Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Meleleh


__ADS_3

"Aku langsung pulang" Ucap Daniel tanpa turun dari mobil.


"Oke. Terima kasih sudah mengantarku" Chika melambaikan tangan sambil tersenyum.


Sepeninggalnya Daniel, Chika mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru halaman depan kediaman mewahnya Luke Donovan. Dia mencari keberadaan mobil sport berwarna merah. Mobil kesayangannya Luke. Namun, sejauh mata memandang, mobil sport berwarna merah itu tidak tampak.


Chika bergegas masuk ke dalam rumah untuk bertanya ke kepala pelayan, "Kenapa mobil Luke nggak ada di halaman? Apa sudah dibawa masuk ke garasi sama satpam?"


Kepala pelayan langsung berkata, "Tuan Luke belum pulang"


"Hah?! Tidak biasanya Luke pulang malam. Dia tahu kalau aku nggak suka dia pulang malam. Tapi, kenapa ini........"


"Tuan Luke pulang ke rumah Neneknya"


Chika menggeram kesal dan saat ia memutar badan hendak menyusul Luke, dia langsung menghentikan langkahnya dan bergumam lirih, "Sial! Aku nggak tahu di mana rumah Nenek sihir itu"


Lalu, dengan hati dongkol wanita mantan penari balet tingkat Internasional itu memutar badan kembali dan berjalan dengan kesal ke kamarnya.


Daniel tersenyum senang misi pertama dari Maria Donovan yang masih ia sayangi sebagai Nenek kandungnya, berjalan dengan sukses. Dia berhasil membuat Luke lupa akan Chika di malam itu.


Daniel lalu pulang ke apartemennya dan saat ia merebahkan tubuh lelahnya di ranjang, dia teringat kembali akan Monalisa. "Monalisa sekarang ini pasti tambah sukses dan tambah cantik. Apa dia sudah punya pacar saat ini?"


Sementara itu di kediaman mewah Maria Donovan, Luke menggendong putra tampannya dengan riang hati menuju ke kamarnya. Sedangkan Embun langsung memeluk Maria Donovan dan berkata, "Nek, saya harus bagaimana? Mas Luke belum ingat sama saya. Kalau saya satu kamar dengan Mas Luke, saya bingung harus bagaimana, Nek"


Maria mendorong pelan kedua bahu Embun dan setelah memberikan senyum sayang ke Embun, dia berkata, "Masuklah! Biarkan semuanya mengalir apa adanya. Masuklah! Lagian Luke adalah suami kamu dan papa dari anak kamu, ngapain kamu bingung harus bagaimana?"


Maria lalu memutar badan Embun, membuka pintu kamar dan setelah mendorong Embun masuk ke kamar itu, Maria menutup pintu kamar dengan senyum lebar.


"Aku harus segera mengikat Luke lebih erat lagi. Satu-satunya cara aku harus hamil anaknya Luke sebelum semuanya tahu kalau selama ini aku memberikan kapsul kosong ke Luke. Aku memang sengaja buang semua obat dari Theo yang ada di dalam kapsul itu dan aku kasih kapsul kosong ke Luke. Itu karena aku ingin Luke amnesia seumur hidup dan hanya mengingatku saja. Aku harus segera membuat Luke menikahiku sebelum semuanya tahu soal kapsul kosong itu. Tapi, bagaimana caranya untuk membuat Luke segera menikahiku? Luke bahkan tidak pernah menciumku" Gumam Chika sembari menatap langit-langit kamarnya.

__ADS_1


Embun masuk ke dalam kamar dengan langkah canggung. Embun langsung berlari ke kamar mandi saat ia melihat Luke dan Dino tengah bercanda di atas ranjang. Embun bersandar di pintu kamar mandi dan beberapa kali menghela napas panjang di sana.


"Yah, makasih udah bantu Dino ganti baju"


Luke mengusap pipi Dino dengan senyuman, lalu berkata, "Sama-sama, Tampan. Ayah akan selalu membantu kamu ke depannya. Kamu butuh bantuan apa pun, langsung bilang sama Ayah, ya?!"


Dino tersenyum bahagia, lalu berkata, "Apa ini berarti, Ayah sayang sama Dino?"


Luke langsung merengkuh tubuh mungilnya Dino ke dalam pelukannya dan berkata, "Tentu saja Ayah sayang sama kamu"


"Sepanjang apa sayangnya Ayah ke Dino?" Tanya Dino di dalam dekapan hangat ayahnya.


"Sepanjang masa" Sahut Luke.


"Berarti sama dong dengan kasih Bunda ke Dino. Kasih Bunda juga sepanjang masa" Tanya Dino di dalam dekapan ayah yang sangat ia dambakan selama ini.


