Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Semringah


__ADS_3

Setengah jam sebelumnya, Like terbangun dan langsung melepas.jaket bulu tebal dari badannya dengan kesal saat ia melihat remote AC tertera angka 14 derajat celcius. Pria itu sontak menggeram kesal, "Ke mana cewek itu? Berani-beraninya dia bangun begitu saja dan tidak bertanggung jawab. Semalam dia udah bikin aku menggigil kedinginan. Lihat aja, kalau dia masuk lagi ke kamar ini, aku akan kerjain dia"


Luke terus duduk di tepi ranjang menghadap ke pintu sambil bersilang kaki dan bersedekap.


Sewaktu pintu dibuka dan Embun menampakkan batang hidungnya, Luke langsung bangkit berdiri dan berkata, "Bantu aku mandi!"


Setelah tersadar.dari kebekuannya, Embun langsung menyemburkan protes, "Kenapa nggak mandi sendiri? Apa selama ini Tuan kalau mandi selalu dimandiin?"


"Nggak. Aku mandi sendiri selama ini" Luke berucap dengan acuh tak acuh.


"Lalu kenapa sekarang, Tuan minta di mandiin?"


"Kamu semalam udah bikin aku menggigil kedinginan dan kedua tanganku kebas semua dan kesemutan dan itu karena aku, nggak pernah tidur di sofa. Kalau tanganku semua kebas dan kesemutan, kau pikir aku bisa mandi sendiri? Jadi, kau harus bertanggung jawab sekarang!"


"Ma, maaf soal AC, Tuan. Saya beneran gerah banget semalam. Tapi, soal tangan Tuan yang kebas kesemutan, bukankah Tuan yang minta sendiri tidur di sofa dan soal tangan kebas dan kesemutan ditunggu beberapa menit aja pasti hilang dengan sendirinya, kan? Kenapa harus minta dimandiin?"


"Kau ingin aku memanggil Nenek, sekarang? Oke, aku akan panggil, Ne......."


Embun langsung membekap mulut Luke dengan telapak tangan kanannya sambil berkata, "Iya. Saya akan bantu Anda mandi. Jangan libatkan Nenek terus dengan urusan kita. Kasihan Nenek"


Luke tersenyum senang dalam hati, namun ia memasang wajah jutek di depan Embun.


Embun menoleh ke Luke saat ia dan Like sudah sampai di dalam kamar mandi.


"Kenapa malah menatapku? Ayo bantu aku mandi"


"Ta....tapi caranya bagaimana, Tuan? Saya, kan, belum pernah mandiin orang sebelumnya"


Luke duduk di bangku kecil bulat yang terbuat dari kayu yang ada di depan kaca besar, lalu berucap, "Isi bathtub dengan air lalu tuangkan satu tutup sabun cair yang ada di rak atas depan bathtub itu, lalu goyang-goyang airnya sampai berbusa. Setelah berbusa aku akan masuk dan kamu gosok punggungku"


"Baik, Tuan" Embun langsung melakukan semua instruksinya Like dan setelah air di alam bathtub berbusa, Embun berputar badan dan sontak ia menutup wajahnya dengan kedua tangan sembari berteriak, "Aaaaa!!!! Kenapa Tuan udah lepas baju tanpa kasih tahu saya?"


"Kenapa emangnya? Kamu itu Istri aku dan kamu juga udah pernah lihat aku lepas baju, kan?" Luke berkata santai sambil berjalan ke bathtub lalu masuk ke dalamnya dengan senyum geli. Di dalam hati ia berucap, rasain Lo, salah sendiri kenapa kemarin bikin Gue menggigil kedinginan.


Embun ngedumel kesal di dalam hatinya, Dasar menyebalkan!!!!!!!!


"Ayo buruan sini! Gosok punggungku!" Luke mulai berteriak tidak sabar.


"Anda sudah masuk ke dalam bathtub?"


"Hmm"


Embun membuka tangannya, lalu berbalik badan dan melangkah ke ujung bathtub. Dia duduk di kursi kecil dan mulai menggosok punggung Luke dengan pelan.


Luke tersentak kaget dan sontak berkata di dalam hatinya, Dia benci sama aku, kan, tapi kenapa ia menggosok punggungku dengan lembut? Nyaman sekali gosokannya. Aku mau digosok terus kalau nyaman kayak gini. Tapi, caranya gimana agar aku bisa nyuruh dia menggosok punggungku tiap kali aku mandi? Masak pakai alasan kebas dan kesemutan terus? Emm, apa iya? Aha! Aku dapat ide.

__ADS_1


Luke kemudian berkata, "Tugas seorang Istri itu apa? Kau ingat tidak yang dibacakan oleh pengacara Adam Baron kemarin?"


"Ingat" Sahut Embun sembari mulai menggosok ke arah depan.


"Apa coba? Sebutkan!"


"Melayani suami dan........"


"Nah! Itu dia!"


"Apa Tuan? Itu dia apa?" Embun tersentak kaget.


"Mulai sekarang, tiap pagi dan sore, kamu harus gosok punggungku pas mandi"


"Ta......tapi, kenapa harus?"


"Itu tugas Istri, kan? Kalau kamu mau melakukannya, aku juga akan lakukan tugas suami dengan baik" Luke yang memunggungi Embun terus tersenyum senang bercampur geli.


Dengan terpaksa Embun menyahut, "Baik, Tuan" Embun lalu mengarahkan bogem mentah di atas kepala Luke. Dia ingin sekali menjitak kepala pria itu, namun harus dia tahan.


