Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 11 – Untuk Apa?


__ADS_3

***


 Raya lega, ujiannya telah selesai.


“RAYA!! “ Teriak salah seorang pria muda kelihatannya seusia dengan Raya.


Raya menengok,


“ Raya! Ujianmu sudah selesai? Ayo makan Bersama! “ Ajak pria muda tadi.


Raya menatap pria didepannya sambil menggali memorinya. Pria itu mengenakan pakaian yang menurut Raya agak aneh dan selebor.


Dandannya mengingatkan Raya akan penampilan artis Justin Bieber terutama dibagian celananya yang suka melorot.



( Lagi – lagi gambar hanya pemanis ya)


Dalam ingatanku, Abigail Putra ini adalah anak orang kaya yang penakut dan memiliki selera jelek.Bisik hati Raya sambil menyongsong temannya.


Abi begitu nama panggilan Abigail adalah teman Raya sejak kecil yang memiliki tabiat yang sama dan merupakan teman pria satu – satunya Raya.



( Ini Abigail)


Abi sebenarnya tampan namun sayang dandannnya suka nge-bold dengan eyeshadow smookey sama selera dengan Raya (Raya asli bukan Karenina). Keduanya percaya diri dengan tampilan menor mereka dan tidak peduli seberapa orang suka meremehkan selera keduanya. Kedua sahabat itu tetap dengan dandanan menor mereka.


“ Ini… Astaga selera pakaian temanku ini seperti karung goni yang berjalan…bisa-bisanya dirinya memakai celana berpopok seperti ini”Komentar Raya menggelengkan kepalanya.


Abi datang dengan pakaian ala justin Bieber dengan celana popoknya. Mau tidak mau Raya merasa geli sekaligus ngeri membayangkan betapa menakutnya rasa percaya diri Abigail ( Tentunya dirinya juga karena Raya yang dulu memiliki selera berpakaian yang sama)



(Ini contoh celana berpopok versi Raya, tentunya pembaca sekalian bisa menebak pria mana yang dalam foto mengenakan celana popok itu hehehe).


“ Raya kau operasi plastic?” Tanya Abi dengan muka polos.


“ Kita hidup Bersama dari kecil masa kau tidak bisa membedakan aku operasi atau tidak? Apa kau tidak bisa membedakannya? “ tanya Raya melotot.


Abi mengeluarkan ponselnya langsung memperlihatkan headline berita terkini yang memberitakan Raya telah melakukan operasi plastic.


Raya menatap ponsel Abi dengan tatapan penuh kejengkelan.


“ Ckckck…Baiklah… “ Kata Raya mengembalikan ponsel Abi dengan tanpa respon apapun.


Gadis itu berbalik berjalan menuju kantin, dirinya sangat lapar setelah menyelesaikan ujian. Belajar jauh lebih melelahkan daripada Latihan fisik menurutnya sehingga tidak ada waktu untuk menanggapi perkataan orang.

__ADS_1


“ Kau tidak marah? “ Tanya Abi heran.


Kelihatan jika teman Raya yang satu ini langsung merinding mendengar ketidakpedulian Raya, dulu juga seperti itu ternyata Raya membalas orang itu dengan melemparinya memakai sandal atau apapun yang ada ditangannya saat itu.


“ Ayo pergi! “ Ajak Raya acuh.


 “ Beneran ga marah nih? “ Tanya Abi masih saja penasaran.


 “ Untuk apa marah? Apa harus ya aku membuktikan bahwa aku ini tidak melakukan operasi? Memangnya mereka percaya? Aku juga punya banyak hal yang harus kukerjakan, sia – sia meyakinkan orang yang memang sejak awal tidak percaya pada kita… “ Jawab Raya sambil berjalan membelakangi Abi.


Pemuda itu tertegun tidak menyangka Raya akan bicara seperti itu.


“Raya sudah berubah, tidak seperti dulu“ Kata Abi dalam hati.


 “ Jadi tidak perlu mempedulikan orang yang hanya berani dibelakang kita! “ Kata Raya menengok Abi sambil tersenyum teduh.


Sepasang mata Raya memancarkan rasa percaya diri dan keyakinan dirinya. Di mata Abigail, Raya menjadi sangat mempesona.


Diam diam sahabat Raya satu ini sebenarnya memendam rasa namun Raya terlalu terobsesi dengan Alend sehingga Abi memutuskan untuk menjadi sahabat selamanya disamping Raya.


“ Jika ada kesempatan, aku akan mencari orang yang mencemari reputasiku lalu menghajarnya hingga babak belur!” Kata Raya sambil menggigit jarinya.


Abi hanya mengangguk – angguk menganggap apapun yang dilakukan Raya adalah perbuatan yang keren.


“ ASTAGA!!!! “ Abi berteriak mengagetkan Raya.


