Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 82.


__ADS_3

***


" Siapa dia? " tanya pria misterius itu.


" Seorang gadis..." Jawab Guru Kai.


Dari balik topeng wajah nampak keterkejutan mendengar perkataan Guru Kai. Apakah guru Kai ini sengaja berbohong? Mana ada gadis yang menguasai pedang Taiji? Dalam perguruannya jumlah wanita bisa dihitung dengan Jari dan semuanya dikenal oleh calon pemimpin itu.


" Gadis itu cukup canti! Hari ini aku bahkan melihat iklannya di banyak pusat perbelanjaan, anda bisa melihat videonya disana " Kata Guru Kai.


Salah seorang anak buah dari calon pemimpin itu menyerahkan tablet kecil yang menunjukkan perkataan yang dimaksud oleh guru Kai.


~ HEADLINE BERITA~


BERDASARKAN ISU, PERNIKAHAN ALEND BAGASKARA DAN RAYA MAHESA SUDAH DIBATALKAN. AKIBATNYA RAYA MENCARI SPONSOR BARU UNTUK KARIRNYA. SPONSOR BARU INI PUN MENYEWA NYARIS SELURUH PAPAN IKLAN PUSAT PERBELANJAAN DISELURUH DUNIA UNTUK MENINGKATKAN POPULARITAS RAYA


TAPI SAYANGNYA


SELERA SPONSOR BARU INI SANGAT LOW PROFILE, IKLAN YANG DIBUATPUN DIEJEK SANGAT KAMPUNGAN


\~\~\~


Iklan Raya ada dimana - mana, Calon pemimpin membacanya seolah tidak percaya.


" Dia? Raya? "


" Tuan besar, jurus pedang Taiji tidak pernah diwariskan pada orang luar, seharusnya anda menyelidiki mengapa Raya bisa mengetahui jurus ini dengan sangat baik, entah apa status gadis inu, bagaimana dia bisa berlatih dengan diam - diam jurus pusaka Gunung Bromo, siapa tahu ada mata - mata diperguruan Gunung Bromo ini.. Dia.."


AAAHHGGGGHHH...


Jeritan pilu dari Guru Kai segera menggema ditempat itu. Calon pemimpin langsung menebas bahu Guru Kai dengan Pedang. Luka besar menganga terbuka mengalirkan darah yang terus menetes.


" Kau harus ingat.. Perguruan ini tidak memerlukan orang sepertimu untuk ikut campur.." Kata Sang Calon pempimpin dengan dingin.


Guru Kai dibereskan oleh anak Buah Calon pimpinan gunung Bromo itu. Entah bagaimana nasibnya nanti.apakah masih hidup atau bahkan tinggal Nama.


****


Galaxy Entertaiment.

__ADS_1


Diruang kantor manajer, Raya bolak balik gelisah tidak berani masuk ke ruangan yang bertuliskan kantor manajer


Raya Jalan sana, jalan sini.. seperti setrika masih saja bolak balik.


Ding. Bunyi Lift sebelum terbuka tidak juga mengalihkan perhatian Raya. Gadis itu mengintip ruang manajer.


" Hmmm... Bagaimana caranya ngasihnya ya? Atau diam - diam dimasukkan dari celah pintu ini? Tapi kalau bukan kak Alend yang menemukan bisa berabe... Aku malu kalau kak Tantri yang menemukan surat ini... "


Ditengah kebingungan, Raya bahkan tidak menyadari ada dua langkah kaki yang mendekatinya.


" Apa yang sedang kamu lakukan? " Tanya Kak Tantri.


Raya terkejut seperti tertangkap melakukan kesalahan. Dengan Ekpresi kikuk Raya memasang wajah tersenyum seperti biasanya namun tetap seperti terpaksa. Tantri dan Alend sedang menatapnya dengan ekpresi berbeda. Tantri sudah jelas sedang bad mood dan Alend dengan ekpresi datarnya tidak bisa ditebak dibalik kacamata hitam. Pesona lelaki itu naik sepersekian persen dimata Raya akibat benda yang menggantung itu.


" Hmmm.. Kak Tantri.. Kenapa datangnya pagi sekali... " Raya keki.


" Datang awal apanya!! Aku begadang dan baru turun minum kopi untuk menemukan kembali kewarasanku... Meyelesaikan masalah sponsor baru kamu itu... " Kata Tantri dengan wajah ditekuk.


Semuanya bisa melihat wajah lelah Tantri, Kantung hitam dibawah matanya terlihat samar nyaris tidak bisa tertutupi dengan make up nya.


