Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 19 – Bertarung


__ADS_3

***


Raya mengganti bajunya ditoilet umum, menghapus make upnya dan memakai baju kasualnya. Penampilannya berubah 180 derajat dari yang tadi. Baru beberapa jam, Raya sudah merasakan lelah berpura – pura. Banyak hal yang dipikirkannya namun jika dirinya naik taxi pulang maka akan sampai dengan cepat ke rumah. Gadis itu tidak berencana untuk kembali ke rumah lebih cepat.


Raya butuh waktu untuk berpikir mengenai rencana membuat Alend membatalkan pertunangannya, harus Alend yang membatalkan. Jika dari pihak Raya yang membatalkan maka Keluarga Mahesa akan menanggung denda dalam jumlah besar. Kalau pihak Alend yang melanggar maka pihak Raya akan mendapatkan ganti rugi, Hal itu yang sedang diusahakan oleh Raya. Walaupun akhirnya dirinya harus mengorbankan reputasinya, gadis itu tidak terlalu peduli. Raya ingin melakukan negosiasi dengan Alend agar keluarganya bisa tertolong dari masalah keuangan.


“Agh…pusing! Kurasa aku harus latihan dulu, siapa tahu pikiranku lebih tenang” Kata Raya


Untuk pulang ke rumahnya, Raya memilih untuk berlari pulang sekalian olah raga. Sejak berada dalam tubuh baru, Karenina sang juara Bela Diri sedunia tidak pernah berolah raga sama sekali. Hari sudah malam, jalan mulai sunyi, yang ada hanya penyapu jalan, pemulung dan beberapa pekerja yang baru pulang dari lembur.


Dirinya masih disibukkan dengan penyesuaian dengan tubuh Raya. Gadis itu kewalahan dengan tingkah Raya sebelumnya. Suka bersenang – senang dan tidak mempedulikan tubuhnya sama sekali.


“ Huft.. Badan Raya ini lemah banget…lari sebentar saja sudah capek” Keluh Raya sudah mengeluh dengan napasnya ngos – ngosan. Raya berhenti sejenak untuk rehat.


Ketika tengah istirahat untuk menetralkan napasnya. Samar – samar terdengar suara gadis sedang terdesak meminta pertolongan. Tidak ada yang lewat ditempat itu. Kebetulan memang tempat itu merupakan jalan pintas untuk agar lebih cepat sampai ke jalan besar. Dijalan besar bisa dengan mudah mendapatkan Taxi yang lewat. Namun jam segini ternyata masih ada yang berani lewat ditempat yang terkenal sering ditunggui preman.


“ Jangan…” terdengar suara lemah gadis ketakutan.


Raya merasa harus melatih dirinya lebih baik lagi.


“ Harus latihan dengan baik…” Gumam Raya menetapkan hatinya.


Suara teriakan ketakutan terdengar semakin jelas,


“ Lepaskan aku!! “ Terdengar suara teriakan seorang gadis.


“ Hmm” Raya menengok mencari arah suara. Dirinya penasaran mencari sumber suara. Ternyata ada sekelompok preman sedang memalak seorang gadis yang kebetulan lewat.


Waktu juga sudah menunjukkan tanda malam sudah sangat larut, Raya menengok jam tangannya untuk memastikan waktu.


“ Sudah pukul 01.00 tidak terasa sudah jam segini ..pantas saja banyak penjual makanan dan toko sudah tutup…” Kata Raya.


Suasana gelapnya malam tidak menakutkan untuknya, dalam sejarah tidak ada yang ditakuti Karenina selain guru sekaligus pelatihnya.

__ADS_1


“ Jangan menangis! Malam – malam memakai gaun cantik begini… pasti ingin mencari mangsa kan? “ Tanya salah seorang preman tertawa.


Suara tawa menggema membuat Raya mudah untuk mendeteksi suaranya. Sedangkan gadis yang diganggu hanya bisa menangis tidak berdaya.


“ Doamu terkabulkan! Layani aku dengan baik, mungkin aku akan mengampunimu!” Kata seorang preman yang nampaknya adalah pimpinannya.


“ Kebetulan bos sedang berada disini, kamu harus melayaninya dengan baik” kata anak Buah sambil tertawa berusaha memegangi sang gadis mengurangi pemberontakan kecil yang dilakukannya.


Semuanya tidak mempedulikan air mata gadis muda tersebut. Semakin ketakutan semakin mereka nikmati.


