Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Disuapi


__ADS_3

Maria membuka pintu yang ada di lantai dua dan Embun langsung terpana melihat kamar yang sangat luas. Kamar itu sepuluh kali lipat lebih luas dari kamar yang ia pakai tidur bersama ibunya di rumah keluarga Sanjaya.


Kamar dengan warna dominan biru tua dan abu-abu terang itu, dipenuhi furniture mewah dan berkelas.


Maria mengelus rambut Embun sambil berkata, "Ini kamar kamu dan Luke. Kalian nggak boleh tidur di kamar yang terpisah. Untuk membuat Luke terbiasa tidur satu kamar dengan kamu, Nenek akan tidur di rumah ini tiap malam. Kamar Nenek di sebelah kamar kalian"


Embun hanya bisa tersenyum canggung.


"Baiklah. Nenek tinggal sebentar, ya. Nenek ada meeting dengan klien. Mandi dan beristirahatlah sebentar. Karena, kamu diusir dari rumah keluarga Sanjaya dan nggak bawa apapun, Nenek udah sediakan semuanya. Ada di situ" Maria menunjuk ke sebuah pintu. "Pintu itu adalah pintu ruang ganti baju dan pintu yang sebelahnya adalah pintu kamar mandi"


Embun yang masih mengulas senyum, kembali menganggukkan kepalanya, lalu berkata, "Baik, Nek. Terima kasih untuk semuanya"


Maria memeluk Embun dan berkata, "Nenek yang seharusnya berterima kasih sama kamu"


Saat Maria keluar dari kamar ia berpapasan dengan Luke. Maria langsung menarik lengan Luke untuk ia bawa ke ruang kerja. Maria menutup pintu ruang kerja dan langsung menghadap Luke untuk berkata, "Embun diusir dari rumah keluarganya karena rekaman video itu. Dia nggak punya rumah untuk berteduh, karena ulah kamu"


"Salah sendiri dia nggak cairkan cek yang aku kasih untuk cari rumah"


Maria menepuk bahunya Luke dan dengan kesal ia berkata, "Cek dari kamu dicairkan oleh Neneknya. Neneknya jahat sama dia. Dia tidak disayangi oleh keluarganya. Nanti setelah pemilihan Presdir periode baru selesai, Nenek akan ajak kamu mengunjungi keluarganya Embun. Untuk memberitahukan pernikahan kalian dan supaya kamu bisa lihat sendiri seperti apa keluarganya Embun. Setelah itu, Nenek akan gelar pesta pernikahan intern. Nenek hanya akan undang kerabat dekat, klien penting, dan para pemegang saham aja"


Luke hanya diam membisu.


"Dia sedang mandi dan bersiap untuk makan malam. Jangan kasar sama dia! Kasihan anak itu. Dia juga hamil anak kamu. Jadi, kamu harus perhatian sama Embun. Dia Istri kamu dan calon Ibu dari anak kamu. Ingat itu! Nenek tinggal dulu. Nenek ada meeting"


"Aku anter, Nek"


"Ngapain kamu anter? Ada Dona. Kamu mengakrabkan diri aja sana dengan Istri kamu!"


Luke menghela napas berat.


Sepeninggal neneknya, Luke duduk di sofa ruang kerja dan kembali merokok di sana. Pria tampan itu masih berusaha untuk bisa mencerna semua hal yang ia alami secara dadakan. Dia juga masih berada di antara percaya dan tidak percaya kalau dia sekarang ini adalah seorang suami dan calon ayah.


Embun melangkah ke pintu yang ditunjuk oleh Maria pertama kali untuk mengambil baju ganti Karena ia merasa kegerahan dan ingin mandi. Saat ia membuka pintu itu, dia kembali dikejutkan dengan pemandangan menakjubkan. Ada banyak lemari terbuka di sekeliling tembok ruangan itu, yang menampilkan berbagai macam model baju di sana. Mulai dari baju santai, baju untuk bepergian, baju untuk musim dingin, baju untuk musim panas dan baju tidur yang dikelompokkan untuk pria dan wanita.


