
Neneknya Embun langsung mengajak Mentari masuk sembari memerintahkan anak buahnya Luke untuk membawa masuk semua hantaran lamaran ke dalam kamarnya.
Maria Donovan tersenyum bahagia melihat kebahagiaan terpancar di wajah ibunya Embun, Embun, dan Luke. Maria langsung berkata, "Wah, saya berasa lebih muda dua puluh tahun saking bahagianya, nih"
Melihat mama mertuanya masuk,.Ibunya Embun memberanikan diri untuk bertanya, "Tapi, Nak. Emm, berdirilah dulu kalian berdua" Ibunya Embun membantu Luke dan Embun berdiri.
Luke lalu mengajak Embun duduk di depan ibunya Embun dan bertanya, "Tapi, apa Bu?"
"Masih ada yang harus Nak Luke tahu. Karena, di dalam pernikahan nggak boleh ada rahasia. Ada sebuah video yang masih membuat Ibu risau dan........"
"Pria brengsek itu saya, Bu" Sahut Luke dengan wajah penuh penyesalan. Lalu, Like dengan cepat berucap lagi, "Tampar saya atau pukul saya, Bu!" Luke berucap sembari menundukkan kepala.
Ibunya Embun menggeleng dan berkata, "Kalau pria di video itu adalah kamu, ya sudah, Nak"
Luke langsung mengangkat wajahnya dan menetap Ibunya Embun dengan tanya, "Ya sudah? Gitu aja, Bu? Ibu nggak ingin menampar saya?"
"Nak Luke sudah menikahi Embun. Itu sudah cukup buat Ibu. Terima kasih, Nak"
Luke bangkit berdiri dan langsung bersimpuh kembali di depan ibunya Embun untuk berkata, ""Saya yang seharusnya berterima kasih, Bu. Sekarang saya tahu darimana Embun memiliki hati yang sangat baik"
Ibunya Embun membantu Luke berdiri sembari berkata, "Ibu senang punya menantu sebaik kamu. Dan soal uang di koper, rumah, dan mobil untuk Ibu, Ibu rasa Nak Luke bawa pulang kembali saja. Ibu nggak bisa menerimanya"
Maria Donovan tersenyum lalu berkata ke Luke dan Embun, "Kalian berdua masuk dulu ke kamar!"
Luke menoleh ke Embun, "Kebetulan, aku juga pengen lihat kamar di mana kamu tumbuh sejak kecil"
Embun tampak ragu untuk menunjukkan kamarnya yang sempit dan kecil ke Luke.
Melihat putrinya ragu, Ibunya Embun langsung berkata, "Ibu sudah membersihkan kamarnya. Kasih lihat kamar kamu ke suami kamu biar suami kamu lebih mengenal kamu"
"Baik, Bu" Embun langsung mengajak suaminya berbalik badan menuju ke belakang rumah dan masuk ke kamarnya.
Luke sontak berkomentar, "Kenapa kamar kamu kecil begini dan berada di sebelah dapur?"
"Saya dan Ibu bisa dapet kamar sudah sangat bersyukur dan..........."
"Kamar sekecil ini dan ranjang sempit ini, dibuat tidur berdua? Kamu dan Ibu kamu?"
Embun duduk di sebelah suaminya dan sambil tersenyum ia menganggukan kepala.
__ADS_1
"Apa kamu punya album foto? Aku pengen lihat foto-foto kamu waktu masih kecil"
"Nggak punya, maaf. Nenek membuang semua foto saya waktu masih kecil"
"Kenapa Nenek sihir itu membuang album foto masa kecil kamu?"
"Karena, ada banyak foto kebersamaanku dengan Papa dan Ibu saya. Nenek nggak suka itu"
"Kenapa begitu?" Luke mulai mengepalkan kedua tinjunya.
Embun menggenggam kepalan tangan Luke sambil berkata, "Ibu dan Papaku, adalah sepasang kekasih. Namun, Pas terpaksa harus berpisah dengan Ibu dan harus kembali ke kota untuk menikah dengan gadis pilihan Nenek. Tapi, Papa tidak bisa melupakan Ibu. Papa diam-diam menikah sirih dengan Ibu. Itu yang Nenek tidak sukai"
"Itu kesalahan Papa kamu. Kenapa Nenek kamu limpahkan ke Ibu kamu dan kamu?"
"Entahlah. Hanya Nenek yang tahu alasannya"
Luke bangkit berdiri dan duduk di ruang meja kecil yang sudah mulai lapuk Pria tampan itu menoleh ke Embun yang tengah berdiri di samping meja, "Ini meja belajar kamu?"
Embun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Aku boleh buka album foto ini?"
