Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Terima Kasih


__ADS_3

Rendy berlari masuk ke dalam ruang kerjanya Luke dengan wajah semringah dan saat langkahnya ia hentikan persis di depan meja kerjanya Luke, ia langsung menyemburkan, "Tuan ada kejutan!"


Luke bangkit berdiri dan sambil menenteng tas kerjanya ia bertanya acuh tak acuh ke Rendy, "Kejutan apa? Kau nikah dengan janda kembang?"


Rendy menautkan kedua alisnya dan bertanya, "Kapan saya nikah dengan janda kembang? Sebenarnya pengen juga nikah sama janda kembang, tapi di sekitar tempat tinggal saya jandanya udah layu semua, hehehehehe"


Luke sontak memijit keningnya sambil berkata, "Kenapa malah bahas janda kembang yang ada di tempat tinggal kamu?"


"Hehehehe, maaf Tuan. Habisnya membahas soal janda selalu menarik bagi kami kaum lelaki normal ini, hehehehehe"


"Dasar gila. Lalu, apa kejutannya?" Luke berucap sambil keluar dari balik meja, lalu ia berhenti melangkah di depannya Rendy.


Rendy menatap wajah tampan bosnya dengan wajah semringah, "Klien kita, CEO PT.ZX, adalah seorang wanita dan wanita itu bervitamin A dan C, Tuan. Tuan, kan, lagi cari wanita untuk Tuan nikahi terkait persyaratan menjadi presdir periode terbaru. Saya rasa klien kita kali ini bisa.........."


"Bervitamin A dan C?" Luke langsung menautkan kedua alisnya.


Rendy meringis lebar lalu berkata, "Iya, Tuan. Bervitamin A karena ia, Asoy geboy bodinya. Lalu, bervitamin C karena ia, Cantik, hehehehe"


Luke kembali memijit keningnya dan berjalan mendahului Rendy sembari berucap, "Yang aku butuhkan saat ini vitamin K"


Rendy bergegas mensejajari langkah bosnya sambil bertanya, "Apa itu vitamin K, Tuan?"


"Vitamin Ka, Kaaaau diam dan jangan ngoceh lagi!"


Rendy langsung mengerucutkan bibirnya dan berjalan di samping bosnya tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Luke langsung duduk di kursi, membuka berkas dan mengabaikan uluran tangan seorang wanita yang sangat seksi dan sangat cantik.


Rendy sontak bergumam di dalam hatinya, wanita ini jauh lebih cantik dan seksi dari Chika, kenapa Tuan malah mengabaikannya? Kalau aku yang diajak berjabat tangan, aku akan main mata dan langsung mengajak wanita ini berkencan seribu satu malam, hihihi.


"Ren, berapa tepatnya jumlah proyek yang akan kita garap?"


Rendy tergagap dari lamunannya dan sontak menyemburkan kata, "Seribu satu malam, Tuan"


"Ren? Kau mabuk, ya?" Luke menatap Rendy dengan sangat kesal.


Rendy langsung memukul sendiri mulutnya lalu bergegas berucap, "Maaf Tuan. Saya tidak mabuk anggur, tapi mabuk keadaan, hehehehe"


Klien wanita yang sangat cantik dan seksi itu terkekeh geli melihat Rendy dan Luke.


"Kau mau aku tendang sampai ke Ibukota sekarang ini?!" Luke menggeram kesal. Rendy sontak menggeleng dan langsung berkata, "Jumlah proyek kita ada delapan, Tuan. Sebenarnya pengajuannya sembilan, tapi Tuan hanya menyetujui delapan"


"Kita belum berkenalan dengan baik dan benar" Wanita itu kembali mengulurkan tangannya sambil berkata, "Nama saya, Alice Norman. Pemilik Grup Norman yang akan bekerja sama Grup Donovan mengerjakan delapan proyek produk parfum dan ........"


Alih-alih menyambut uluran tangan wanita cantik dan seksi itu, Luke menyodorkan berkas ke wanita cantik dan seksi itu sambil berkata, "Ini berkas yang sudah dibuat oleh pihak kami. Baca dan tanyakan yang perlu Anda tanyakan! Kalau sudah paham semuanya, silakan tanda tangan. Semuanya tangkap tiga. Satu untuk Anda, satu untuk saya dan satu lagi untuk penasehat hukum kami"


Wanita cantik dan seksi itu menarik kembali tangannya dengan kecewa.


