
"Kenapa hasil CT scan Luke Donovan tidak ada perkembangan sama sekali?" Dokter Theo menautkan alisnya saat ia melihat hasil CT scan sahabatnya. "Ada yang tidak beres, nih. Aku curiga kalau Chika ada dibalik semuanya ini. Aku akan menemui Nenek Maria besok pagi" Lalu, dokter muda nan tampan itu memasukkan hasil CT scan tersebut ke dalam tas kerjanya dan pulang. Dokter Theo memutuskan tidak datang ke acara peluncuran parfum baru Grup Donovan dan pengenalan Brand Ambassador yang baru, karena lelah.
Luke melihat neneknya menggendong Dino dan duduk di meja khusus untuk para CEO dan pemegang saham. Luke melihat neneknya tengah memperkenalkan Dino di meja khusus itu.
Lalu, pria tampan itu mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Embun. Dia tersenyum tipis saat ia menemukan Embun tengah memegang gelas berisi cola sambil bercanda santai dengan pria tampan berambut gondrong.
Chika tiba-tiba melepas lengan Luke sambil berkata, "Luke, aku ke toilet dulu, ya?"
"Hmm" Luke menyahut tanpa menoleh ke Chika, karena pandangannya tertuju ke Embun.
Sewaktu pria keturunan Italia itu melihat Alex Norman melangkah pergi meninggalkan Embun, Luke langsung melangkah pelan menuju ke tempat Embun berdiri.
Melihat Luke berjalan ke arahnya, Embun tiba-tiba merasa tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup dan akhirnya wanita cantik itu memilih untuk memutar badan menghindari Luke.
"Apa Nenek yang mengundangmu? Lalu, apa peran kamu di acara ini?" Luke mencekal lengan atasnya Embun dan menarik lengan itu sampai Embun menghadap dirinya.
Embun melirik lengannya dan membiarkan tangan Luke ada di sana sambil berucap, "Mas akan tahu sebentar lagi"
"Aku benar-benar terkejut melihatmu datang"
"Mas, tidak mengira aku akan datang?"
Luke mengabaikan ucapannya Embun dan dia memilih untuk bertanya, "Siapa pria yang masuk bersamamu tadi? Apa pria itu yang bernama Alex Norman?"
"Iya, Mas"
"Apa kalian tinggal bersama?"
Embun langsung menjawab tegas, "Tidak" Wanita cantik itu tersinggung dengan ucapannya Luke.
"Kenapa kalian bisa masuk bersama kalau tidak tinggal bersama?"
"Aku ketemu dengan Alex Norman di pelataran parkir. Kami bahkan tidak datang bersama. Dia pakai mobil dia sendiri dan aku pakai mobil sendiri. Aku datang ke sini sama Mbak Mona, Nenek, dan Dino. Puas kamu, Mas?" Embun menarik lengannya dengan wajah kesal.
Luke tertegun. Ia tengah bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa dia merasa gusar saat tahu Embun melangkah masuk dengan seorang pria. Dia juga bingung kenapa dia tidak ingin melihat Embun berjalan bersama pria lain padahal seharusnya dia membenci Embun, karena Embun sudah meninggalkan dia selama tiga tahun untuk menemui pria yang bernama.Alex Norman.
Embun kemudian memutar badan untuk pergi meninggalkan Luke Donovan.
__ADS_1
Di saat Luke hendak melangkah mengejar Embun, lengannya ditarik oleh seseorang. Luke sontak menoleh, "Kau?"
"Kenapa kaget melihatku, Mas? Apa kau masih terpesona dengan kecantikanku malam ini?" Chika menyenderkan kepalanya di bahu Luke dengan manja.
Luke hanya menghela napas panjang sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman untuk mencari sosok Embun. Dia terkejut sewaktu ia menemukan Embun berada di atas panggung bersama dengan neneknya.
Chika pun terkejut dan langsung menegakkan kepalanya saat ia melihat ia melihat ada wanita cantik berambut panjang bergelombang dengan gaun malam yang lebih elegan dari gaun malam yang dia pakai.
Chika sontak menoleh ke Luke untuk bertanya, "Siapa wanita itu?"
Luke langsung berucap, "Diamlah dan kau sendiri akan tahu siapa dia"
Chika langsung bungkam dan kembali melihat ke panggung.
