
"Nenek akan keluar agar kamu bisa beristirahat kembali" Maria mengelus pipi Embun. Lalu, wanita cantik nan elegan itu menatap Luke untuk berkata, "Luke, ingat! Kamu sekarang udah punya Istri dan akan punya Anak. Kamu jangan bertindak gegabah lagi!"
"Baik, Nek" Sahut Luke.
Sepeninggalnya Maria Donovan, Luke merebahkan kepala Embun di atas bantal dengan perlahan sembari berkata, "Tidurlah!"
Embun langsung memeluk tubuh suaminya dan berkata, "Jangan tinggalkan aku, Mas. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini"
.
Luke melorotkan tubuhnya untuk rebah di samping Embun dan pria tampan itu langsung memeluk Embun sambil berkata, "Aku Suami kamu. Tentu saja aku nggak akan pernah meninggalkan kamu. Karena apa yang dipersatukan oleh Tuhan tidak bisa dipisahkan oleh apapun juga. Kita ini satu untuk selamanya"
Embun menyusupkan wajahnya di dada suaminya dan memejamkan mata. Beberapa detik kemudian gadis cantik nan imut itu jatuh ke alam mimpi.
Empat bulan kemudian, Maia Donovan berhasil menjebloskan Soraya, mamanya Daniel Donovan atas tuduhan, pembunuhan, pemalsuan data kelahiran, dan niat ingin menculik Embun Sanjaya.
Daniel mematung di depan Maria Donovan Luke Donovan. Dia merasa hampir gila saat mengetahui semua kebenaran itu yang adalah satunya adalah, dia bukan cucu kandungnya Maria Donovan. Papa kandungnya Daniel dalam seorang pelukis yang bernama Ivan Baskoro.
"Nenek sudah menjebloskan Mama kamu ke penjara karena ia, sudah terbukti membunuh Mamanya Luke, memalsukan data kelahiran kamu, dan dia pernah berniat menculik Embun. Kamu sudah baca hasil tes DNA itu. Sekarang terserah kamu. Kalau kamu pengen tetap tinggal di keluarga Donovan, Nenek akan memelihara kamu. Tapi, kamu tidak berhak mendapatkan warisan Nenek sepeser pun"
"Kalau begitu, Saya mendingan keluar saja dari keluarga Donovan. Tapi, sebelumnya saya meminta maaf sama Nenek dan Kak Luke atas semua kejahatan yang Mama saya perbuat. Saya akan bekerja dengan mandiri di luar dan suatu saat nanti, saya akan kembali ke sini untuk membalas budi karena keluarga Donovan, sudah merawat, membesarkan, memberikan saya kemewahan, dan menyekolahkan saya"
"Kalau itu keputusan kamu. Baiklah" Sahut Maria Donovan dengan bijak.
Setelah memeluk erat Maria Donovan dan Luke Donovan, Daniel pamit.
Luke kemudian menoleh ke Neneknya untuk berkata, ""Nek, kasihan, ya, Daniel"
"Iya, sih. Tapi, Nenek tidak bisa menahannya. Itu sudah menjadi keputusannya. Oh, iya, bukankah kamu janji sama Embun untuk menemui Dokter kandungan?"
Luke langsung menepuk jidatnya dan berkata, "Oh, iya! Aku lupa. Aku berangkat dulu kalau gitu, Nek" Luke mencium punggung tangan neneknya dan bergegas pergi meninggalkan neneknya.
Luke sampai di kantornya dan langsung semringah mendapatkan sambutan senyum cantik istri mungilnya.
"Kau sudah siap?" Tanya Luke.
"Sudah, Mas"
"Kau tidak makan dulu?"
"Ini masih jam sebelas. Aku belum lapar. Kita periksa kandungan dulu, baru makan. Gimana, setuju nggak?"
"Apapun yang kamu katakan, aku setuju-setuju aja" Luke berkata sembari menggenggam tangan Embun. Kedua sejoli itu kemudian melangkah masuk ke dalam lift dengan bergandengan tangan.
Luke dan Embun duduk di depan meja kerjanya Dokter Niken dengan wajah gugup.
"Kenapa Anda berdua tegang banget?".Dokter Niken mengulum bibir menahan senyum.
"Itu karena, baru pertama kali ini aku dan Embun berhadapan langsung dengan dokter kandungan" Luke berucap sembari pandangan matanya mengikuti Embun yang tengah diajak oleh seorang perawat untuk tidur di atas bed.
"Santai aja, Tuan Luke. Saya akan memeriksa Istri Anda dulu. Permisi"
"Emm, aku boleh ikut?"
