Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Dino


__ADS_3

Satu Minggu sebelum kepulangan Embun ke tanah air...........


Embun tertegun sewaktu ia membuka pintu apartemennya. Dia berhadapan dengan wanita cantik nan anggun.


Maria Donovan menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua telapak tangan saat ia berdiri berhadapan dengan Embun. Wanita yang sudah genap berumur enam puluh tahun itu akhirnya memeluk Embun sangat erat sambil menangis dan berucap, "Akhirnya Nenek menemukan kamu, Sayangku"


Embun berdiri kaku di dalam pelukan hangatnya Maria Donovan.


Maria melepas pelukannya untuk bertanya, "Apa Nenek boleh masuk ke dalam? Nenek datang ke sini bersama dengan Rendy dan Dona. Mereka semua juga kangen banget sama kamu"


"Lalu, Mas Luke?"


"Nenek akan ceritakan semuanya. Ijinkan Nenek masuk ke dalam"


"Ah! Iya, Nek. Maafkan Embun yang kurang sopan tidak langsung mempersilakan Nenek, Pak Rendy, dan Bu Dona untuk masuk. Silakan masuk!" Embun membuka lebar-lebar pintu apartemennya.


Setelah puas bersalaman dan mengucapkan salam rindu, Maria, Rendy, Dona, dan Embun duduk mengelilingi meja sofa yang terbuat dari kayu jati dan berbentuk bulat besar.


"Nenek menemukan kamu setelah kamu muncul menjadi model Internasional satu bulan yang lalu. Maafkan Nenek, Nenek terlalu lamban dan bodoh. Nenek tidak bisa segera menemukanmu"


Embun hanya diam membisu.


"Kenapa kamu pergi tanpa pamit dan menghilang sangat lama, Sayang? Bicaralah! Ungkapkan semuanya. Nenek akan mendengarkan kamu sampai selesai. Biarlah Nenek akan memberikan tanggapan dan penjelasan yang sebenarnya ke kamu, Sayang"


Embun menghela napas panjang, lalu berkata, "Saya melihat Mas Luke memangku seroang cewek dan Mas Luke berciuman dengan cewek itu. Untuk itulah saya pergi untuk menenangkan diri. Setelah satu Minggu saya menyepi di sini bersama dengan Mbak Mona, saya memutuskan untuk balik, tapi saya tidak jadi balik saat saya melihat berita, Tuan Like Donovan bertunangan dengan Chika. Wanita itu adalah mantan pacarnya Mas Luke dan orang yang sama dengan yang dipangku dan dicium Mas Like waktu itu, kan? Jadi, saya pikir untuk apa saya balik. Mas Luke ternyata masih sangat mencintai wanita itu. Mas Luke tidak mencari saya, tidak menelepon saya, dan dia malah bertunangan dengan wanita itu hanya di dalam satu Minggu kepergian saya. Itu semua bukti kalau Mas Like tidak pernah mencintai saya, kan? Saya bahkan sudah tidak bisa menangis lagi sekarang. Air mata saya sudah habis, Nek. Setelah berita pertunangannya Mas Luke, saya mengirimkan surat cerai ke Mas Luke lewat fax. Tapi, belum ada respons dari Mas Luke sampai hari ini"


"Sudah selesai bicaranya?" Maria berkata dengan wajah teduh dan nada suara yang sangat lembut.


Embun menganggukkan kepala dan kembali diam membisu.


"Ren, tunjukkan rekaman video yang ada di ponsel kamu ke Embun"


"Baik, Nyonya" Rendy menyerahkan ponselnya ke Embun.


Embun memencet tombol putar di layar ponsel itu dan langsung tercengang. Setelah menonton video di ponsel itu sampai selesai, Embun menyerahkan ponsel itu ke Rendy dengan derai air mata.


Maria yang duduk di depan Embun, langsung bangkit berdiri dan memeluk Embun. Sambil mengusap lembut punggung Embun, Maria berkata, "Semuanya hanya salah paham. Tapi, Nenek tidak menyalahkan kamu. Kamu masih sangat muda waktu itu dan kamu sedang hamil. Nenek paham kalau emosi kamu sangat labil waktu itu"


"Tapi, kenapa Mas Luke tidak pernah menelepon saya untuk menjelaskan semua itu?"


Rendy langsung angkat bicara, "Tuan muda terus mencoba menelepon Anda dan ponsel Anda tidak aktif saat itu. Lalu, Tuan muda langsung mencari Anda dan mengalami kecelakaan......"


"Apa?!" Embun melepaskan diri dari pelukan Maria untuk menatap Rendy.


