
Alhamdulillah terima kasih untuk yang telah mendukung Naya. Sebelum cerita ini dilanjutkan Naya mau memberitahu jika cerita ini adalah karya kepenulisan dari pihak NT, secara resmi Naya mendapat izin dan misi untuk mengadaptasi cerita ini, mungkin ada kesamaan dari sebelah tetapi sekali lagi karya ini hanya misi kepenulisan dari pihak NT ya pembaca sekalian, hehehe jika ada yang mirip mohon ditanya izin resminya. Sekian.
Salam hangat Nayaka
****
Sepanjang perjalanan, Raya terus saja mendengarkan gosip seputar dirinya. Publik semakin gencar menuduhnya telah melakukan operasi plastik. Sejauh ini Raya tidak menunjukkan respon sama sekali, malah melenggang seperti biasanya.
" Nona Naura, kau adalah adik Raya, dapatkan anda memberikan konfirmasi kakak anda telah melakukan operasi dibagian mana saja?" Tanya wartawan salah satu infotaiment yang paling sering memberitakan mengenai Raya.
Naura nampak tersenyum dengan ekpresi meminta maaf pada wartawan itu membuat Raya geram melihatnya. Nauraoun menjawab : " Sebenarnya, selama liburan semester ini aku berwisata dengan teman - temanku ke Bali, Aku sana sekali tidak mengetahui rencana kak Raya. Saat aku kembali dan bertemu ternyata banyak perubahan yang telah dialaminya, hampir saja aku tidak mengenalinya sebagai kakakku" .
Tangan Raya mengeras memegang kemudi. Sedari tadi gadis itu diam saja membuat Abi dicekam ketakutan. Lebih baik melihat Raya mengamuk dibandingkan diam seperti sekarang, Lebih terasa horornya!.
Abi takut - takut memegang ponselnya.
" Biarkan saja" Desis Raya dingin sambil mengemudi.
Abi tidak jadi mengambil ponselnya. Sahabat Raya itu memilih membatu disamping Raya dan diam sepanjang perjalanan.
*" Aku juga tidak tau\, Aku dan kak Raya memang satu ayah tetapi kami lahir dari dua ibu yang berbeda\, kalian (*Wartawan) *juga tahu kan bagaimana sikap dia... Kak Raya membenci aku dan ibuku karena kami dianggap merampas ayah dari ibunya\, dia sangat benci aku dan ibu jadi hubungan kami tidak baik. Tidak mungkin kak Raya akan memberitahukan kegiatannya diluar kan\, Maaf!" *
Terdengar suara Naura dalam wawancara yang berbeda.
Tampak di layar ponsel banyak cacian yang mengarah pada Raya. Semuanya menyudutkan gadis itu dan membenarkan perkataan Naura Mahesa.
" Ternyata Raya dan Naura terlahir dari ibu yang berbeda, sikap pun beda jauh. Raya Si cewek bodoh ini! Padahal hidup di lingkungan keluarga yang sama, tapi mengapa Naura bisa masuk ke Universitas ternama sedangkan Dia? Memang tampaknya masuk lewat jalur orang dalam!"
" Naura cantik sekali! sekali lihat juga tahu itu karena pengaruh gen! kalau tidak merasa iri dengan saudaranya tidak mungkin harus merubah wajahnya sampai segitunya, hmmm sayangnya tidak ada operasi yang bisa memperbaiki kebodohannya hahahaha"
" Aku mohon dengan amat sangat monster operasi plastik jangan lagi mendekati Kak Alend yang begitu rupawan, kenapa juga harus memilih bersama si monster operasi ini"
" Mohon jangan ada yang mengaitkannya dengan kak Alend lagi, kak Alend Bagaskara tidak ada hubungannya dengan Raya si Monster ini!!! "
" Yang mau lihat bukti Raya operasi plastik silahkan klik link ini, mohon dilike agar semua orang bisa melihatnya"
Berbagai macam komentar pembaca yang menghiasi kolom komentar, secara tiba - tiba seulas senyum terukir diwajah Raya, gadis ini sudah menemukan cara membalas Naura.
