Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Surat Perjanjian


__ADS_3

Rendy langsung pamit, "Maaf Nyonya besar. Saya harus ke lantai dua, ke departemen hukum untuk menyerahkan kontrak kerja sama Grup Donovan dengan pihak Santoso"


"Hmm" Sahut Maria Donovan.


Dito yang dipangku oleh Maria Donovan akhirnya jatuh tertidur karena kelelahan.


Melihat cicit kesayangannya tidur di dalam pelukannya, Maria tersenyum bahagia. Lalu, pendiri dan pemilik Grup Donovan itu Maria ke Dona, Daniel, dan Mona, "Dona, kamu ke hotel untuk mengambil semua barang-barangnya Embun dan bawa semua barang-barang itu ke rumahku. Dan kamu Daniel, antarkan aku pulang. Dino butuh istirahat. Lalu Mona, kamu tunggu Embun dan jaga Embun dengan baik"


"Baik" Sahut Daniel, Dona, dan Mona secara bersamaan.


Sewaktu pintu lift terbuka, Luke langsung berlari cepat untuk duduk di kursi kerjanya. Luke kemudian bergumam lirih, "Bau masakan ini harum banget. Dia bisa masak, ya? Aish! Bodo amat! Untuk apa aku peduli sama wanita yang pergi meninggalkan suaminya dan jatuh ke pelukan pria lain"


Luke kemudian memutuskan untuk mengabaikan keberadaan wanita berambut panjang bergelombang yang tengah memasak di dapur dan kembali fokus bekerja.


Tiga puluh menit berlalu dan saat Luke mengangkat wajah, pria tampan itu sontak menyemburkan, "Berani-beraninya kau duduk di depanku?!"


"Aku masak nasi goreng. Nasi goreng ini persis sama dengan bumbu yang Mas pernah bikin untukku dulu. Mas ingat nggak? Mas kasih nama nasi goreng ini, nasi goreng cinta. Cinta kita berdua, Mas"


"Siapa yang meminta kamu memasak nasi goreng itu?"


"Aku ingin memasaknya sendiri. Aku bawa bahan sendiri. Mas cicipi, ya? Agar Mas bisa mengingat kembali rasa cinta kita berdua yang ada di nasi goreng ini. Aaaaaa!" Embun mengarahkan satu sendok berisi penuh nasi goreng ke mulut Luke yang masih menutup rapat.


Luke menatap dingin wajah cantiknya Embun dan langsung menutup mulut dengan telapak tangan, menggeleng, dan berkata, "Aku tidak mau makan nasi goreng itu. Aku benci nasi goreng. Setiap kali aku makan nasi goreng, aku langsung mual dan muntah. Kau Istriku, tapi kau tidak tahu soal ini?"


"Hah?! Kok bisa mual dan muntah? Tapi, dulu Mas suka masak dan makan nasi goreng cinta ini, Mas. Kita dulu sering masak bersama. Kita juga sering makan nasi goreng yang Mas kasih nama nasi goreng cinta ini bersama-sama penuh dengan canda tawa. Mas ingat?" Embun berucap sembari menyusuri wajah Luke dengan sorot matanya.


Luke menatap Embun dan langsung berkata, "Kamu jangan teruskan halusinasi kamu. Dengan bukti yang aku dengar dan aku lihat sendiri, aku menemukan fakta kalau aku tidak pernah mencintai kamu dan kamu juga tidak pernah mencintai aku"


"Itu tidak benar, Mas. Aku tidak berhalusinasi dan aku tidak berbohong. Aku sangat mencintai kamu dan Mas juga sangat mencintai aku"


"Aku tidak ingat satu pun yang kamu ocehkan sedari tadi. Tapi, aku yakin kalau Aku tidak mencintaimu. Aku tidak mungkin mencintai wanita yang pergi ke pelukan laki-laki lain, cih!"


"Aku tidak pergi ke pelukan laki-laki lain, Mas. Tapi, aku......."


"Cukup! Hentikan semua kebohongan kamu!" Luke mulai melotot ke Embun.


"Aku nggak bohong, Mas! Lalu, kenapa Mas membentak dan memelototi aku sekarang? Padahal Mas menciumku tadi. Apa Mas tidak merasakan apa pun di ciuman kita tadi, Mas?"