Maria merangkul Embun dan sambil mengusap bahu Embun, dia langsung menyahut, "Iya. Luke mengalami kecelakaan cukup parah sampai tejadi pendarahan di otak dan menjalani operasi besar yang cukup beresiko. Lalu, saat ia sadar, ia mengalami amnesia dan sialnya, saat Luke membuka mata, hanya ada Chika di depan matanya. Wanita licik itu kemudian memanipulasi Luke sampai sekarang. Karena Luke, hanya memercayai orang uang pertama kali dia lihat pas ia sadar, begitu kata dokter"


Embun langsung menghambur ke dalam pelukan Maria Donovan dan di dalam Isak tangisnya, ia terus berkata, "Maafkan kebodohan saya, Nek. Maafkan saya yang lebih mengandalkan emosi saya. Maafkan saya"


Maria mengusap punggung Embun sambil berkata, "Semuanya sudah terjadi. Tinggal bagaimana sekarang kita menyikapinya"


"Nyonya besar ingin Anda kembali ke tanah air dan menjadi brand ambassador produk parfum terbarunya Grup Donovan. Parfum Scratch Love hasil karyanya Nyonya besar" Sahut Dona.


"Dan, membawa kembali Tuan muda ke tengah-tengah kita dengan menyembuhkan amnesianya Tuan muda. Karena semua tim dokter yang menangani Tuan muda, berkata kalau hanya Anda, Istri sahnya Tuan muda, wanita yang paling dicintai oleh Tuan muda yang mampu menyembuhkan amnesianya Tuan muda" Ucap Rendy.


Embun yang masih terisak menangis, melepaskan diri dari pelukannya Maria Donovan dan langsung berkata, "Saya mau, Nek. Saya mau menjadi Brand Ambassador parfum itu dan saya mau menyembuhkan amnesianya Mas Luke"


Maria memekik girang dan sambil menghapus air mata di kedua pipinya Embun, CEO Grup Donovan itu berkata, "Nenek senang kamu langsung mau. Asal kamu tahu, surat cerai yang kamu kirim lewat fax, Nenek yang menerimanya dan langsung Nenek robek surat itu. Jadi, sampai detik ini kamu masih Istri sahnya Luke. Tapi, kamu harus berusaha cukup keras nanti. Luke berubah jadi Luke yang dingin, arogan, kaku, dan sulit ditangani. Terus ada Chika di samping Luke. Tugas kamu cukup berat, Nak"


"Syukurlah kalau surat cerainya belum sampai di tangan Mas Luke dan sudah Nenek robek surat itu. Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk merebut kembali Mas Luke. Karena semua ini terjadi, akibat dari kebodohan saya di masa lalu, Nek"

__ADS_1


Tiba-tiba muncul seorang anak kecil yang sangat tampan di depan mereka. Wajah anak itu mirip sekali dengan Luke waktu Luke masih balita.


Anak kecil nan tampan itu mengucek-ucek kedua matanya dan masih tampak mengantuk sambil bertanya, "Bunda, mereka siapa?"


Mona yang berdiri di belakang anak kecil itu langsung membungkukkan badan ke Maria Donovan sambil berkata, "Selamat datang, Nyonya besar"


"Terima kasih Mona" Sahut Maria Donovan.


Maria lalu bersimpuh di lantai untuk memeluk anak kecil nan tampan itu dan berkata, "Halo, Tampan. Ini Nenek buyut kamu. Siapa nama kamu?"


Anak kecil nan tampan itu berucap sembari melepaskan diri dari pelukannya Maria untuk berkata, "Tolong jangan main peluk sembarangan. Saya belum pernah bertemu dengan Anda. Kata Bunda, saya tidak boleh mengijinkan orang yang belum saya temui memeluk saya"


Maria tersenyum senang dan sambil menggenggam tangan anak kecil nan tampan itu, ia berkata, "Bunda kamu sangat pintar membesarkan dan mendidik kamu. Kamu tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Lalu, nama kamu siapa?"


Anak kecil nan tampan itu menatap dalam wajah wanita berambut putih yang bersimpuh di depannya, lalu berkata, "Nama saya Geraldino Donovan. Arti nama Geraldino adalah pemimpin yang kuat. Saya akan menjadi pemimpin yang kuat bagi Bunda. Saya akan selalu melindungi Bunda. Nama panggilan saya Dino. Arti nama Dino adalah pedang kecil. Saya akan melawan siapa saja yang ingin menyakiti Bunda"


Dona dan Rendy sontak menyahut secara bersamaan, "Wah! Putra Tuan muda cerdas dan tampan"


Maria langsung menggemakan tawa bahagia bercampur bangganya, "Hahahahaha. Nama kamu bagus sekali. Kamu juga sangat tampan dan cerdas. Boleh Nenek buyut memeluk dan mencium kamu?"


