
***
“ Kau ingin menantang Karenina? Sini Tantang aku dulu “ Tanya Raya memandang remeh kearah Michel.
Michel terpana, dirinya merasa ada sesuatu pada diri gadis didepannya itu. Tidak seperti gadis kebanyakan akan ketakutan disaat ada yang terlihat mengancam nyawanya. Raya terlihat sangat tenang menyembunyikan ekpresinya.
“ Hahaha katanya dia menantangmu? Apa tidak salah? Hahahaha! Raya memang sudah gila!! “ Kata salah satu teman michel tertawa terbahak – bahak.
“ Huaahh…aku sangat lembut terhadap Wanita, mending kita saling menantang dengan adu kekuatan yang berbeda…aku jamin kau akan ketagihan! “ Kata Michel memegangi perutnya.
Raya setuju mereka akan bertarung diruangan private sebelah tanpa ada gangguan.
“ Baik! Kalian yang diluar lihat jam baik – baik “ Suruh Raya dengan percaya diri,
“ Apa Maksudmu? Kau serius menantangku? Aku ini tidak pilih lawan…walaupun kau Wanita aku tidak akan peduli” Kata Michel dengan percaya diri.
Raya tidak gentar dengan perkataan lawannya, hal seperti biasa didengarkannya hnaya karena dirinya seorang
perempuan, Dulu saat masih menjadi Karenina, dirinya harus menerima jika selalu diremehkan lawannya sebelum bertanding.
Dan Biasanya saat bertanding Karenina menjungkarbalikkan kepercayaan diri lawannya hingga terjungkal ke level yang paling bawah.
“ Tiga menit! Kita taruhan siapa yang keluar dalam tiga menit yang kalah berarti anjing” Kata Raya memberikan
tatapan menghina pada Michel.
Dengan kode tangan menunjukkan tiga jari dan mencapai kesepakatan dengan Michel, pemuda itu naik pitam, padahal tadinya dirinya berniat mengalah saja.
“ Hari ini aku akan memberitahukan kekuatanku yang sebenarnya! Jangan menangis karena kukalahkan! “ Marahnya.
Raya dan Michel masuk ke ruangan dan menutup pintu, tidak ada yang tahu apa yang tengah terjadi didalam. Suasana sunyi, semua orang menanti dengan penuh ketegangan. Rasa penasaran mengundang semuanya untuk mencari tahu namun sekian lama menunggu tidak ada tanda satupun dari keduanya.
Abi tidak dapat menyembunyikan rasa takutnya.
“ Raya… “ gumammnya sambil terus berdoa.
Tidak ada suara apapun semakin menambah kecemasan, belum lagi suara cekikikan teman teman klub tari yang senang dengan perkelahian yang tidak seimbang itu.
“ Ini 20 Juta ambil!! Aku akan membayarnya sekarang, cepat panggil Raya keluar, aku mohon!! “ Pinta Abi dengan wajah memelas.
Air mata mengambang dipelupuk matanya. Dirinya ingin segera melihat Raya sekarang.Uang bukan masalah baginya yang terpenting adalah keselamatan Raya, satu – satunya temannya.
Semua gadis ditempat itu menatap sinis,
“ Raya sedang berduaan dengan pria dalam ruangan private” Kata Ketua klub tari dengan wajah sinis.
__ADS_1
“ Hihihi jika berita ini tersebar dimedia sosial, pasti akan menggemparkan! “ Seru teman satunya yang tadi sempat bertengkar dengan Raya.
Keduanya tertawa senang sambil menyiapkan ponselnya. Abi terkejut sekarang Raya semakin gawat.
“ Kita rekam saja lalu jual ke media, mungkin bisa dapat untung lagi” Kata salah satu anggota tari.
“Tidak! ini tidak boleh dibiarkan!“ Gumam Abi dalam hati.
“ Dengan begini pernikahannya dengan Alend akan batal hahahahaha” Kata gadis – gadis itu dengan kejam.
Abi nekat menghalangi orang – orang didepannya karena takut akan melakukan sesuatu yang buruk untuk Raya.
“ Tidak! Dilarang merekam!! ” Teriaknya susah payah bergerak.
Tubuh Abi dipegangi oleh teman Michel. Abi semakin tidak perdaya dan mendapat beberapa kali pukulan
ditubuhnya.
“ Semakin dilarang aku jadi semakin ingin melakukannya!! Hahaha Tunggu saja…ayo ketua! “ ajak gadis itu.
Abi tidak berdaya hanya bisa berontak, dirinya terlalu lemah untuk melawan orang yang memeganginya.