" Tunggu aku Naura" Gumamnya tersenyum.
Lagi - lagi Abi langsung merinding entah apa yang akan terjadi, Raya yang sekarang sudah tidak bisa ditebaknya lagi. Mobil berhenti didepan rumah. Raya turun dari mobil tersebut. Abi langsung menggantikan sebagai sopir.
__ADS_1
Raya masuk dalam rumah dan memperbaiki topinya.
Mobil Abi perlahan melaju tanpa suara hingga hilang dibalik tikungan. Langkah kaki Raya melangkah ke dalam rumah.
" Hmmm? Tidak terkunci" Desis Raya saat memegang gagang pintu.
Pintu didorong dari dalam, tampak papa, ibu tiri dan Naura tengah menanti Raya. Wajah sang papa nampak cemas sedangkan Ibu Rika dan Naura terlihat cemberut dibelakang papanya.
" Sudah kembali? Bagaimana hasilnya?" Tanya papa tidak sabar langsung menyonsong putrinya.
Kepalanya melongok ke luar mencari sesuatu namun disekelilingnya tidak ada apapun yang diharapkannya.
" Kenapa pulang sendiri? Mana Tuan muda Alend? Kenapa tidak mengantar pulang?" Tanya Papanya mulai marah.
Papa Raya menduga sesuatu yang buruk telah terjadi.
" Tidak usah lihat lagi! Dia sedang marah, aku pulang diantar Abi" Jawab Raya mengatur mimik wajahnya agar terlihat seperti sedang menahan kesal.
"APAAAA!!!! " Seru papanya marah.
Dibelakang papanya lagi - lagi ibu Rika dan Naura tersenyum kecil dengan kegagalan Raya berbaikan dengan Alend.
" Hehehe" Malah Naurah tidak segan memperlihatkan senyum manisnya didepan Raya saat tidak diperhatikan papanya.
" Tidak ada gunanya marah padaku... awalnya kami bicara dengan baik tapi setelah kak Alend melihat berita di ponsel bahwa aku operasi plastik akhirnya kami bertengkar kembali, dia marah padaku" Jawab Raya dibuat sesedih mungkin didepan papanya.
Papa Raya terkejut, dirinya paling tahu mengenai putrinya ini. Raya memang tidak mirip dengannya, putrinya ini lebih mewarisi wajah cantik ibunya daripada wajahnya, tetapi hal itu menjadikan Raya memang sudah cantik natural sejak kecil.
" Kau mana pernah operasi! Papa tahu pasti orang - orang disosial media membuat gosip baru untuk menaikkan popularitas mereka, papa akan tuntut mereka" Kata Papa dengan marah.
Naura tersentak, cewek itu mulai merasa takut.
" Iya, tapi ada orang yang memperkuat gosip ini" Lanjut Raya tersenyum sinis melirik Naura.
Naura gemetar, Raya nampak sudah siap untuk membongkar kesalahannya. " Papa tidak boleh sampai tau" Katanya.
" Siapa yang Berani menjelekkan nama putriku?? " Seru papanya naik pitam.
" Pa..papa, Kak Alend pada dasarnya tidak menyukainya makanya saat meminta maaf kak Alend malah menjadi emosi, dia cuma mencari alasan saja..." Kata Naura agak gugup. Gadis itu ketar ketir takut ketahuan sehingga merasa harus menjauhkan papanya dari Raya.
Raya tertawa dalam hati melihat kepanikan Naura. Gadis itu menunjukkan sebuah video pada papanya.
__ADS_1
" Hmm Lihat saja sendiri saja! lalu tentukan! Aku yang mencari alasan atau seseorang yang sedang mencari alasan? " Kata Raya.
Mata papa membelalak melihat Video Naura yang tengah memberikan komentar dalam wawancara infotaiment. Alangkah marahnya pak Mahesa saat melihat Naura membenarkan jika Raya telah melakukan operasi plastik diluar negeri.