Luke sontak berdeham keras untuk menyembunyikan asa malunya dan langsung menyemburkan, "Hei! Itu hanya ciuman biasa. Itu ciuman penyambutan. Di Eropa ciuman seperti itu adalah hal yang lumrah dan biasa. Aku tidak merasakan apa pun di ciuman itu"


Embun terhenyak lemas di kursi dan berkata lirih, "Aku nggak nyangka kalau akan seberat ini membuatmu sembuh dari amnesia, Mas"

__ADS_1


Melihat wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang itu terhenyak lemas di kursi dan tampak lesu, timbul rasa kasihan di hati nuraninya Luke. Lalu, pria tampan itu berkata, "Kalau kamu bersikeras bahwa kita saling mencintai, apa kamu bisa memberikan bukti padaku?"


"Kita nggak pernah punya kesempatan foto berdua. Kita cuma punya foto berdua pas kita ada di resepsi pernikahan kita, Mas. Apa Mas tidak bisa melihat kalau di foto resepsi pernikahan kita itu, yang kita pajang di atas ranjang kita, wajah kita terlihat sangat bahagia dan penuh cinta?"


"Bisa aja itu arahan dari fotografer yang meminta kita berdua untuk tersenyum di depan kamera saat itu" Luke berkata dengan wajah dingin dan datar.


"Tapi, aku mengatakan yang sebenarnya. Kita saling mencintai dan........."


"Lalu, kenapa kamu pergi meninggalkan aku ke Jepang untuk menemui seorang pria yang bernama Alex Norman itu?"


"Itu karena Mas memangku dan mencium wanita lain dan aku ........"


"Siapa wanita itu?"


"Chika"


"Kenapa aku bisa memangku dan mencium Chika? Aku sudah menikah denganmu, tapi aku memangku dan mencium Chika. Itu bukti kalau aku lebih mencintai Chika daripada kamu, kan?"


"Kejadiannya tidak sepeti itu, Mas. Aku tidak, maksudku kamu dan Chika tidak ........"


"Stop! Semakin kamu menjelaskan hal yang berbeda jauh dengan kenyataan yang ada di depan mataku, kepalaku semakin terasa sakit" Luke berkata sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan dan meringis kesakitan.


Pria tampan itu langsung menepis tangan Embun sambil berteriak, "Jangan sentuh aku!"


Embun duduk kembali di kursi dengan wajah khawatir dan berkata, "Maafkan aku, Mas"


Namun, Presdir yang tengah menderita amnesia itu, mengabaikan Embun. Pewaris tunggal Grup Donovan itu, kemudian melepas kepalanya dan meletakkan kedua tangannya di atas keyboard. Luke Donovan memutuskan untuk mengetik surat perjanjian. Isi surat perjanjian tersebut: Pihak pertama Luke Donovan memberikan waktu tiga bulan kepada pihak kedua yaitu Embun Sanjaya untuk mengembalikan semua ingatannya Luke Donovan dan membuktikan cinta yang pernah ada di antara mereka. Kalau sampai pada batas waktu yang telah ditentukan, pihak kedua tidak berhasil membuat pihak pertama mengingat semuanya dan tidak bisa membuktikan adanya cinta di antara mereka berdua, maka pihak pertama akan langsung menceraikan pihak kedua. Setelah perceraian terjadi, maka hak asuh atas anak hasil pernikahan mereka berdua akan jatuh ke tangan Luke Donovan.


Luke menunggu mesin cetak mengeluarkan selembar kertas. Lalu, pria tampan itu menempelkan meterai di atas kertas itu dan memberikan kertas tersebut ke Embun sambil berkata, "Baca dan tandatangani!"


"Cerai? Kenapa harus bercerai? Aku tidak ingin bercerai, Mas"


"Kalau terbukti tidak ada cinta di antara kita, bukankah lebih baik kita bercerai"


"Ti......tiga bulan? Kenapa nanggung sekali batas waktunya, Mas? Kenapa nggak dibuat satu tahun sekalian?"


"Karena, aku ingin wanita munafik seperti kamu pergi secepatnya dari hidupku"


"Munafik?"


"Iya. Kamu munafik dan penuh kebohongan. Kamu katakan kalau kamu mencintaiku padahal kamu pergi meninggalkan aku demi pria lain dan kembali ke sini setelah tiga tahun untuk menjejali pikiranku dengan hayalan kamu soal cinta. Kau pikir aku ini apa? Robot yang tidak bisa berpikir? Robot yang bisa kau tinggalkan begitu saja dan kau kembali dengan seenaknya untuk mempermainkannya lagi? Dasar wanita tidak tahu malu, cih!"