"Oke. Ikut aja. Kita akan lihat anak Anda di dalam perutnya Nyonya Embun"
"Wah! Aku nggak sabar pengen melihatnya" Luke sontak mengekor dokter Niken dengan antusias.
"Itu anakku?" Luke menatap layar monitor sambil terus menggenggam tangan Embun.
"Iya. Anak Anda sehat dan tumbuh dengan sangat baik. Semuanya normal" Sahut Dokter Niken sembari menggerak-menggerakkan stik ISG di atas perut Embun yang sudah mulai membuncit.
Luke dan Embun langsung bersitatap dengan senyum bahagia.
"Suara apa itu?" Luke tersentak kaget dan kembali menoleh ke monitor.
"Itu suara degup jantung anak Anda, Tuan Luke"
"Wah!"
"Anak Anda sehat dan hebat"
__ADS_1
"Kenapa aku menitikkan air mata, nih" Luke mengusap pipinya kemudian dia menunduk untuk mencium kening Embun dan berkata di sana, "Terima kasih udah kasih aku anak sehebat ini"
Embun tersenyum dan sambil mengusap pipi suaminya, ia berkata, "Terima kasih juga udah menjaga anak kita dengan sangat baik selama ini, Mas"
Setelah perut Embun dilap dan Luke merapikan dress bermotif bunga kecil kecil yang dipakai oleh Embun di siang itu, kedua sejoli itu kemudian bergandengan tangan untuk duduk kembali di depan meja kerjanya dokter Niken.
Luke langsung berkata, "Apa aku boleh minta foto anakku tadi?"
Dokter Niken tersenyum dan sambil menganggukkan kepala, ia berkat, "Boleh. Perawat akan mencetak foto USG empat dimensi tadi"
Luke berkata, "Terima kasih" Sambil menoleh ke Embun.
Embun menatap wajah tampan suaminya dengan sorot mata penuh cinta.
Luke kemudian menoleh ke dokter Niken dan berkata, "Ada yang ingin aku tanyakan"
Dokter Niken bertanya sambil menulis resep, "Apa itu, Tuan Luke? Anda ingin menanyakan apa?"
"Emm, tapi aku, emm, biar Istriku saja yang nanya"
"Lho, kok, aku, sih, Mas? Aku, kan, cewek. Masak aku yang nanya"
"Justru karena kamu cewek, kamu bisa nanya ke dokter kamu. Kalian, kan, sesama cewek"
"Tapi, aku, kan, anak bahasa, Mas. Mas, kan, anak IPA. Mas, yang cocok nanya soal itu"
Mendengar Tuan muda Luke Donovan dan Nyonya muda Embun Sanjaya Donovan berdebat tentang hal yang tidak jelas, maka secara spontan dokter Niken meletakkan pulpennya di meja, lalu bersandar di kursinya sambil bersedekap untuk bertanya, "Tuan dan Nyonya memangnya mau menanyakan tentang apa?"
Luke menghela napas panjang dan akhirnya dia yang bertanya, "Itu, emm, apakah kita sudah boleh melakukan itu?"
Embun sontak menunduk untuk menyembunyikan rona malu di wajahnya.
"Oalah! Ternyata itu, to? Emm, boleh. Janin kalian sangat kuat dan sehat dan usia kandungannya Nyonya Embun sudah empat bulan. Jadi, sudah boleh melakukan itu"
Luke memekik riang dan spontan mencium pipinya Embun dengan gemas.
Dokter Niken mengulum bibir menahan geli melihat tingkah kekanakan-kanakannya Luke . Lalu, dokter cantik itu kembali berucap, "Tapi, posisinya harus diperhatikan dan ......"
"Wah! Anda ternyata tipe suami gercep, ya, Tuan Luke" Sahut Dokter Niken dengan wajah menahan tawa.
Sementara Embun semakin menundukkan wajahnya, Luke bertanya, "Apa itu gercep?"
"Gercep itu singkatan dari gerak cepat" Sahut Dokter Niken sambil menyerahkan secarik kertas resep ke Luke.
Luke menerima secarik kertas resep itu sembari berkata dengan senyum bangga, "Aku pebisnis. Sudah terbiasa gercep, dong. Apalagi soal begituan. Wow! Aku gercep banget dong"
Embun kembali menepuk pelan bahu suaminya saat ia mendengar dokter Niken tidak bisa menahan lagi tawa renyahnya.
