Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Presdir Baru


__ADS_3

Silvia berteriak geram di balik jeruji besi, "Embun!!!!!! Aku sangat membencimu! Tunggu saja pas aku keluar dari penjara nanti, aku akan langsung mencari kamu dan bikin perhitungan sama kamu. Gara-gara kamu, aku masuk penjara"


"Kamu makan telur puyuh?"


"Hmm. Nggak sengaja" Sahut Luke sambil terus menyuapi Embun.


"Lalu, kenapa nggak langsung kamu olesi salep hidung kamu? Kalau jerawat itu muncul pertama kali dan langsung kamu olesi salep, sekarang pasti udah ilang jerawat itu"


"Aku nggak mau hilangkan jerawat ini"


"Kenapa?" Maria menautkan kedua alisnya.


"Karena, anakku menyukainya. Kata anakku, aku lucu kayak badut di luar sana"


Maria langsung memeluk Embun dan berkata, "Makasih kamu udah bikin Luke rela berkorban demi orang lain. Dia orang yang sangat egois selama ini"


Embun tersenyum canggung dan wajahnya merona malu.


Setelah sarapan selesai, Maria Donovan langsung mengajak Embun masuk ke kamar.


Luke sontak berteriak, "Nek! Kenapa menculik Istriku?!"


Maria membalas teriakan Luke tanpa menoleh ke belakang, "Nenek pinjam sebentar, Nenek mau dandani Istri kamu!"


Luke langsung mengerucutkan bibirnya. Dia bangkit berdiri saat Rendy menelponnya.


Ucapan Rendy, "Bos, ini soal Gilang. Kapan Tuan menemui Gilang? Dia sepertinya sudah tidak betah kita kurung di kamar hotel"


"Nanti setelah makan siang aku akan temui bocah itu"


"Baik, Tuan"


"Taraaaaa!!! Luke lihatlah Istri kamu! Cantik, kan?" Maria berteriak riang.


Luke tersentak kaget saat ia menoleh ke asa suara dan dia sontak berkata, "No! Baju itu terlalu terbuka, Nek. Aku nggak mau mata para pemegang saham mengarah ke Istriku terus"


Maria menghela napas kecewa lalu ia membawa Embun masuk kembali ke kamar.


Mata Luke melotot saat Maria membawa Embun di hadapannya untuk yang kedua kalinya.


"Gimana? Cantik, kan?"


"Nek, kenapa milih baju nggak ada yang benar, sih. Tadi, bagian belakang terbuka dan sekarang bagian depannya terlalu turun. Big No! Ganti lagi!"


"Tadi, cuma terbuka sedikit di bagian punggung atas nggak sampai ke bawah. Terus ini juga cuma baju berkerah V, kenapa harus ganti? Dasar kuno, Lo!" Maria berkata dengan nada sewot.

__ADS_1


"Luke kuno? Nek, yang lahirnya di tahun sebelum Masehi, tuh, siapa?"


"Nenek nggak setua itu, ya. Enak aja!" Maria lalu membawa Embun masuk kembali ke dalam kamar.


Untuk yang ketiga kalinya, Maria menggandeng Embun keluar dari dalam kamar tanpa meminta pendapatnya Luke. Ia mengajak Embun berjalan melintas di depan Luke dan langsung mengajak Embun menuju ke garasi.


Luke sontak bangkit berdiri dan langsung berlari kecil menyusul nenek dan istrinya sembari meluncurkan protes, "Nek! Atasannya tertutup sih, tertutup. Tapi, kenapa harus pakai celana pendek? Ganti, Nek!"


Nggak! Kita sudah hampir telat. Masuk ke mobil temani Istri kamu, cepat!"


"Nggak mau! Embun harus ganti celana panjang dulu"


"Kau mau datang ke rapat telat dan Gilang kesempatan kamu untuk menjadi Presdir? Lagian baju Embun sopan dan bagus, kok. Cuma celana pendek aja kamu permasalahkan. Masuk!"


Luke mengerucutkan bibirnya dan terpaksa masuk ke dalam mobil.


Luke menoleh ke Embun saat ia mendengar Embun terkekeh lirih.


Embun langsung berdeham dan berkata, "Maaf, Tuan. Saya tertawa bukan bermaksud mengejek Anda dan Nenek. Tapi, saya tertawa karena saya senang melihat kehangatan hubungan Anda dengan Nenek. Terkadang saya iri sama Anda. Anda bisa dekat dengan Nenek Anda dan Nenek Anda sangat menyayangi Anda. Sedangkan saya, Nenek dan Kakek saya, tidak pernah menyayangi saya"


Luke langsung merangkul bahu Embun sambil berkata, "Kamu punya Nenekku sekarang. Nenekku sayang banget sama kamu. Aku lihat, kamu juga sayang sama Nenekku. Kalau Nenek kamu tidak sayang sama kamu, kamu lupakan saja dia!"


