Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 30 - Gala Amal


__ADS_3

***


"Entah apa lagi rencana sirubah tua licik ini...pokoknya aku harus berhati - hati "


Raya bertekad dalam hati, apapun yang akan dilakukan oleh papanya, dirinya tetap ingin membatalkan pertunangan dengan Alend. Tidak dipingkiri Raya menyukai ketampanan Alend tapi hanya sebatas itu saja. Seperti kita mengagumi selebriti dan kebetulan selebriti itu muncul langsung dihadapan kita, memang siapa yang tidak panas dingin?


Raya yang dulu sudah tiada berganti dengan Raya yang baru otomatis perasaan juga baru.


***


Pukul 20.00 WIB


Di sebuah hotel mewah di Jakarta di gelar sebuah acara Gala amal terbesar dengan melibatkan banyak pebisnis sukses se Asia. Keluarga Mahesa juga termasuk salah satu pebisnis yang diperhitungkan sehingga mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut.


Acara itu dihelat besar nyaris seperti acara penerimaan penghargaan saja bahkan digelar red carpet segala. Wartawan di sisi kiri dan kanan tidak boleh melewati pembatas yang ditentukan agar tidak mengganggu tamu yang hadir.


Sebuah mobil berwarna merah merk terkenal berhenti didepan karpet merah, salah seorang pelayan hotel membukakan pintu.


" EH..lihat siapa ini? mengapa aku rasanya tidak mengenalinya? Sebelumnya tidak pernah lihat..." Kata salah satu wartawan



(Visual Gaun Raya tapi anggap saja berwarna silver ya..susah dapat visual yang mirip komiknya hehehe Naya mencari yang semirip mungkin)


Seorang gadis keluar dari mobil langsung menarik seluruh perhatian wartawan melupakan orang yang juga turun bersamaan dengannya.


" Cantik sekali, artis kah? "


" Astaga dia Raya Maharani Tunangannya Alend Bagaskara! "


Kilat foto wartawan menggila mengambil gambar Raya, gadis itu terlihat lain dari biasanya. Bahkan amat sangat Anggun, tentu saja pak Mahesa sangat bangga dengan kecantikan putrinya itu. Semakin Raya diperhatikan semakin senanglah dirinya.


" Tidak ada yang pernah melihatnya menghadari acara gala amal seperti ini, kenapa hari ini dia datang?"


" Alend juga akan hadir, dia pasti mencari Alend"


Wartawan semakin penasaran hendak mewawancarai Raya, Gadis itu diam tidak membuka suaranya. Gaya jalan yang anggun ditambah dengan gaun super cantik membuatnya terlihat seperti Dewi.


" GILA! Cantik sekali! Lebih cantik 10 kali lipat dari siaran langsung" Komentar para wartawan.


Dari belakang Naura berjalan bersama ibunya, Naura mendengus kesal mendengar pujian untuk Raya. Tidak ada satupun wartawan yang meliriknya ataupun sekedar menyapanya ( Memangnya siapa elu!).


" HUH! " Dengusnya.

__ADS_1


" Pak Mahesa, mengapa hari ini membawa Raya datang ke acara hari ini? Apakah ingin mempertemukan dengan Alend? Kabarnya keduanya sedang retak ya..kira - kira bagaimana hubungan keduanya sekarang?"



(Gaun Naura, Sudah semirip mungkin dengan visual di komik atau mungkin ini lebih cantik, keliatan banget niat penulis untuk mencari ... hehehe sekali lagi mirip tidaknya tergantung sama pembaca)


" Nona Raya begitu cantik, Apakah ada niat untuk bergabung dengan dunia entertaiment?" Tanya Wartawan.


Raya masih saja diam tidak mau buka suara. Gadis itu tetap berjalan disamping papanya


" Semua mengatakan kalau Alend Bagaskara sangat dingin padamu, apakah ini benar?" Tanya Wartawan tepat di depan Raya.


" Belakangan ini, semua menyadari banyak perubahan yang kau alami, apa alasan kau berubah? Apa demi Alend? " Cecar Wartawan lagi.


" ( Demi Alend pale lu!) Aku tidak tahu tanya papaku saja" Jawab Raya melenggang masuk tidak menjawab pertanyaan wartawan satupun.


Naura juga tidak bisa buka suara karena diancam oleh papanya untuk tidak mengacaukan acara Gala Amal itu.


" Baiklah, Fix pesta ini berbahaya, ini baru akan dimulai"


Raya menarik napas lalu masuk ke dalam ruangan, Di dalam telah banyak orang yang berkumpul. Irama musik mengalun menambah kesan mewahnya acara Gala amal. Raya langsung menjadi perhatian sejak kakinya melangkah masuk ke dalam ruangan.


