
***
" Kau sudah memastikan itu benar - benar Raya yang itu?? " Tanya Kakek ngotot tidak percaya.
" 100 persen yakin tuan besar, Anda tidak bisa mengenalinya karena Nona Raya sudah mengubah penampilannya sejak beberapa bulan yang lalu... Tinggal menunggu waktu untuk mengumumkan pembatalan pertunangan itu" Kata Paijo.
Teman-teman sesama Kakek - kakek terlihat gembira semua mendengar adanya pembatalan pertunangan Alend dan Raya. dengan Begitu cucu mereka juga punya kesempatan untuk dekat dengan Raya.
" Jangan sembarangan bicara, kapan aku mengatakan hal itu! " Bantah Kakek Bagaskara berdehem.
" Pak Tua kalau kau tidak puas dengan calon cucu menantu anda yang satu ini bagaimana jika diperkenalkan dengan anak bungsuku saja... usianya baru 22 tahun tidak jauh dari usia calon cucu menantumu itu" Kata kakek salah satu teman Kakek.
" Cucuku saja.. cucuku juga sudah dewasa..." Kata Kakek lain turut menawarkan cucunya.
Para kakek itu sudah terlanjut jatuh hati pada penampilan Raya barusan, mereka berdebat berebut siapa yang akan menjadi jodoh bagi Raya.
" Aku tentu saja mau memiliki cucu menantu yang cantik dan sempurna seperti Raya itu"
" aku berharap Raya akan tertarik pada putraku.. yah wajahnya tidak setampan Alend sich tapi anakku adalah putra yang baik dan pasti akan memperlakukan Raya dengan baik.."
" Hahaha jika berhasil maka aku akan mengundang pak tua Bagaskara sebagai mak comblang hahahaha"
Kakek Bagaskara tidak mau kalah, dirinya pun tidak rela jika Raya sampai lepas darinya. Raya adalah cucu menantunya titik.
" Dia adalah cucu menantuku.. jangan harap kalian bisa mengambilnya dari cucuku" Kata Kakek Bagaskara sukses membuat teman - temannya diam.
Karena tidak jadi berlatih pedang, mereka pun bubar masing - masing. Dalam mobil menuju ke rumah, Kakek Bagaskara terus teringat penampilan Raya barusan. Tidak ada yang cocok mendampingin cucunya selain Raya itu. Tidak boleh ada yang lain. Sudah sangat pas dan tidak bisa dipisahkan (padahal tadinya kakek juga sudah setuju untuk pisah)
"Ambilkan Ponselku..." Suruh Kakek Bagaskara.
Paijo memberikan ponsel pria tua itu. Kakek tidak sabar langsung menelpon Alend.
[ Kakek : AL... ]
[Alend : Ada apa kakek? ]
[ Kakek : Bawa Raya ke rumah untuk membahas pernikahan kalian]
[Alend : Anda kenapa? ]
Alend terdengar curiga, apa yang membuat kakeknya tiba - tiba menghubunginya membahas mengenai Raya.
[Kakek : Tidak ada apa-apa, kakekmu ini sudah tua, harapan terbesar dalam hidup adalah melihatmu menikah, kamu harus mewujudkan harapan kakekmu ini]
Suara kakek dibuat memelas mungkin.
[Alend : Kakak pertama juga belum menikah, kenapa anda tidak mendesak dia?]
__ADS_1
[Kakek: kemarin aku mendesaknya..tapi aku malah langsung dikirim ke afrika, tiga bulan kemudian baru memperbolehkan aku kembali lagi ke sini...]
[Alend : Kakak sedang melatihmu kakek, agar anda tidak lagi berpikir sebagai guru bela diri]
[Kakek ; Sebenarnya yang jadi kakek disini siapa? mengapa aku merasa malah seperti aku yang menjadi cucumu?]
Kakek Bagaskara mengamuk marah.
[Alend: Intinya masalahku dan Raya, anda jangan ikut campur]
[Kakek : Kalian ini... ]
Kakek tidak putus asa membujuk Alend. Dirinya tetap harus bertemu dengan Raya dan meyakinkan Alend untuk tidak membatalkan perjanjian nikah mereka.
[Kakek : Kalau bagitu bolehkah kamu membawa dia untuk berjumap denganku hari ini AL? ]
Suara Kakek terdengar seperti gadis ABG yang malu - malu kucing.
[Alend : Tidak boleh]
Tut! Tut! Tut
Sambungan telepon putus.
Jawaban Alend sangat tegas membuat kakeknya garang lagi.
Sang pengawal sekaligus sopir Kakek Bagaskara menghembuskan napas. Pria muda ini tau jika tuan nya sudah marah maka semuanya tidak akan terasa benar dimatanya.
