
****
Revan langsung pergi ke luar kota memberi Raya semangat. Asistennya Bean ( akhirnya ada namanya juga ) juga turut serta, sejak artisnya menyukai Raya maka dirinya selalu kerepotan dengan permintaan Sang artis untuk mendapatkan perhatian dari Raya.
Clarissa menatap kepergian Revan dengan senyum sinisnya " Susah payah aku merasakan ketenaranku meroket tajam mana mungkin aku akan melepaskan Raya! Tunggu saja berita baru yang akan lebih panas tentangnya"
Senyuman itu tertangkap oleh Abi, Pemuda itu tampak sangat serius semakin misterius.
" Bisa kita Bicara empat mata? aku ingin membahas sesuatu denganmu" Kata Abi.
Pria itu tahu jika Clarissa lebih tua darinya namun tidak peduli, cara bicara Abi sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat pada orang yang lebih tua.
" Apa kau juga merasa tidak adil? Sudah kubilang jika bukan aku yang melakukan, aku juga sangat sedih.." Kata Clarissa berakting sedih. Disampingnya masih ada seorang make up artis. Dirinya masih harus menjaga imagenya.
Abi tidak bicara melainkan menunjukkan potongan Video dimana dalam video itu menunjukkan jika yang melakukan penindasan terhadap orang lain bukanlah Raya melainkan Clarissa. Tampaknya wanita itu sadar jika Abi tengah menginginkan sesuatu darinya.
" Kali ini mau bicara denganku atau aku akan langsung menguplod video ini?" Tanya Abi dengan nada mengancam.
" Kau boleh pergi" Suruh Clarissa pada orang disampingnya.
Tidak berapa lama, setelah hanya berdua, wajah asli Clarissa langsung muncul.
" Apa maumu?" Tanya Clarissa tanpa basa basi.
" Aku mau bicara dengan managermu! " Kata Abi mantap.
Clarissa tidak punya pilihan lain. Abi memiliki video bukti. Dengan segera langsung menelpon managernya.
" Iya aku tahu sedikit info mengenai Abigail. pengikut kecil Raya. dia memang selalu mengikuti Raya kemanapun, aku sudah mempunyai Gambaran mengenai dirinya, aku sudah membuat janji dengannya di sebuah restoran termewah di gedung paling atas...tenang aja dia hanya mahasiswa miskin, mana mungkin punya kemampuan negosiasi, dia lemah! " Kata sang manager menenangkan Clarissa.
__ADS_1
Manager Clarissa memang sengaja mencari tahu mengenai orang yang berada didekat Raya. Informasi yang didapatkannya Abi termasuk orang yang paling dekat dengan Raya. Sayangnya Manager itu tidak tahu jika Informasi mengenai Abi banyak yang dipalsukan oleh Orang kepercayaan mamanya demi melindungi Abi.
Manager Clarissa menganggap Abi hanya memanfaatkan video tersebut untuk mendapatkan uang,
" Dia sudah datang, aku tutup telpon dulu...serahkan saja padaku! " Kata sang manager.
Manager menutup telepon ketika melihat Abi muncul dari kejauhan. Pemuda itu dengan wajah seriusnya datang mendekati meja. Tampak disadari oleh manager jika Abi sedang diikuti oleh seseorang tetapi orang tersebut tidak bergabung. ( Menunggu aba-aba)
" Silahkan duduk? kenapa? Tidak pernah datang ke tempat mewah seperti ini?" Tanya Manager dengan sedikit menghina.
" Tidak usah bertele - tele. Raya adalah wanita yang baik tapi bukanlah seorang penakut. Dia menyuruhku untuk bernegosiasi dengan kalian, tujuannya satu, kalian harus membuat konferensi pers meminta maaf karena kalian memfitnah dirinya, aku ada disitu saat kejadian... awalnya aku hanya berencana memotretnya ternyata malam merekam semua kejadian itu..." Kata Abi serius.
" Kau tidak perlu menjelaskan mengenai video itu, akupun tau jika itu video asli! Tapi mengapa harus membukanya keluar? Apa untungnya untukmu? Berapa uang yang diberikan oleh Raya padamu?" Tanya Manager.
Abi terpana, inilah hal yang tidak disukainya. berhadapan dengan makhluk seperti ini Abi hanya bisa mencoba bersabar. Semua demi Raya, sahabat tersayangnya.
" Apa kau sedang menyogokku?" Tanya Abi dengan dingin.
" Kau cukup pintar anak muda! Katakan berapa harganya? Video itu akan kami beli" Tanya Manager tersenyum penuh kemenangan.