Embun hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya Luke.


Beberapa jam kemudian, rapat internal Grup Donovan digelar dalam rangka pemilihan Presdir untuk periode terbaru. Daniel, Mamanya Daniel, dan istrinya Daniel, duduk di ruang akbar kantornya Maria Donovan dengan wajah semringah. Mereka yakin kalau mereka bakalan memenangkan pemilihan tersebut.


Ada tiga kandidat sebenarnya. Namun, kandidat terakhir, mengalami kecelakaan setelah pernikahannya. Kandidat terakhir dan istrinya berkahir koma di rumah sakit. Kecelakaan tersebut didalangi oleh Soraya Donovan. Soraya sangat terobsesi anak tunggal kesayangannya menjadi Presdir Grup Donovan dan mendapatkan tiga puluh persen dari semua saham. Karena selama ini, Daniel hanya memiliki lima persen saham Grup Donovan. Sedangkan Luke, memiliki tiga puluh persen saham Grup Donovan.


Soraya, Daniel dan istrinya, sontak bangkit berdiri saat mereka melihat Luke berjalan memasuki ruangan dengan menggandeng tangan seorang wanita yang mungil, ramping, dan memiliki wajah tirus yang sangat cantik.


Embun yang sudah dirombak habis-habisan oleh Luke, memang terlihat sangat cantik dengan rambut lurus hitam dan tanpa kacamata besar nan tebal. Embun memakai Pico Set casual celana pendek warna Khaki cerah yang dipadukan dengan sepatu flat berbahan suede berwarna dark beige, membuat Embun tampak semakin memesona.


Daniel tanpa sadar bergumam lirih, "Siapa wanita cantik yang digandeng sama Kakak?"


Soraya Danuro menoleh ke suaminya dengan wajah kesal saat ia mendengar suaminya bergumam seperti itu. Namun, demi menjaga martabatnya, dia hanya bisa diam dan tidak melontarkan protes saat ia mendengar suaminya memuji wanita lain.


Luke yang masih menjabat sebagai Presdir duduk di ujung meja setelah ia membantu Embun duduk. Luke menoleh ke Embun yang duduk di sebelah kirinya, karena di sebelah kanannya ada Mama tirinya dan dia enggan untuk menoleh ke kanan.


Maria Donovan selaku CEO duduk di ujung meja satunya.


Embun merasa canggung dan terlihat sedikit ketakutan saat semua mata mengarah tajam ke dirinya. Luke langsung menggenggam tangan Embun yang ada di atas meja sembari berkata, "Ada aku di sini. Jangan takut!"


Embun sontak menoleh ke suaminya dan saat ia melihat senyuman di wajah Luke Donovan, seketika itu dia merasa tenang.


Soraya Danuro, istrinya Daniel menggeram kesal dan mengepalkan kedua tangan di bawah meja sembari bergumam di dalam hati, aku belum pernah melihat Luke tersenyum seperti itu pada seorang wanita. Dia dulu bahkan mendapat julukan Si Gunung Es di kalangan cewek, karena ia tidak pernah tersenyum pada makhluk yang bernama wanita. Bahkan sama aku yang waktu itu jadi pacarnya, Luke tidak pernah memberikan senyum yang seperti itu ke aku. Sial! Siapa sebenarnya wanita itu?

__ADS_1


Soraya Danuro tersentak dari lamunannya saat Daniel menyentuh pelan lengan atasnya. Soraya Danuro mendongak dan Daniel langsung tersenyum, lalu berkata, "Saatnya aku memperkenalkan diri kamu ke semua orang yang hadir di sini"


Soraya Danuro terpaksa bangkit berdiri dan langsung mengulas senyum ramahnya yang palsu.


Daniel berkata, "Ini Istri saya. Saya sudah menikah. Jadi, saya rasa, saya adalah pemenangnya, karena kandidat yang terkahir kecelakaan dan koma di rumah sakit, lalu Kakak saya belum .........."


"Tunggu dulu! Siapa bilang aku belum menikah" Luke membantu Embun bangkit berdiri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Lalu, ia memeluk bahu Embun dan berkata, "Perkenalkan semuanya, Ini adalah Embun Sanjaya. Dia adalah Istri saya. Kami baru dua hari ini menikah. Maaf kalau kami tidak ..........."