Sedangkan di bagian tengah ada.etalase transparan yang menampilkan tas berbagai model, aksesoris rambut, berbagai model jam tangan untuk pria dan wanita, dan bermacam model dasi.


Embun berjalan pelan mengelilingi ruangan itu dengan decak kagum. Dia yang terbiasa memakai kaos dan celana jins atau dress panjang di bawah lutut untuk sepanjang hari menjadi kebingungan, dia harus memakai baju apa. Akhirnya Embun memutuskan untuk berhenti di lemari bertuliskan baju santai. Embun memilih sebuah dress berbahan katun untuk ia pakai di petang itu. Dia lalu mencari pakaian dalam. Dia mencoba membuka laci di bawah lemari baju santai dan dia menemukan pakaian dalam wanita.

__ADS_1


Embun mengambil sepasang pakaian dalam untuk wanita sambil bergumam, "Kok, modelnya seksi begini?" Embun melihat-lihat semua pakaian dalam wanita yang ada di dalam laci itu dan kembali bergumam dengan menautkan kedua alisnya, "Kenapa semua pakaian dalam ini berenda dan kurang bahan gini? Emm, kenapa bisa pas dengan ukuranku? Apa Mbak Dona tanya sama Ibu berapa ukuran pakaian dalamku?"


Setelah mandi, Embun kembali duduk di tepi ranjang. Embun terlonjak kaget saat mendengar pintu diketuk, lalu seorang wanita masuk dan langsung membungkukkan badan ke Embun. Embun sontak bangkit berdiri dan ikutan membungkukkan badan.


Wanita itu kemudian menegakkan kembali badannya untuk berkata, "Nyonya muda, makan malam sudah siap. Silakan ikut saya ke ruang makan, Nyonya. Tuan muda sudah menunggu Anda di sana"


Embun ikutan menegakkan badan. Embun yang masih merasa malas bertatap muka dengan pria yang bernama Luke Donovan itu, langsung berkata, "Apakah saya boleh makan di dalam kamar?"


"Lebih baik jangan, Nyonya. Tuan muda tidak suka makan sendirian dan saat ini Nyonya besar masih berada di luar. Kalau Anda bersikeras makan di dalam kamar, saya bisa dipecat saat ini juga, Nyonya"


Embun yang tidak menginginkan wanita itu dipecat, akhirnya berkata, "Baiklah. Saya akan ikut Mbak ke ruang makan"


Luke menatap tajam Embun dari ujung meja makan yang berbentuk persegi panjang. Embun memutuskan untuk duduk di ujung meja yang satunya.


Luke membiarkan Embun duduk sangat jauh darinya, karena ia masih merasa bingung harus bersikap bagaimana pada Embun.


Hidangan pembuka adalah sup yang terbuat dari campuran jamur, brokoli, keju yang berbentuk krim. Sup itu dihidangkan dengan Croutons (roti panggang yang biasanya terbuat dari roti bertekstur keras seperti baguette).


Melihat hidangan yang belum pernah Embun lihat sebelumnya, Embun sontak bertanya dengan wajah lugu, "Ini apaan? Kok kayak makanan bayi? Apakah tidak ada nasi di sini? Maaf, saya penggemar berat nasi dan kalau nggak lihat nasi, jadinya puyeng"


Luke menatap Embun dengan kesal, lalu ia mengarahkan pandangannya ke wanita yang berdiri di samping kanannya Embun sambil berkata, "Jelaskan ke dia menu kita hari ini apa aja!"


Embun menoleh ke wanita yang berdiri di samping kanannya, lalu ia mengangguk dan tersenyum.


