
Kim Duck Hwan berjalan menuju ke ruang kerja sambil menunggu Kim ereum datang.
****
" nyonya tuan ingin berbicara dengan nyonya . . . dan di tunggu di ruang kerja " ujar pak Ming
" baik lah saya akan datang ke sana "
Kim ereum keluar dari kamar AE Cha sambil menggendong anak nya itu.
iya dia sungguh sangat sakit hati sekarang mengetahui bahwa suaminya menikah lagi dengan wanita lain apalagi sekretaris nya sendiri .
dia tau dari bisik-bisik dari para pelayan yang harus menyiapkan kamar untuk istri baru Kim Duck Hwan itu.
Kim ereum memasang wajah datar dan memasang ekspresi wajah seolah-olah ia tidak tau kalau suami sudah menduakan nya.
tok . . . . tok. . .tok
"masuk" ujar Kim Duck Hwan di dalam
"kenapa kamu membawa AE Cha kesini" ujar Kim Duck Hwan sedikit nada marah
" AE Cha sangat merindukan mu suamiku "
"kamu baru pulang dari Paris dia sungguh sangat merindukan mu suamiku"
" 2 Minggu kamu nggak ada kabar , apa sesibuk itukah kamu disana "
" maaf kan aku . . . Kim ereum aku sebenarnya ingin berbicara yang sebenarnya tentang aku pergi ke Paris " ujar Kim Duck Hwan sambil melihat Kim Areum yang meletakkan anaknya dia atas kasur .
iya ruang kerja Kim Duck Hwan ada kasurnya kalo dia lagi ingin sendiri dan lagi pusing dia akan tidur di ruang kerja itu.
Kim ereum berjalan lagi menuju ke arah sofa duduk di depan suaminya.
" apa yang ingin kamu bicara kan suamiku seperti sangat serius" kata kim ereum sambil tersenyum manis
" aku sudah menikah dengan Lee sooram sekretaris perusahaan ku " katanya terus terang
" apa kah kamu mencintainya suamiku" ujar Kim Areum sambil menahan tangisnya.
" iya . . . aku mencintai nya tapi aku akan berusaha untuk adil kamu dan dia "
__ADS_1
''aku tau kamu sangat baik dan selalu menuruti apa kata ku "
"pasti kamu juga akan bahagia kan kalau aku menikah dengan Lee sooram" ujar nya tampa memikirkan hati nya itu
"suamiku. . . ."
" bisa kah aku meminta sesuatu hal yang tak pernah ku minta dari " kata kim ereum melihat suami nya
" apa Kim ereum . . . apa pun aku akan menuruti apa mau mu kecuali menceraikan mu" kata kim Duck Hwan yakin
" suamiku bisa kamu memilih antara aku dan sekretaris mu itu" ujar Kim Areum sambil melirik gelang hitam pekat itu menunjukkan jam 23:56 .'' Kim ereum kamu bisa kamu harus meyakinkan suami mu untuk memilih mu '' kata kim ereum dalam hati
'' suamiku ku mohon tolong ingat kisah kita sudah 7 tahun kita bersama ''
Kim Duck Hwan diam saja dia tidak merespon apa yang dikatakan oleh istri nya itu.
'' suamiku kamu tau kan aku tak mau di madu oleh mu dan kamu sangat tau itu''
'' jadi ku mohon tolong kasih aku jawaban suamiku''
jam 23:58
'' aku tak bisa memilih Kim ereum aku mencintaimu dan dia itu jawab an yang kamu inginkan dari ku'' ujar Kim Duck Hwan dengan suara penuh tekanan
jam 23:59
''sayang coba mengerti diriku , aku sungguh tak bisa menahan cinta ku untuk nya Lee sooram mirip dengan mu . dia baik dan penyabar seperti mu aku tak ingin melepaskan wanita baik disisiku sayang " ujar Kim Duck Hwan berjalan dan memeluk istrinya itu .
'' apa kamu nggak memikirkan perasaan ku Kim Duck Hwan'' ujar Kim Areum marah
" apa kata mu dia memiliki sifat yang mirip dengan ku terus kenapa kamu menikahi wanita itu padahal kamu sudah memiliki istri yang memiliki sifat tersebut " kata kim ereum sungguh tak percaya
" sungguh maaf kan aku sayang , aku akan berusaha untuk adil " kata kim Duck Hwan meyakinkan istri nya
" dalam rumah tangga yang sudah terdapat orang ketiga itu tak akan nama adil Kim Duck Hwan "
" aku memiliki sebuah rahasia !!! . .. . aku akan mengatakan itu" kata kim ereum sambil melihat suaminya di samping .
mereka duduk di atas kasur sambil berhadapan .
Kim ereum melihat suaminya diam saja dia pun memperlihatkan gelang hitam pekat kepada suaminya.
__ADS_1
di gelang pekat itu jam tertulis jam jam 23: 59 tapi sang suami tidak melihat apa-apa dia hanya melihat warna gelang hitam pekat.
"suamiku terima kasih ih ih telah mencintaiku selama 7 tahun ini "
"sebentar lagi aku akan menghilang dari hidupmu dan anak kita semoga kamu bahagia bersama dia "
"apa yang kamu bicarakan istriku menghilang? apa maksudnya " kata kim Duck Hwan
"sebenarnya aku mendapatkan kutukan dan aku melanggar kutukan itu " ujar Kim Areum sambil manangiss sungguh dia tidak menyangka akan terjadi kejadian ini.
aku kira waktu remaja dulu sang nenek hanya meramalkan abal-abal aja tapi kenyataannya ramalan nenek tua itu sungguh terjadi sekarang.
mungkin waktu remaja aku akan menganggapnya itu serius tapi semenjaknya dewasa dan memiliki anak aku melupakan kata nenek itu.
2 minggu yang lalu sebelum suamiku pergi ke Paris aku mimpikan nenek itu dia datang di mimpiku dan berbicara hal-hal aneh tentang gelang yang dipakaiku.
aku sempat melupakan pemberian gelang nenek itu semenjak aku ngurus anakku.
iya . . . aku tak suka anakku dirawat babysitter karena aku sangat menyayangi anakku itu yang kutunggu-tunggu selama bertahun-tahun.
aku sempat lupa warna asli gelangku itu yang warna hijau muda. soalnya gelang itu menjadi warna merah selama 3 lalu dan aku beranggapan itu hal bisa.
semenjak suamiku pergi ke Paris gelang tanganku menjadi hitam pekat semenjak itu aku mengingat kembali kata-katanya itu.
" sebentar lagi aku akan menghilang berserta anak AE Cha "
" itu kutukan aku sebenarnya kalo kamu tak menduakanku kehidupan kita akan baik-baik saja sekarang''
'' tapi kamu sudah menduakan cintaku Kim Duck Hwan '' ujar Kim Areum
'' kutukan '' kata kim Duck Hwan yang masih belum mengerti dia heran kok ada kutukan seperti itu.
jam 00:00
tanpa disadari oleh Kim ereum gelangnya berubah menjadi warna putih.
'' selamat tinggal suamiku semoga kamu bahagia dengan hidupmu yang baru tampa diriku'' kata kim ereum menghilang seperti debu dan diikuti oleh anaknya.
Kim Duck Hwan yang melihat itu hanya terdiam kaget, bingung dan tak percaya.
dia memanggil-manggil nama istrinya tapi dia tak menemukannya dan menyuruh kepala rumah tangga pak ming untuk mencari istrinya itu dimanapun dia berada.
__ADS_1
" Kim ereum sayang AE Cha kamu dimana" teriak Kim Duck Hwan