Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Nasi Goreng Cinta


__ADS_3

Rendy berdiri di depan kelasnya Embun dan untuk memberikan pengumuman, "Proyek dari Tuan Luke Donovan, silakan dikumpulkan di sini"


"Kenapa Anda lagi yang hadir di kelas ini? Kenapa di pengumpulan proyek pertama dulu Anda yang hadir dan di pengumpulan proyek kedua ini, Anda juga yang hadir. Tuan Luke Donovan ke mana?"


"Tuan Luke Donovan tidak bersedia hadir secara langsung di kelas ini. Bertatap muka dengan kalian secara langsung kayak gini. Karena, Istrinya tidak mengijinkannya"


"Kenapa Tuan Luke Donovan harus menuruti kata Istrinya? Dia, kan, Tuan Luke Donovan, pewaris tunggal Grup Donovan. Kenapa takut banget sama Istrinya"


"Itu bukan takut, tapi cinta. Tuan Luke Donovan sangat mencintai Istrinya. Dan ini terkahir kalinya Tuan Luke Donovan memberikan materi di kampus ini. Terima kasih atas kerja sama kalian" Ucap Rendy dengan wajah tegas.


"Yeeaaahhhh, Mister Luke benar-benar sudah menikah dan dia sangat mencintai Istrinya" Ucap salah satu dari teman kuliahnya Embun.


"Beruntung sekali wanita itu bisa menikah dengan Mister Luke. Kira-kira siapa, ya, istrinya?"


"Apa mungkin itu model yang bernama Chika?"


"Entahlah. Nggak usah ngegosip lagi. Yuk kita pindah kelas untuk mengikuti mata kuliah Sastra Kuno"


Rendy membeliak kaget saat ia menemukan jam tangan yang sudah ia idam-idamkan sejak lama, ada di atas meja.


"Kenapa kau membuka kotak berisi jam tangan itu di depanku?" Rendy menatap Monalisa dengan sorot mata heran.


"Ini simbol pernyataan cintaku. Cintaku berjalan stabil seperti sebuah jam. Maka aku berikan jam ini ke kamu sebagai simbol penyerahan cintaku ke kamu. Aku mencintaimu selama ini, Rendy. Apa kau mau jadi pacarku?"


Rendy sontak melepas kacamatanya dan meraup kasar wajah tampannya sambil menghela napas panjang.


"Aku ditolak, ya?" Monalisa menatap Rendy dengan wajah was-was.


Rendy memakai kembali kacamatanya, lalu ia berkata, "Harusnya aku yang nembak kamu"


"Maksud kamu?" Monalisa mengerutkan keningnya.


"Aku juga mencintaimu. Aku pengen nembak kamu sejak lama. Tapi, aku lihat kalau Tuan Daniel tengah mengejar kamu. Aku nggak punya nyali untuk......."


"Jadi, kita pacaran sekarang? Kamu pacarku dan aku pacar kamu?" Monalisa menatap Rendy dengan sorot mata berbinar-binar.


"Yeeeaahhh, harusnya begitu. Kita sudah saling menyatakan. ingat. Jadi, ya, aku rasa, kita sepasang kekasih mulai detik ini"


Monalisa langsung memekik kegirangan.


Setelah menyelimuti istrinya, Luke mencium kening Embun, kedua pipi Embun, kemudian pria tampan itu bangun, lalu memakai kembali celana kolor dan mengambil kaos polos di ruang ganti baju.


Kemudian pria tampan itu berjalan keluar dari kamar ganti dan meneruskan langkahnya untuk keluar dari dalam kamar.


Pelayan yang berdiri di depan pintu kamar, langsung menundukkan wajah mereka dan bertanya dengan kompak, "Apa yang Anda inginkan, Tuan?"


"Chef ada di dapur?"


"Ada, Tuan"


Luke langsung melangkah lebar ke dapur. Sesampainya di dapur, Luke langsung berkata, "Ajari aku caranya masak nasi goreng Jawa"


Chef pribadi yang bertugas di kediamannya Luke Donovan itu langsung menunduk dan berkata, "Saya yang akan memasaknya kalau Anda dan Nyonya muda ingin makan nasi goreng Jawa, Tuan"


"Nggak usah. Aku pengen masak untuk Embun. Aku ingin jadi pria yang serba bisa di mata Embun" Kedua mata Luke berbinar-binar saat ia mengucapkan kata-kata itu.


Chef itu langsung mengangkat wajahnya dan berkata, "Baiklah, Tuan. Kalau begitu, saya akan ajari Anda cara memasak nasi goreng Jawa"


"Ajari juga cara menggoreng telur. Embun suka telur mata sapi"


"Baik, Tuan" Sahut chef itu.