"Ini adalah sup krim yang terbuat dari campuran brokoli, mushroom dan keju. Ini adalah hidangan pembuka. Untuk hidangan utama, Anda boleh milih nanti. Ada steak salmon dan nasi goreng seafood. Untuk dessert, ada puding buah mangga. Semua menu dipilih oleh Nyonya besar"


Mendengar kata brokoli, Embun yang tidak menyukai brokoli apalagi brokoli dimasak berbentuk krim, langsung menutup mulutnya dan dia berucap, "Maaf, saya mendadak mual. Saya ingin muntah"


"Mari saya antarkan ke wastafel terdekat, Nyonya"


Embun kembali duduk setelah puas muntah-muntah di wastafel. Tanpa Embun duga, Luke bangkit berdiri dan duduk di dekat Embun.


Embun seketika mendelik dan memekik kaget, "Kenapa Anda duduk di sini dan duduk sedekat ini dengan saya?!"


"Jangan kepedean. Aku cuma nggak ingin perut kamu kosong dan anakku nggak makan apa-apa"


"Lalu, apa hubungannya dengan Anda duduk sedekat ini?"

__ADS_1


"Tentu aja aku akan menyuapi kamu. Dari buku yang aku baca, jika Istri tidak doyan makan pas hamil, Suami harus menyuapinya. Aku lakukan ini demi anakku. Aku nggak ingin anakku kelaparan dan kurang gizi" Luke berucap sembari menyendok sup dan meniupnya.


"Aaaaaa" Setelah dirasa sup di atas sendok sudah cukup dingin, Luke mengarahkan sendok itu ke mulutnya Embun.


Embun langsung menutup mulutnya dan berkata, "Saya nggak doyan brokoli. Maafkan saya, Tuan. Sa....... saya......."


Luke menarik paksa tangan Embun yang Embun pakai untuk menutup mulut, sambil berkata, "Buka mulut atau aku akan suapi kamu dengan mulutku!"


Embun langsung membuka mulutnya dan anehnya, dia merasakan sup brokoli itu sangat enak dan dia nggak mual sama sekali.


"Enak, kan?" Luke kembali menyendok supnya dan meniupnya.


Embun langsung berkata, "Saya bisa makan sendiri, Tuan"


Luke mengabaikan ucapannya Embun dan terus menyendok sup lalu meniupnya pelan-pelan


"Nyonya muda, sepertinya janin yang ada di perut Anda suka makan bersama dengan Papanya. Buktinya pas disuapi sama Tuan muda, Nyonya muda nggak mual dan nggak muntah" Sahut pelayan wanita yang masih berdiri di samping kanannya Embun.


Embun tersenyum canggung dan Luke langsung semringah. Pria tampan itu dengan santainya berkata, "Kalau gitu, aku akan menyuapi kamu terus mulai dari sekarang"


"Ti.....tidak usah, Tuan. Saya bisa makan sendiri dan........"


"Aaaaaaaa"


Embun terpaksa membuka kembali mulutnya.


Luke langsung berkata, "Kalau anak aku suka disuapi sama Papanya, aku akan suapi terus dan kamu nggak bisa melarangku"


Saat Luke dengan santainya memasukkan sendok ke dalam mulutnya sendiri, Embun sontak mengernyit dan menyemburkan, "Ke.....kenapa Anda makan memakai sendok yang sama dengan saya, Tuan? Kenapa Anda tidak pakai sendok Anda sendiri?"


Luke menoleh ke belakang dan berkata, "Supku ada jauh di sana. Aku malas berdiri untuk mengambilnya"


"Saya akan ambilkan, Tuan" Sahut pelayan wanita yang berdiri di samping Embun.


"Nggak usah. Aku ingin makan sama anakku. Pakai sendok yang sama nggak apa-apa, kan?"


Embun hanya bisa menghela napas panjang dan bergumam di dalam hatinya, Anda, sih, nggak apa-apa, Tuan. Tapi,saya malu dan canggung, nih.

__ADS_1


Embun terus menghela napas panjang, karena Luke memutuskan untuk terus menyuapinya dan makan bersamanya dengan perabot makan yang sama sampai menu terakhir dihidangkan dan sampai akhirnya dessert habis. Dan ajaibnya, Embun bisa menghabiskan semua makanan yang menurutnya berbentuk aneh, tanpa mual dan muntah, karena disuapi oleh Luke.


__ADS_2