Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
episode 16 - Usaha Raya Part 2


__ADS_3

***



Di sebuah ruangan VIP private Restoran bergaya oriental


Raya sudah tiba 20 menit lebih dahulu, Gadis itu mengatur napasnya agar bisa sealami mungkin melakukan aktingnya. Hari ini Raya berencana membuat Alend ilfil padanya. Dengan begitu Alend yang akan memutuskan pertunangan mereka. Walaupun tidak mau bertunangan dengan Alend namun Raya tidak bisa begitu saja memutuskan pertunangan. Dari sisinya akan dirugikan karena perjanjian pernikahan itu memuat kontrak tentang siapa yang akan membatalkan pertunangan akan mendapatkan hukuman.


“ Sudah jam 8, Dia akan segera tiba” Kata Raya.


Raya tertawa membayangkan apa yang akan dilakukannya pada Alend. Dalam ingatannya Raya ( Raya Asli) Jika Alend adalah sosok pahlawan. Mungkin Raya yang asli akan memakinya jika melakukan hal ini pada Alend makanya Raya (Karenina) hanya bisa meminta maaf dalam hati atas kelakuannya nanti pada Alend.


“ Ayo Kakak Alend sayang, cepatlah datang…aku punya kejutan besar hihihi” Katanya tertawa nakal.


Tawanya langsung terhenti saat mendengar Langkah kaki perlahan mendekati ruangannya. Raya langsung Stanby , “Ah sudah datang…”seru hati Raya dari balik pintu.


Ceklek…bunyi pintu dibuka.


Raya langsung menghitung 1,2 3 dan memasang senyum yang lebar untuk menyambut orang yang membuka pintu.


“ Kakak Alend!! Aku sangat merindukanmu! Apa kau tidak merindukanku?” Tanya Raya.


Sebenarnya saat mengucapkan kata itu tubuh Raya langsung merinding setengah mati namun ditahannya. Gadis itu menguatkan dirinya, dia harus berhasil membuat Alend ilfil padanya.


Raya menyongsong tunangannya dan langsung mencoba memeluknya.


Siapa sangka Alend langsung menghindar sehingga Raya langsung terjatuh. Dengan sedikit kemampuan bela dirinya, gadis menahan tubuhnya agar tidak terbentur. Namun saat Alend menengoknya dirinya langsung berpura-pura terduduk dilantai.


“ Sesuai dengan ingatan ini, Alend akan menghindar. Dia benci dengan sentuhan…Tapi lincah juga! Mantap” Kata Raya dalam hati.


Raya masih meneliti Alend yang baru saja datang, penampilan Alend tidak lepas dari penilaiannya. “Jaket tebal dan besar itu tidak mampu menutupi ketampanannya, aku mengakui ketampanannya tapi awalnya aku mengira dia banci, siapa sangka Alend memiliki kewibawaan dan aura dingin ini, ditambah dengan Gerakan lincahnya, pantas saja gadis – gadis muda sangat menggilainya…” Kata Raya dalam hati.


Raya memberi nilai plus pada wajah tampan Alend. Jika ada nilai yang melebihi nilai 100 maka Raya akan memberikannya lebih dari itu. Bisa dipastikan, Raya memberikan peringkat satu untuk Alend dengan gelar “Muka Ganteng Pembawa bencana”. Raya semakin yakin untuk segera putus dari Alend.


Semakin lama Bersama, Raya tidak yakin nyawanya akan bertahan berapa lama lagi.


“ Wah tampannya….” Seru Raya ngiler dengan ketampanan Alend.

__ADS_1


Gadis itu terpana dalam posisi duduk melihat Alend membuka kacamatanya.


“ Ha?” Siapa yang mengajarimu bicara seperti ini?” Alend kaget. Tingkah Raya semakin aneh kelihatannya.


Alend berdoa semoga saja gadis didepannya itu tidak salah minum obat atau sedang mabuk.


“ Kak Alend hari ini kau bertambah tampan…” Puji Raya centil.


“ Duduklah..” Suruh Alend lembut.


Raya memilih duduk didekat Alend sambil bertopang dagu. Dirinya tidak puas menatap Alend dari dekat. Raya akhirnya mengerti mengapa banyak yang mengidolakannya. Wajah Alend tidak sekedar tampan namun juga memancarkan pesona seolah magnet.


Raya mengakui jika dirinya sedikit tertarik dengan Alend namun dibatas wajar saja sebatas kagum dengan ketampanan pria mud aitu. Selebihnya tidak menggoyahkan niatnya untuk membatalkan pertunangannya.