Dino menoleh ke bunda tercintanya dan Embun langsung menganggukkan kepalanya.


Dino lalu menatap wanita berambut putih yang masih bersimpuh di depannya untuk berkata, "Bunda mengijinkan Anda memeluk dan mencium saya, Nek"


Maria menghela napas bahagia tiada tara. Lalu, ia menciumi wajah Dino dan memeluknya. Setelah puas memeluk Dino, Maria bangkit berdiri dengan dibantu Mona dan Maria langsung menggendong Dino untuk ia pangku di atas sofa.


Embun mengusap pipi Dino sambil berkata, "Yang memangku kamu sekarang ini adalah Nenek buyut kamu, Sayang. Nenek buyut menjemput kita untuk pulang menemui Ayah kamu"


Kedua bola mata Dino membulat dan wajahnya langsung ceria saat ia mendengar bahwa dirinya akan segera bertemu dengan ayahnya. Sosok ayah yang sangat ia impikan. Dino mengerjap senang dan bertanya, "Benarkah? Dino akan bertemu Ayah? Benar-benar Ayah?"


Maria Donovan sontak terkekeh geli dan langsung mencium pipi Dino sambil berkata, "Iya. Benar-benar Ayah"


Rendy, Mona, Dona, Maria Dan Embun sontak tertawa bahagia melihat kegembiraan di wajah Dino.


Setelah makan camilan bersama di sore hari, Rendy mengajak Dino bermain sepak bola di teras belakang.


Maria langsung berkata ke Embun, "Aku minta rambutnya Dino yang tadi kamu ambil"


Embun menyerahkan rambutnya beberapa helai rambutnya Dino yang dia gunting seijin Dino ke Maria Donovan sambil bertanya, "Kenapa Nenek meminta saya memotong beberapa helai rambutnya Dino dan sekarang Nenek memintanya?"


Maria memasukkan rambut Dino ke dalam kantong plastik kecil berzip sambil berucap, "Aku akan lakukan. tes DNA supaya Luke tidak menyangkal anak kandungnya. Untuk itu, Nenek, Rendy, dan Dona pulang dulu sekarang. Kamu susul Nenek kalau tes DNA-nya sudah jadi. Kita akan menemui Luke dengan bukti tes DNA"


"Baiklah, Nek. Saya akan pulang setelah mendapatkan kabar dari Nenek"


"Kapan kamu beli mug couple ini? Aku bawa mug ini dari kantorku" Luke menemukan mug couple di dalam laci dapur yang ada di ruang kerjanya.


Chika refleks menautkan alisnya dan berkata, "Mug siapa itu?"


Luke mengerutkan dahi dan langsung berkata, "Lho! ini bukan kamu yang beli? Ini aku temukan di laci dapur kantorku. Lalu, siapa yang beli mug couple ini? Apa Istriku? Kalau aku tidak mencintai dia, kenapa dia beli mug couple ini dan ........."


"Ah! Iya, aku lupa" Chika langsung menepuk jidatnya dan sambil bangkit berdiri, dia berkata, "Mug itu aku beli untuk kamu di hari aku berangkat ke luar negeri. Aku lupa beli itu karena aku, tergesa-gesa perginya. Aku beli mug itu agar kamu selalu ingat akan manisnya cinta kita saat kamu minum pakai mug itu"


"Tapi, kok, aneh?"


Chika memeluk pinggang Luke sambil bertanya, "Apanya yang aneh?"


"Kenapa dua-duanya kamu kasih ke aku? Harusnya kamu bawa yang satunya, kan? Kenapa semuanya kamu kasih ke aku?"


Chika sontak tergagap, "Ah, eh, emm"

__ADS_1


Luke menatap lekat kedua bola mata Chika dan Chika langsung menepuk pelan dada Luke dan sambil melepaskan gelungan tangannya di pinggang Luke, wanita licik itu berkata, "Aku, kan, sudah bilang tadi kalau aku pergi ke luar negeri tergesa-gesa, jadinya aku lupa ambil satu mug itu untuk aku bawa ke luar negeri"


"Ooooooo" Luke hanya ber-o. Lalu, pria tampan itu berbalik badan meninggalkan. Chika begitu saja sambil terus mengamati dua buah mug yang masih dia genggam.