" Dari kondisinya memang sedang bad mood, Mata panda... " Raya menatap prihatin.


Biang kerok masalah belum juga ketahuan. Sponsor yang tiba - tiba menjadi penyandang dana iklan Raya masih tidak bisa ketahuan. Abigail sekuat tenaga mengerahkan kemampuannya untuk mencari informasi.Tidak main - main dirinya menggunakan bantuan jaringan yang tidak biasa.


" Sudahlah tidak usah basa basi.. kebetulan ada disini..ikut aku ke ruang rapat... " Kata tantri berlalu pergi.


" Baik.. " Bak Anak ayam, Raya mengikuti Tantri dari belakang.


Alend juga mengikutinya dari belakang, Raya melirik Alend dan sengaja berjalan lambat agar bisa sejajar dengan Alend. Gadis itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


Uhuk! Raya sengaja Batuk untuk menarik perhatian Alend.


Alend menengoknya, " Kak Alend, surat permohonan maafnya sudah selesai kutulis.. " Kata Raya memberikan sepotong kertas yang dilipat pada Alend.


Senyum Alend terlihat samar namun cepat - cepat berganti dengan ekspresi datar kembali. Tangan kanannya menerima surat yang dimaksud oleh Raya.


Bima melihat gerakan keduanya menggelengkan kepala


" Dua orang ini... Seperti anak SMP saja yang diam - diam memberikan surat cinta! " Katanya.

__ADS_1


Tantri sudah menunggu diruangan Rapat. Didepannya sudah ada laptop dan sebuah flashdisk.


" Kau tahu ada sekarang ada kontes berupa voting yang sedang diadakan diinternet, tema votingnya adalah orang yang paling menyebalkan se Indonesia.. Kontes pemilihan nyaris mirip seperti panasonic award atau pemilihan award lainnya. Setiap tahun diadakan sekali, Netizen harus memilih orang yang paling menyebalkan hati..." Kata Tantri.


Raya menatap serius pada layar laptop. Ternyata dirinya berada di urutan ketiga pada voting itu.


" Raya..Lihat posisimu... kau ada diurutan ini" Kata Tantri.


Voting di internet diadakan secara real time dan yang memilih Raya sudah mencapai 70ribu suara di posisi ke tiga, Raya sampai terkejut sendiri, begitu banyak yang membencinya dan jumlah itu masih ada kemungkinan untuk naik.


" Urutan nomor dua artis yang ketahuan selingkuh sedangkan yang memegang puncak kontes ini adalah orang yang ketahuan menciplak hasil karya orang lain... " Kata Tantri.


Raya menepuk dahinya tidak terima dengan hasil votingnya.


" Apa begitu banyak netizen yang tidak punya pekerjaan...aku ini salah apa ya? " Katanya kesal.


Disampingnya Alend berusaha menyembunyikan tawa kecilnya dan menyamarkannya dengan batuk.


" Intinya sekarang! Hal yang paling penting adalah kita harus mencari siapa sebenarnya yang ada dibalik klub Maharaya " Kata Tantri serius.


" Abi sudah menyusup masuk ke dalam grup internal mereka, pagi ini Abi bahkan janjian ketemuan. Seharusnya sebentar lagi akan bisa mengetahui status mereka sebenarnya" Jawab Raya.


Abigail mengabarinya lewat pesan singkat mengenai tindakannya. Tantri justru mengkhawatirkan tindakan Abigail dan menganggapnya ceroboh, Haters seperti Club Maharaya tidak mungkin akan membocorkan status mereka dengan mudah, terbukti dalam sekali tindakan mereka sudah menghabiskan banyak biaya.


" Pasti tidak segampang itu ferguso! aku mencurigai mereka adalah profesional, kemungkinan adalah beberapa perusahaan besar yang bekerja sama " Tantri semakin serius bicara.


" Mungkin takut kamu dan Alend kerja sama. Kali ini mungkin bisa jadi sebuah perangkap... masih belum ada petunjuk.." Kata Bima.


Raya langsung teringat Sahabatnya, " apakah Abi dalam bahaya? Aduh bagaimana ya.. Abi.. "


Drrtt.... Drttff... Drrttt..


Sebuah pesan dari Abigail masuk langsung menambah ketegangan Raya.


Semoga kamu baik - baik saja Abi. Tidak! Kamu harus baik - baik saja!!!


Raya menatap layar ponselnya, dadanya bergemuruh membayangkan jika pesan dari Abi adalah pesan bahaya. Astaga apa yang harus dilakukannya? Raya takut untuk membuka pesan dari Abi.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2