Dino lalu melepaskan diri dari pelukan ayahnya untuk berkata sambil menoleh ke belakang, "Bunda, kok, lama banget nggak ke sini-sini? Dino keburu ngantuk, nih"


"Nggak usah nunggu Bunda kamu. Ayah akan menyanyikan lagu Nina Bobo buat kamu. Mau?"


Dino langsung menatap ayahnya dan mengangguk cepat dengan wajah semringah.


Luke tersenyum penuh kasih sayang dan sambil menepuk-nepuk pelan punggung Dino, ia menyanyikan lagu Nina Bobo. Tidak begitu lama, Dino jatuh lelap di dalam dekapan hangat ayahnya tepat di saat Embun berdiri di depan kaca rias.


Kedua bola mata Luke langsung mengikuti arah geraknya Embun.


Embun duduk di depan kaca rias dan di saat Luke melihat wanita cantik berambut panjang bergelombang itu tampak kesulitan melepas jepit rambut berwarna emas yang menjepit manis rambut bagian belakangnya, Luke langsung melompat turun dari atas ranjang.


Kedua bahu Embun melonjak ke atas saat ia merasakan tangan Luke menyentuh tangannya sambil berkata, "Aku akan bantu kamu melepas jepit rambut ini"

__ADS_1


Embun sontak menarik turun tangannya dari jepit rambut dan membeku.


Setelah berhasil melepas jepit rambut itu, Luke meletakkan jepit rambut itu di meja rias lalu merangkul bahu Embun. Kemudian tangannya mengelus-elus rambut panjang bergelombang nan indah.


Di saat Embun bersitatap dengan Luke dari kaca rias, Hati keduanya sontak berdegup kencang dan Embun langsung menunduk untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya.


Luke kemudian menunduk mencium pucuk kepala Embun dan mengangkat kedua bahu Embun dengan pelan agar Embun bangkit berdiri. Di saat Embun menoleh dan mendongak ke arah Luke, suami tampannya itu langsung mencium kening Embun, lalu memutar badan Embun.


Luke kemudian menyingkirkan bangku yang menghalangi mereka sambil mencium kedua mata Embun, lalu hidung Embun, menuju ke kedua pipi Embun, dan akhirnya bibirnya mendarat di bibir wanita cantik itu. Luke langsung ******* bibirnya dengan penuh gairah.


Luke lalu menarik tengkuk Embun untuk memperdalam ciumannya. Wanita itu tanpa sadar merangkulkan kedua tangannya di leher suami tampannya. Luke spontan menggigit bibir Embun pelan supaya wanita itu membuka bibirnya sehingga ia bisa dengan mudah menyusupkan lidahnya di sana. Embun pun akhirnya menyerah kalah dan saat bibirnya merekah sempurna lidah Luke berhasil menyusup masuk dan menari nari liar menjelajahi mulut Embun. Sepasang suami istri itu kemudian membiarkan lidah mereka berdansa dengan panasnya.


Luke kemudian membopong tubuh Embun dan dengan pelan meletakkan tubuh wanita cantik itu di ranjang. Luke melepas ciumannya sejenak untuk menatap wajah cantiknya Embun. Kedua tangan Embun masih merangkul leher Luke dan wanita itu masih memejamkan mata. Luke kemudian mencium kedua kelopak mata Embun itu, lalu bibirnya menuju ke telinga Embun dan tubuh Luke kini tengkurap diatas tubuh Embun, Tanpa Luke sadari, ia membisikkan kata kangen berulangkali yang membuat hati Embun meleleh sempurna ke pelabuhan rindu.


Dada keduanya bergemuruh hebat penuh dengan kerinduan dan gairah.


Luke kemudian mengarah bibirnya ke leher Embun. Pria tampan itu menciumi kulit putih mulus dan menghirup wanginya. Di belakang telinga Embun, pria super tampan itu menghisap dan menggigit pelan kulit putih mulus itu hingga meninggalkan tanda merah, tanda kepemilikan yang membuat Embun tanpa sadar memekik sangat kencang.


Dino sontak bangun dan langsung bertanya, "Ayah, Bunda sedang apa? Main apa, kok Ayah ada di atas tubuh Bunda?"


Embun langsung mendorong Luke dan Luke langsung terjatuh di atas lantai.


Embun segera memeluk putra tampannya, mengelus punggung Dino sambil berkata, "Ayah berburu nyamuk tadi. Makanya Ayah berada di atas tubuh Bunda. Sekarang bobok lagi, ya?!"


Luke naik ke sisi tempat tidur yang lain sambil mengusap pantat dan mendelik ke Embun.


Embun mengulum bibir menahan geli lalu ia mencium kening putranya yang sudah tertidur kembali.


Di saat Luke hendak menyemburkan protes karena Embun telah berani mendorong keras dirinya sampai ia jatuh di atas lantai sampai pantatnya terasa sakit, Embun langsung memejamkan kedua matanya dan Luke hanya bisa menghela napas panjang.

__ADS_1


__ADS_2