Chika yang takut mendapatkan pertanyaan-pertanyaan kejutan lagi dari Luke, memilih untuk berlari ke kamar dan langsung masuk ke kamar mandi untuk berendam di dalam bathtub


Luke memberikan satu kamar untuk Chika. Dia mengjinkan Chika sesekali menginap di rumahnya, namun dia tidak mengijinkan Chika tidur satu kamar dengannya. Untuk itulah ia memberikan kamar tamu untuk Chika pakai di saat Chika menginginkan menginap di rumah Luke.


Luke melihat bagian bawah mug dan semakin mengerutkan dahi saat ia menemukan tanda L❤️E. "Ini ditulis dengan spidol tahan air permanen. Ini mirip tulisanku. L itu mestinya aku, Luke. Tapi, kenapa E? Kenapa bukan C? Kalau aku tidak mencintai Embun Istriku, kenapa aku menulis ini? Menulis L❤️E?"


Luke mencoba berpikir keras untuk mengingat masa lalunya. Namun, tiba-tiba ia meletakkan kedua mug itu dengan keras di atas meja makan di rumahnya sambil berteriak, "Aaarrghhh!"


Kepala pelayan langsung mendekati Luke dan bertanya, "Anda kenapa, Tuan muda?"


Luke menopang dahinya dengan kedua telapak tangan dan dengan napas yang masih menderu setelah merasakan kesakitan yang luar biasa di kepalanya, Luke berkata, "Aku baik-baik saja. Tinggalkan aku!"


Kepala pelayan itu langsung berjalan mundur dan menjauhi Luke.


Keesokan harinya ...........


Alex Norman mengantarkan Embun dan Dino ke hotel. Lalu, Pris tampan yang setia dengan rambut gondrongnya, berkata, "Aku pergi ke pemotretan sebentar"


"Hmm"


"Cepat balik, ya, Om" Pinta Dito


Alex berjongkok untuk memeluk dan mencium pipi Dito dan berkata, "Pasti, dong. Om akan cepat balik ajak kamu beli es krim"


Sepeninggalnya Alex, di hari pertama menginjakkan kakinya ke tanah air, Embun mengajak Dino pergi ke sebuah taman setelah mereka membereskan baju-baju mereka. "Ayah kamu pernah mengajak Bunda pergi ke taman ini. Waktu itu, kamu masih berupa titik dan masih berada di dalam perut Mama"


"Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ayah, Bun"


"Besok kamu akan bertemu dengan Ayah kamu"


"Bun, ada balon. Aku mau balon yang berbentuk pesawat itu, Bun"


"Baiklah, ayo kita beli balon yang berbentuk pesawat itu"


Dino terus menggenggam balon itu saat ia melangkah menuju ke parkiran mobil. Namun, saat ia melihat penjual es krim, dia tanpa sadar melepas balonnya untuk menunjuk ke penjual es krim, "Bunda aku mau es krim itu"


Embun tersenyum dan berkata, "Baiklah, Bunda akan belikan"


Saat Embun menyerahkan es krim yang sudah ia beli ke Dino, Dino sontak berkata, "Bunda, balon Dino lepas dan nyangkut di pohon itu"


"Bunda akan ambilkan. Tapi, Bunda akan bawa kamu masuk ke mobil dulu"


"Oke" Sahut Dino.


Embun langsung menggendong Dino ke mobil dan berkata ke Mona, "Tolong jaga Dino. Aku akan ambil balonnya Dino dulu"


"Baik, Nyonya"


Embun langsung balik badan dan berlari ke pohon di mana ada balon Dino terangkut di sana.


Embun tang sedari kecil suka naik pohon, tanpa ragu memanjat pohon itu apalagi di siang itu, dia memakai celana jins dengan panjang selutut. Beberapa penjual dan orang yang ada di sekitar pohon itu menjadi asyik menonton Embun.


Embun berhasil mendapatkan balonnya Dino dan saat ia berhasil menginjakkan kaki di atas rumput, semua penjual dan orang yang sedari tadi menonton Embun, langsung berteriak lega dan bertepuk tangan Karena ,kaget mendapatkan gemuruh tepuk tangan, Embun berbalik badan dengan ceroboh dan saat dia tergelincir hampir jatuh ke rumput ada seorang pria menangkap tubuhnya. Namun, karena tubuh Embun terus limbung ke depan, pria itu akhirnya terjatuh di atas rumput dengan posisi Embun berada di atas tubuhnya.


Embun sontak bergumam, "Mas Luke?"

__ADS_1


__ADS_2