Setelah berjuang sekuat tenaga dan mengeluarkan banyak cucuran keringat di dapur, Luke berhasil memasak nasi goreng Jawa dengan hiasan telur mata sapi di atasnya.

__ADS_1


Luke kemudian berkata ke chef pribadinya, "Terima kasih sudah sangat sabar mengajariku" Lalu, Luke bergegas membawa nasi goreng dengan telur mata sapi hasil masakannya sendiri ke dalam kamarnya. Bahkan, Presdir muda itu menuju ke kamarnya dengan setengah berlari.


Chef pribadinya Luke menatap punggung Luke dan berkata, "Nyonya muda banyak membawa perubahan positif untuk Tuan Luke. Semoga pernikahan Tuan muda dan Nyonya muda langgeng sampai maut memisahkan mereka. Amin"


Luke meletakkan nasi goreng hasil masakannya sendiri, lalu ia membangunkan Embun dengan cara spesial dan penuh cinta. Pria tampan itu terus menciumi wajah Embun sampai Embun membuka kedua matanya, lalu bertanya, "Mas, kenapa menciumi wajahku terus?"


Luke langsung berkata, "Aku perdana masak buat kamu. Masak Nasi goreng Jawa dengan hiasan telur mata sapi Aku pengen kamu cepat bangun dan mencicipinya"


"Benarkah?!" Embu. langsung bangun, melilitkan selimut di tubuhnya dan bersandar di ranjang sambil berkata, "Mana Mas nasi gorengnya?"


"Aku akan suapi kamu. Aaaaaaa!"


Embun langsung membuka mulut.


Saat Luke menatap Embun tengah mengunyah nasi goreng itu, Luke langsung bertanya dengan wajah was-was, "Gimana? Enak nggak? Walupun mungkin nggak enak masakan kamu. Tapi, bisa dikatakan lumayan enak, kan?"


"Enak banget, Mas" Embun berkata sembari mengelus pipi suami tercintanya.


"Benarkah?"


"Lho, Mas belum mencicipinya tadi?"


"Belum, hehehehe"


"Cicipi gih! Enak banget, kok"


Luke langsung menyendok nasi goreng itu dan menyendoknya lagi, lagi, dan lagi tanpa sadar.


"Enak banget, kan, Mas? Sampai Mas lupa sama aku. Aku masih mau nasi goreng itu, Mas. Jangan dihabiskan!"


Luke terkejut geli dengan mulut penuh nasi goreng. Lalu ia berkata setelah menyesap segelas air putih, "Maaf! Iya kamu benar. Ini enak banget. Nggak nyangka aku bisa masak seenak ini"


Embun mengusap penuh cinta pipi suaminya dan berkata, "Suamiku memang yang terbaik di dunia ini. Dia bisa melakukan apapun"


Embun mengunyah nasi goreng yang ada di alam mulutnya dengan menganggukkan kepala dan tersenyum.


"Benarkah? Lalu, dari level satu sampai sepuluh, rasa bangga kamu di level berapa?"


"Level sejuta" Embun berucap dengan diiringi tawa kecil.


Luke langsung mencium bibir Embun dan berkata, "Aku sangat mencintaimu"


Embun sontak mendorong tubuh Luke dengan pelan dan bertanya sambil menatap dalam bola mata suaminya, "Mas bilang apa barusan?"


"Aku sangat mencintaimu"


Embun langsung memeluk pinggang suaminya, menyusupkan wajahnya di dada suaminya dan berkata di sana, "Aku juga sangat mencintaimu, Mas"


Luke langsung menggelegarkan tawa bahagianya dan berteriak, "Mulai sekarang aku akan kasih nama nasi goreng buatanku nasi goreng cinta"


Embun langsung tergelak geli di dalam pelukan hangat suami tampannya.


Keesokan harinya, Suami Istri itu keluar dari dalam kamar mereka dengan bergandengan tangan dan saling melempar senyum penuh cinta.


Selesai sarapan, Luke bertanya ke Rendy, "Sudah kau daftarkan, Ren?"


"Sudah, Tuan"


"Kalau gitu, kita langsung meluncur ke sana. Mumpung Embun libur kuliahnya"


"Baik, Tuan" Sahut Rendy.


"Daftarkan apa, Mas?"

__ADS_1


"Kita akan ikut senam Yoga Couple Pre-Natal. Kaya dokter Niken, senam itu bagus untuk Ibu hamil dan bisa mempererat ikatan hubungan antara suami dan istri" Ucap Luke sambil menciumi punggung tangannya Embun.