Soraya Donovan langsung berteriak, "Bohong! Itu pasti hanya pernikahan bohongan. Dia pasti wanita murahan yang mata duitan dan diajak kawin kontrak sama Luke dan.........."


"Jaga ucapan kamu! Jangan hina Istriku!" Luke menghunus tatapan tajam ke mama tirinya.


"Kau berani melotot ke Mama kamu? Kau berani berteriak ke Mama kamu, hah?!"


"Mamaku hanya ada satu dan beliau sudah tenang di Sorga sana. Dan dari dulu, kamu hanyalah wanita asing bagiku" Luke menggertakkan giginya.


Daniel berteriak dengan wajah marah, "Jangan kasar sama Mamaku, Kak! Aku bisa nekat bertindak kasar sama Kakak kalau Kakak masih kasar sama Mamaku"


Luke bisa merasakan Embun bergetar ketakutan di bawah jari jemarinya. Luke mempererat pelukannya dan langsung berbisik ke Embun, "Jangan takut! Aku akan melindungi kamu dan anak kita"


Embun menoleh ke Luke dengan senyuman dan anggukkan kepala.


Maria bangkit berdiri dan berkata tegas, "Jangan ribut! Luke memang sudah menikah dan itu bukanlah nikah kontrak. Justru Daniel lah yang melakukan nikah kontrak. Berapa tahun lagi kamu akan menceraikan Istri kamu, Dan?"


Daniel Donovan seketika menoleh neneknya dan mematung. Dia tidak menyangka kalau neneknya bisa mengetahui pernikahan kontraknya dengan Soraya Danuro.


Soraya Donovan, sontak bangkit berdiri dan dengan wajah merah padam penuh amarah, dia menunjukkan jarinya ke Maria Donovan sembari berteriak, "Jangan asal menuduh! Mana buktinya? Dan hadirkan juga di sini bukti pernikahannya Luke dengan wanita itu!"


Dona melangkah memasuki ruangan. Asisten pribadinya Maria Donovan yang cantik, cerdas, dan pandai bela diri itu, meletakkan sebuah laptop dan dua buah map di atas meja.


Dona lalu membuka laptop dan beberapa menit kemudian, muncul sebuah adegan di layar besar yang ada di sisi kiri ruangan itu. Adegan tersebut adalah adegan percakapan Soraya Donovan dengan Soraya Danuro. Percakapan Keuda wanita itu disaksikan oleh dia orang pria dan diakhiri dengan kata, "Silakan tandatangani surat pernikahan kontrak antara Tuan muda Daniel Donovan dengan Soraya Danuro"


"Kau ada di mana pas Istri kamu menandatangani surat nikah kontrak kalian itu, Dan?" Maria Donovan menatap Daniel dan Daniel langsung terduduk lemas di kursinya.


Soraya Danuro ikutan terduduk lemas di kursinya dan mengumpat di dalam hatinya, sial! Aku salah memilih partner bisnis dan sepetinya aku tidak akan. mendapatkan apapun setelah ini.


"Dan, silakan Anda semua melihat rekaman pernikahannya Luke sambil memeriksa isi kedua map yang diberikan oleh asisten saya!"


Beberapa menit kemudian, Maria berkata, "Anda semua sudah lihat rekaman pernikahannya Luke dan Embun. Tidak ada nikah kontrak. Dia dan Embun benar-benar menikah dengan tulus. Saya akan menggelar resepsi pernikahan Luke dan Embun Minggu depan. Sebenarnya saya berencana menggelar dua resepsi pernikahan. Yakni, pernikahannya Daniel dan pernikahannya Luke. Namun, seperti yang Anda semua lihat, pernikahannya Daniel adalah pernikahan kontrak, ya, dengan sangat terpaksa, saya tidak selenggarakan resepsi pernikahan untuk Daniel"


Soraya Donovan terduduk di kursinya dengan hati mendidih penuh amarah, saat pimpinan tertinggi dari para pemegang saham Grup Donovan, yakni Maria Donovan, membacakan hasil rapat berdasarkan suara terbanyak, "Selamat untuk.........Luke Donovan. Selamat memegang kembali tanggung jawab besar sebagai Presdir Grup Donovan untuk periode tahun 2022 sampai tahun 2032"


Luke sontak berjongkok untuk mencium perutnya Embun dan segera bangkit berdiri kembali untuk mencium bibir Embun. Lalu, ia berkata, "Terima kasih udah hadir di hidupku"


Embun menempelkan keningnya di dada Luke sembari berucap lirih, "Tuan, kenapa Anda mencium bibir saya di depan orang banyak? Saya malu, Tuan"

__ADS_1


__ADS_2