Di lantai yang sama.


" Alend! What's Up Bro! Lama tidak jumpa!! " Sapa pria berjas Maroon pada Alend sambil bersulang gelas minuman.


Alend tersenyum saja tanpa membalas, temannya ini terkenal snagat cerewet tidak akan berhenti bicara. Alend mengenal betul watak teman didepannya ini, dia hanya bisa menunggu sampai temannya ini "mempersilahkan" dirinya bicara.


" Kau belum berubah! kau sama seperti dulu, tetap masih tidak pandai dengan acara seperti ini... setiap kali acara begian pasti sembunyi dipojok, lihat para gadis hanya bisa menatapmu dari jauh." Kata temannya itu.


" Baguslah kalau begitu..aku memang tidak suka berhubungan dengan orang luar" Jawab Alend dingin menyesap minumannya.


Perhatian mereka teralih dengan kedatangan Gadis cantik yang tengah menyedot perhatian orang yang dilewatinya.


" Hahaha...kau terlalu dingin! Tidak asyik! Tidak suka berhubungan dengan orang luar tapi jadi artis hahahaha ga klise tuh alasannya...EH ALEND LIHAT DISANA! " Tunjuk Teman Alend.


Alend melempar pandangannya terpana dengan sosok didepannya. Gadis manis terbalut gaun mewah yang menjadikannya sangat istimewa.


" Bidadari ini siapa ya? Cantiknya.... " Komentar teman Alend.


Alend masih diam memperhatikan gadis itu. Nampak familiar untuknya. Secara tiba - tiba Alend langsung mengenali siapa yang tengah dibicarakan oleh temannya itu.


" Apa yang ingin kau lakukan?" Tanyanya Serius.

__ADS_1


" Ingin menjalin hubungan dengan dia lah..." Jawab Sang teman memegang dadanya.


" Jangan mimpi! " Potong Alend tegas.


Temannya itu menengok ke arah Alend yang terlihat seperti meremehkannya.


" Apa yang disebut mimpi? Aku ini Jeremy, siapa yang tidak mengenal pianis tampan seperti aku, Gadis yang menyukaiku bahkan kalau berbaris bisa mengelilingi Indonesia ini!! Dengan ketampanan aku ini, Dia bisa menolakku dengan alasan apa?" Kata Jeremi Sang pianis membanggakan dirinya.


Entah mengapa Alend jadi tidak suka mendengar perkataan Jeremi itu, biarpun perkataan  itu sering didengarnya dari mulut Jeremy setiap kali bertemu dengan gadis cantik, rasanya tidak rela jika Raya harus digoda oleh Jeremy.


" Ada! " Jawab Alend percaya diri.


" Apa coba?" Tanya Jeremy.


" Alasan...dia adalah Raya Maharani" Jawab Alend.


Jeremy membuka mulutnya saking syok,  Masa dia Raya yang itu? Bukankah dia sangat jelek menurut gosip yang kudengar? Media sering mengatakan jika dia sudah  tidak tertolong lagi, mengapa bisa secantik ini?? 


" Dia..dia..Raya? " Tanya Jeremy memastikan sekali lagi.


" Dia pasti diam - diam operasi plastik ke Jepang"


Jeremy tidak percaya terus - terusan memandang Raya.


" Makanya jangan banyak bicara, banyak - banyak lihat media sosial..." Saran Alend merasa tenang.


Jeremy tidak akan mungkin mengganggu Raya. Alend menatap Raya dari kejauhan, entah mengapa pria itu membaca rasa enggan diwajah Raya.


" Apa dia dipaksa datang ke sini? "


 


***


BERSAMBUNG


Maaf ya pembaca sekalian Naya agak lama menguplod, Kesibukan sebagai IRT, Ngampus,dan menjahit membuat Naya harus menyeimbangkan semuanya tapi Naya janji tetap akan berusaha secepatnya Up kok.. Demi pembaca sekalian sekalian melepas penat. Menulis membuat Naya beristrahat sejenak dan tenggelam dalam dunia halu. kadang suka sedih juga pengen crazy Up tapi ga mampu...makasih atas perhatian para pembaca sekalian apalagi yang mendoakan Naya untuk selalu sehat.


Makasih banyak atas dukungannya semua, like dan komentarnya sangat membantu menaikkan semangat. Apapun komentarnya..maaf Naya akan balas satu-satu jika ada waktu tapi Naya tidak pernah lupa memberikan Like balik.


 


 

__ADS_1


__ADS_2