 Tanpa basa basi pemuda itu berlari sambil menyeret Raya pergi bersamanya.


“ Gawat! Kita sudah terlambat!! Aduuhhh…” Keluh Abi panik.


“ Pelan – pelan, memangnya kita mau kemana? “ Tanya Raya.


 “ Ketua mengadakan Rapat! “ Kata Abi secara singkat.


Hari ini diadakan rapat pertemuan oleh ketua klub tari. Raya tidak ingat mengenai hal itu. Abi membuatnya teringat Kembali mengenai klub tari yang sudah diikutinya selama 2 tahun.


Abi terus menyeret Raya sambil berlari.


“ Aduuh kalau aku tahu hari ini akan begini, aku tidak akan memakai celana ini, sangat susah untuk berlari…” Keluh Abi ngos – ngosan.


Raya ikut saja tanpa bisa bersuara.


20 menit kemudian…


Raya dan Abi telah tiba disebuah restoran mewah bergaya jepang. Tampak anggota klub berkumpul menunggu kedatangan Raya dan Abi. Makanan Nampak telah tandas tidak disisakan.


“ Ketua—Kami datang” Kata Abi dengan suara ngos-ngosan.

__ADS_1


Sebagai tuan muda yang selalu mendapatkan fasilitas dari orangtuanya sejak kecil Dirinya akhirnya benar – benar berlari selama 20 menit tanpa istrahat. Untungnya restoran mewah itu dekat dari kampus. Meskipun begitu yang bisa makan ditempat itu hanya mahasiswa kaya saja. Mahasiswa miskin dan mengandalkan beasiswa pasti hanya berani bermimpi saja ( kecuali ditraktir).


“ Hai Raya! Hai Abi! “ Sapa ketua dengan wajah sumringah.


Tampak betul Wanita itu senang dengan kedatangan keduanya. Raya terbiasa memperhatikan lawan sebelum bertarung melihat ada sesuatu dibalik senyuman ketua klub tari tersebut.


“ Hari ini kita ketambahan 3 anggota baru yang memiliki bakat menari yang sangat baik, ini adalah berkah untuk mengembangkan klub tari kita, jadi aku mengajak kalian berkumpul makan – makan sekalian rapat” Kata ketua dengan senyum lebar.


“ Oh menyambut anggota baru ya…” Kata Abi.


Beberapa perempuan langsung melewatinya untuk menyerbu Raya.


“ Oh Jadi ini Raya Maharani itu? Hari ini diberita terkini mengatak bahwa kau operasi plastic, sepertinya gossip itu memang benar…lihat saja memang terlihat lebih cantik dari yang sebelumnya” Kata salah satu perempuan dengan nada sinis berhadapan langsung dengan Raya.


“ Katakan dimana kau operasi plastic?” Tanya yang lain ikut mendesak.


Raya diam menatap gadis –gadis didepannya sambil menilai kekuatan mereka. Tidak mau terjadi apa – apa pada sahabatnya, Abi langsung pasang badan membela sahabatnya.


“ Raya tidak operasi plastic, dia memang sudah cantik dari kecil “ Jawab Abi dengan tegas.


Raya tercengang, Seingatnya Abi sangat penakut tapi disaat seperti itu malah membelanya.


“ Kalian…jangan sembarangan…bicara…” Kata Abi dengan nada gemetar.


Raya mendesah “ Ternyata memang penakut! Hampir saja aku terharu dibuatnya. “


“ Operasi plastic juga bukan hal yang memalukan kok! Ini pasti demi Alend Bagaskara kan? “ Komentar gadis –


gadis itu.


“ Bukan urusanmu! “ Jawab Raya dengan singkat berjalan melewati para gadis itu.


Semua gadis yang dilewati Raya mendelik marah tidak terima mendapat bentakan Raya.


“ Jangan sombong! Hanya karena kau kaya lantas bisa meremehkan orang lain? Meskipun operasi plastic, Alend juga tidak akan menikahimu! “ Seru gadis yang sejak awal paling rese pada Raya.


“ Lalu? Kalau tidak jadi menikah denganku, apa dia mau menikahimu? Hehehehe “ Jawab Raya tertawa.


Abi terlihat sangat cemas, dirinya tidak ingin Raya menjadi sasaran pengeroyokan fans Alend lagi. Terlebih Raya malah memperovokasi siapapun yang menghinanya.


“ Sudah, hentikan! Semua jangan bicara lagi… karena semua sudah makan, maka rapat hari ini sampai disini saja “ Kata ketua klub menengahi pertengkaran tersebut.


Suasana tegang, Abi terlihat ketar ketir takut sahabatnya celaka.


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


Minta like nya dong kak.. Bantu Naya untuk meningkatkan popularitas Novel ini... Makasih banyak ya..


__ADS_2