" Kenapa tuan besar tidak juga sadar.. Selama ini apakah anda tidak menyadari posisi anda dikeluarga ini... Posisi satu adalah tuan muda pertama tidak terbantahkan... posisi yang kedua nyonya besar (istri kakek Bagaskara)... posisi ke tiga tuan muda ke dua, Tuan muda Alend dan anda berada diposisi paling bawah.. " Kata sang supir.
Kakek Bagaskara syok mendengarnya. Paijo sebenarnya dari awal ingin mengomeli tuannya tetapi rasanya tidak pantas jika dilakukannya.
" Ini juga salah anda tuan.. karena anda yang terlebih dahulu menyetujui pembatalan pernikahan ini dengan nyonya besar.. " Kata Paijo sambil fokus dengan jalanan didepannya.
Terdengar desah napas dari belakang tempat duduk kakek Bagaskara, rasa penyesalan tidak bisa disembunyikan dari wajah tua kakek Bagaskara.
" Tapi aku mengambil keputusan ini demi kebahagiaan Alend juga, Disaat Raya berkali - kali mabuk - mabukan di bar, dugem setiap hari..boros dan banyak lagi laporan buruk mengenainya..apakah gadis seperti itu akan membuatku tenang jika bersanding dengan cucuku?"
Paijo diam saja mendengarkan perkataan majikan adalah salah satu tugasnya.
" Tapi setelah berjumpa langsung dengannya, aku malah merasa selama ini pasti ada kesalahpahaman.. tidak mungkin Raya yang kuliat sekarang seperti yang ada diberita online itu...aku paham sifat Alend, aku rasa dia juga akan tertarik dengan gadis sesempurna seperti Raya ini.. Aku jadi ingin mencoba menjodohkan mereka kembali" Kata Kakek sambil melihat langit.
Teringat kembali janji yang dibuatnya bersama kakek Raya untuk menjodohkan cucu mereka. Kakek Raya merupakan penolong Kakek Bagaskara. Demi menjalankan janji itu, Kakek Bagaskara membuat kontrak pernikahan antar cucu.
Sebenarnya tidak ada ketentuan cucu yang mana, mau cucu pertama atau yang kedua namun Dilihat dari usia, Alend lebih cocok bersama Raya daripada kakak pertamanya.
" meskipun mereka masih tidak setuju tapi anda masih bisa bertemu dengan Nona Raya..Itu bukanlah hal yang sulit..."
__ADS_1
Secara tiba - tiba paijo memberikan sebuah solusi. Mungkin Tuan besarnya belum mengetahui hal baik ini.
" Kenapa bisa begitu? " Tanya Kakek Bagaskara
" Nona Raya sekarang masuk sebagai artis Galaxy Entertaiment, bu Tantri yang merekrutnya... " Jawab Paijo.
Wajah murung kakek berganti dengan wajah bahagia. Harapannya tidak akan putus begitu saja seperti layangan putus.
***
Di Kantor Galaxy Entertaiment.
Raya hendak pulang setelah datang mengambil naskah. Dirinya libur latihan hari ini karena harus fokus belajar ujian di kampusnya semakin dekat.
Raya tidak ingin nilainya jeblok karena kesibukannya.
" Tunggu sebentar Kak Raya (dikantor itu selalu menambahkan nama kak didepan nama artis atau orang yang dihormati dikantor) " Sapa Resepsionis.
Raya berbalik " Ya? "
" Bu Tantri berpesan untuk segera ke ruangannya jika bertemu denganmu..ada hal yang penting yang harus disampaikan" Jelas Resepsionis.
Raya menatap bingung. Hal penting apa? mengapa tidak menelponnya saja? bukannya lebih mudah tanpa harus menyampaikan pada Resepsionis.
" Raya! Ikut AKU!! " Panggil Tantri bersama Bima yang muncul dibelakang Raya.
Dari Ekspresi wajahnya terlihat sesuatu, Bima juga terlihat tidak enak.
" Aku? " Tanya Raya bingung.
" Auranya saja kelihatan mau mengamuk...aku salah apa ya? "
Raya ikut dengan Tantri dan Bima. Ternyata mereka menuju mobil di Parkiran gedung.
****
BERSAMBUNG.
Baru kali ini Naya berhasil Up episode berdekatan.. 69,70 dan 71...
Terima kasih atas komentarnya ya kakak semuanya. Tambah semangat mengetik sambil membalas komentarnya. Alhamdulillah Naya lagi lowong jadi negbut menulis. Tidak tahu kapan lagi waktu selowong ini, anak2 pada nurut, kuliah ga ada tugas dan pekerjaan rumah selesai dengan cepat.
Minggu depan Naya belum bisa Up banyak mungkin akan sehari atau dua hari baru bisa UP. Naya harus ikut pelatihan online selama seminggu. semoga lancar
makasih ya semuanya,..
Salam hangat
__ADS_1
Nayaka