Maria Donovan menoleh ke Embun dan setelah tersenyum, Maria menatap kembali ke para.rami undangan dan berkata, "Saya tidak akan berpanjang lebar lagi, dengan ini saya umumkan Brand Ambassador Grup Donovan periode baru adalah............."
Chika langsung tersenyum lebar dan bersiap untuk melangkah ke panggung.
"Embun Sanjaya. Wanita yang berdiri di sebelah saya ini adalah Embun Sanjaya dan dia adalah Brand Ambassador kita yang baru"
Seluruh hadirin sontak bertepuk tangan dengan riuh.
Luke naik ke panggung dengan langkah gagah dan tegap. Namun, memasang wajah datar dan dingin.
Saat pria tampan itu sudah berdiri di samping Maria Donovan, Maria langsung menoleh ke Luke dan berkata, "Pasangkan mahkota kebanggaan kita ke kepalanya Embun!"
Dengan wajah datar dan dingin, Luke mengambil mahkota tersebut dari tempatnya lalu meletakkan mahkota yang terbuat dari batu Swarovski pilihan dan di bagian depan mahkota tersebut terdapat batu berlian berwana merah yang berbentuk tetesan air mata ke atas kepalanya Embun.
Seluruh hadirin pun bertepuk tangan dengan meriah.
Chika sontak menjejakkan kakinya dengan kesal di atas rumput dan di saat Chika hendak maju ke panggung, Daniel langsung mencekal lengan Chika dan berbisik, "Jangan lakukan itu!"
Chika sontak menoleh dan langsung mendelik, "Daniel?! Kenapa kau bisa ada di sini? Lepaskan aku! Aku harus naik ke panggung dan merebut hak aku"
"Hak apa?" Daniel berucap sambil terus menahan lengan Chika.
"Mahkota itu hak aku. Mahkota itu milikku. Lepaskan aku!"
__ADS_1
"Kau jangan kebanyakan halu. Nenek sudah memilih Embun Sanjaya dan bukan kau"
"Untuk itulah aku harus ke atas panggung. Aku akan......."
"Mempermalukan diri kamu sendiri. Begitu, hah?! Kau ingin Kak Luke memandang rendah dirimu dan kemudian memutuskan pertunangannya denganmu"
Chika seketika diam mematung.
Penari balet yang sudah menggantung sepatunya itu, kembali dibuat meradang saat ia melihat Luke berdansa dengan wanita yang bernama Embun Sanjaya itu.
Memang sudah menjadi peraturan, Brand Ambassador selalu diberi kesempatan emas untuk berdansa dengan Luke Donovan.
Daniel tersenyum dan berkata, "Maukah kau berdansa denganku?"
Dengan sangat terpaksa, Chika mengiyakan ajakan Daniel untuk berdansa di saat tunangannya tengah berdansa dengan wanita lain.
Luke merentangkan kedua lengannya dan Embun pun melangkah masuk ke dalam pelukannya Luke saat lagu yang diputar diganti dengan lagu yang lebih lambat dan lembut.
Embun tersentak kaget saat Luke menarik pinggangnya lebih dekat, kedua lengannya memeluk tubuh ramping Embun dan terasa melindungi. Embun merasa aman di dalam pelukannya Luke. Luke memeluk Embun persis seperti dulu, dengan kedua lengannya melingkar erat di pinggang ramping Embun. Tidak ada yang dapat Embun lakukan kecuali meletakkan lengannya di atas bahu Luke.
Maria Donovan kembali ke meja dan meraih Dino dari atas pangkuannya Mona sambil berucap, "Lihatlah! Ayah dan Bunda kamu berdansa. Kau senang?"
"Iya, Nek. Dino sangat senang"
"Chika sedang memperhatikan kita" Ucap Embun.
"Siapa yang peduli"
"Dia tunangan kamu, kan, Mas?"
"Kamu Istriku, kan?"
"Chika mulai gusar, Mas? Mas memelukku terlalu erat"
"Ini kan slow dance. Tentu saja aku harus memelukmu erat-erat"
Embun hanya bisa menghela napas panjang.
__ADS_1
Luke lalu mencium rambut Embun dan tanpa ia sadari ia berbisik di telinga Embun, "Aku merindukan wangi kamu"
Seketika hati Embun berdesir.