“ Kau juga mungkin bisa menikmati ! Hahahaha” Tawa mereka semakin membuat gadis itu ketakutan.


“ Tidak…kumohon pada kalian …lepaskan aku” Pinta gadis itu putus asa.


Gadis itu ketakutan sekali, dirinya tidak percaya mengapa dirinya harus mengalami hal yang seperti ini. Gadis itu tidak mau menjadi korban dari para preman jahat tersebut. Dirinya harus mencoba meloloskan diri. Dirinya menganggap ini semua salah Raya, Loh kok Raya lagi? Yah kalau bukan karena Raya dirinya tidak akan pulang selarut ini dan dihadang oleh preman – preman jahat. Dalam hatinya sambil ketakutan, gadis itu


memaki  Raya.


“ JANGANN!!” Gadis itu mendorong Preman itu dengan sangat keras.


Dengan cepat mulutnya dibekap dan dibaringkan secara paksa, Tangan dan kakinya dipegangi oleh tiap preman hingga tidak bisa bergerak. Semuanya sedang tertawa menikmati ketakutan dari sang gadis.


“ Kak Alend Tolong aku!Tolong aku” Teriak gadis itu dalam hatinya.


“ JANGAN!! JANGAN!! “ jerit sang gadis menangis menutup matanya saking ketakutan. Hidupnya dalam bahaya. Dirinya tidak ingin menjadi korban hanya bisa menyalahkan Raya dan berjanji jika dirinya akan membuat Raya menderita jika dirinya selamat dari preman ini. (Haduh ini salah sasaran Namanya atuh neng!)


AAAHHHKKK!!!


 “ BOOSSSSS!!!! “ Terdengar suara jeritan kesakitan orang dipukul.


Raya muncul langsung melayangkan tendangannya. Sang Boss terjungkal dijalanan dan melakukan perlawanan.


Dalam waktu singkat orang yang dipanggil Boss tumbang kena tendangan dari Raya. Raya langsung menghajar tanpa memberikan jeda untuk melawan.

__ADS_1


“ Eh darimana gadis ini muncul?” Anak buah dari preman itu kaget sang boss langsung tumbang begitu saja dipukul oleh seorang gadis.


Semuanya terpana, akhirnya melupakan gadis yang mereka ganggu tadi langsung membantu sang boss. Tidak disangka walaupun dikeroyok, gadis itu mampu menumbangkan semua preman itu dengan mudah. Tidak butuh waktu lama semuanya terkapar dijalanan.


Setiap pukulan demi pukulan tidak ada satupun yang kena, Level Raya terlalu tinggi untuk dikalahkan preman jalanan seperti mereka.


“ CIH! TUKANG IKUT CAMPUR!!” Teriak preman yang masih berdiri hendak menyerang Raya dari belakang.


Pola serangan seperti itu tidak mempan untuk sang juara bela diri dunia. Ditangkapnya tangan si penyerang lalu disarangkan tendangan ke perutnya lalu dibantingnya ke jalan.


Preman tidak berdaya sama sekali sekali serang langsung tumbang. Nasib preman lain juga mengikuti bossnya tidak ada satupun yang selamat dari Raya.


“AAAGGGHHH!!!””


BUG!


BAG!


BUH!


Bunyi pukulan terdengar jelas dibarengi dengan pekikan kesakitan dari sang penjahat. Raya tidak mempan diserang diam – diam, gadis itu punya insting yang bagus. Dengan bekal bela diri yang lebih dari cukup. Penjahat tidak dapat menahan serangannya semua mengalami cedera yang sangat serius.


Ada yang bahkan dilempar dengan satu tangan hingga terpental ke dinding.


“ Brengsek! “ Maki preman preman itu.


Raya menendang kepala preman yang berdiri. Seperti game memukul hewan yang muncul kepalanya, setiap preman yang masih mengangkat kepala kena pukulan dan tendangan dari Raya hingga semuanya pingsan.


Sementara gadis korban menatap dengan kekaguman dan penuh syukur telah mendapatkan pertolongan disaat yang tepat. Sekilas pakaiannya telah sobek pada bagian bahunya. Kakinya terlalu lemas untuk berdiri. Peristiwa itu begitu mengejutkan dirinya. Tentu saja dimatanya ada trauma namun juga menimbulkan rasa penasaran dihatinya. Siapakah Pahlawan Wanita yang menolongnya?


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


Mohon dukungannya ya ...Makasih banyak untuk yang sudah menekan tombol like.


__ADS_2