Masih mau lanjut? " Tanya Raya maju.
Guru Kai mundur perlahan. Darah keluar dari mulutnya akibat tendangan tadi secara tidak sengaja lelaki itu menggigit lidahnya.
" Kemampuanmu standar tapi punya cukup keberanian juga... " Tatap Raya dengan tajam.
Guru Kai terkejut, tidak mampu berkata apapun. Saat ini dirinya tengah terancam oleh gadis muda didepannya. Siapa sangka hari ini dirinya malah bertemu dengan master pedang tai ci yang sesungguhnya.
" Sial! Anggap saja hari ini aku sedang Apes!" Guru Kai bangkit meludahkan darah dari mulutnya lalu berbalik langkah seribu (Lari terbirit - birit )
" Yah kabur... " Kata Raya.
Gadis itu membiarkan saja melihat Guru Kai melarikan diri, asal rombongan lansia itu tidak tertipu dengan guru palsu.
" Sudahlah...lagipula aku sudah berhasil menghentikan dia menipu orang lagi.." Kata Raya berbalik pulang.
Raya melempar Ranting pohon itu ke tempat sampah, lalu melangkah pulang.
" GURU!! JANGAN PERGI!!!! " Teriak serombongan kakek - kakek ini.
Mereka langsung mengerubungi Raya membuat gadis itu kewalahan.
" Tidak sangka bertemu dengan guru pedang yang asli, maaf tadi sudah tidak sopan! " Kata Kakek disebelah kiri Raya.
" GURU!! "
" GURU! Kami akan memberikanmu uang Tolong ajari kami!! " Pinta mereka sangat mendesak.
Raya kebingungan menghadapi ributnya gerombolan kakek - kakek itu, lebih heboh dari fans ketemu idola mereka.
" Ah..aku bukan... (KABUUURRRR!!! ) "
Raya berbalik kabur begitu saja. tidak ingin ada yang mengejarnya, gadis itu lari secepat mungkin hingga hilang dari pandangan.
__ADS_1
***
" Pak tua Bagaskara, dia adalah guru yang sesungguhnya! Bolehkah kau menyelidiki identitasnya? DIa harus jadi guru kita!! " Desak teman kakek Bagaskara.
" Ini sama seperti adegan film action! Adegan pendekar membasmi kejahatan! Paijo periksa identitasnya! " Suruh Kakek Bagaskara pada pengawalnya.
" Nama saya Phay Tom Tuan.. " Kata pengawal itu membenarkan.
Pengawal Kakek Bagaskara ini berasal dari Thailand. Kakek tidak suka namanya sehingga lebih suka memanggilnya Paijo dari pada Phay Tom
" Ya..terserahmu saja...cepat selidiki identitasnya untukku! AKu memberimu waktu 10 menit saja" Suruh sang kakek.
" Sebenarnya tidak perlu memeriksanya.. " Jawab PHay Tom alias Paijo
Kakek terperangah heran, memangnya kenapa bisa?
" Dia adalah Nona Raya Mahesa, tidak perlu lagi mencari tahu...Gadis tadi adalah Nona Raya Mahesa" Jawab Paijo yakin sambil memperbaiki kacamatanya.
Sejak tadi memang pengawal yang satu ini telah mengenali Raya. ( Paijo termasuk penggemar Raya juga sejak Raya berhenti berdandan menor).
" Eit? Siapa tadi? Raya? Raya yang mana ya? " Tanya kakek melongo.
" Iya Tuan besar, Dia adalah Nona Raya Mahesa yang itu, yang anda bahas semalam dengan tuan muda pertama untuk mencari cara membatalkan pernikahannya dengan tuan muda ke dua" Jawab Paijo sambil membetulkan kaca mata hitamnya.
Kakek Bagaskara yang tidak lain adalah kakek dari Alend sangat syok. Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa dia harus kehilangan calon cucu menantu sekaligus guru bela dirinya.
" Kau sudah memastikan itu benar - benar Raya yang itu?? " Tanya Kakek ngotot tidak percaya.
" 100 persen yakin tuan besar, Anda tidak bisa mengenalinya karena nona Raya sudah mengubah penampilannya sejak beberapa bulan yang lalu... Tinggal menunggu waktu untuk mengumumkan pembatalan pertunangan itu" Kata Paijo.
Teman-teman sesama Kakek - kakek terlihat gembira semua mendengar adanya pembatalan pertunangan Alend dan Raya. dengan Begitu cucu mereka juga punya kesempatan untuk dekat dengan Raya.
***
BERSAMBUNG
Alhamdulillah akhirnya Up lagi... Maaf ya Naya auplod satu - satu.. Doakan bisa up lagi lanjutan lagi ya..
makasih banyak atas dukungan, like dan komentar nya ya... Naya Bahagia sekali melihat rating cerita ini naik, pelan atau cepat tetap ada progres.. Cerita ini masih jauh tertinggal dibanding episode aslinya. Naya akan mencoba ngebut.
__ADS_1
Salam hangat Nayaka