"Boleh. Album foto itu menyimpan foto saya pas saya sudah SMP sampai lulus SMA"
"Kamu imut banget waktu SMP" Luke menoleh ke Embun.
"Terima kasih, Mas. Nanti kalau di rumah, giliran Mas kasih tunjuk ke saya foto-foto Mas waktu sekolah, ya?"
"Hmm" Luke menyahut sembari mengarahkan pandangannya ke album foto. Dia membalik album itu dan menemukan Embun sedang makan es krim. Luke bertanya tanpa menoleh ke Embun, "Kamu suka es krim?"
"Suka banget" Sahut Embun.
"Aku rasa es krim baik untuk anakku. Es krim mengandung susu. Aku akan suruh chef pribadiku untuk sering-sering membuat es krim"
"Mas juga suka es krim?"
Luke membalik album foto itu sambil berucap, "Aku doyan es krim, tapi nggak begitu suka"
Luke melihat Embun tersenyum ceria di bawah sebuah pohon beringin dan rambut Embun panjang saat itu. Luke tertegun cukup lama saat ia menatap foto itu.
__ADS_1
Embun sontak bertanya, "Kenapa Mas? Ada yang salah dengan fotonya? Rambut saya jelek banget, ya?"
"Kamu panjangkan rambut kamu segini dan nggak usah diluruskan lagi. Rambut bergelombang kamu tampak bagus kalau panjang segini" Luke berucap tanpa menoleh ke Embun.
Saat ia membalik lagi album foto itu, dia langsung berucap, "Yeeaahhh, kok sudah habis?"
Embun tersenyum dan berkata, "Saya memang tidak begitu suka difoto. Saya merasa kalau saya ini tidak cantik dan........."
Luke langsung mendongak dan bertanya, "Siapa yang fotoin kamu?"
Embun tersentak kaget dan sontak menjawab, "Mas Gilang yang fotoin"
Luke bangkit berdiri dan dengan wajah dingin, dia mendekati Embun.
Embun merasakan aura mematikan di wajah Luke. Sama seperti saat ia pertama kali bertemu dengan Luke. Untuk itulah, wanita imut itu melangkah mundur dan terus melangkah mundur sampai punggungnya membentur pintu kamar.
Luke langsung mengungkung tubuh Embun dan berkata dengan wajah dingin sedingin es, "Dan siapa Mas Gilang itu?"
"Mas Gilang a......adalah pa.......car.....sa.......saya, se.......belum kita menikah, Mas" Tubuh Embun mulai gemetar ketakutan.
"Pacar? Dan berani benar kau memanggil Pria lain Mas, di depan suami kamu?"
"I.....itu sudah berlalu, Mas. Saya nggak pernah menghubunginya lagi setelah kita menikah"
Luke menggertakkan gigi dan bergumam, "Kau banyak digemari kumbang di luar sana, ya? Aku rasa aku harus mendidik kamu dengan benar mulai sekarang dan aku rasa, aku harus menghukum kamu agar kamu selalu ingat untuk tidak memanggil pria lain dengan sebutan Mas lagi!"
"A.....apa yang akan Mas la......lakukan?" Embun bergidik ngeri.
Luke tertegun menatap Embun. Belum pernah ia melihat wanita yang tampak murni tanpa dosa dan terlihat begitu seksi.
Saat Embun membasahi bibir dengan lidah, Luke langsung berkata, "Kemarilah, Mbun" Sambil berkata begitu, Luke menarik tubuh Embun ke tubuhnya.
Embun terasa lentur, begitu hangat dan menonjol di titik-titik yang menurut Luke seluruhnya pas dan seketika itu juga, Luke tersesat.
Luke memagut bibir Embun dengan lembut dan dengan napas bergetar, Embun membuka mulut dan Luke tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, pria tampan itu langsung menyelipkan lidahnya.
Embun sontak membeku, namun dia masih sanggup berjinjit, bernapas berat dan terngah-engah melalui hidung. Luke semakin menggila saat Embun mengerang lirih dan menerima walaupun belum begitu pandai berpartisipasi.
Luke langsung menarik bibirnya dari bibir Embun dan memeluk Embun.Mata Embun terpejam, cuping hidungnya mengembang saat tubuhnya bersandar ke tubuh Luke. Hanya karena satu ciuman, Embun terasa siap meledak.
__ADS_1
Luke mengusap rambut Embun dan sembari menghujani pucuk kepala Embun dengan ciuman dia berucap, "Maafkan aku! Aku hanya tidak suka mendengar kamu memanggil pria lain dengan sebutan Mas. Jangan panggil pria lain dengan sebutan Mas lagi! Aku juga nggak suka ada pria lain yang suka sama kamu. Aku nggak suka menerima semua kenyataan itu. Kamu hanyalah milikku"
"Iya, Mas" Sahut Embun.