Maria mengajak Embun turun setelah Dona memarkirkan mobil mewahnya Maria di halaman parkir rumah sakit Permata Bunda. Rumah sakit itu awalnya hanyalah sebuah klinik kecil yang dibangun oleh Maria untuk membantu penduduk di sekitar sana yang ekonominya rendah dan minum pengetahuan akan kesehatan kala itu.


Dengan berjalannya waktu, rumah sakit tersebut berkembang pesat dan Maria yang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi, mengirimkan sepuluh persen profit dari rumah sakit tersebut Maria ke panti asuhan, sekolah anak-anak berkebutuhan khusus dan panti jompo.

__ADS_1


Rumah sakit itu dibangun di atas tanah lapang miliknya Maria. Dan di tanah lapang itu Maria menemukan menantu kesayangannya, Mamanya Luke, meninggal dunia dalam keadaan yang mengenaskan. Satu bulan setelah peristiwa mengerikan itu terjadi, papanya Luke pulang ke rumah dengan membawa Daniel dan wanita simpanannya.


Maria marah besar saat putra tunggalnya, papanya Luke bersimpuh di depan kakinya bersama dengan seorang wanita yang menggendong seorang bocah laki-laki. Papanya Luke berkata, "Maafkan aku, Ma. Aku diam-diam menikah lagi. Ini Istri keduaku, Eva"


Maria memukuli bahu Jordan Donovan sambil menangis dan terus berteriak, "Tega benar kamu selingkuh. Tega benar kamu sama Ana. Salah Ana, apa? Ana baru saja meninggal dan pembunuhnya belum ketemu, kamu malah membawa selingkuhan kamu ke sini. Apa mau kamu?!!!!"


Papanya Luke dengan santainya meraih tangan Maria untuk ia genggam dan berkata, "Aku sudah bersedia menikah dengan anak angkatnya Mama yang bernama Joana padahal aku tidak pernah mencintai Joana. Aku hanya mengganggap Joana sebagai adikku. Sekarang, setelah Joana sudah meninggal, aku mohon sama Mama untuk menerima Eva sebagai menantu Mama, biar adil, Ma. Mama, kan, selalu menjunjung keadilan, kan? Lagipula aku dan Eva udah punya anak, Ma. Ini anak kami, namanya Daniel. Aku dan Eva saling mencintai, Ma. Hanya Eva wanita yang aku cintai selama ini" Di saat itulah, untuk pertama kalinya, Luke yang masih berumur lima tahun bertemu dengan Daniel yang masih berumur dua tahun. Maria hanya bisa terhenyak lemas di kursinya dan terpaksa menerima Eva menjadi menantunya kala itu.


"Nyonya, kita sudah sampai di depan ruangannya dokter Christin"


Suara Dona membuat Maria tersentak dari lamunannya. Maria langsung menoleh ke Dona untuk berbisik, "Pergilah ke rumah gadis ini dan selidikilah kenapa dia duduk sangat lama di halte bus?"


"Baik, Nyonya"


Maria lalu menoleh ke Embun, "Ayo kita masuk ke dalam, Nak! Dokter Christin sudah menunggu kita"


Embun tersenyum dan mengangguk, lalu mengikuti langkahnya Maria masuk ke dalam ruang prakteknya dokter Christin.


Di dalam perjalanan menuju ke rumah keluarga Sanjaya, dia mendapat telepon dari direktur utama sebuah bank swasta terkenal. Dona memasang headset nirkabel untuk menerima panggilan telepon itu, "Halo, ada apa Pak?"


"Ada yang menyerahkan cek sebesar dua ratus juta rupiah baru saja. Orang bermarga Sanjaya yang mencairkannya"


"Terima kasih atas infonya, Pak"


Dona langsung menekan gas untuk bisa segera sampai ke rumah keluarga Sanjaya. Ada banyak tanya yang ingin ia sampaikan ke keluarga itu.

__ADS_1


Setelah satu jam menunggu has tes urine dan darah, dokter Christin akhirnya tersenyum dan dengan hasil tes di tangannya, dokter berwajah keibuan itu menatap Embun dengan wajah semringah dan berkata, "Selamat Anda hamil"


Embun sontak menarik lebar-lebar rahang bawahnya dan Maria sontak memeluk Embun. Maria mengelus punggung Embun sambil berkata, "Terima kasih kamu beneran hamil! Terima kasih, Nak!"


__ADS_2