Luke berdiri tegap berhadapan dengan Embun. Lalu instruktur senam Yoga Couple Pre-Natal memberikan instruksi selanjutnya, "Para calon Ayah, pegang erat tangan pasangan Anda, lalu bungkukkan badan pasangan Anda dengan perlahan sambil mengarahkan pantat ke belakang. Lalu, tahan selama sepuluh detik. Kemudian kembali berdiri dan lakukan gerakan yang sana secara bergantian"


Kemudian instruktur senam Yoga itu, memberikan instruksi gerakan selanjutnya, "Para.calon Ibu, berdiri berhadapan dengan pasangan Anda dengan kaki dibuka selebar pinggul. Posisikan telapak tangan Anda menghadap ke depan. Lalu, mintalah pasangan Anda untuk memegang kedua pergelangan tangan Anda. Arahkan badan condong ke depan, seraya pasangan menarik tubuh Anda secara perlahan ke arah belakang. Tahan posisi ini selama sepuluh detik"


Saat Instruktur senam Yoga tersebut hendak memberikan instruksi yang berikutnya, Luke langsung mengangkat tangannya ke atas dan berteriak, "Interupsi!"


Instruktur senam Yoga itu langsung bertanya ke Luke yang duduk di deret depan, "Ada apa Tuan Luke Donovan? Apa Istri Anda kelelahan?"


Embun langsung menyahut "Saya baik-baik saja"


"Istriku baik-baik saja. Aku cuma mau protes dikit. Kamu jangan bilang pasangan di sini. Bilangnya Suami atau Istri, dong. Kenapa kamu bilangnya pasangan? Untuk instruksi berikutnya, bilangnya kayak gini, emm, ini contoh, ya, berdiri tegap berhadapan dengan Suami Anda para calon Ibu. Gitu. Lebih enak didengar, kan? Karena, yang ada di sebelahku ini benar-benar Istri sahku bukan sekadar pasangan. Istri yang sangat berharga calon Ibu dari anakku yang hebat. Embun, Istriku ini bukan hanya sekadar pasangan. Ngerti?"


Peserta senam Yoga Couple Pre-Natal yang lainnya langsung mengulum senyum mendengar protes kecilnya Luke Donovan.


Embun sontak tersenyum canggung saat instruktur senam Yoga itu meliriknya, lalu instruktur senam Yoga itu, menatap Luke untuk berkata, "Baik, Tuan. Maafkan saya kalau saya salah memilih kata-kata"


Sepulang dari senam Yoga, Luke mengajak Embun berbelanja di salah satu supermarket milik Grup Donovan dengan pengawalan ketat.


Embun menghentikan langkahnya di depan sebuah manekin yang memamerkan kaos couple.


Luke menatap Embun sambil bertanya, "Kau pengen kaos itu?"


"Iya, tapi yang untuk bayi ada tidak, ya?"


"Pasti ada. Ini kan butik bayi"


"Ada yang bisa saya bantu, Nyonya muda dan Tuan muda?"


"Istriku pengen kaos itu dan carikan juga yang sama dengan kaos itu, tapi size untuk bayi" Sahut Luke.


"Baiklah, Tuan"


"Wah! Beneran Ada, Mas" Embun memekik kegirangan.


Luke langsung merangkul bahu istrinya dengan wajah semringah dan berkata, "Tentu saja ada"


"Aku pengen pas anak kita nanti lahir, kita pakai kaos itu barengan dengan anak kita terus kita foto bareng di studio"


"Wah! Betapa aku sangat menyukai semua ide-ide kamu, Sayangku" Luke mencium pelipisnya Embun.


Setelah puas mengajak istrinya berbelanja, Luke mengajak Embun makan dan setelah makan, Luke berkata, "Nenek akan tinggal di luar negeri selama beberapa bulan"


"Kapan berangkatnya?" Tanya Embun dengan ekspresi kaget.


"Besok siang. Kita akan antarkan Nenek ke bandara besok siang"


"Kenapa aku sedih mendengar Nenek akan tinggal di luar negeri. Aku tidak bisa lagi lapor ke Nenek kalau Mas jahilnya kumat"


Luke sontak menggelegarkan tawa renyahnya


"Kenapa aku tidak boleh menemui Luke?"


"Tuan Luke tidak ada di tempat, Nona"


"Bohong! Kenapa aku tidak bisa memakai lagi kartu tanda masuk ini?"


"Mungkin Tuan Luke sudan tidak menganggap Anda tamu pentingnya lagi, Nona"


"Lancang Kamu! Apa kamu sudah lupa siapa aku?"


"Saya tidak lupa. Tapi, Anda sudah tidak diharapkan lagi di sini"

__ADS_1


"Lancang kamu!"


__ADS_2