Sepulang dari rumah sakit, Luke langsung membawa Embun ke sebuah restoran untuk makan dan saat Luke hendak belok ke restoran itu, Embun berkata, "Mas, kita pulang dulu aja"
Luke sontak meminggirkan mobilnya sambil bertanya, "Kenapa? Perut kamu sakit? Ada apa? Apa yang kau rasakan saat ini?" Luke kemudian menoleh dan menatap Embun dengan wajah panik
"Aku baik-baik saja. Aku cuma ingin tahu gercepnya, Mas Aku penasaran, Mas. Dan aku ........"
Wusssss! Tanpa banyak protes, Luke langsung tancap gas menuju ke kediaman megahnya.
Keinginan itu membuat Luke tidak bisa berpikir jernih, keinginan untuk mendapatkan haknya sebagai seorang suami begitu kuat sampai membuat dia kehabisan napas, "sekarang aku sangat menginginkanmu" Luke berucap sembari membopong Embun, berjalan menuju kamar peraduan cinta mereka dengan melewati banyak pelayan dan tanpa memperhatikan keadaan di sekitarnya, Luke mengajak Embun berciuman.
Para pelayan sampai menundukkan kepala mereka secara serempak sewaktu mereka melihat Tuan muda dan Nyonya muda mereka berciuman.
Sesampainya di kamar, Luke menurunkan Embun dengan perlahan di atas lantai.
"Apa gaya gercepnya, Mas. Aku sungguh-sungguh penasaran"
Pria tampan itu tersenyum penuh cinta kemudian berkata, "Kalau begitu, diamlah! akan kuberikan segala yang kau inginkan. Aku akan membuatmu menjadi wanita paling berbahagia di dunia ini. Aku akan sepenuhnya menjadi milikmu dan kau sepenuhnya menjadi milikku!"
Karena tersentuh dengan sorot mata dan rayuan yang diucapkan oleh Luke, Embun segera menyatukan bibirnya dengan bibirnya Luke.
Jemari tangan Luke sontak menyapu rambut dan tubuh Embun. Lalu, pria tampan itu merapat dengan panas ke tubuhnya Embun.
Mereka berciuman dengan lembut, intens, penuh cinta. Mereka membuai diri mereka masing-masing dengan ciuman tersebut.
__ADS_1
Presdir muda nan gagah itu, kemudian melepas kemejanya. Dada yang tampak kekar setelah Luke membuka kemejanya, membuat mata Embun membulat sempurna dengan dibanjiri gairah yang membuncah.
Embun memandang permukaan tanpa bulu itu, yang putih, mulus dan kekar dengan kagum dan segala apa yang ada di dalam diri Embun menjadi berdenyut liar menahan gejolak yang ada.
Luke tersenyum lalu dia berdiri memerosotkan celana kain dan melompat ke ranjang, "aku siap sayang, woman on top"
Embun tersipu malu saat ia bergerak mendekati Luke. kemudian ia berdiri dan memandangi Luke untuk bertanya malu-malu, "Apa aku bisa?"
"Aku yakin kamu bisa. Aku akan memegangimu dan mengajarimu, Sayang" sahut Luke.
Sambil tersenyum malu-malu, Embun melepas dressnya.Wanita itu kemudian merangkak naik ke atas menuju ke tubuhnya Luke. Beberapa detik kemudian, Embun sudah berada berada di atas tubuhnya Luke.
Luke kemudian duduk, dia menarik tubuhnya Embun untuk dia pangku dan dengan segera dia menyusupkan wajah tampannya ke lehernya Embun. Dia jilat leher putih mulu itu lalu dia berkata, "Rasanya manis, semanis cintaku" Lalu dia meraih tangannya Binar dan dia hisap satu persatu jari jemari tangannya Embun lalu dia berkata, "Rasanya asin dan rasa ini justru menimbulkan gairah untuk meminta lebih"
Embun tersenyum melihat kelakuan konyol suaminya itu. Lalu dengan gemas Embun mencium bibirnya Luke dan berbisik di sana, "Kalau ini, rasanya apa?"
Luke terkekeh geli, "Bibir kamu memiliki berjuta rasa dan membuatku kehabisan kata-kata"
Embun sontak tertawa dengan bina mata penuh cinta. Lalu dia melanjutkan ciumannya. Ciuman itu lebih panas dan lebih bergairah daripada ciuman yang sebelumnya.
Lidah Embun yang sudah pandai berciuman, mulai menjelajahi mulut Luke dengan daya sensual yang mendesak. Luke mengimbangi permainannya Embun. Lidah mereka saling bertaut dan mereka berkali-kali bertukar air liur yang terasa begitu manis dan indah.