" Jadi maksudmu? Kalian tidak berniat minta maaf? " Amarah Abi mulai menyeruak. Jantungnya berdebar keras. Abi tidak mau lagi melihat Raya merasakan kesedihan akibat perbuatan Netizen.
" Hahaha!! meminta maaf? Kenapa harus meminta maaf? Setiap hari di sosmed, Raya selalu menjadi bahan cacian netizen, apa ada yang meminta maaf padanya?, lagipula esok perusahaan akan melakukan konferensi pers untuk membuktikan jika dia tidak bersalah, Raya tidak rugi apa - apa kan?"
BRAK! Abi menggebrak meja saking marahnya.
" Kalian sengaja memfitnahnya! Memanfaatkannya untuk menjadi trending topik agar bisa menaikkan rating Clarissa, dimanakan hati nurani kalian? Masih adakah atau memang sudah tidak punya? " Cecar Abi
" Hei! Jangan terlalu mengeraskan suaramu, apa kau ini dimana? Disini jika kau berteriak atau bicara terlalu keras akan diusir keluar, Ini adalah kenyataan Abi, apa itu hati nurani? Uanglag yang paling hebat, kau ada uang maka kau bisa semena - mena! " Ujar Manager tersenyum.
__ADS_1
Wanita itu merasa bisa mendesak Abi si mahasiswa miskin. Abi menghela napas. Sudah tidak ada yang bisa dibicarakan, orang didepannya ini memang sengaja ingin merusak reputasi sahabatnya. Pemuda itu berdiri hendak pergi.
" Pikirkan baik - baik.. Kami akan memberimu banyak uang, kau bisa membeli apapun yang kau suka! Berapa yang kau mau? 100 juta? atau 1M? sebutkan saja harganya! " Tawar manager membujuk.
" Kurasa kau benar satu hal, jika punya masalah yang bisa diselesaikan dengan uang maka itu bukanlah masalah, dengan uang kita bisa semena - mena.. apakah kau pernah mendengar mengenai perusahan SUNRISE? Intinya... Ke depannya kupastikan kau tidak akan bisa hidup disini lagi... " Kata Abi dingin.
Sang Manager menganga, siapa yang tidak mengetahui tentang perusahan SUNRISE, perusahaan bertaraf internasional dan memiliki aset dimana-mana. Makmur entertaiment pun hanya seperti tai kuku saja didepan perusahaan tersebut. Apa hubungannya dengan Abi?
" Kemari! Paman Faris, Tolong masukkan Clarissa dan wanita ini, akh tidak! sekalian dengan makmur management dalam blacklist perusahaan kita, aku tidak ingin jika kita punya hubungan kerja sama apapun dengan mereka... hancurkan saja apapun yang berhubungan dengan mereka! " Perintah Abi pada orang yang mengikuti Abi sejak tadi.
" Baik Tuan muda"
Ternyata yang mengikuti Abi sejak tadi adalah tangan kanan mamanya, Abi sengaja meminta izin mama dan kakeknya untuk berbuat onar. Untuk skala Abi yang dikenal sebagai anak penakut, kakeknya bahkan bersedia meminjamkan asisten bodiguardnya agar Abi bisa menindas orang sesukanya. Cucu lelakinya dianggap terlalu baik dan lembut sehingga tidak pernah berbuat onar. (hadeuhh...pikiran orang kaya aneh-aneh! )
Pria itu membungkuk hormat saat Abi pergi. Sang Manager masih tidak mengerti dengan apa yang ada didepannya.
" Anda lebih baik keluar sendiri atau saya akan memanggil security untuk mengusir anda? Anda tidak diperkenankan lagi untuk lama-lama dalam gedung ini..." Kata Pak Faris dengan senyum.
" Tunggu sebentar, ada apa ini? Siapa sebenarnya dia?" Tanya Manager bingung.
" Anda pasti sudah mengetahui mengenai perusahaan SUNRISE, seberapa berkuasanya mereka disini dan dinegara ini...kesalahan terbesar yang kau lakukan adalah menyinggung perasaan anak tunggal dari direktur kami yaitu putra mahkota dari perusahaan SUNRISE itu sendiri..."
"bersiaplah karena kalian akan merasakan dampak dari perbuatan kalian... Menurut pendapat saya pribadi, seharusnya anda menerima saja permintaan Tuan Muda kami sejak tadi, Tuan muda itu sangat lembut hatinya namun sekali dia marah, Tidak pernah ada dalam sejarah orang bisa bangkit jika sudah mendapatkan kemarahan Tuan muda kami..." Tegas Pak Faris tersenyum.
Tubuh sang manager langsung lunglai tidak bertenaga. Dirinya sekarang berharap bisa mengulang waktu kembali. Dan sayangnya waktu tidak akan kembali...
***
BERSAMBUNG
__ADS_1