__ADS_1


Embun kembali menatap kertas yang masih ia pegang dan termenung.


"Kenapa? Kau takut kalau nantinya kebohongan kamu akan terungkap sebelum masa tiga bulan terlewati dan kamu akan aku usir dengan menanggung rasa malu?"


Embun sontak menyipitkan mata dan langsung mengambil pulpen yang ada di atas mejanya Luke. Wanita itu menandatangani kertas bermeterai itu dengan wajah tertantang. Lalu, wanita cantik berambut panjang bergelombang itu, menyerahkan kertas yang sudah ia tandatangani ke Luke sambil berkata, "Aku akan buktikan semua perkataanku benar, Mas. Aku akan perjuangkan pernikahan kita karena aku, tidak ingin kita bercerai. Aku akan buat kamu ingat kembali akan cinta kita, Mas"


Luke mengabaikan ucapannya Embun dan langsung menandatangani. Lalu, pria tampan itu memasukkan kertas tersebut ke dalam laci sambil berkata, "Aku akan kasih salinannya nanti ke kamu"


"Tidak usah, Mas. Aku tidak butuh salinan kertas itu" Embun bicara sambil bangkit berdiri dan saat Embun berbalik badan hendak melangkah pergi, Luke sontak berteriak, "Kau mau ke mana?"


Luke seketika menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan dan sontak memaki dirinya sendiri di dalam hati, kenapa kau menahan langkahnya? Kenapa? Apa kau masih belum rela wajah cantiknya berlalu dari pandangan kamu, Luke?


Luke dengan cepat menarik tangan yang ia pakai untuk menutup mulutnya sebelum Embun berbalik badan dan menatapnya.


Embun memutar badan dan saat kedua bola matanya bersitatap dengan kedua bola matanya Luke, wanita cantik itu langsung berkata, "Aku akan pulang ke rumah Nenek, Mas. Nenek mengirim pesan kalau Dito tidur di rumah Nenek"


"Siapa yang mengantar kamu ke sana? Alex Norman?"


Embun menggelengkan kepala, "Bukan, Mas. Mbak Mona yang akan mengantarku ke sana"


Tanpa Luke sadari, ia menghela napas lega saat ia mendengar yang mengantarkan Embun pulang bukanlah Alex Norman. Lalu, ia mengayunkan tangan sambil berkata, "Ya, sudah. Pergilah!"


"Baik, Mas. Aku ke permisi"


"Hmm" Sahut Luke singkat.


Sepeninggalnya Embun, Luke menatap sepiring nasi goreng yang Embun tinggalkan di atas meja kerjanya. Pria tampan itu mencoba memasukkan satu sendok nasi goreng itu ke dalam mulutnya. Dia mengunyah nasi goreng itu sambil bergumam, "Enak banget masakannya. Hmm!" Luke lalu menarik piring itu dan menyantap nasi goreng itu dengan lahap.


Setelah menghabiskan satu piring nasi goreng buatannya Embun dalam waktu singkat, Luke kembali bergumam, "Kenapa aku nggak mual dan muntah saat makan nasi goreng ini? Kenapa aku justru habiskan tak bersisa?"


Tepat pukul tujuh malam, Embun melangkah memasuki sebuah taman besar di pinggir danau tempat diadakannya acara peluncuran produk parfum terbarunya Grup Donovan yang merupakan hasil karya dari Maria Donovan dan acara pengumuman Brand Ambassador terbaru Grup Donovan.


Embun datang dengan menggandeng Dino dan di sebelahnya Embun berdiri tegap seorang pria tampan berambut gondrong.


Chika berdiri dengan menggamit lengan Luke. Wajah Chika tampak semringah dan bangga karena dia bisa menggamit presdir Grup Donovan dan berada di sisi Presdir super tampan itu dengan status tunangannya.


Namun, wajah Luke Donovan sama sekali tidak semringah. Pria itu terus menatap Embun yang berjalan masuk bersama seorang pria dengan wajah menahan amarah.


Apa itu Alex Norman? Dasar tidak tahu malu! Dia bahkan mengajak pria itu datang ke acara ini? Batin Luke menggeram penuh amarah.


Sementara itu, Chika yang terus mengumbar senyum semringah, bergumam di dalam hatinya, aku akan menjadi Brand Ambassador Grup Donovan yang baru dan aku tidak sabar ingin segera naik ke panggung dan menerima mahkota kebanggaan itu.

__ADS_1


__ADS_2