
Luke maju mendekati Alex untuk berkata, "Aku berterima kasih karena Akamu sudah menjaga Istri dnw anakku selama ini. Apa yang kamu inginkan?"
Alex tersenyum tipis, lalu berkata, "Kalau aku inginkan Embun, apa kau akan kasih?"
Luke langsung mencekal kerah kaosnya Alex dan menggeram, "Jangan bercanda untuk hal yang satu ini!"
Alex menarik tangan Luke dari kerah kaosnya dan berkata, "Andai saja aku bisa berkata kalau aku tidak bercanda"
"Kau......."
Alex melepas tangan Luke dan sambil menepuk pundak Luke ia berkata, "Aku tahu kalau Embun sangat mencintai kamu. Aku tidak mungkin menang melawan kamu. Jadi, tenangkan hatimu! Aku tidak akan nekat merebut Embun. Asalkan Embun bahagia aku juga bahagia"
Luke tertegun dan langsung berkata, "Aku akan tetap berterima kasih dengan layak. Apa yang kau inginkan?"
"Kalau kau memaksa aku akan katakan apa yang aku inginkan" Alex berkata dengan senyum jahil.
"Hmm. Katakan!"
"Apa aja?"
"Iya, apa aja. Asal bukan Embun dan Dino"
"Aku minta kau carikan aku wanita yang persis sama seperti Embun, bisa?"
"Hahahahaha. Kau salah alamat kalau meminta cewek ke aku. Kau harus menemui Nenek"
Luke dan Alex kemudian saling berpelukan dan berkata, "Kau tetap lah sahabatku. Sekarang dan selamanya"
Luke terus menunggui Embun syuting. Di saat Embun kepanasan, ia berlari untuk memayungi istri tersayangnya itu. Saat ia melihat Embun meraba-raba mencari minum, Luke langsung membukakan tempat minum dan membantu Embun minum. Sampai syuting selesai, Luke terus menemani, menjaga dan tidak melepaskan pandangannya dari Embun selama di lokasi syuting.
Di hari ketiga, Embun keluar dari kamarnya Dino dan saat ia masuk ke dalam kamarnya, ia melihat suaminya tengah mengompres lutut.
"Dino sudah tidur?" Tanya Luke sembari tersu mengompres lututnya.
"Sudah" Sahut Embun sembari jongkok di depan Luke dan mengambil kompresan dari tangan Luke untuk menggantikan Luke mengompres lutut.
Embun mendongak untuk bertanya ke suaminya, "Kenapa lutut kamu bengkak, Mas? Kapan lutut kamu cidera? Apa Mas kelelahan karena menjagaku terus di lokasi syuting selama tiga hari belakangan ini?"
__ADS_1
Luke mencium kening Embun dan berkata di sana, "Aku baik-baik saja. Kau juga nggak kecapekan nungguin kamu selama syuting. Aku senang menemani kamu selama syuting. Tapi, entahlah sejak kakiku terbentur kursi pas Alex memergoki aku mencium kamu, lututku terus terasa nyeri sampai sekarang"
"Aku sudah selesai syutingnya. Mulai besok aku akan jadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Jadi, besok aku akan mengantarkan Mas ke rumah sakit"
"Kenapa ke rumah sakit? Kamu sakit apa?" Luke langsung menarik tubuh istrinya untuk ia dudukkan di sampingnya sambil berkata, "Andai saja lututku tidak sakit saat ini, aku akan dudukkan kamu di pangkuanku. Sekarang katakan bagian mana di tubuh kamu yang terasa sakit?"
Embun menangkup wajah tampan suaminya dan berkata, "Bukan aku yang sakit. Tapi, mas. Kita harus periksakan lutut Mas sebelum terlambat"
"Aku nggak mau. Hanya lutut cidera kecil kayak gini harus pergi ke rumah sakit. Nggak usah" Luke menggelengkan kepalanya.
Embun mengecup bibir suaminya lalu berkata, "Mas, nggak sayang, ya, sama aku dan Dino?"
"Tentu saja Sayang. Aku sayang banget sama kalian"
"Kalau sayang, jangan bikin aku khawatir, ya?! Kita periksakan lutut Mas besok, ya?! Mau ya?!"
Luke menghela napas panjang dan akhirnya berkata, "Oke lah. Aku mau"
Embun kembali mengecup bibir suaminya dan Luke langsung berkata, "Kecupan aja kurang bagiku" Lalu, pria tampan itu merebahkan Embun di ranjang untuk memperdalam ciumannya dan saat Luke menginginkan lebih, Embun sontak berkata, "Mas, lutut Mas sakit, kan?"