“ Setelah kak Michel keluar, aku baru akan masuk merekam kondisi terkini “ Kata gadis itu sudah siap dengan
kamera perekamnya.
Abi tidak berdaya tetapi dirinya berusaha untuk menghalangi proses perekaman itu.
“ Hahaha setelah ini tidak mungkin dia bisa hidup dinegara ini lagi” Tawa sang gadis membawa kameranya.
Akibat terlalu berontak Abi mendapatkan pukulan lagi diwajah dan tubuhnya.
Secara tiba – tiba pintu terbuka sendiri, Abi menatap Raya yang ternyata keluar lebih dahulu dengan wajah Bahagia.
“ Raya…Raya yang keluar duluan…” Gumamya gembira.
“ Apa yang kalian lakukan? “ Tanya Raya dengan tatapan dingin.
Dirinya terkejut melihat penampakan Abi yang sudah babak belur dihajar oleh teman Michel.
“ Sial tadi dia masuk 15.37 sekarang jam 15.40..pas 3 menit! “ Marah Sang gadis itu tidak menyangka jika Raya memenangkan pertarungan didalam.
“ Hehehe pasti Michel melepaskanmu karena kasihan kan? “ Ejek Teman Michel yang sedang memegangi Abi.
GREP!
__ADS_1
Raya menggenggam tangan teman Michel dengan kekuatan penuh. Teman Michel itu terkejut dengan genggaman tangan Raya yang tidak disangkanya sangat kuat. Raya mendelik marah melihat kondisi Abigail.
“ lepaskan tanganmu atau kupatahkan sekarang juga! “ Kata Raya dengan tatapan menyala.
Teman Michel kesakitan, tulang tangannya dirasa akan remuk hingga cepat – cepat dirinya melepaskan Abi.
“ Kuat sekali Wanita ini, jangan – jangan ketua tidak mengalah…astaga memangnya ada Wanita sekuat ini”
Teman michel buru buru masuk kedalam kamar ternyata Michel dalam keadaan terkapar dilantai.
“ Ada apa denganmu ketua? Kau tidak kalah kan?” Tanya teman Michel terkejut.
“ Huft…memalukan sekali” Gumam Michel.
Flashback on
Ingatan Michel melayang pada saat dirinya pertama kali mendengar berita kematian Karenina puspita.
“ Tidak disangka ya Karenina meninggal! “ komentar salah satu teman satu klub michel.
Michel sedang termenung, dirinya terpukul atas meninggalnya orang yang akan ditantangnya.
“ Penyakit mendadak…pernyataan ini sungguh ambigu…masih muda tapi sudah sehebat itu, sangat disayangkan! “ Kata teman satu Michel.
Michel duduk merenung, dirinya masih tidak bisa menerima berita kematian calon lawannya.
“ Tapi jika dipikirkan baik – baik, Karenina ini sungguh hebat, dia meninggal setelah tidak terkalahkan untuk selamanya…meskipun mati muda tapi kehidupannya cukup sempurna! Jika berpikir mengenai teori konspirasi mungkin dirinya bukan meninggal karena kecelakaan melainkan dibunuh orang..” Kata Teman Michel itu tanpa mempedulikan apakah Michel mendengarkannya atau tidak.
Michel frustasi kehilangan lawan potensialnya, dirinya tidak terima jika ada yang menghina Karenina.
“ Diam…” Tegurnya dengan nada galak.
“ Jangan marah! Aku hanya asal bicara saja kok….Sebenarnya aku berpikir tentang Karenina meskipun memiliki kekuatan yang hebat tapi masih terlalu kecil sehingga tidak menghormati lawannya, tidak tau sopan santun, setiap kali mengalahkan musuh, pasti akan memberikan bagian punggungnya, banyak yang tidak menyukai keangkuhan seperti itu. Semua petarung bela diri tahu hal ini termasih kita yang di dunia wushu, kau sendiri juga tahu…” Teman Michel itu masih dengan Panjang lebar bicara.
Meskipun banyak yang menganggap demikian, tapi Michel merasa Karenina bukan tipe orang yang cepat puas sehingga sampai kematiannya Karenina tidak terkalahkan. Bagi Michel itu seperti sindiran untuk terus berusaha keras.
Flashback end.
Karenina selalu berjalan digaris depan, tidak peduli dengan masalah lain hanya focus pada jalannya sendiri.
“ Kau ingin menantang Karenina, Sepuluh tahun lagi kau tidak akan menang! “ Kata Raya setelah mengalahkan Michel.
Gadis itu terlihat seperti Karenina langsung membelakangi Michel yang sedang terkapar dilantai.
***
__ADS_1
BERSAMBUNG