“ Kak Alend baik sekali! Memesan banyak makanan agar aku bisa makan dengan kenyang, tapi sebenarnya aku ini sudah kenyang karena melihat kakak… “ Kata Raya.


Alend diam saja tidak membantah padahal yang mengatur pesanan ini bukan dirinya melainkan managernya. Dirinya hanya tau kalau haru datang karena janji dan tidak ambil pusing dengan detail yang lain.


Alend masih saja diam, Raya tidak kehabisan akal. Berdasarkan ingatan Raya, Alend tidak pernah mengusirnya walau seberisik apapun dirinya didekat Alend. Hanya Raya yang diizinkan Alend untuk berbuat demikian. Mungkin karena janji pernikahan maka Alend memutuskan untuk mengabaikan Tindakan Raya.


Dari setiap perkataannya seolah love – love sedang berterbangan dimana – mana. Sejauh ini Alend tidak merespon ataupun memberikan jawaban dari setiap perkataan Raya.


Pria itu meraih sebuah gelas yang berisi teh hangat dan diberikan pada Raya.


“ Minum teh ini, sudah tidak panas” Katanya.


Raya hilang fokus, bingung harus bicara apa. Mengapa Alend memberikannya teh? Namun gadis itu menerima


dengan gaya salting.


“ I-Iya…” Jawabnya.


Raya langsung menghabiskannya  dalam satu kali teguk.


“ Kak Alend, Fans kakak setiap hari selalu memakiku, setelah kita menikah, pecat mereka dari fans klub kakak


ya! “ Pinta Raya dengan nada manja.

__ADS_1


Alend tidak menjawab. Lagi – lagi pria ini menyodorkan Teh. “ Minum lagi” Perintahnya.


“ Kau sedang mempermainkan aku???” Tanya Raya dalam hati melihat cangkir teh yang kedua kalinya. Untuk


ke dua kalinya Raya langsung meminumnya dan meletakkan perlahan disamping Alend.


“ Tidak apa – apa aku masih punya jurus lain!” Kata Raya dalam hati sambil senyum – senyum sendiri.


Raya langsung mendekatkan tempat duduknya didekat Alend, Tidak cukup hanya itu, gadis bermake up tebal itu tanpa malu menggayutkan tangannya dengan manja pada Alend.


“Bagaimana? Hohoho…Raya yang menyebalkan ini menyentuhmu! Ayo bereaksilah… kau kan tidak suka disentuh..Dua serangan ini, kau pasti akan bereaksi” Kata Raya dalam hatinya.


Gadis itu tidak bisa menahan senyumnya merasa akan membuat Alend muak dengan tingkahnya. Alend tetap Stay cool, malah meminum teh dengan tenangnya. Lelaki itu hanya menatap dingin Raya tanpa merespon apapun. Raya mati gaya diposisi tersebut. Dirinya tidak tau harus bagaimana lagi membuat Alend muak padanya. Jangankan muak, merespon dirinya saja tidak! Ini lebih buruk daripada Dimarahi. Raya lebih memilih dimarahi daripada diabaikan.


“ Kenapa tidak ada respon juga? Aku jadi penasaran dengan satu hal… apa kak Alend tidak suka perempuan?”


Pikir Raya dalam hati.


“ Halo..”


Kini didepan mereka ada pelayan yang mengantarkan hidangan penutup. (ya ampun orang kaya, hidangan pembuka saja belum dimakan lalu hidangan penutup dipesan banyak juga, tidak heran banyak makanan mubazir)


Wajah pelayan itu tampak ramah didepan Alend, catet! Hanya DIDEPAN ALEND saja! Begitu Alend sedang berpaling, wajah asli sang pelayan langsung terlihat jelas oleh Raya.


“ Umm…semua masakan sudah lengkap, jika ada masalah lain, anda bisa setiap saat memanggil saya (lebih ditujukan pada Alend)” Kata sang pelayan dengan penuh penghormatan.


Alend tidak merespon apapun. Raya tertawa dalam hati karena dirinya bukan satu satunya yang diabaikan, Pelayan marah namun mengira jika diabaikannya ini karena ada Raya.


Mata pelayan itu melotot dan tangannya memberikan kode tangan saling bersilang seolah mengisyaratkan pada Raya dan berkata “LEPASKAN TANGANMU! JIKA TIDAK AKAN KUPOTONG TANGANMU ITU!” .


Raya bukan orang bodoh hingga tidak paham isyarat itu.


“ Hadeehhh Alend…fansmu sungguh bertebaran dimana – mana seperti debu” Kata Raya.


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2