Naura panjang lebar menceritakan masalah mengenai hubungannya dengan Raya seraya membuat pernyataan yang meyakinkan opini publik mengenai Raya.
" DIAM...DIAM..." Pekik Naura semakin panik.
" NAURA!! " Seru Pak Mahesa sangat marah.
PLAK!!
Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Naura. Lelaki paruh baya itu rasanya ingin menghajar putri bungsunya itu dengan keras saking kesalnya.
Ibu Rika langsung menolong putrinya dengan menjauhkan sang putri dari suaminya. Sebelum Naura mendapatkan pukulan lebih banyak lagi. Raya hanya menatap dingin melihat adegan tersebut.
" Papa... Mengapa papa memukulku? Apalagi demi dia?? " Kata Naura menangis gemetar.
" MEMUKULMU? RASANYA AKU INGIN MEMBUNUHMU!!! KAU ADIKNYA RAYA, HARUSNYA DISAAT SEPERTI INI KAU MEMBANTUNYA BUKAN MENCELAKAINYA!!! " Teriaknya keras menggema diseluruh ruangan.
Pak Mahesa seperti sudah kesetanan mendorong sang putri hingga terjatuh. Naura mundur ketakutan takut akan ditendang papanya.
" Suamiku, jangan emosi! Naura pasti tidak sengaja melakukannya..." Kata Ibu Rika menahan laju tangan Suaminya agar tidak memukul anaknya.
" APA UNTUNGNYA BAGIMU? APA KAU TIDAK PUNYA OTAK? KALAU ALENG SEMAKIN MARAH KAU KIRA KELUARGA SIAPA YANG DIRUGIKAN?HAH!!! " Seru papa Raya semakin emosi.
" Suamiku mohon pengertiannya, dari kecil hingga dewasa, dia sangat patuh dan tidak pernah membuat masalah, dia masih kecil ( padahal tadi si ibu bilangnya udah dewasa ckckck) mungkin tidak berpikir matang, kemungkinan perkataannya disalahartikan oleh orang diluar sana!" Bujuk Ibu Rika menenangkan papa Raya.
" Oh Benarkah? Orang luar mengatakan aku operasi plastik aku tidak marah karena mereka tidak hidup bersamaku, Tapi Naura sepanjang liburan ini tinggal bersamaku di rumah ini malah berbohong mengatakan dirinya keluar negeri, jika bukan sengaja apalgi maksudnya? " Bantah Raya sengaja memanaskan suasana.
Mata sang ibu Tiri mendelik tajam melotot ke arah Raya namun gadis itu malah tertawa seolah tidak ada masalah apapun. Secara tiba - tiba ekpresi marah ibu tiri itu berganti dengan senyum manis, bukan saatnya untuk melawan sekarang, yang harus dipikirkannya adalah anak gadisnya akan dihajar sang suami jika dirinya tidak bertindak sekarang.
" Raya sayang, kau belakangan ini semakin cantik, sebagai perempuan, Naura juga pasti bisa merasa iri padamu, Ini adalah psikologi gadis pada umumnya, siapa yang mengira malah disalahartikan oleh netizen, tolong jangan masukkan ke hati ya " Kata Ibu Rika memegang tangan Raya sambil tersenyum.
Diluar dugaan Raya malah menarik tangannya, kali ini dirinya tidak mau disalahkan lagi oleh papanya.
" Hmm tentu saja aku tidak memasukkannya dihati tapi apa gunanya? sekarang yang paling penting adalah Kak Alend percaya dengan berita itu bahkan adikku sendiri mengatakan aku operasi plastik, lalu kenapa kak Alend harus menikah dengan seseorang yang disebut monster operasi plastik?" Tanya Raya santai.
Ibu Tiri Raya gelagapan mendengarnya tidak tahu harus menjawab apa.
***
__ADS_1
BERSAMBUNG