
***
Abi beranjak keluar kamar untuk membiarkan Raya menjawab Telepon. Raya sebenarnya tidak keberatan jika Abi ada ditempat itu namun pemuda itu memberikan ruang privasi untuk sahabatnya.
Raya menjawab Telepon dnegan segera.
" Masalah hari ini sudah terselesaikan, kau menyelesaikan dengan caramu tapi aku mau mengingatkan sesuatu padamu... kali ini kau cukup beruntung, andai saja tidak ada video sebagai bukti, andai saja lawanmu tidak bodoh.."
" Tidak ada kata andai didunia ini kak Tantri...hasilnya akan sama saja, mereka yang bersalah pasti akan minta maaf, aku akan membuatnya meminta maaf! siapapun yang berbuat jahat maka mereka harus menerima akibat dari perbuatan mereka" Bantah Raya langsung.
Tantri menggelengkan kepalanya, entah dari mana kepercayaan diri Raya berasal...baginya Raya terlalu Naif.
" Sudahlah, adegan stuntman juga sudah tidak banyak..selesaikan dengan cepat maka masalah pun akan bisa berakhir, aku menelponmu karena ada masalah pekerjaan lainnya..."
Raya terlonjak gembiran " Hah? serius?!! lalu kak Alend bagaimana? apakah dia setuju? " Tanya Raya
Wajah ceria Raya terlihat murung mendengar jawaban Tantri. Akhirnya dirinya hanya bisa menyetujui untuk bertemu dengan Tantri rabu depan di perusahaan.
" Kau sebagai orang yang terlibat harusnya sedikit ada respon...hemm..."
Raya menatap ponselnya, ada sedikit sedih terselip dalam hatinya mendengar Alend tidak merespon apapun mengenai masalahnya.
Raya menuliskan sesuatu dalam postingannya,
" Selesai...pergi makan lobster akh... " Raya bangkit dari tempat duduknya meninggalkan ponselnya ditempat duduk.
Tampak dilayar ponsel bertuliskan postingan Raya yang langsung mendapatkan banyak like.
INI ADALAH NEGARA HUKUM, MEDIA SOSIAL BUKANLAH TEMPAT YANG BEBAS HUKUM. JIKA MORALITAS TIDAK BISA MENGIKATMU MAKA TUNGGU SAJA WAKTU HUKUM YANG MENGEKANGMU!!
****
Sorenya, Clarissa dan team mengadakan konferensi persnya. Tidak mengherankan jika mereka mengadakan konferensi pers secara live disejumlah media online. Meskipun terus meminta maaf dengan penuh berurai ari mata, Clarissa membuat pengakuan jika dirinya juga sebagai korban oleh agensinya sendiri. Dirinya tidak ingin menyakiti Raya namun ini hanyalah bagian dari kontrak yang tidak bisa dihindarinya.
Pengakuannya ini membuat sang manager ( mungkin mantan manager ) naik pitam dibuatnya sehingga kedua terlibat pertarungan secara online didepan semua wartawan yang tengah meliput.
__ADS_1
(gambar diambil dari google ya ...sebagai pemanis)
Mungkin ini akan menjadi moment Clarissa yang paling viral sepanjang karir keartisannya seumur hidup dan selanjutnya tidak akan ada lagi yang mengingat jika Clarissa pernah menjadi artis.
Tapi disaat semua mengira masalah sudah selesai, surat pernyataan dari makmur entertaiment membuat keributan baru. Clarissa dipecat dari peran utamanya dan menyatakan sudah tidak ada hubungan kerja sama lagi dengan artis ataupun managernya sampai kapanpun. Hal ini dilakukan bos Makmur Entertaiment untuk mencoba meredakan kemarahan dari pihak Abi. Tapi sayangnya walaupun telah menyatakan hal tersebut, Abi lebih pendendam daripada Raya sehingga tidak mau kasus berhenti disitu saja sampai semua hancur.
***
Akibat lain dari Kehancuran Makmur Entertaiment dalam film yang hampir selesai terancam gagal, Film itu mengalami kerugian yang tidak sedikit ditambah lagi usaha sutradara dan kru pun terbuang sia - sia.
Disaat semua merasa kasihan dengan gagalnya film itu, Tantri menggelar konferensi pers jika Galaxi entertaiment akan mengambil alih film itu dan mengganti pemeran utama wanita.