Luke langsung tidur terlentang dan berkata, "Kalau gitu, kamu yang melakukannya. Woman on top" Luke mengedipkan katanya dan Embun langsung berkata dengan senyum menggoda, "Oke tampan, aku akan membuatmu menggelepar tak berdaya malam ini"
Keesokan harinya, Dino, Luke, Embun dan Maria Donovan sarapan dengan canda tawa.
Dino tiba-tiba nyeletuk, "Pa, kapan kita piknik? Dino pengen ke pantai. Rumah Mama di Jepang dekat dengan pantai. Dino pengen ke sana lagi"
"Kita berangkat sekarang kalau gitu" Luke langsung bangkit berdiri dan Embun sontak menarik tangan Luke sampai Luke duduk kembali di kursi.
"Dino pengen ke Jepang. Aku juga pengen ke sana lihat rumah kamu yang ada di sana"
Embun menghela napas panjang dan langsung berkata ke Dino, "Sayang, Papa kaan periksa dulu ke rumah sakit. Lutut Papa sakit saat ini"
"Lutut Luke kenapa?" Maria Donovan langsung menatap cucu kesayangannya dengan wajah khawatir.
"Aku nggak papa. Ke Jepang sekarang aja aku oke-oke aja, kok"
"Lutut Mas Luke terasa nyeri sejak tiga hari yang lalu, Nek. Dan kemarin Embun lihat lutut Mas Luke bengkak"
__ADS_1
"Papa ke rumah sakit aja dulu kalau sakit. Papa harus segera periksa sebelum arah kondisinya" Sahut Dino.
"Tuh, anak kamu aja pinter. Masak papanya kalah pinter"
Luke langsung mengerucutkan bibir dan menghela napas panjang.
Embun dan Dino benar. Sekecil apa pun keluhan di badan kamu, kamu harus segera periksa" Sahut Maria Donovan.
Akhirnya Luke mengalah. Dino berangkat sekolah bersama Maria Donovan dan Embun mengantarkan Luke ke rumah sakit.
Dokter Theo menyarankan Luke menemui dokter spesialis tulang dan langsung diharuskan menjalani serangkaian tes kesehatan yang cukup menyakitkan dan melelahkan.
Embun memeluk kepala Luke yang rebah di atas dadanya sambil berkata, "Sabar, ya, Mas, tinggal satu tes lagi dan kita pulang"
Luke menghela napas panjang dan berkata, "Inilah kenapa aku benci periksa. Kalau periksa keseluruhan kayak gini, aku malah merasa kondisi penyakitku semakin parah"
"Biar semuanya jelas jadi pengobatannya tepat, mas. Demi aku, Mas nurut, ya?"
"Iya, Sayang. Aku akan lakukan apa pun demi kamu"
Setelah menjalani tes pemeriksaan kesehatan yang terakhir, Luke rebah di atas bed dan Embun duduk di tepi bed sambil terus mengelus lembut keningnya Luke.
Luke langsung menarik tengkuk Embun dan setelah berkata, "Aku butuh yang manis untuk memulihkan moodku" Pria tampan itu memagut bibir Embun.
Embun mengikuti ajakan suaminya untuk berciuman dan seketika ia mendorong dada suaminya saat terdengar suara orang berdeham.
Luke menoleh ke asal suara dan dengan wajah kesal ia menyemprotkan, "Ada apa? Kenapa masuk nggak ketuk pintu dulu?"
"Maaf. Hasilnya sudah keluar dan aku harus segera menyampaikannya ke kamu. Maaf sudah mengganggu kemesraan kalian" Dokter Theo meringis di depan Luke dan Embun langsung tersipu malu.
"Apa hasilnya?"
Kamu bisa bangun?"
Luke mencoba bangun dan langsung mengaduh.
"Kalau gitu, aku akan panggil dokter Leon ke sini untuk membacakan semua hasil tes kamu. Jangan bericuman lagi pas aku tinggal sebentar!"
__ADS_1
Luke langsung mendelik ke Theo dan Theo langsung ngacir secepatnya dengan tawa renyah.
Beberapa menit kemudian, dokter Theo masuk kembali bersama dengan dokter Leon spesialis tulang. Dokter Leon tersenyum dan berkata, "Hasil tesnya adalah ..........."