Luke kemudian berkata, "Udah cukup. Keluarlah! Aku akan lanjutkan sendiri"


Embun langsung semringah dan bergegas keluar dari dalam kamar mandi. Ia langsung masuk ke ruang ganti dan memilih celana cullote berwarna cokelat.susu dan dipadukan dengan blus putih lengan pendek. Setelah selesai mematut diri di depan cermin dan memakai kembali kacamatanya, Embun berjalan keluar dari ruang ganti dan bruk! keningnya menubruk sesuatu yang keras sekaligus empuk dan terasa hangat.


"Kamu pinter milih outfit juga ternyata"


Seketika itu, keduanya mematung. Mereka bisa mendengar suara degup jantung yang sangat keras. Namun, mereka sama-sama tidak tahu degup jantung siapa yang berdetak sangat keras.


Luke juga merasa aneh kenapa ia enggan melepaskan Embun. Dia ingin memeluk Embun lebih lama lagi. Namun, Embun mendorong dadanya dan sambil berlari pergi, Embun berteriak, "Maaf!"


Embun duduk di meja makan dengan rona merah di wajah dan napasnya menderu. Dia bersyukur, neneknya Luke tengah mengecek makanan di dapur. Embun terus mengelus dadanya sembari berucap, "Tenang, ya, tenang. Masak hanya sebuah pelukan aja hatiku jadi kacau kayak gini?"


Sementara Luke, masih mematung. Dada Luke naik turun dengan cepat dan dia mencengkeram dadanya sembari bergumam, "Kenapa akhir-akhir ini jantungku sering berdetak abnormal dan napasku menderu kencang seperti ini?"


Embun langsung merasa mual dan pengen muntah saat para pelayan meletakkan berbagai makanan di atas meja makan. Embu. langsung bangkit berdiri dan menutup mulutnya sambil berucap, "Maaf, Nek, Embun pengen muntah"


Maria menatap.Embun dengan prihatin dan salah satu pelayan langsung berkata, "Nyonya besar, kemarin Nyonya muda makan disuapi oleh Tuan muda dan Nyonya muda sama sekali tidak mual dan tidak muntah"


Maria menoleh ke pelayan itu dengan wajah semringah, ia berkata, "Kalau gitu aku akan suruh Luke cepat ke sini dan........"


"Ada apa, Nek? Nenek mencariku dari tadi?" Luke duduk di samping neneknya.


"Istri kamu muntah lagi. Kata pelayan, kemarin kamu suapi dia makan dan dia nggak muntah sama sekali"


"Iya. Makanya aku buruan ke sini untuk suapi dia lagi. Aku nggak ingin anakku kurang gizi kalau dia muntah terus"

__ADS_1


Maria langsung semringah.


Luke menatap neneknya dan berkata, "Anakku manis banget, ya, Nek. Dia pengen terus disuapi Papanya dan pengen Papanya ada di dekat dia terus"


"Kamu senang akan jadi Papa?"


"Tentu saja"


"Kamu juga senang punya Istri, kan?" Maria mengerling penuh arti.


"Yeeaahhh. Dia tidak buruk. Aku rasa aku udah mulai bisa menerima keberadaannya Dia, kan ibu dari anakku, Nek"


"Apa kamu udah mulai cinta sama Embun?"


Luke menggeleng dan berkata, "Maaf, Nek. Aku harus jujur kalau soal perasaan. Aku belum mencintai Embun, tapi aku sudah mulai menyukainya"


Maria langsung menggenggam tangan Luke dan berkata, "Terima kasih banyak, ya. Kamu udah bikin Nenek sebahagia ini"


Embun kembali duduk dan dia disuruh Maria untuk duduk di sebelahnya Luke.


Maria terus tersenyum bahagia melihat Embun makan disuapi oleh Luke dan Embun bisa.menghabsikan semua makanan dan sama sekali tidak tanpa mual dan muntah.


"Kau antarkan Embun ke kampus, ya"


"Nggak usah, Nek. Embun bisa ke kampus sendiri dan......."


"Mana ada seorang Istri berangkat ke kampus sendiri. Apalagi kamu ini Istrinya Luke Donovan. Ayo aku antar dan aku juga akan jemput kamu nanti"


"Iya. Luke benar" Maria bangkit berdiri saat Luke dan Embun mencium punggung tangannya secara bergantian.


Sewaktu di mobil, Luke melirik Embun sembari bertanya, "Ambil ponsel aku di dashboard dan masukkan nomer ponsel kamu!"


"Ponsel saya mati. Saya lupa bawa charger"


"Kalau gitu, mana ponsel kamu?"


Embun mengambil ponselnya dan ia serahkan ke Luke.


Luke memasukkan ponsel Embun ke dalam saku jasnya sembari berkata, "Aku akan belikan kamu ponsel baru dan memasukkan semua memori di ponsel lama kamu ke ponsel kamu yang baru dan........"


"Nggak usah, Tuan. Ponsel saya masih bisa digunakan. Saya cuma butuh charger"


"Ponsel kamu jelek banget. Mana ada Istri Like Donovan ponselnya jelek banget. Jam berapa kamu pulang kuliah?"


"Jam dua belas, Tuan. Baru kali ini saya diminta masuk pagi. Biasanya saya masuk siang"

__ADS_1


"Oke, aku akan jemput kamu dan akan ajak kamu ke optik dan ke butik ponsel"


Embun hanya bisa menghela napas panjang, karena percuma juga ia protes.Luke Donovan tidak pernah mendengarkan protesnya selama ini.


__ADS_2