Tantri tidak langsung mengumumkan siapa yang akan menggnati Clarissa sehingga memunculkan spekulasi jika Raya yang akan menggantikan peran tersebut.
Pro dan Kontra muncul kembali, haters Raya menganggap hal ini sebagai berita buruk banyak yang sudah menduga jika gosip yang menjatuhkan Raya kemarin adalah settingan untuk menaikkan Raya menjadi pemeran utama.
Banyak Haters yang menyatakan akan melompat dari gedung jika Raya dan Alend sampai ke jenjang pernikahan saking tidak rela jika Raya bersama Alend.
***
Di rumah Revan.
" Peran Utama kemungkinan diganti oleh Raya?... Akh!! bukannya dengan begitu aku akan bisa bergaul dalam waktu yang lama dan menumbuhkan perasaan? " Revan terlonjak gembira.
" Dia sudah punya tunangan! Kau jangan berimajinasi hal yang tidak mungkin terjadi" Bantah Asisten Revan.
" Berikan naskah padaku!! " Kata Revan.
Pemuda itu serius membaca naskah, dengan segera wajahnya memerah yang tidak bisa disembunyikannya.
" Wah! Aku dan pemeran wanita utama ada beberapa scene ciuman! Lalu... Lalu..Lalu juga ada adegan Ranjang! Dengan begini kami pasti harus menikah!" serunya.
Asisten Revan menggelengkan kepala, artisnya mulai koslet lagi.
" Cukup! Siapa yang memberitahumu jika ada adegan ciuman dan ranjang sudah pasti akan menikah? lagipula biarpun kau ingin berakting total, mana mungkin sutradara membiarkan hal itu terjadi? kau juga bukan orang baru dalam dunia ini jangan berpikir yang aneh-aneh! "
Revan mengangguk takut melihat kemarahan sang asisten.
__ADS_1
" meskinpun aku sangat ingin memarahi dia tapi dia juga atasanku salah sendiri sangat bodoh..ya sudahlah..."
Asisten Revan jadi kasihan melihat Revan sedih lagi jadi tidak tega.
" Ngomong - ngomong kenapa kau bisa sampai jadi artis? " Tanya asistennya mengalihkan topik.
" Hah? Aku bertemu dengan pencari bakat perusahaan, disaat aku sedang mengajari anak tetanggaku main skating di mall...singkatnya saat itu ditawari jadi model iklan suatu produk pencuci muka, kutanya saja apa aku bisa ditanggung makan? ada tempat tinggal? ada wifi? dan orang itu menjawab iya...lalu aku ikut dengannya tanpa berpikir lagi " Jawab Revan.
" Kau bisa hidup sampai sekarang dan tidak diculik orang benar - benar karena mukjizzat... polos sekali! "
Asisten itu hanya menggelengkan kepalanya saking tidak percaya dengan kehidupan Revan sebelum menjadi artis.
****
Di rumah Raya.
Abi masuk menengok Raya dikamarnya. Sudah waktu makan dan sahabatnya itu tidak muncul. Ternyata Raya sedang duduk dalam posisi bersila dan mata tertutup.
" Kau tidak sedang berencana menjadi dewa kan? " Tanya Abi.
" Tidak! Aku sedang bermeditasi menenangkan hati dan pikiran" Jawab Raya dengan mata masih tertutup.
" Salah! harusnya kau sekarang menjawab Abi, aku tidak mau jadi manusia lagi" Tawa Abi.
Raya membuka matanya meliha tawa Abi.
" Kau masih ingat saja kata - kata drama Jaka tingkir dan bidadari...aku kagum padamu!!"
" Hehehe belakangan ini aku menonton ulang sejumlah drama kolosal, tentu saja mengingatnya!! "
Raya dan ABi tertawa sama - sama. Abi memperlihatkan ponselnya dan mengatakan Raya semakin viral belakangan ini dan ada beberapa perusahaan yang ingin mengontraknya.
" Wah asisten Abi sangat profesional ya!"
" Iya dong! Aku sudah memeriksa latar belakang perusahaan - perusahaan itu, ada yang lumayan..mereka berjanjii akan memberikan pekerjaan dan kau bisa mengikuti beragam acara variety show yang labi booming" Kata Abi.
" Acara yang lagi Booming? aku merasa ini dipenuhi siasat... " Jawab Raya.
__ADS_1
***
BERSAMBUNG