Mereka merasakan sensasi luar biasa dari permainan yang mereka ciptakan sendiri.
Embun mengerang ketika dia mencari dan akhirnya menemukan bahu yang kokoh, panas dan polos. Wanita itu menjelajahinya dari bahu sampai ke punggung sampai ke bawah. Embun merasakan kelembutan kulitnya Luke. Embun lalu menancapkan kuku ke kulitnya Luke yang menegang.
Luke tersentak kaget, dia terengah-engah sambil memandang Embun. Tatapannya penuh gairah.
Luke berkata, "berjanjilah saat kau melakukannya, jika kau merasa capek katakan saja! Kita bisa berhenti dan........"
Embun langsung memagut bibir Luke dengan cepat dan berkata dengan mimik wajah yang penuh dengan kemanjaan, "Aku janji, Mas" Dan entah dari mana Embun mendapatkan kekuatan untuk berbicara di saat dirinya dikuasai panasnya gairah.
Luke menjilat sudut bibir Embun dengan gerakan sederhana namun luar biasa dirasakan oleh Embun hingga mampu membuat wanita imut itu mengerang seolah nyaris meledak.
Luke kemudian merebahkan diri sambil meraih tangannya Embun dan menarik tubuh istri mungilnya itu naik di atas tubuhnya.
Seolah tahu apa yang Luke pikirkan, Embun segera membungkuk untuk menyalakan api gairah di dalam dirinya Luke. Luke segera memijat kedua gundukan manis milik istrinya kemudian mencumbunya lalu menariknya ke dalam mulutnya. Embun melenguh puas dan Luke tersenyum penuh cinta.
Embun kemudian bergerak ke bawah dan menyapukan lidahnya di sana, menghisap dan permainan wanita itu membuat Luke menghembuskan napas panasnya sekaligus merasakan sensasi yang belum pernah dia kenal sebelumnya
Embun dengan segera memulai serangkaian gerakan yang membuat mata Luke berkunang-kunang. Dengan sangat ahli Binar memberi kenikmatan tanpa lelah dan membuat Luke kehilangan kendali. Luke dilanda sensasi-sensasi yang belum pernah dia pikirkan sebelumnya dan itu membuatnya hampir gila.
Mereka merapatkan pinggul, dengan kepala meronta-ronta saat sensasi tersebut mendorong mereka berdua sampai ke puncak.
"Embun sayangku, oh! Kau sangat luar biasa, Sayang!!!!!" Luke menghujamkan jari jemarinya ke rambutnya Embun.
Embun tersentak tak terkendali dan menjerit saat dia mencapai puncak.Lalu dia merebahkan diri dengan perlahan di sampingnya Luke
Luke dengan segera memeluk dan menarik istri mungilnya merapat lalu dia kecup leher Embun dan berkata, "terima kasih, sayang. Aku nggak menyangka kamu bisa sangat dominan di atas ranjang"
Embun segera menyusupkan wajah malunya di dadanya Luke dan berkata di sana, "Siapa dulu dong gurunya?"
Luke terkekeh geli lalu dia mendongakkan wajah cantiknya Embun, untuk ia kecup bibir yang masih tampak bengkak lalu dia berucap, "Apa kau capek?"
Embun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Luke lalu tersenyum jahil, "aku menginginkannya lagi. Aku yang akan menguasai permainan kali ini. Dokter Niken kasih dua PR ke kita, kan, menyuruh kita melakukan dua gaya, kan? Gimana? Apa kau mau coba yang satu lagi?"
Embun tertawa lirih lalu menepuk dada bidang Luke sambil berkata, "Dokter Niken nggak bilang kalau ada gaya kedua tadi"
Luke menggelegarkan tawanya dan dengan segera mencium bibirnya Embun dan wanita itu meluncurkan tangan ke rambutnya Luke.
Ciumannya Luke membuat Embun tidak mampu lagi menahan diri untuk berkata, "Aku menginginkanmu lagi, Mas"
Luke mengerang dan terus mencium Embun, "Kau belum siap sayang, aku tidak mau menyakitimu"
"Tolong jangan biarkan aku menunggumu, Mas" Embun menatap Luke dengan sorot mata penuh kabur gairah.
Mereka kembali menyatukan raga, gairah, dan cinta mereka dengan gaya yang kedua yang sudah dipelajari oleh Luke sebelumnya.
Sementara itu, di sebuah apartemen yang mewah, seorang wanita cantik tersenyum dan bergumam, "Luke, aku udah balik. Tunggu aku menemuimu dan kita bisa saling melepaskan rindu"
__ADS_1